
Joe menghidupkan mesin dan membawa mobilnya pergi meninggalkan kawasan itu. Saat melihat Joe mulai membawa mobilnya, secara sadar gadis itu memasang safety-belt pada tubuhnya sebelum Joe yang akan memasangkannya. Selama beberapa waktu perjalanan suasana menjadi hening, gadis itu tidak mengeluarkan suara apapun. Entah apa yang gadis itu pikirkan, kali ini ia sangat tenang dan menyandarkan kepalanya menikmati perjalanan mereka.
Eh.. udah tidur ternyata. Hhm.. cepet banget tidurnya, mungkin dia benar-benar lelah. Pantesan aja dia tidak cerewet..
Joe tidak sengaja menengok kearah gadis itu dan melihatnya sudah memejamkan matanya. Awalnya ia tidak berfikir keadaan menjadi hening karena gadis itu tertidur dimobilnya. Joe tersenyum dan mengurangi laju kecepatan mobilnya.
Hari sudah larut malam dan tidak banyak kendaraan yang melintasi jalan-jalan utama saat itu. Joe sengaja membawa mobilnya tidak terlalu cepat. Ia beberapa kali menengok gadis yang tertidur pulas di sampingnya, ia hanya ingin waktu sedikit lebih lambat untuk membiarkan dirinya menghabiskan waktunya dengan gadis itu.
Setiap kali ia melihat gadis itu, ia tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa. Karena gadis itu sudah tertidur, tak akan mungkin dia dapat mendengarnya tertawa begitu keras. Joe juga bisa melihat, beberapa kali gadis itu menyentuh kepalanya tanpa sadar.
Apa dia terganggu dengan beanie hat-nya saat tidur?
Joe tersenyum dan mengerutkan dahinya melihat gadis itu. Ia tidak bisa terus menerus menatap gadis itu saat ia menyetir, hanya tangan kanannya yang bebas. Tanpa memandangnya, tangan kanan Joe perlahan melepas topi yang dikenakan gadis itu dan meletakkannya di dashboard mobilnya. Saat menariknya ia tidak sengaja membuat rambut gadis itu berantakan, setelah meletakkan topi itu, ia memperbaiki dan mengusap lembut rambut gadis itu.
" Uh..huh.. " Gumam kecil gadis itu. Ia menghembuskan nafasnya sesaat setelah Joe melepaskan topinya. Joe terkejut mendengarnya, ia fikir telah membangunkannya
Ah.. gue fikir, gue membangunkannya. Dia sangat nyaman..
Joe menengok saat mendengar suara yang keluar dari mulut gadis itu. Sesaat setelah melepaskannya, Renxa menjadi sangat nyaman dengan tidurnya. Kepalanya sekarang sudah ringan dan tidak ada yang mengganjal lagi. Renxa bahkan menghembuskan nafas lega saat itu, Joe tersenyum melihatnya dan mulai mengusap serta memperbaiki rambut gadis itu.
Joe membesarkan suhu AC mobilnya dan mengarahkan semuanya pada gadis itu. Ia sangat tau betul kebiasaan gadis itu, sejak kecil Renxa sangat menyukai udara dingin menyentuh tubuhnya saat ia tertidur, bahkan hingga saat ini.
...°¢¢¢¢¢°...
[Kediaman Nocthadhanaksa, Indonesia]
11.47 PM
(Tin..tin..tin)
Pintu gerbang utama kediaman Nocthadhanaksa masih tertutup rapat. Tidak lama setelah Joe membunyikan klakson mobilnya, beberapa orang mulai membuka pintu gerbang lebar untuknya masuk. Joe membawa mobilnya masuk dan berhenti dipelataran rumah gadis itu.
Ada dua orang yang segera berlari menuju mobilnya, Joe melihat mereka dan menurunkan kaca pintu mobilnya.
" Tuan Joe? " Tanya penasaran salah seorang pria
" Iya surya, ini saya. " Joe menurunkan setengah kaca mobilnya. Kedua orang yang menghampirinya adalah penjaga rumah dan sopir pribadi gadis itu
" Tuan.. itu nona muda dengan anda? Saya tadi khawatir kenapa nona muda belum menghubungi saya sampai jam segini. Ternyata saya tidak perlu khawatir, karena beliau sudah bersama anda. Sudah tidur.. " Jawab surya dengan sopan, ia tertawa canggung kepada Joe
" Hhm.. iya, dia lelah jadi tertidur.. " Joe mengengok gadis itu sekilas dan beralih kepada kedua orang itu
" Kalau begitu, saya akan memanggil pelayan dan membawa nona Renxa. Jadi tuan tidak perlu turun dari mobil.." Ucap penjaga yang hampir berbalik dan meninggalkan mereka
" Eh.. tidak perlu. Saya yang akan membawanya sendiri masuk, dengan pelayan hanya akan membuatnya terbangun.. " Joe menghentikan pria itu, ia segera menutup kembali kaca yang ia buka
" Baiklah.. " Jawab sopan kedua pria itu
Hhm.. kalau gue menyentuhnya tanpa seizinnya.. pasti dia akan memarahi gue. Tapi.. hahaha..
Pikir Joe dengan senyum lebar dibibirnya. Ia sejenak menatap gadis itu, ia beberapa kali menyentuh lengan gadis itu dan menggoyangnya perlahan. Ia hanya memastikan apakah gadis itu akan bangun atau tidak.
" Renxa.. bangun! Loe udah sampai dirumah, Renxa Nocthadhanaksa.. " Joe memelankan suaranya dan mendekati gadis itu, sesekali ia menggoyangkan tubuh gadis itu agar bangun
" Ihh.. " Renxa menepis tangan Joe dengan kesal. Ia tidak sadar melakukannya, matanya masih terpejam dengan erat
" ..." Joe tersenyum puas melihat gadis itu
" Oh.. kalau begitu, jangan salahkan gue jika gue yang akan membawa loe masuk kedalam.. " Bisik Joe yang perlahan melepaskan sabuk pengaman pada tubuh gadis itu
Joe segera turun dan berjalan membuka pintu mobilnya untuk gadis itu.
Dia masih tertidur setelah gue bangunkan? Huh..
Saat ia membuka pintu mobilnya, ia melihat gadis itu tertidur kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Joe segera mengangkat tubuh Renxa dan meninggalkan mobilnya, pelayan yang ada dibelakangnya menutupkan pintu mobilnya dan berlari mengikutinya dari belakang.
Tiba-tiba tangan kiri Renxa melingkar dileher Joe dan memeluknya dengan erat. Joe menunduk menatap gadis itu dan tersenyum lebar, ia melihat gadis itu melakukannya tanpa sadar.
" Ada dimana kamarnya? " Joe berbalik dan bertanya kepada kedua pelayan yang mengikutinya dari belakang
" Ada di atas, tuan Joe.. " (menunjuk) Salah satu pelayan menjawabnya dengan sopan
...°¢¢¢¢¢°...
Joe perlahan menurunkan tubuh gadis itu dikasurnya. Pelayan segera melepaskan sepatu dan tas yang dikenakan gadis itu. Setelah selesai, Joe memberikan isyarat tangan kepada kedua pelayan itu untuk meninggalkannya disana, dengan sopan mereka perlahan mundur dan meninggalkannya.
Joe duduk diranjang tempat gadis itu tidur, ia duduk disamping gadis itu dan menatapnya sebentar. Tangan kanan Joe perlahan mengusap lembut rambut gadis itu dan ia tanpa sadar ia tersenyum. Untuk apa dia tersenyum?
Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya aku lakukan. Tapi.. kenapa disaat aku melihat kamu.. aku merasakan sesuatu yang berbeda darimu? Aku masih tidak mengerti itu, apa keputusan yang aku ambil salah...
Beberapa menit setelah ia selesai dengan memandang gadis itu, Joe bangkit dari ranjang gadis itu. Ia membungkukkan tubuhnya dan menarik selimut ranjang itu untuk menutupi tubuh gadis itu. Saat ia akan bersiap meninggalkan gadis itu tidur..
" ..." (tarik) Renxa menarik tangan kanan Joe dengan tiba-tiba. Joe sebelumnya tidak menyadarinya, gadis itu menariknya mendekati tubuhnya
" Uh? " Mata Joe terbuka lebar, Renxa menariknya hingga terjatuh disamping gadis itu. Renxa tanpa sengaja menarik dan memeluk tubuhnya disampingnya.
" ..."
" ..." Joe perlahan melingkarkan tangannya pada tubuh gadis itu dan mengusap lembut rambut panjang Renxa
Kenapa Joe?
...□■□■...