MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 89 : Berakhir Di Tempat Yang Sama!!



[Kediaman Nocthadhanaksa, Indonesia]


7.25 AM


Renxa masih ada dikamarnya, ia masih sibuk membereskan buku-bukunya. Ia sudah siap dan tinggal berangkat.


" Done! We can go right now..." (tersenyum) Ia membawa tas-nya dan berjalan menuju pintu


Sebelum itu ia menyempatkan diri untuk berkaca, ia hari ini hanya memakai pakaian santai. Hanya kaus putih dengan bawahan celana jogger cream serta jacket putihnya yang sudah terpasang rapi dengan resleting tertutup sampai di dada dan tidak lupa sepatu sneakers putihnya. Style ini dia gunakan karena mengingat hanya ada kegiatan disekolahnya, lagi pula ia juga harus menjemput G-ra di bandara. Ia hanya ingin memakai pakaian nyaman untuk pergi ke sekolah santainya hari ini.


Renxa melihat jarum jam ditangannya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan lewat. Ia dengan cepat menuruni anak tangga dan berlari kecil menuju depan. Tetapi saat ia tengah berlari, tiba-tiba asisten pribadi ibunya menghentikan langkahnya.


" Nona muda.. " Panggil wanita itu dari belakang. Renxa mendengarnya dan berhenti, ia berbalik kearah suara


" Iya? " (tersenyum) Renxa dengan polosnya memiringkan kepalanya dan menatap wanita yang hanya 3 meter darinya


" Kenapa anda terburu-buru, anda harus sarapan dulu sebelum pergi sekolah. " Wanita itu perlahan berjalan menghampiri Renxa. Sudah ada segelas susu ditangannya


" Bu Wan, tidak papa. Aku hanya ingin datang pagi-pagi kesekolah." (tertawa)


" Ini untuk aku? Terimakasih.. " Renxa menunjuk gelas susu yang ada ditangan wanita itu dan wanita itupun mengangguk dan menyodorkan gelasnya kepada Renxa


" Anda tidak sarapan? " Tanya wanita itu sekali lagi


" Hhm... " Gumam gadis itu. Ia langsung meneguk habis isi gelasnya dan memberikannya pada wanita itu lagi


" Tidak perlu, aku akan makan disekolah nanti saja. Kalau begitu aku pergi dulu ya, bye.. " Renxa langsung berbalik dan pergi meninggalkan wanita itu


" Tapi non.. " Teriak wanita itu dari jauh


" It's okay, I'll go.. " (berteriak) Ia berlari menjauh


Saat sudah berada di teras, Renxa melihat Surya sudah menunggunya diluar. Ia datang menghampiri pria itu.


" Pak.. " Panggil gadis itu. Surya langsung berbalik dan melihat kearah gadis itu


" Non, hari ini mau menyetir sendiri lagi atau bapak antar? "


" Hhm.. sama bapak aja deh. Lagi males sendirian.." (tertawa)


" Ok deh, mau berangkat sekarang? "


" Iya ayo.. " (tersenyum)


" Tumben banget, non Renxa berangkat jam segini. Haha... " Ujar pria itu sambil berjalan menuju garasi bawah. Surya hanya menggoda gadis itu


" Auu.. mo berangkat pagi salah, telat dimarahin." (cemberut) Bantah gadis itu dengan santai. Surya hanya tertawa dari jauh dan segera berlari menuju mobil supaya nona muda-nya tidak menunggu terlalu lama


...___________...


[Indonesia's Academic Homeschooling]


Mobil Maserati Lavante putih mulai memasuki kawasan sekolah. Mobil keluarga Nocthadhanaksa.


" Nanti aku kabarin ya..


" Baik.. " (menengok) Dengan sopan pria itu tersenyum kepada Renxa


Renxa membuka pintu dan turun dari mobil itu. Ia melihat mobil itu langsung memutar balik tepat setelah ia turun. Surya membunyikan klakson mobilnya untuk isyarat pamitnya pada nona mudanya. Renxa masih disana dan ia tersenyum lebar ketika Surya membunyikan klakson-nya. Tidak lama kemudian Renxa melihat mobil itu sudah melewati gerbang utama dan menghilang.


Renxa berbalik dan melihat sekolahnya. Didepan sudah cukup banyak siswa yang datang dan memasuki gedung-gedung utama. Ia memutuskan untuk segera masuk kedalam. Ia berjalan menuju pintu lift dan menekan tombolnya.


(Ting..)


Bunyi bel dan pintu lift-nya terbuka.


Huh.. sangat malas, benar-benar malas! Huhu..


Pikir gadis itu. Ia serasa ingin menangis ketika menghadapi hari sekolah. Sebenarnya ia tidak ingin bersekolah, tetapi ini semua kewajiban yang harus ia lakukan. Sehingga mau tidak mau ia harus menjalaninya, lagi pula sebentar lagi ia akan lulus.


Renxa dengan cepat berjalan melewati koridor dan belok kekanan. Saat berbelok ia dapat melihat ada seseorang pria tinggi berjalan tidak jauh didepannya. Ia memperlambat langkahnya dan mengamati pria itu dari belakang. Pria dengan jacket putih yang lengannya ditarik sesiku dan tas yang dia bawa dibahu kanannya. Pria itu berjalan dengan tenang disepanjang jalan yang masih sepi, hanya ada suara detukan sepatu milik Renxa dan pria didepannya.


Dia.. sepertinya gue pernah melihatnya! Siapa dia..


Tepat setelah itu, pria yang sedang ia fikirkan itu berhenti dan akan menengok ke belakang. Saat pria itu berhenti tiba-tiba, Renxa juga berhenti mengikutinya. Lalu pria itu menengok ke arahnya, mungkin karena dia juga mendengar ada orang lain berjalan dibelakangnya. Disaat menengok, barulah Renxa tau siapa pria itu sebenarnya dan ia terkejut.


Huh? Mr. Chatzi..


Betapa terkejutnya ia melihat pria yang berjalan didepannya adalah Jorgo. Sejak satu minggu lebih ia dan pria itu tidak saling bicara, sama sekali tidak. Jorgo bahkan tidak pernah menatapnya lagi. Baru hari ini setelah satu minggu, ia bertatap muka langsung dengan pria itu.


Kedua mata Renxa langsung terbuka lebar saat Jorgo menatapnya. Tanpa menunggu ia langsung berlari melewati pria itu, tetapi..


" Ah.. " Renxa merasakan tubuhnya akan jatuh kedepan. Tetapi ada tangan yang menopangnya dari belakang


Saat ia hendak berlari melewati pria itu, tidak sengaja tas mereka saling bersentuhan dan beberapa gantungan kunci di tasnya tersangkut pada tas pria itu. Karena posisinya berlari dan seakan tiba-tiba tertarik kebelakang, tubuh Renxa mundur dan langsung jatuh kedepan.


Jorgo melihat itu dan dengan cepat tangan kirinya menopang tubuh gadis itu. Pria itu masih dibelakang Renxa dan memeluk tubuhnya dengan erat. Renxa merasa pria itu tidak sengaja melakukannya, karena tubuhnya otomatis bergerak.


" Lepasin! Jangan sentuh gue.." (berteriak) Renxa melepaskan tangan pria itu dari tubuhnya dan mendorong menjauhinya


" ..." Jorgo langsung melepaskan tangannya. Ia sejenak menatap gadis yang ada dihadapannya itu


Sialan kenapa gue begitu sangat tidak beruntung. Ada banyak pria tampan disekolah ini, tapi kenapa harus Mr. Chatzi?


Renxa menurunkan tasnya dan berusaha melepaskan gantungan kunci yang tersangkut pada tas pria itu.


Ahh.. kenapa tidak bisa?


Frustasi rasanya gadis itu. Beberapa kali ia menarik dan membuka kaitan gantungan kunci itu, tetapi tetap saja tidak bisa terlepas.


" Huh.. " (menghela nafas) Jorgo menapis kedua tangan gadis itu dan ia yang akan melepaskan itu.


" Kalau loe tergesa-gesa, loe tidak akan pernah menyelesaikan masalah!" Ujar pria itu. Benar saja, tidak lama setelah itu semua gantungan kunci Renxa dengan mudah terlepas dan tidak tersangkut lagi


" ..." (mendongak) Renxa segera menarik kembali tas-nya dan menyipitkan matanya menatap pria itu


Tanpa menjawab pria itu Renxa segera berbalik dan berjalan menjauhi pria itu. Sejauh apa pun ia, tetap saja Jorgo akan berakhir pada tempat yang sama dengannya yaitu di Kelas!


Kenapa Tuhan memberikan teman sekelas gue seperti dia? Sebenarnya dia baik, tapi.. tapi, dia brengsek! Gue merasa risih, huhu.. mama!