
Saat Renxa menunduk, ia menyipitkan matanya. Ternyata kedua tali sepatu boots-nya terlepas, padahal ia mengingat telah mengikatnya dengan erat. Ia membungkukkan badanya dan mulai mengikat tali sepatu kanannya terlebih dahulu. Saat mengikat tali sepatu, rambut panjang yang ia biarkan terurai terus saja berjatuhan dan menghalangi pandangannya. Ia sangat risih dengan itu, setelah tali sepatu kanannya telah terikat ia memutuskan untuk mengikat saja rambut panjangnya.
Ia mencari ikat rambutnya di tasnya dan menemukannya. Renxa mengambil jarak dari pria itu dan menghadap arah lain untuk mengikat rambutnya, ia tidak ingin saat ia mengikat rambutnya, tiba-tiba mengenai pria itu. Ia mengambil semua rambutnya dan mengikatnya jadi satu ke atas.
Wah.. rasanya sangat segar. Rambut-rambut gue menghalangi udara menyentuh gue..
Ia sangat puas dengan itu dan menundukkan tubuhnya kembali untuk mengikat tali sepatu yang sebelahnya.
Saat ia mulai mengikat, sesekali ia merintih kesakitan. Karena tadi ia terlalu kuat mengikat rambutnya, sehingga luka tangan kirinya sedikit nyeri kembali.
" Ah.. " Renxa mengibas-ngibaskan tangan kiri dengan ringan. Tidak terlalu kuat ia melakukanya, agar tidak menimbulkan keributan. Beberapa kali mencoba, akhirnya ia bisa menyelesaikannya.
" Huh.. selesai juga. " Ia mengusap lembut tangan kirinya dan perlahan kembali pada posisinya
" Eh? " Saat ia mulai menengok kearah Joe dan temannya. Ia terkejut, karena mata semua orang sudah tertuju padanya. Ia tidak mengerti mengapa mereka menatapnya.
" Um? Hai.. " (tersenyum) Renxa melambaikan tangan kirinya dan tersenyum canggung
" Dia siapa Joe? " Tanya salah seorang wanita cantik disana
" Dia.. " Joe baru saja ingin menjawabnya, tetapi Renxa sudah memotongnya
" Gue? Haha.. gue bukan siapa-siapa. Tenang saja.. jangan memperdulikan gue. Oh ya.. gue Renxa. " Renxa tersenyum sangat ramah. Ia bahkan akan menyodorkan tangannya pada wanita itu, tetapi Joe menepis tangan kanannya
" Ow.. sakit.. " (cemberut) Renxa menarik kembali tangannya dan mengusapnya dengan lembut. Semua orang tertawa menanggapinya
" Dia.. bersama gue, malam ini. " Jawab Joe
" Loe sangat manis, gue Luke Ardyyatama siapa nama loe tadi? "
" Ah.. terimakasih. " Renxa tertawa canggung
" Renxa. Dia Renxa Nocthadhanaksa Widjaya.. tidak mungkin kalian tidak mendengar nama itu." (meneguk minumannya) Richo menyela pembicaraan mereka berdua.
" Oh.. jadi ini dia.. "
" Loe lebih cantik dari yang gue kira.. " Kedua teman Joe bersautan dengan senyum dibibirnya
" Renxa, ini teman-teman gue. Loe sudah mengenal mereka berempat dan mereka bertiga.. adalah Luke, Rafael dan Gerald. Untuk wanita-wanita cantik ini.. loe tidak perlu tau namanya, lagi pula loe tidak akan mengingatnya. Haha.. " Jelas Joe dan tertawa memandang wanita-wanita itu
" Haha.. Joe, kamu... "
" ...benar... "
" ...seperti itu, dia... "
Semuanya tertawa mendengarkan pernyataan pria itu.
Ketiga pria tampan itu menjabat tangan dan memeluknya dengan hangat. Renxa tidak terlalu yakin, tetapi ia seperti pernah mendengar nama-nama besar mereka. Semua teman Joe bukanlah orang yang biasa, kebanyakan dari mereka adalah seorang publik figure yang menjadi asumsi publik setiap harinya, baik anak seorang CEO atau pun model terkenal.
Jika dilihat dari postur tubuh mereka bertiga yang tinggi dan wajah tampan blasteran, salah seorang dari mereka pasti seorang model.
Rasa canggung gadis itu perlahan mulai menghilang dan ia ikut kedalam topik yang mereka bicarakan. Mereka semua membuat gadis itu menjadi cepat beradaptasi dengan keadaan. Mereka sangat baik!
Joe menarik tangan kiri gadis itu saat ditengah obrolan mereka, Renxa tidak mengerti kenapa tangannya digenggam pria itu. Saat keadaan tidak memusat pada pria itu, Joe menengok gadis itu dan ia membalikkan telapak tangan kiri Renxa.
" Tangan loe tidak papa? Gue lihat loe kesakitan tadi.. " (mengerutkan dahi) Joe terlihat sedikit cemas menatap perban yang membalut gadis itu. Ia mendekatkan tubuhnya mendekati gadis itu
[Sejauh ini baik-baik saja] " Ia perlahan menarik tangannya dan melepaskan genggaman pria itu
" Beneran? Tapi.. " Joe terkejut dan mendongak, seseorang memanggilnya ditengah keributan dan suara musik yang kencang
" Joe.. " Suara wanita
" ..." Renxa membalikkan tubuhnya dan melihat kesumber suara
" Wow.. that girls.. akhirnya kalian datang." (tertawa) Teriak Rafael dengan semangat
Dari jauh terdapat dua orang wanita cantik yang berjalan mendekati mereka. Mereka sangat cantik dengan gaun malam pendek-nya. Renxa mengerutkan dahinya ketika ia melihat salah satu dari mereka.
Dia.. bukankah dia wanita sama pada hari itu yang.. bersama dengan ka Joe?
Gadis itu sangat yakin, ia tidak bisa melupakannya. Seorang wanita cantik dengan gaun biru emerald berpotongan pendek, Cassie adalah wanita sama yang menghabiskan waktu bersama dengan Joe dirumahnya, beberapa hari yang lalu. Saat ia pertama kali berkunjung di kediaman Arvadhafiose, ia tidak sengaja melihat Joe bersama dengan wanita itu.
" Kalian disini juga? " Joe berdiri dan menyambut kedua wanita cantik itu dengan pelukan
" Tentu saja, jika kamu ada.. kenapa aku tidak datang. " (tersenyum) kedua wanita itu melewati Renxa dan memeluk serta mencium pipi Joe. Tidak hanya Joe yang menyambutnya, tetapi semua orang juga melakukannya
Iyyuhh... uwekk. Kenapa gue harus melihat adegan ini..
Renxa berusaha tersenyum manis diluar kepada mereka berdua. Walaupun ia tau, mereka bahkan tidak pernah menatapnya.
" Excuse me.. " (tersenyum) Salah seorang wanita itu berdiri ditengah tempat duduk antara Joe dan Renxa. Wanita itu menatap dan menunggu gadis itu
" Oh.. " (bergeser) Renxa seakan mengerti dengan maksud tatapan wanita itu. Ia memberikan wanita itu tempat disamping pria itu
Huh.. untunglah, ada wanita ini. Jadi gue bisa menjauhi ka Joe. Tapi..
Karena memang masih ada tempat yang luas disebelahnya, Renxa tidak segan-segan bergeser menjauh dan memberikan tempatnya untuk wanita cantik itu duduk. Joe menatap mereka berdua, sedangkan gadis itu tidak ingin menatap mata Joe kembali.
" Thank you.. " Wanita itu segera duduk disamping pria itu dengan nyaman
" ..." Renxa tersenyum dan menganggukan kepalanya
Richo, Zab, Christ dan Brian yang ada disitu melihat hal itu dan saling menatap satu sama lain. Hanya mereka yang mengerti..
" Hhm.. sayang, kamu bisa duduk disamping aku.." (tersenyum) Ucap Brian yang mempersilahkan tempat bagi wanita itu untuk duduk disebelah kirinya
" Tidak, aku ingin disamping Joe. Aku sangat merindukannya.. " Wanita itu memeluk tangan Joe dengan erat
" ..." Joe menengok dan menatap gadis itu. Renxa bahkan tidak berani menatapnya dan lebih memilih mengalihkan perhatiannya pada hal lain
" Lateshia.. kamu kan bisa duduk disebelah kiri aku. Kenapa kamu bersikeras duduk disini? " Tambah Joe tanpa memandang wanita itu
" Kenapa? Di sebelah kiri kamu ada Kyra dan Cassie sekarang ada bersama dengan Gerald. Aku ingin bersama dengan kamu malam ini.. " Jawab wanita itu. Lateshia Zakeisha adalah seorang model cantik berdarah Arab yang juga merupakan salah satu teman wanita Joe
" Bukankah nona ini tidak mempermasalahkannya, bukan? " Ia menengok kearah gadis itu
" Tentu saja.. " (menganggukan kepalanya)
...°¢¢¢¢¢°
...