MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 67



B/n Joe


Joe rasa gadis itu terlalu lama pergi. Ia sudah mencari gadis itu keseluruh ruangan tetapi ia tidak berhasil menemukannya. Ia bahkan bertanya pada kedua penjaga pintu dan memastikan gadis itu tidak pergi. Mereka berdua mengatakan bahwa Renxa tidak terlihat meninggalkan tempat itu, ia sangat binggung kemana perginya. Sudah satu jam sejak ia gadis itu mengatakan ingin ke toilet. Saat itu ia berpesan kepada staff penjaganya supaya tidak membiarkan gadis itu keluar dari sini tanpa dirinya.


Sialan, kenapa disini berisik sekali..


Joe berusaha memanggil nomor gadis itu, tetapi musik yang sangat keras menghalanginya. Ia berlari ketempat dimana musik tidak terlalu keras. Ia menghubungi gadis itu berkali-kali, tetapi nomornya tidak aktif.


" Arrkk.. gue sangat kesal. Awas aja kalau ketemu.. " (berjalan) Ia memutuskan untuk kembali keruangannya dan menunggu gadis itu


Joe tidak pintar menutupi perasaannya. Saat ia masuk, semua orang menatapnya dan tertawa. Joe masih terlihat marah.


" Joe, kamu kenapa? Dan kamu dari mana? Tadi terburu-buru sekali perginya.. " Lateshia menarik tangan Joe untuk duduk disampingnya. Tetapi, teman-teman pria itu malah menertawainya


" Toilet! " Jawabnya singkat dan padat


Apa yang gue lakukan? Gue merasa marah hanya karena hal ini?


Joe.. loe benar-benar sudah gila!


Ia baru saja menyadarinya, bahwa dirinya merah hanya karena hal sepele. Ia berusaha melupakan semuanya dengan membahas hal lain bersama teman-temannya. Akhirnya pria itu berhasil melakukannya, malam ini adalah malam dimana mereka bersenang-senang, bukan untuk marah.


" ...hahaha..."


" ...gue tidak habis..."


" ...semuanya bisa..."


" ...tidak, harus..."


Beberapa puluh menit kedepan, mereka bisa mengendalikannya dan semua baik-baik saja.


Tetapi..


(Brakk..)


Suara keras pintu ruangan yang dibanting. Seseorang baru saja masuk dan langsung membanting pintu itu dengan tergesa-gesa.


Joe dan teman-temannya seketika terkejut, secara bersamaan mereka mereka menengok ke sumber suara


" Ah.. takut-takut.." (terengah)


Renxa? Dari mana saja dia?


Kenapa dia seperti ini, apa yang terjadi? Gue tidak mengerti..


Joe sangat terkejut kala pertama kali melihat keadaan Renxa. Gadis itu terlihat sangat kacau, Joe sangat ingat bahwa sebelum pergi gadis itu mengenakan jacket merah. Tetapi saat dia kembali, dia tidak mengenakannya. Rambutnya sedikit berantakan dan wajahnya terlihat sangat cemas.


" ...Kenapa loe masuk... "


" ...loe dari mana... "


" ...Wajah loe... "


" ...Haha... "


" ...bentar.."


" ...Seperti yang loe lihat... "


Joe bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri gadis itu. Ia tidak menyadarinya, bahwa ia sangat mencemaskan gadis itu. Terlebih lagi dia datang dihadapannya dengan keadaan kacau seperti itu


" Apa yang terjadi? Kemana saja loe, gue menghubungi nomer loe. Tetapi, tidak aktif.. " Joe harus melihat gadis itu lebih dekat agar ia bisa memastikannya sendiri. Bahwa gadis itu baik-baik saja


" Ah.. handphone gue, lowbatt.." (tersenyum) Jawab gadis itu dengan ragu


" Apa terjadi sesuatu dengan loe? Kemana jacket loe, apa ada yang berusaha menganggu loe? " Ia berbisik pada gadis itu agar tidak ada orang yang mendengarnya


" Tidak, ka Joe. Gue baik-baik saja, tidak ada yang menganggu gue.. "


Berulang kali gadis itu selalu membohonginya, mengatakan semua baik-baik saja. Joe silas melihat sesuatu yang aneh pada gadis itu. Joe melihat ada cairan berwarna merah dilengan kiri gadis itu, tetapi saat ia akan benar-benar melihatnya sekali lagi, Renxa menyembunyikannya dan ia tidak bisa melihat cairan itu lagi.


Tepat disaat itu seseorang mengetuk pintu ruangan itu. Joe tidak tau siapa yang datang keruagannya dan ia harus mencari tau itu. Joe mulai berjalan menuju pintu, tetapi Renxa menghentikan langkahnya. Joe tidak mengerti dengan sikap gadis itu, ia bisa melihat mata gadis itu seakan ingin menutupi sesuatu darinya. Gadis itu membuka pintunya, tetapi hanya sedikit, jadi Joe tidak bisa mengetahui siapa itu. Ia bertanya pada gadis itu, tetapi anehnya dia mengatakan hanya seorang teman?


Teman? Memangnya disini dia sudah punya teman?


Pikir pria itu, Joe tau bahwa gadis itu berbohong. Tiba-tiba saja gadis itu ingin pergi bersama temannya, Joe pada awalnya berniat tidak mengizinkan gadis itu pergi. Tetapi gadis itu tidak mendengarkan perkataannya sampai selesai dan menutup kembali pintu itu.


Teman seperti apa yang loe bicarakan..


Joe perlahan berjalan dan membuka pintu itu sedikit untuk melihat dengan siapa gadis itu pergi. Ia bisa melihat gadis itu pergi menjauh. Ia tidak tau kenapa salah satu staff-nya bisa bersama gadis itu.


" Joe.. ayo, lupakan dia. Kita minum lagi.. " Lateshia berjalan menghampirinya dan menariknya pergi


" ..." Joe menutup kembali pintu itu. Ia berusaha untuk tidak memikirkannya


" ...Joe tau itu..."


" ...apa maksudmu..."


" ...17 tahun, dan dia..."


" ...hahaha..."


Ketika ia kembali dan mendengar teman-temannya sedang membicarakan gadis itu. Joe menyipitkan matanya, kenapa sekarang dia menjadi topik pembicaraan mereka?


" Gue mengakui itu, gadis itu benar-benar sangat cantik. Hahaha..." (tertawa) Ujar Gerald


" Dari semua foto yang beredar, dia jauh lebih cantik jika melihatnya secara langsung.." (tertawa) Tambah Rafael


" Gue juga baru menyadarinya, bahwa dengan pakaian seperti itu dia terlihat sangat seksi.. " Luke bercanda dan tertawa bersama teman-temannya


" hahaha.." Mereka semua tertawa dengan gelas ditangannya


" ..." Joe mengerutkan dahinya menatap kedua pria itu


" Siapa? Siapa yang cantik?" (tersenyum) Lateshia baru saja bergabung dengan mereka dan tidak tau siapa yang sedang mereka perdebatkan


" Renxa Nocthadhanaksa Widjaya.." (tersenyum) Zab menjawab wanita itu


" Dia jauh lebih muda dari pada kita, tapi.. pesona dia sangat kuat. Gue bahkan hampir menyukai dia, hahaha... " (tertawa) Dengan asal Luke mengatakannya. Sontak wanita yang ada disampingnya terkejut dan memukul lemah dirinya


" ...kamu selalu..."


" ...tidak, sayang..." Pria serta wanita itu bertengkar kecil dan berakhir dengan tawa


" Eheemm.. " (menahan tawa) Richo sontak menyenggol Christ yang duduk disebelahnya dan tersenyum menatap Joe


" Cittch.. " Joe membuang wajahnya


Huhh.. sialan! Kenapa dia sangat suka menunjukkan tubuhnya pada orang lain..


Gue sangat marah..


Ke-empat sahabat dekatnya, sangat mengenal Joe dengan baik. Mereka tau kapan disaat dirinya marah dan tidak. Christ, Richo, Zab serta Brian saling bertukar pandangan dan tersenyum pada Joe. Joe melihat mereka dan mengerti dengan apa yang mereka maksud.


" Apa maksud loe, kita cewek-cewek disini jauh lebih cantik dan menarik dari pada dia.." (mengibaskan rambut) Memang tidak ada yang salah dari ucapan Lateshia. Semua wanita disitu memang sangat cantik dan menarik


" Memang iya. Tapi.. yang lebih muda, lebih menarik. Hahaha.. " Canda Brian kepada teman-temannya


" Setuju, setuju.. " (tertawa)


" Sudahlah.. kenapa kalian memperdebatkannya?" Joe sedikit meninggikan nada bicaranya


" Eh.. kenapa Joe? Nggak suka? Hahaha... " Brian menggoda pria itu


" Tidak.. gue hanya. Huh.. terserah!" (menyilangkan tangan) Joe menyandarkan tubuhnya pada sofa tempatnya duduk. Mereka menertawainya, tetapi Joe tidak perduli