MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 72



Pagi hari yang cerah, waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Tanpa gadis itu ketahui, ia telah tertidur ditempat asing yang tidak ia ketahui. Tidak dari Joe maupun Renxa yang terbangun dari tidurnya. Mereka berdua sama-sama lelah dan tidur dipagi hari, walaupun Renxa tidur terlebih dahulu tetapi ia tidak bisa membuka matanya. Mungkin.. karena tempat dan suasana ini terlalu nyaman untuknya?


" ..." Perlahan kesadaran gadis itu mulai kembali. Renxa mulai membuka matanya


1 2 3 dan..


" Huh? " Mata gadis itu langsung terbuka lebar ketika pertama kali melihat sekitarnya


Gue.. gue ada dimana?


Renxa sadar ini bukanlah ruangnya yang biasa ia tempati. Saat membuka mata dari jauh ia melihat pintu kamar yang jelas bukan miliknya.


Ada 3 hal yang langsung ia sadari. Pertama, ini bukanlah kamar miliknya. Kedua, ia telah tidur dibawah selimut yang juga bukan miliknya. Ketiga dan yang terpenting, kenapa ada seseorang dibelakangnya?


Sudah sangat jelas, Renxa merasakan nafas hangat seseorang dipunggungnya. Dibawah selimut ia juga merasakan orang itu meletakkan tangannya diperutnya dan memeluknya dari belakang.


Siapa yang membawa gue kesini? Apa dia seorang pria? Huaaa... gue harus gimana, gue takut..


Dalam hati ia menjerit dan menangis. Ia ingin menengok orang itu tetapi ia takut untuk melakukannya, bagaimana jika orang itu malah terbangun dan menyakitinya.


Hal pertama yang ia lakukan adalah pelan-pelan mengecek dibalik selimutnya, untuk berjaga-jaga.


" Hurrff.. thanks god, pakaian gue masih utuh. Gue selamat.." (tersenyum) Renxa menghela nafasnya dengan lega saat melihat kebalik selimutnya


Tetapi disaat itu juga, ia bisa melihat tangan seorang pria yang berada diperutnya. Gadis itu yakin ia mengenali tangan itu.


Joe An Arvadhafiose?


Arrkk.. kenapa dia tidak membawa gue pulang..


Renxa perlahan mengangkat tangan pria itu menjauh dari tubuhnya. Tetapi, pria itu menolaknya dan malah memeluknya dengan erat. Renxa menghela nafasnya, ia membalikkan tubuhnya untuk melihat pria itu.


Apa dia berada disamping gue semalaman?


Gue.. gue tidak menyangka kita bisa sedekat ini..


Renxa terdiam dan tersenyum menatap pria itu dari dekat. Joe terlihat sangat tampan bahkan saat dia tertidur. Pria itu tertidur dengan menundukkan kepalanya, itulah kenapa Renxa selalu merasakan nafas hangat berhembus dipunggungnya.


Mata Joe adalah pemeran utamanya. Gue sangat suka melihat bulu mata panjangnya.


Tanpa sadar tangan Renxa perlahan menyentuh bulu mata lebat pria itu. Joe menghela nafas dan menggoyangkan kepalanya dalam tidurnya.


" Eh.. hihihi.. " Renxa tersadar dan ia berusaha menahan tawanya agar ia tidak membangunkan pria itu


Joe tertidur disamping kanannya dan gadis itu tidak pernah melepaskan tatapannya dari pria itu selama beberapa menit. Sampai ketika ia telah menyadari semuanya dan menganggap ini semua salah!


Ia tidak bisa terus berada didekat pria itu, dengan berada didekatnya akan semakin membuat ia tidak ingin berpisah dari pria itu.


Renxa melepaskan selimut mereka dan ia kembali mengangkat tangan kanan Joe. Ia perlahan meletakkan tangan pria itu ke ranjang, tetapi tangan Joe selalu kembali dan mencari tubuh gadis itu. Renxa mencobanya beberapa kali tetapi tetap saja gagal, Joe tidak mau melepaskannya.


" ..." Renxa berdiam diri dan menatap pria itu


" Ka Joe, sebenarnya apa loe sudah bangun atau masih tertidur? " Tanya gadis itu, mengingat sebelumnya Joe mengagetkannya dan ternyata ia sudah bangun


Joe tidak merespon, jika dilihat Joe saat ini memang benar-benar tertidur. Renxa tau bahwa pria itu sangat lelah, tetapi ia juga heran kenapa pria itu tidak membawanya pulang, ia bahkan tidak tau mereka sedang berada dimana.


" Karena loe tertidur, gue mungkin akan mengatakannya.. " Gadis itu terlihat sedih. Ia memang sadar bahwa ia sedang berbicara dengan seseorang yang tidak dalam keadaan yang sadar


" Kenapa loe selalu melakukan hal ini kepada gue? Kita berdua sekarang sudah dewasa, kita tidak bisa seperti ini. Maksud gue, terutama gue.. gue bukan lagi anak kecil yang dulu lagi.. "


" Loe tau, kita tidak bisa sedekat ini, gue tidak bisa.. " Renxa perlahan mulai mengusap lembut rambut pria itu


" Apa yang membuat loe selalu melakukan ini kepada gue? Gue.. g-gue sudah tau semuanya, semua tentang loe.. mereka pasti tidak akan menyukainya! " Renxa sangat sedih, ia bahkan menahan dirinya untuk menangis dihadapan pria itu walaupun dia sedang tertidur


Gadis itu tau benar dengan apa yang ia ucapkan. Semuanya.. termasuk hati pria itu yang bukan untuknya.


" ..." Renxa terdiam, ia menarik kembali tangannya. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan memunggunggi pria itu. Ia tidak bisa mencegah air matanya untuk keluar, gadis itu menutup mulutnya dan mengusap dengan cepat.


" Apa itu, apa yang loe ketahui.. tentang gue, Renxa? " Bisik suara dari belakang punggung gadis itu


" ..." Kedua bola mata gadis itu melebar. Ia tidak mempercayai itu, Suara seorang Joe dibalik punggunggnya. Ia selalu salah mengira pria itu masih tertidur, ia mengusap semua air matanya dan terdiam


" Ha.. apa yang sudah loe ketahui? Gue ingin mengetahui, semuanya.." (memejamkan mata) Joe menarik tubuh gadis itu lebih mendekatinya, ia menyandarkan dahinya pada leher belakang gadis itu dan memeluknya dengan erat


" ..." Renxa tau ia tidak bisa menjawab pertanyaan pria itu


" ..."


Hingga beberapa menit kemudian, tidak ada dari keduanya yang mengatakan sepatah katapun mereka sangat hening.


" ..." (berbalik) Beberapa menit mereka berdiam diri, akhirnya Renxa memberanikan diri untuk menengok pria itu


Renxa tidak dapat melihat pria itu dengan jelas, karena kepala pria itu lebih tertunduk dari pada tadi.


" Ka Joe.. " Renxa tidak terlalu mengencangkan suaranya


" ..." Joe hanya diam, tidak menjawab gadis itu


" Gue tau, loe mendengar gue. Apa loe sudah mendengarkan semua yang gue katakan? " Renxa menatap lurus kearah dinding atap ruangan itu


" Iya.. " Jawab Joe masih dengan mata yang tertutup


" Kalau begitu kenapa loe tidak mau melepaskan gue? Gue tidak bisa bernafas, tangan loe selalu saja menindih perut gue. " ia mendorong tangan Joe untuk menjauhi tubuhnya


" Hah..." (tertawa) Joe mengabaikan gadis itu


" Lepasin! Kenapa loe tidak membawa gue pulang dan malah ketempat ini? Kita dimana ini? Apa loe membawa gue ke hotel? Apa loe berusaha memanfaatkan keadaan gue kemarin? Apa loe menyentuh gue? Huuaa... ka Joe jahat.." (mendorong) Gadis itu sangat panik, ia terus mendorong tubuh Joe menjauhinya tetapi Joe tidak mau melepaskannya


" Ini ruang pribadi gue. Kalau gue mau menyentuh loe kemarin, apa loe fikir loe masih bangun dengan semua pakaian yang utuh? " (tertawa) Joe tidak menatap gadis itu, ia masih menundukkan kepalanya


Ah.. iya juga, gue juga sudah mengeceknya. Eh.. tapi, bukankah kemarin dia memberikan jacketnya? Kenapa sekarang gue tidak pakai?


" Kemana jacket loe? Kemarin gue memakainya? Loe melepasnya, pasti loe sudah melihat.. semuanya.. huuaa, loe brengsek sekarang.. huaa." (berteriak) ia membalikkan tubuhnya dan kini memunggungi pria itu. Ia berusaha bergeser ketempat lain


" Hhm.. boleh juga, kenapa gue tidak memikirkannya kemarin? Haha.. " Pria itu akhirnya melepaskan Renxa


Ih.. dasar mata keranjang!


Saat Joe melepaskannya, ia segera turun dari ranjang dan mundur menjauh dari pria itu


" Kemarin loe yang melepaskannya sendiri, gue hanya membantu! Hhm.. sayang sekali loe adalah seorang Renxa Nocthadhanaksa, padahal gue ingin melepaskan semua pakaian loe. Haha.. " Pria itu hanya berusaha menggoda Renxa


" ..." (menyipitkan mata) Renxa segera memeluk erat tubuhnya, ia berusaha menutupi tubuhnya dari pandangan pria itu


" Hahaha... " Joe tidak bisa berhenti tertawa


" Memangnya kenapa Renxa Nocthadhanaksa? Loe takut dengan bokap gue? Kenapa loe tidak melakukannya saja? Hahaha.. Joe An Arvadhafiose takut dengan bokap gue.. haha." (tertawa) Gadis itu tidak sadar dengan apa yang dia katakan


" ..." (tersenyum)


Ah.. apa yang gue katakan, Renxa.. kenapa loe selalu memancing masalah. Perasaan gue tidak enak..


Saat Renxa melihat pria itu tersenyum kepadanya, ia berhenti tertawa. Satu hal yang pasti yaitu.. Joe akan melakukan sesuatu yang tidak akan disukai gadis itu.


Tiba-tiba..


" Aa.. ka Joe.. " (berteriak)


Joe dengan cepat bangkit dari ranjangnya, ia segera mendapatkan gadis itu


" Aa.. ka Joe, tidak-tidak.. lepasin.." (berteriak) Renxa memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya, dia berusaha mendorong pria itu dari hadapannya


" ..." (tersenyum)