MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 51



B/n Joe


Joe baru saja menerima telepon penting.. yang sebenarnya tidak ingin ia pikirkan. Joe berada ditaman samping kediaman Nocthadhanaksa saat ia menerima telepon-nya.


" ...aku tutup dulu ya.. "


" ...ada pekerjaan.. "


" ...iya, nanti..." (menutup panggilan)


Joe masuk kembali kerumah itu dan berjalan menuju ruang depan. Ia berpesan kepada pelayan rumah itu, jika Renxa sudah siap, ia menunggunya didepan. Mereka mengangguk mengerti dan ia meninggalkan mereka.


Joe menyandarkan punggungnya pada sofa ruangan tersebut. Saat menunggu, ia memutuskan untuk mengurus beberapa pekerjaan diponselnya. Ia sangat fokus menatap layarnya untuk beberapa saat.


(Tak..tak..tak..)


Saat ia telah benar-benar fokus dengan pekerjaannya, ia mendengar seseorang mendekatinya. Ia memperdulikannya dan bahkan ia tidak ingin tau siapa yang menghampirinya. Beberapa menit orang itu berdiam diri, Joe pun juga tidak menengoknya karena ia fikir tidaklah penting siapa itu.


" ..." (menatap layar ponsel)


" Joe.. ayo kita berangkat! " Suara seorang gadis yang tidak asing ditelinganya


Cittch.. ternyata dia? Cuman orang bodoh yang menunggu begitu lama untuk mengatakan sepatah kata..


Gadis itu adalah Renxa Nocthadhanaksa Widjaya. Saat gadis itu memanggil namanya, fokusnya menjadi hilang sesaat pada pekerjaannya.


" Hhm.." Walaupun sudah mendengarkannya, tetapi Joe sama sekali tidak beranjak dari handphone-nya


" Joe! Gue udah siap.. ayo.. " Renxa sedikit meninggikan suaranya


" Iy-.. " Joe mendongak dan menatap gadis itu.


Pertama kali Joe melihat gadis itu, ia begitu terkejut. Dimata Joe, gadis itu begitu manis. Pagi ini, dia begitu cantik. Joe sesaat menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Dia terlihat cantik dengan maroon sabrina top, yang sedikit terbuka dibagian bahu dan punggungnya. Black a-line skirt bagian bawahnya seakan menyatu dengan atasan.


Dengan rambut yang gadis itu ikat keatas dan polesan makeup tipis diwajahnya menambahkan kesan manis. Joe tidak bisa berhenti menatap gadis itu.


" ..."


" ..."


Dia.. begitu cantik! Rasanya, gue tidak ingin orang lain melihatnya..


Hhm.. gadis kecil gue..


Setelah sekian lama ia baru melihat gadis itu. Waktu berlalu begitu cepat, keadaan mengubah mereka menjadi semakin dewasa dan dapat memahami perasaan masing-masing. Pertama kali ia melihat Renxa, saat ia bersama wanita lain. Itulah kali pertama ia sangat bahagia saat melihat seseorang. Ia tidak menyadarinya, tetapi secara tidak langsung ia melakukannya.


Beberapa saat Joe terdiam menatap gadis itu, ia mematikan handphonenya dan berdiri, perlahan berjalan menghampiri gadis itu.


Apa.. apa dalam waktu 7 tahun, menjadikan loe tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik? Gue sangat bodoh tidak menyadarinya..


" Renxa.. " Bisik Joe mendekat dan menyentuh daun telinga kiri gadis itu


" G-gue.. loe harus melepasnya.." Joe perlahan menarik tali yang mengikat rambut panjang gadis itu dan membiarkannya terurai menutupi sebagian punggung dan bahu gadis itu


" ..."


Rambut-rambut panjang gadis itu terurai dan perlahan menyentuh wajahnya. Ia sangat menyukai itu..


Joe mendekap tubuh gadis itu jatuh kepelukannya dan mengusap lembut rambutnya. Ia sangat merindukan gadis itu..


Detik kemudian saat Joe memeluknya, gadis itu perlahan melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Joe.


" ..."


" ..."


Gue tidak tau kenapa, tetapi.. tidak ada yang boleh menyentuh atau pun memandang loe.. selain gue, Renxa Nocthadhanaksa!


Pikir pria itu. Gadis itu mulai memeluknya dengan erat. Tidak perduli apa yang terjadi, ini.. adalah yang benar. Disaat.. dua orang berpelukan, keduanya harus saling membalasnya!


Joe melepaskan pelukannya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk berpelukan. Joe berbalik dan mendahului gadis itu.


" Kita berangkat.. kita melewatkannya." Joe berjalan mendahului Renxa


...°¢¢¢¢¢°...


Sebuah motor sport terparkir dipelataran rumah Kediaman Nocthadhanakasa. MV Agusta Libeccio, Rp. 1 milyar menjadi pilihan Joe. Sebuah perusahaan motor sport utama Italia yang berbasis di Milan, Italia. Dari tipenya yang asing sudah bisa dipastikan MV Agusta ini bukan layaknya yang dipasarkan untuk umum. Dengan paduan supercar Pagani di body motor sport MV Libeccio, warna hitam-merah mendominasi keseluruhan.


Joe berjalan mendahului gadis itu, ia meraih kunci motor disaku celana dan jacket yang ia sampirkan pada setir motornya. Sedangkan gadis itu berjalan cukup jauh dibelakangnya.


Gue harus bisa mengontrol perasaan gue..


Joe memakai jacket dan naik ke-motornya.


" ..." Ia menengok kearah Renxa. Gadis itu berjalan tanpa memandangnya.


" Ha? Kita.. n-naik ini? " Renxa berjalan mendekati Joe dan ia terkejut


" Iya. " Joe menjawab gadis itu dengan yakin


" Tapi.. tapi gue kan pake skirt(rok). Terus.. belum lagi gue pake high-heels.. ka Joe." Jelas gadis itu


" Iya.. terus? Siapa suruh pake heels? Gue bosan pake mobil. " Joe menatap dan menjawab gadis itu dengan datar


" Hhm.. " Renxa melirik dan mengerutkan dahi kepadanya


" Cepetan naik! " Ia bersiap memakai helm-nya


" Ih.. yaudah. " Dengan kesal gadis itu menanggapinya dan bersiap untuk naik motornya


" Bentar.. ini, pake helm. Gue bawa buat loe, gue tau loe pasti tidak punya.. " (menyerahkan)


" Ada.. tuh banyak, punya orang-orang. " Renxa memakai helm yang diberikan Joe dan menunjuk ke pos security


Huh? Apa dia bodoh..


" Itu punya orang, bukan punya loe. " Joe menghidupkan mesin motornya dan menunggu gadis itu naik


" ..." Saat gadis itu naik, Renxa tidak berani berpegangan pada tubuh Joe. Dia hanya diam dan bertumpu pada kedua lututnya kaki


Joe membuka kaca helm-nya dan melirik kearah gadis itu. Renxa tidak menyadarinya, ia hanya menunggu Joe membawanya pergi.


" Nggak pegangan? " Joe menggoda gadis itu


" Tidak perlu, gue bisa bertahan. " Jawab gadis itu dengan yakin. Bangku penumpang pada motor sport tersebut posisinya lebih tinggi dari bangku pengendara, sehingga posisi duduk gadis itu terlihat aneh jika tidak mencondongkan tubuhnya dan berpegangan pada Joe


" Oh.. gitu.. " (menutup kaca) Joe tersenyum dibalik helm yang menutupi wajah tampannya


Saat Joe akan bersiap, salah satu security rumah itu segera membuka lebar gerbang utama.


Lihat saja apa yang akan gue lakukan..


Joe sengaja mengegas motornya tiba-tiba dan mengerimnya dengan cepat. Renxa terkejut saat motornya tiba-tiba berjalan, gadis itu menarik jacketnya dan refleks memeluknya.


" Aa.. takut, takut..takut.. " (berteriak) Masih beruntung ia bisa menarik jacket pria itu, jika tidak dia sudah pasti akan jatuh.


" ..." Joe tersenyum lebar saat gadis itu memeluknya dari belakang. Tangan gadis itu melingkar diperutnya dengan erat, alhasil ia berhasil membuat gadis itu memeluknya


Hahaha.. gue tau ini pasti akan berhasil.


Batin Joe sangat senang melihat kelakuan gadis itu.


" Aa.. takut! Ka Joe, takut.. kalau bawa motor yang hati-hati dong.. " Renxa sangat kesal dengan Joe


" Hahaha.. iya, iya. Sorry, gue tidak sengaja tadi. Loe juga salah, seharusnya loe berpegangan pada gue.. " (membuka kaca) Joe tidak bisa menahan tawanya kepada gadis itu


" Ah.. loe mah gitu, kenapa jadi gue yang salah? Kan yang bawa loe. Jangan bercanda, gue hampir jatuh tau. " (melepaskan pelukannya)


" Hahaha.. iya, iya. Lebih baik loe berpegangan pada gue, atau kejadian ini bisa terulang lagi." (tersenyum) Perlahan Joe menarik kedua tangan gadis itu melingkar ditubuhnya, gadis itu tidak melawannya


" ..." Renxa perlahan mulai menyandarkan tubuhnya pada punggung pria itu dengan nyaman, ia menarik tangannya dan menaruh kedua tangannya kedalam saku depan jacket pria itu.


" ..." Joe menutup kaca helm-nya dan tersenyum lebar, ia membawa motornya pergi menjauhi rumah itu


...□■□■...