MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 42



[SKYE's Restaurant]


15 menit kemudian, surya menurunkan gadis itu tepat didepan pelataran masuk gedung restoran. Restoran menawan yang terletak di menara tinggi 30 lantai dan berada pada 5 lantai dari atas. Renxa awalnya sedikit ragu untuk memasuki gedung mewah tersebut, karena memang ini kali pertamanya berada ditempat itu.


" Hhm.. pak, temenin masuk dong. Aku bener-bener nggak tau apa-apa disini, ini beneran restorannya? Kok kaya hotel.. " Ia hanya melihat dari dalam cendela kaca mobilnya dan menyipitkan matanya


" Non.. ini memang restorannya, kalau soal itu saya tidak tahu. Nona muda masuk saja nanti sudah ada yang menunggu. " (Surya menengok kebangku belakang)


" Ah.. nggak yakin, ah.. temenin masuk ya?" (tersenyum)


" Kalau temenin.. saya tidak berani non. " Dengan ragu


" Kenapa? " Renxa mengerutkan dahinya dengan heran


" Soalnya.. takut ganggu anda, dengan.. Ehem.. Tuan Muda Joe. " Surya menahan tawanya dan mengalihkan perhatiannya


" Huh? Aku aja makan sama G-ra, kenapa jadi sama ka Joe? Ah.. kamu aneh-aneh aja.. jangan nakutin saya dong! " Dengan ragu


" ..." Surya tertawa ringan mendengar gadis itu


Tapi.. beneran nggak ada dia, kan?


" Yah.. saya cuman bercanda. Anda masuk saja, tidak papa. " Dengan sopan ia keluar dan membukakan pintu mobil untuk gadis itu keluar


" Saya menunggu disini, atau.." (Menutup pintu Renxa)


" Tidak perlu, aku masih lama.. kayaknya. Nanti kamu, aku hubungi kalau sudah mau pulang. Kamu bisa pergi sekarang.. "


" Okay.. selamat bersenang-senang, Nona muda." Surya menundukkan kepalanya dan masuk kembali ke mobil


" ..." Renxa melihat mobilnya sudah mulai menjauh dari tempat ia turun


Renxa melihat kembali jam tangannya dan ia terkejut bahwa ia benar-benar telah membuat sahabatnya menunggu begitu lama. Ia berjalan cepat memesukki gedung dan sampai pada bagian receptionist, karena ia ragu-ragu akhirnya ia memutuskan untuk bertanya saja. Selain itu, seingatnya G-ra sudah memesan tempat bagi mereka, jadi sudah pastilah terdaftar dalam daftar kunjungan tamu.


Dalam meja receptionist terdapat 4 orang wanita yang menjadi pelayannya, mereka semua sangat manis dengan balutan seragam rapi. Renxa menyapa salah satu dari mereka dan mulai bertanya.


" Selamat malam, saya mau tanya. Atas nama G-ra An Arvadhafiose? " Tanyanya dengan ragu


" Oh.. anda pasti nona Renxa Nocthadhanaksa. Mereka sudah menunggu anda di lantai paling atas gedung ini. Mari saya antar.. " Dengan sopan wanita itu menjawabnya dan mengarahkan gadis itu menuju lift


Mereka? Maksudnya..


Tidak ada kata yang menarik dari pelayan itu kecuali kata 'mereka'. Bukankah gadis itu hanya bersama dengan G-ra saja, dari mana kata mereka muncul?


Dengan sopan pelayan menuntunnya menuju lift dan menekankan tombol lantai 30/paling atas gedung ini. Renxa hanya mengikuti pelayan itu dari belakang dengan heran. Saat bell menunjukkan mereka telah sampai lantai akhir, mereka berjalan keluar dan berhenti pada satu ruangan kaca yang terlihat sangat elegan dan cukup ramai dengan meja-meja penuh didalam ruangan. Pelayan itu membukakan pintu untuknya dan mempersilahkannya masuk.


" Silahkan.. anda masuk. " Menundukan kepalanya dengan sopan


" Hhm.. disini? Kamu tidak ikut saya masuk? " Saat ia mulai melangkah, pelayan itu tidak mengikutinya dan hanya menunggunya masuk kedalam


" Ah.. tidak nona. Saya hanya mengantarkan anda saja, nona G-ra dan dua orang temannya sudah ada didalam. Anda bisa menemukan mereka pada area outdoor restoran kami. "


" ..." Menganggukkan kepada dan menutup kembali pintu tersebut


Renxa perlahan memasuki ruangan tersebut, kesan mewah dan elegan tidak jauh dari tempat ini. Ia melihat sebagian besar pengunjungnya adalah anak-anak muda dan.. pasangannya. Renxa mengerutkan dahinya dan menahan tawa.


Ya.. kenapa disini jadi restoran pasangan? Haha.. okay, jadi gue dinner bareng.. G-ra! Sebagai.. pasangan? Hihihi.. okay, okay.


Ia serasa ingin tertawa tetapi ia tidak bisa. Di dalam ruangan terasa sangat ramai dan hangat, ia perlahan memasuki area outdoor-nya dan berhenti sejenak untuk melihat dimana sahabatnya duduk.


Ia rasa ia melihat seorang gadis dengan denim jacket biru tua di sisi pojok kiri area itu. Area pojok adalah tempat paling strategis jika ingin menikmati pemandangan kota dari segala sisinya. Gadis itu terlihat seperti G-ra dari jauh, tetapi bersama dengan dua orang pria di sampingnya.


G-ra bukan sih? Kok..


Ia mengamatinya dari jauh dan tidak lama kemudian gadis itu melihat kearahnya dan berdiri melambaikan tangan kanannya dengan imut. Haha..


Renxa terkejut karena tiba-tiba gadis itu melambaikan tangan kepadanya. Sementara, kedua pria yang tidak bisa ia lihat wajahnya terkejut dengan apa yang gadis itu lakukan, mereka terlihat heran dengan apa yang dilakukan gadis itu dan sampai kedua pria itu melihat kearahnya.


Eh.. beneran itu G? Tapi.. bersemangat sekali, haha..


Renxa bersumpah ia tidak dapat melihat mereka dengan jelas karena jarak mereka cukup jauh dan banyak orang yang berlalu-lalang.


Renxa memutuskan untuk berjalan lebih mendekat kepada mereka dan setelah lebih dekat ia bisa melihat siapa mereka sebenarnya. Memang benar gadis yang melambaikan tangannya itu adalah G-ra. Tetapi, kedua pria tersebut ternyata adalah Christ Van. M Afferther dan.. Joe An Arvadhafiose!


" Ah.. kenapa harus dia? Pantas saja pelayan itu mengatakan mereka." Gumam gadis itu terkejut dan mengentikan langkahnya. Ia menjepit pertengahan hidung dengan matanya dan menghembuskan nafasnya


Renxa sekali lagi mendongak untuk memastikan apakah matanya salah melihat atau tidak. Ternyata matanya masih bekerja dengan baik, untuk kedua kalinya ia melihat hal yang sama didepan matanya. Ia menatap mereka selama 2 detik dari kejauhan dan memutuskan untuk melupakannya.


G-ra tetap saja dengan semangat melambaikan tangannya kepada Renxa. Ia sedikit terhibur dengan usaha sahabatnya, ia tertawa dan melambaikan tangannya serta berjalan mendekati mereka. Ia berusaha untuk tidak menatap Joe, sebisa mungkin.


Pria tampan tersebut tersenyum ramah kepadanya, G-ra menyambut dan memeluknya dengan ramah.


" Ah.. datang juga? " Tanya G sambil memeluknya


" Iya.. maaf-maaf. Hai, ka Christ.. kok ikut juga? " Ia menyapa Christ yang duduk disebelah kanan G-ra. Pria tampan itu tersenyum dan memeluknya


" Iya.. sekalian, gue kebetulan dirumah dia. " Jawab Christ dengan ramah dan duduk kembali ditempatnya


" ..." Joe menyandarkan tubuhnya pada kursi tempat ia duduk dan mengalihkan pandangannya ke sisi yang lain


" Oh.. iya. " Ia melirik kearah Joe sebentar, dan ia melihat bahkan pria itu tidak memandangnya. Maka ia langsung duduk dengan santai diantara mereka


Awalnya ia ragu untuk menyapa Joe. Tetapi dengan Joe yang seperti itu, ia yakin bahwa ia tidak usah repot-repot menyapa pria itu. Ia sangat senang, karena ia tidak ingin berinisiatif memeluk atau pun dipeluk lagi oleh pria itu.


Yah.. terserah loe, gue juga tidak menginginkannya..


Renxa tertawa canggung kepada mereka.


Meja mereka hanya berisikan 4 kursi disetiap sudut disisinya. G-ra duduk disebrangnya, sedangkan Christ duduk di sebelah kirinya dan Joe sendiri berada disebelah kanannya. Mejanya tidaklah besar maupun kecil, hanya cukup untuk mereka saja.