MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 83



B/n Joe


" You jerk! I'm going home, you should stop me and said, Renxa stop! I'll take you home.


Apa loe tidak punya hati? Why are all handsome men always jerks?" (menarik kerah) Renxa terlihat sangat marah


Dia sangat marah! Haha.. Joe, loe terlalu menggoda gadis ini..


Pikir pria itu. Ia hanya tersenyum melihat gadis itu yang sedang marah kepadanya.


Renxa tiba-tiba datang dan menarik kerah kemeja yang ia pakai, dengan kedua tangannya. Gadis itu benar-benar marah, ia tau itu akan terjadi dan ia telah memainkan perannya dengan baik. Ia memang akan mengantar gadis itu pulang, tetapi setelah ia bersenang-senang. Reaksi gadis itu, sama seperti yang telah ia bayangkan.


Saat tadi ia melihat gadis itu makan begitu lahap ice cream-nya dan akhirnya meninggalkan jejak dibibir kecilnya. Joe mengerutkan dahi dan berfikir bahwa gadis itu memang masih anak-anak. Tetapi.. entah kenapa ia sangat menginginkan gadis itu, ia sangat ingin mengusap noda ice cream itu, dengan bibirnya!


" Ah.. sudahlah, gue pulang sendiri saja! " (melepas kerah) Renxa berbalik dan berjalan dengan cepat meninggalkannya


Ia meraih jas-nya diatas meja dan dengan cepat berlari menyusul gadis itu. Ia mendekatinya dan merangkul Renxa.


" Babe, kamu begitu marah bahkan saat aku mengecup bibir kamu.." (tersenyum) Joe merangkul leher gadis yang jauh lebih pendek darinya itu


" Apa? Joe An Arvadhafiose.. jangan bahas hal itu lagi dan.. menjauhlah dari gue! " Renxa sekuat tenaga mendorong Joe menjauh darinya


(Braak..)


Karena dorongan gadis itu secara tiba-tiba, membuat tubuh Joe oleng dan menabrak seorang pelayan yang membawa nampan ditangannya.


" Maafkan saya, tuan. Saya tidak melihat anda.." (menunduk) Pelayan itu mengambil kembali barang-barang yang dijatuhkannya


" Ah.. shit! " Gumam Joe. Kemeja putihnya tidak sengaja terkena tumpahan jus yang meninggalkan jejak


Renxa tidak memperdulikannya, gadis itu tetap berjalan dan mulai menuruni tangga.


" Maaf, tuan. Saya akan membersihkannya... " Pelayan itu segera mengambil tissue dan kembali pada Joe


" Tidak perlu! " Dengan cepat Joe meninggalkan pelayan itu


Sialan Renxa! Berani-beraninya dia..


Joe berlari menuruni anak tangga dan dengan cepat mengejar gadis itu.


" Renxa Nocthadhanaksa Widjaya.. ada apa dengan kamu? Kenapa kamu sangat marah kepadaku?" Joe meraih pergelangan tangan kanan gadis itu


" Ih.. Joe An Arvadhafiose! Gue sangat marah kepada loe, jangan bicara dengan gue!" (berteriak) Renxa menapis tangan Joe dan berjalan keluar restoran


" Tapi kenapa.. "


Louis sudah ada didepan restoran dan menunggu mereka berdua. Renxa berjalan melewati pria itu, Louis melihatnya dan berusaha menghentikan gadis itu. Joe masih ada dibelakang dan berjalan menghampiri mereka.


" Apa? Saya akan pulang.. " Renxa dengan tegas menjawab Louis


" Maaf nona, tetapi anda akan pulang bersama kami. " Jawab pria itu dengan sopan


" Louis, apa kamu yang akan mengantar saya? " Joe datang dan beralih pada asisten pribadinya


" Iya tuan muda, saya menyuruh driver anda untuk kembali. Saya yang akan mengantar kalian.. "


" Kalau begitu, ambil mobil kamu. Saya dan nona Renxa akan menunggu disini. "


" ... " (mengangguk) Louis segera pergi mengambil mobil yang ia parkirkan


" ..." (cemberut) Renxa melirik kearah Joe. Joe kini beralih menatap gadis yang sedang merajuk kepadanya itu dan ia tersenyum


Dia sangat manis, bahkan saat sedang marah. Sebenarnya, sifatnya tidak banyak yang berubah dari waktu kecil..


" Renxa sayang.. " Joe mengusap rambut gadis itu dan tersenyum


" Ka Joe, stop it! Berhenti memanggil gue seperti itu. Kita.. gue.. bukan kekasih loe! Sudah tidak ada nona Carrissa lagi, tidak perlu berpura-pura didepan semua orang. " (menapis tangan)


" Okay-okay.. " (tersenyum) Joe mengangkat kedua tangannya dan mundur satu langkah dari gadis itu


Tidak lama setelah itu, ada sebuah mobil BMW hitam yang terparkir tepat didepan mereka berdua. Louis keluar dan membukakan pintu untuk Joe dan Renxa. Joe masuk terlebih dahulu dan di ikuti gadis itu.


...°¢¢¢¢¢°


...


Didalam mobil, suasana begitu hening. Joe dan Renxa sama-sama sibuk dengan handphone mereka masing-masing.


" ... " Joe mematikan handphone-nya menengok gadis disampingnya


" Dia.. dia menyukai gue. " Jawab Joe dengan singkat


" Bukankah semua wanita memang menyukai loe. Terus apa masalahnya?"


" Loe mungkin tidak akan mengerti, tetapi gue sudah mengenal dia 4 tahun karena bisnis bokap yang melibatkan gue dengan mereka. "


" ... " Renxa mendengarkannya, tetapi gadis itu masih menatap layar ponselnya


" Dia wanita yang baik, gue tidak bisa jika menyakitinya. "


" ... " Renxa seketika mematikan handphone-nya dan langsung berbalik memunggungi Joe


" Dia tidak sama seperti wanita-wanita yang bersama gue. Lagi pula, gue juga tidak mencintainya.." (mengerutkan dahi) Dikalimat akhirnya, ia menengok kearah gadis itu. Renxa memunggunginya, ia tidak tau kenapa gadis itu melakukannya


" ... "


" Jadi.. karena tidak mau menyakiti hati nona Carrissa dimasa depan. Loe memanfaatkan keberadaan gue.. " Dengan susah payah gadis itu mengatakannya


Ada apa dengannya? Kenapa suaranya..


Joe sedikit terkejut mendengar suara gadis itu. Suaranya terdengar sedikit bergetar dan ragu-ragu mengatakannya. Joe sama sekali tidak mengerti, ia bahkan berfikir apakah ia salah mengatakannya? Apa gue telah menyinggung perasaannya..


" Tidak! Renxa, gue tidak bermaksud.." Joe mendekat dan memegang tangan Renxa. Ia berusaha membalikkan tubuh gadis itu menghadapnya


" Tidak, tidak.. loe tidak bersalah. Gue sudah mengerti dari awal.. " Renxa menarik tangannya agar Joe tidak bisa menggenggamnya. Ia melepaskan tangan pria itu dari bahunya


Setelah dewasa.. Renxa became more sensitive! I have to pay attention to my words now, I don't want to hurt her feelings anymore.


[Renxa menjadi lebih sensitif. Gue harus memperhatikan kalimat gue sekarang, gue tidak ingin menyakiti perasaannya lagi]


Joe menghela nafasnya dan melepaskan gadis itu. Joe tau dari kecil Renxa sebenarnya adalah anak yang cengeng, terlepas dari semua keceriaan yang diperlihatkan gadis itu. Tetapi setelah 7 tahun dan mereka bertemu kembali, ia sempat berfikir bahwa gadis itu sudah berubah. Ia rasa, ia tidak akan pernah melihat gadis itu menangis lagi. Atau mungkin.. gadis itu yang tidak ingin menunjukkannya?


Ia memperhatikan Renxa, tetapi gadis itu tidak menatapnya. Renxa menatap kearah luar kaca mobil dan terdiam.


" How about your school? " Joe berusaha mengalihkan perhatian gadis itu


" Biasa saja, apa yang menarik dari pembahasan ini? " Jawab gadis itu dengan cuek


" Huh.. Renxa, gue baru saja ingin mengalihkan topik pembicaraan kita. Kenapa loe selalu marah jika bersama dengan gue? Memangnya gue salah apa? " Joe sedikit menaikkan nada bicaranya


" Ih.. tidak usah bicara dengan gue, jika loe selalu membentak gue!" (berteriak) Renxa berbalik dan menatap pria itu


" ... " Joe hanya menghela nafas melirik gadis itu


Louis yang ada didepan tidak berani ikut campur dalam masalah pribadi mereka. Pria itu hanya sesekali tersenyum melihat dari kaca spionnya dan mereka berdua tidak menyadarinya.


Beberapa menit Joe membiarkan Renxa menenangkan diri dan ia melirik kembali kearah gadis itu.


Apa dia benar-benar marah? Gue tidak mengerti dengan sifatnya sekarang. Apa semua cewek jika dewasa akan seperti ini?


Apa karena gue terbiasa dengan sifat-nya sewaktu kecil?


" Udah belum marahnya?" (mengangkat pangkal alis) Joe mengengok Renxa


" Cittch.. " Renxa meliriknya dengan kesal


" Tuan Louis.. " Renxa beralih kepada asisten pribadi Joe


" Ah, iya nona? " Louis melihat melalui kaca spionnya


Kenapa jadi Louis..


Pikir pria itu.


" Apa kamu sudah tau dimana rumah saya? Jika tidak.. "


" Saya sudah tau nona. Anda tidak perlu khawatir, 2 menit lagi kita sampai. "


...°¢¢¢¢¢°


...