MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 74



(Deg..deg..)


" K-ka Joe.. " (memejamkan mata)


" ..."


Renxa tidak bisa menyangkalnya, semua sentuhan pria itu. Jauh dilubuk hatinya, ia sangat merindukan Joe dan semua sentuhannya.. seperti saat ini.


Joe perlahan menyusuri leher dan bahu gadis itu, pria itu mengecupnya dengan lembut. Renxa mengeliat geli, ia tidak biasa dengan semua perlakuan itu. Ia berkali-kali berusaha melepaskan pelukan Joe.


" Ka Joe.. loe tidak boleh seperti ini." (mengeliat)


" ... " Mendengar gadis itu, Joe melepaskan bibirnya dari leher gadis itu


" Huh.. gue tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Sejak kecil kita bersama dan.. gue tidak pernah berniat akan 'melakukan hal ini' kepada loe.. " (menghela nafas) Pria itu perlahan melepaskan tangannya dari perut gadis itu


" ..."


" Aku akan mandi.. " (berbalik) Joe memijat pelipisnya dan berjalan menjauhi gadis itu


...°¢¢¢¢¢°...


Pria itu sedang berada dikamar mandi. Renxa duduk disudut ranjang pria itu, ia telah memikirkannya.. bahwa tidak seharusnya ia berada disini. Renxa menunduk dan helai-helai rambut panjangnya berjatuhan menutupi wajahnya.


Sejak kapan gue melepaskan ikatan rambut gue..


Karena semua kejadian itu lebih menonjol pada perasaannya, ia bahkan tidak menyadarinya, bahwa rambutnya telah terurai.


Renxa menengok dan mencari dimana ia menaruh ikat rambutnya. Tali rambut itu ada diatas meja di samping ranjang tempatnya tidur. Ia berdiri dengan meraih semua rambutnya, ia mengikatnya hingga ke atas dan tidak menyentuh kedua pundaknya.


" Huh.. " Renxa menghena nafasnya. Ia melihat sekitarnya, melihat ruangan pria itu.


Matanya tertuju pada meja kerja Joe, disampingnya terdapat rak buku yang berisi gulungan-gulungan kertas. Renxa berjalan menuju meja, ia sangat penasaran dengan gulungan kertas itu. Ia duduk dikursi putar pria itu, ia berusaha beradaptasi dengan lingkungan itu.


Pria itu tidaklah terlalu menyukai banyak hal, dimejanya bahkan hanya ada kertas, komputer, laptop dan beberapa bingkai foto. Renxa memutar kursinya dan malah bermain dengan itu. Ia melihat bingkai foto yang pria itu pasang, ada tiga bingkai foto diatas meja. Yang pertama, foto keluarga mereka, ayah ibu dan adik perempuannya. Kedua, fotonya hanya bersama dengan adiknya, Renxa tau bahwa Joe sangat menyayangi adik kecilnya. Dan yang ketiga..


Jadi ini adalah Neisya Vellen Mandella.. kekasih Joe An Arvadhafiose..


Renxa meraih bingkai itu, seorang wanita yang sangat cantik bersama dengan pria itu didalam foto. Tangannya bergetar bahkan hanya dengan memikirkannya, ia tidak merasakannya.. satu dua tetes air mata berada di kaca foto itu.


Ada apa dengan gue? Seharusnya tidak terlalu menyakitkan, bukan? Gue sudah menyiapkan hati gue..


Tetapi.. ini masih terlalu menyakitkan untuk gue..


Renxa mengusap air matanya dari foto itu, ia meletakkannya kembali pada tempatnya. Ia tidak bisa menahannya, tubuhnya bergetar merasakan detak jantungnya yang semakin cepat.


" Ihikk..hu..hu.. " Gadis itu mengangis tersedu-sedu, giginya bergemertak menahan tangis


Ia mengeluarkan semuanya, semua rasa sakitnya dalam tangisan. Ia mengusap air mata dipipinya, tetapi air itu tidak pernah berhenti mengalir. Renxa memutar kursinya dan berdiri dari situ, ia meraih beberapa lembar tissue dan mengusapkannya kembali.


" ..." Dimenit kemudian ia merasa lebih baik, airnya sudah kering dan tidak menetes kembali. Ia membuka korden dan menghadap jendela kaca besar dihadapannya. Ia melamun dan telah memikirkannya


Nona Neisya.. maaf selama ini aku mengharapkan seseorang yang sudah menjadi milik kamu. Aku tidak bermaksud, aku sudah bisa untuk melepaskannya.. melepaskan ka Joe!


Dari awal ka Joe tidak mencintai aku, aku tau itu. Hanya aku yang terlalu bodoh mengharapkan dia..


Renxa ingin melupakannya, setelah berhasil menenangkan hatinya ia ingin beralih pada hal lain.


Ia berbalik dan menengok kearah gulungan kertas itu lagi. Ia baru ingat bahwa ia tadi ingin melihatnya. Renxa dengan tenang berjalan kembali kearah meja, ia berhenti tepat didepan meja itu.


" Aa.. laptop ka Joe.. " (berteriak) Ia sangat panik, ia mengangkat laptop itu dan membalik-balikannya


" Hhurff.. gue sangat takut.. " Gadis itu menghela nafas dengan lega


Saat melihat dari luarnya, laptop itu tidak ada masalah. Untuk lebih memastikannya lagi ia membuka laptop itu dan melihat apakah perangkat itu masih bekerja dengan baik atau tidak.


Renxa membukanya dan laptop itu langsung menyala. Ia sangat lega melihatnya, tetapi perhatiannya kini ada pada isi laptop itu. Sudah terlihat jelas bahwa pria itu baru menggunakannya dan tidak menutup aksennya dengan benar.


" Apa ini? " (mengerutkan dahi)


Renxa melihat tampilan awal, ada beberapa video rekaman cctv. Ia membuka salah satu videonya dan ia terkejut. Ia bisa melihat semua kejadian semalam yang menimpanya dan wanita itu, semuanya..


Apa ka Joe sudah mengetahui semuanya? Gue tidak menyadarinya.. bahwa ada kamera cctv disana. Tetapi, kenapa dia tidak bertanya dan hanya diam saja?


Renxa tidak mengerti dengan beberapa sifat misterius pria itu. Karena memang semua sifat Joe sudah berubah dibandingkan dengan Joe yang gadis itu kenal sejak kecil. Renxa menutupnya kembali laptop itu, ia tidak peduli apakah pria itu memperdulikannya atau tidak.


Renxa kembali meraih beberapa gulungan yang menjadi pusat perhatiannya. Kali ini dia bisa mendapatkannya, beberapa gulungan kertas yang rapi ditempat itu. Ia membukanya dan sekali lagi ia terkejut. Didalam gulungan itu berisikan sebuah peta dengan simbol-simbol yang tidak ia mengerti. Terdapat beberapa coretan diberbagai titik wilayah. Renxa mencoba membuka gulungan yang lainnya dan terdapat hal yang sama. Semua gulungan itu adalah peta wilayah negara/kota yang berbeda-beda.


Texas.. Norwegia? Apa ini? Kenapa ka Joe menyimpan semua ini, sejak kapan dia mengoleksi berbagai peta?


Kenapa juga dengan National Bank of Belgium?


Gue tau.. saat Bank Nasional Belgia kehilangan 100 juta dolar aset utama mereka 2 tahun lalu dan.. kenapa dia bisa memiliki peta penyimpanan ini?


Renxa sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ia lihat. Didalam semua peta itu dituliskan tulisan/coretan, simbol-simbol yang orang biasa pun tidak akan mengerti. Bahkan seorang Renxa Nocthadhanaksa masih menggunakan otaknya untuk mencerna arti-arti simbol itu, tetapi tetap saja ia tidak mengerti satupun. Ia membolak-balik semua kertasnya dengan binggung.


(Click..kleekk)


Tepat disaat itu juga pintu kamar mandi terbuka, gadis itu tidak menyadarinya dan ia tetap fokus pada semua kertas pria itu. Pria itu keluar, ia menundukkan kepalanya dan mengibaskan rambutnya yang basah.


" ..." Joe pertama hanya sekilas menengok gadis itu dan memalingkan wajahnya. Dan ia tersadar, ia sangat terkejut. Joe menengok gadis itu untuk kedua kalinya dan kedua matanya terbuka lebar. Joe dengan cepat berlari menghampiri gadis itu dan mengambil semua kertas-kertas yang gadis itu pegang


" Ehh... " Renxa tidak menyadarinya, bahwa pria itu sudah selesai mandi. Pria itu merebut kertas yang ia pegang dengan cepat


" Huh? Sayang.. ini bukanlah mainan untuk anak kecil seperti kamu.. kamu tidak boleh melihatnya!" Pria itu terlihat panik, ia sangat tergesa-gesa membereskan semua kertas itu dan mengembalikan semuanya pada tempatnya


" ..." Renxa memutar kedua bola matanya dengan kesal


Ini adalah alasan kenapa hanya orang-orang kepercayaan gue yang bisa memasuki ruangan pribadi gue. Semua rahasia terkubur rapat ditempat ini!


Pikir pria itu.


" Apa yang loe lakukan dengan semua itu? Gue melihat ada peta Bank Nasional Belgia dirak itu, kenapa ada banyak sekali lingkarannya? " Gadis itu langsung pada intinya, ia masih tidak mengerti maksud dari semua ini


" Yang jelas bukan urusan loe! Cepetan mandi.. " Jelas Joe dengan dingin, ia berjalan meninggalkan gadis itu


Aarrkk.. kenapa gue bisa mencintai seorang batu?


Tidak.. gue tidak mencintainya!


Renxa merasa sangat malas untuk mendebat lagi pria itu, saat berhadapan dengannya semua perkataannya percuma saja, ia tidak akan menang melawan pria itu.


(Braak..)


Renxa meraih tasnya yang ada diatas meja pria itu dan dengan kesal masuk kamar mandi serta membanting pintunya.