
-Rest Royal Restaurant-
Ia dan pria itu sampai lebih dahulu direstoran. Seorang pelayan menghampiri mereka, sesaat setelah mereka masuk kedalam gedung restoran. Pelayan itu mengarahkan mereka pada ruang VIP terbaik ditempatnya, asisten pria itu sudah memesankannya terlebih dahulu sebelumnya.
Woah.. aromanya, enak banget! Aduh.. gue laper.. huhuhu...
Mereka berjalan dan Renxa selalu mencium aroma wangi dari setiap makanan yang disajikan. Renxa melewatkan sarapannya dan ia benar-benar lapar, bahkan kini perutnya sedikit terasa sakit.
Sepanjang perjalanan, gadis itu selalu memegang perutnya dan cemberut. Joe berjalan didepannya dan selalu saja sibuk dengan ponselnya sendiri, hingga mereka sampai dilantai dua dan masuk kedalam ruangan.
" ..." (tersenyum) Renxa tidak ingin berada disamping pria itu, ia menarik kursi jarak satu bangku dari pria itu
" Eits.. kenapa jauh-jauh? Duduk disamping gue.. " Joe mendorong masuk kembali kursi yang ditarik gadis itu. Sebaliknya, ia menarik kembali kursi yang berada tepat disampingnya dan membuat gadis itu duduk didekatnya
Hurrff.. selalu saja begini..
Renxa menyipitkan matanya melirik pria itu. Tanpa protes, ia duduk dan menurut kemauan Joe. Pelayan meninggalkan ruangan mereka dan menunggu diluarnya.
Tidak lama kemudian seseorang membuka pintu dan ternyata itu adalah asisten pribadi Joe. Louis membawakan laptop dan berkas-berkas yang pria itu butuhkan. Setelah menyerahkan semuanya, Louis juga meninggalkan ruangan itu.
Tidak sampai 10 menit mereka menunggu, ada orang lain yang memasuki ruangan.
(Click..click)
Renxa dan Joe mendongak melihat kearah pintu.
" Oh.. I'm sorry, I came late.." (tersenyum)
Seorang pria bule yang tidak terlalu tua terlihat memasuki ruangan, berpakaian rapi dan sopan. Tidak lama setelah itu, ada seorang wanita muda cantik yang mengikuti pria itu masuk.
Joe dan Renxa otomatis berdiri dan menyambut mereka berdua. Wanita itu selalu tersenyum, terlebih lagi kepada Joe. Seorang wanita berambut pirang yang sangat cantik, dia tidak terlihat seperti seorang sekertaris biasa. Kedua orang asing itu tersenyum serta menyapa Joe dan Renxa.
" Good afternoon Mr. Smithson. I will replace my father again, because he's in Sydney.
[Selamat siang Mr. Smithson. Saya akan menggantikan ayah saya lagi, kerena beliau berada di Sydney]" (tersenyum) Dengan sopan Joe menjabat tangan pria itu
" Good afternoon Mr. Joe.
Mr. Arvadhafiose has contacted me and I'm entrusting it to you.
[Selamat siang tuan Joe. Tn. Arvadhafiose telah menghubungi saya dan saya mempercayakannya kepada anda] " (menjabat tangan)
" I know that, you will replace Mr. Arvadhafiose. That's why I joined my father in this meeting..
[Aku tau bahwa kamu akan menggantikan Tn. Arvadhafiose. Karena itu, aku ikut ayahku dalam rapat ini] " Wanita itu tersenyum manis kepada Joe dan menggambil tempatnya lebih dekat dengan pria itu
" Hahaha.. okay.. " (tertawa) Joe menjawab kedua orang asing itu dengan canggung
Nona ini.. hanya tersenyum kepada ka Joe..
Pikir gadis itu, ia sedikit mengerti akan fikiran pria itu dengan keberadaannya. Renxa hanya tersenyum lebar kepada mereka tanpa ikut campur urusan mereka.
" Mr. Joe, who is she? Is she your new secretary?
[Tuan Joe, siapa dia? Apa dia sekertaris barumu] " Tanya wanita itu dengan penasaran. Ia melihat Renxa berdiri disamping Joe dan mereka sudah ada disana dari awal
" Oh, she.. " (mencondongkan tubuh)
(Cup..)
Joe menarik pinggang Renxa dengan tangan kirinya, lebih mendekati tubuhnya. Ia dengan cepat mencium pipi kanan gadis itu, di hadapan semua orang.
" ..." (memegang pipi) Mata Renxa terbuka lebar. Ia terkejut, tiba-tiba Joe mencium pipinya. Tanpa seizinnya, pria itu menciumnya
" She's my girlfriend, Miss Nocthadhanaksa. Today she's not busy, so I took her with me to attend this meeting. And.. later we will also go together.
[Dia adalah kekasih saya, nona Nocthadhanaksa. Kebetulan hari ini dia tidak sibuk, jadi saya mengajaknya untuk menghadiri pertemuan ini. Dan.. nanti kami juga akan pergi bersama] " Joe masih memegang erat tubuh gadis itu dipelukannya. Tanpa rasa bersalah, Joe tersenyum merekah kepada mereka dan menatap gadis itu dengan penuh maksud
Renxa jauh lebih terkejut mendengar pernyataan pria itu. Ia tidak tau kenapa hal ini bisa terjadi, kenapa Joe melakukannya. Renxa tidak bisa mengatakan sepatah kata apapun kepada mereka. Ia sekilas mendongak dan menatap pria itu dengan binggung. Tetapi, Joe dengan tenang tersenyum dan mengedipkan mata kepadanya.
Aigoo... kenapa cowok brengsek ini selalu saja membawa gue kedalam masalah? Joe sialan, dia benar-benar memanfaatkan gue..
Renxa kembali tersenyum lebar diluar kepada mereka. Tetapi, ia diam-diam menyingkirkan tangan Joe dari pinggangnya. Perbuatan pria itu membuatnya tidak nyaman, tetapi Joe tidak mau melepaskannya. Pria itu malah memeluknya lebih erat lagi.
" Honey, this is Mr. Lucas Smithson and his daughter, Miss Carrissa Smithson. He was mu father's business partner, several times they were involved with me.
[Sayang, ini adalah Th. Lucas Smithson dan putrinya, nona Carrissa Smithson. Beliau adalah rekan bisnis ayahku, beberapa kali mereka terlibat dengan aku] " (tersenyum) Jelas Joe kepada gadis itu. Renxa mendongak dan mendengarnya dengan baik
" ..." Carrissa terlihat kesal. Ia perlahan mendur dan tidak terlalu dekat dengan Joe. Pria itu melonggarkan tangannya pada pinggang Renxa saat mengetahui wanita itu tidak mendekatinya lagi
" Afternoon sir. I'm Renxa Nocthadhanaksa Widjaya, nice to meet you sir and miss Smithson. Please, sit down...
[Siang tuan. Saya Renxa Nocthadhanaksa Widjaya, senang bertemu dengan anda tuan dan nona Smithson. Silahkan duduk.. " Renxa tersenyum ramah dan mempersilahkan mereka untuk duduk
Mereka duduk dan Carrissa mengambil tempat disebrang Renxa. Sangat bisa ditebak, wanita itu terlihat sangat kesal. Renxa menyadarinya dan ia pun tau bahwa Joe juga mengerti. Tetapi saat menengok, pria itu terlihat biasa saja dan bahkan tidak memperdulikan hal itu. Pria itu tersenyum dan berbincang dengan tuan Smithson.
Apa dia tidak punya hati? Bukankah sudah sangat jelas kalau Carrissa menyukainya?
Ka Joe bahkan tidak peduli dan menghiraukan wanita itu.
Renxa sangat kesal dan melirik pria itu. Walaupun ia tau bahwa bukan hanya Carrissa, satu-satunya wanita yang pernah Joe sakiti. Tetapi ia tidak bisa memikirkannya, untuk membenci pria itu adalah sesuatu hal yang tidak mungkin bisa ia lakukan.
Renxa masih menatap pria itu. Mungkin Joe tidak menatap ataupun melihat kearahnya, tetapi pria itu menyadarinya. Joe menurunkan tangan kirinya dari atas meja dan turun meraih, mengenggam tangan kanan Renxa.
" ..." Renxa menunduk dan melihat tangan pria itu mengenggamnya
Joe tidak melihat gadis itu, tetapi ia tersenyum sangat lebar sambil berbincang dengan Mr. Smithson.