MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 81



Carol mematikan panggilan mereka dan pergi. Setelah panggilan berakhir Renxa menyerahkan kembali handphone pria itu.


" Well, now my mom likes you..


[Sekarang ibuku menyukaimu] " Joe menerima kembali handphone yang diserahkan gadis itu


" Why? They always like me, nothing has changed..


[Kenapa? Mereka selalu menyukaiku, tidak ada yang berubah] " Jawab Renxa dengan santai


" Hhm.. bagaimana jika, my parents and your perents.. menjodohkan kita? " Joe tersenyum disudut bibirnya


" ..." (mendongak) Renxa mengerutkan dahinya menatap pria itu


" Do you agree? Become my wife..


[Apa kamu menyetujuinya? Menjadi istriku] " Joe sangat penasaran dengan jawaban gadis itu


" No way!! " Renxa memalingkan wajahnya dan melihat pemandangan indah dari tempat itu


" But.. what if that happened? " Joe memajukan tubuhnya dan bertumpu pada meja dihadapannya


" Ka Joe jangan mulai lagi. You're so scary, I don't want to be with someone who's naughty and wild..


[Kamu sangat menakutkan, aku tidak ingin bersama dengan seseorang yang nakal dan liar] "


" Hhm.. Isn't that your favorite, wild and naughty thing? And.. have you ever seen how wild I am?


[Bukankah liar dan nakal adalah favoritmu? Dan.. pernahkah kamu melihat betapa liarnya aku]" (mengangkat pangkal alisnya dan tersenyum)


" ..." Kedua mata Renxa terbuka lebar seketika mendengar ucapan pria itu


" What the hell! Don't talk about it to me..


Loe baru saja meracuni pemikiran suci gue. Ka Joe.." (berteriak) Ia memejamkan mata dan menutup kedua telinga-nya rapat-rapat


" Hahaha.. " Joe tertawa sangat keras. Ia tidak bisa tahan melihat reaksi gadis itu kepadanya


Sejak kapan, ka Joe selalu menggoda gue seperti ini?


Pikir gadis itu.


Waktu benar-benar telah berubah. Entah bagaimana, tetapi seorang Joe An Arvadhafiose.. bisa begitu humoris?


Tidak! Joe tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dari kecil, Renxa selalu mengalah dan menghibur pria itu. Dulu Joe adalah anak yang sangat dingin dan pendiam, dia tidak pernah bermain-main dengan katanya. Dia akan langsung to the point dalam sekali bicara. Bercanda? Haha.. itu bukan dia!


Renxa memang gadis yang ceria dari kecil, jadi dia ada untuk menggatikan sifat dingin pria itu menjadi lebih hangat. Tetapi walaupun seperti itu, Joe adalah orang yang paling baik kepadanya, saat itu..


Joe anak laki-laki yang dingin, tetapi dengannya Joe menjadi sedikit hangat. Tetapi itu semua tidak memungkiri bahwa pria itu memang tidak memiliki hati.


Saat itu ia bisa merasakannya, that's why alasannya selalu mengikuti Joe kemanapun dia pergi. Renxa masih kecil dan ia tidak mengerti semua perasaannya. Saat ia bisa mengerti, semuanya terlambat. Ia menaruh hatinya pada orang yang salah..


Ia mengagumi sosok Joe dan perasaan itu berubah menjadi rasa suka dan.. perlahan ia mulai mencintai pria itu. Ia tau dengan mencintai pria itu, tidak akan memberikan timbal balik yang baik untuknya. Karena itu ia berusaha menyingkirkan perasaan itu.


Setelah bertemu lagi dengan pria itu kemarin. Semua gambaran sifat dingin pria itu dimasa lalu, seakan hilang. Dulu ia sering menggoda Joe, tetapi sekarang.. malah Joe yang selalu menggodanya. Ia penasaran, bagaimana Joe bisa menghilangkan sifat dingin-nya itu.


" Ka Joe, kenapa loe bisa berubah?" (serius) Renxa sudah memikirkannya, ia memutuskan untuk menanyakannya langsung


" Huh? What do you mean?" (mengerutkan dahi)


" I mean.. kenapa loe bisa menjadi seperti ini? Loe sadar, kalau loe sedang menggoda gue?" (tersenyum) Ia mengubah topiknya menjadi lebih santai


" Yeah, I know. Haha.. " (tertawa)


" Maka dari itu, kenapa loe jadi seperti ini? Gue menjadi sangat takut kepada loe.. seorang Joe An Arvadhafiose, bisa bercanda? Hihh.. that imposible."


" Hurrff.. memangnya gue tidak boleh bercanda dengan loe? Dan loe sendiri.. kenapa loe jadi seperti ini? Sejak kapan loe berubah menjadi, cewek pendiam? "


" ... "


" ... "


" ..." (menyandarkan punggung dan menyilangkan tangan) Renxa memalingkan wajahnya, ia tidak ingin menatap pria itu lagi


Iya.. bukankah lebih baik seperti ini? Agar gue tidak bergantung pada loe lagi, ka Joe..


Pikir gadis itu.


" ..."


" Hurrff.. gue tau loe tidak suka suasana serius. Itu satu-satunya hal yang tidak berubah dari loe.." (menyandarkan punggung) Joe menghela nafas dan meminjit lembut pelipis kepalanya. Ia melepas jas-nya dan melipat kedua lengan kemeja putihnya se-siku


Joe meraih buku menu didekat-nya dan membolak-balikkan halamannya. Ia melirik gadis itu, ia mengerti bahwa Renxa sedang kesal kepadanya. Ia bisa mengingatnya dengan jelas, bahwa gadis itu tidak pernah suka jika pembicaraan mereka terlalu serius. Hal ini pernah terjadi sebelumnya dan berakhir kemarahan gadis itu kepadanya, jauh sebelum mereka sama-sama pergi menjauhi satu-sama lain.


Renxa sama sekali tidak melihat kearah pria itu, ia merasa sangat kesal dan itu benar-benar terlihat sangat jelas. Tetapi, Joe malah tersenyum dan berkata,


" Nggak.. mau ice cream? " (tersenyum) Joe berusaha membujuk gadis itu


" ..." (melirik)


Damn! Gue masih kesal, tetapi mana mungkin gue menolaknya. Huh.. untuk kali ini saja, okay?


Tanpa basa-basi Renxa langsung meraih buku menu yang dipegang Joe. Pria itu tersenyum lebar menatap Renxa.


" Pelayan.. " Joe memanggil pelayan yang kebetulan habis melayani pelanggan lain. Renxa membolak-balikkan menunya dan tertuju pada satu pilihan


" Ya tuan, ada yang bisa saya bantu? " Dengan sopan pelayan wanita itu menundukkan kepalanya


" Ragusa ice cream... " Pada awalnya pria itu ingin memesan untuk dirinya terlebih dahulu


" Banana Split! " (Joe dan Renxa)


Bersamaan keduanya mengucapkannya


" ..." Joe dan Renxa saling menatap satu sama lain. Renxa tidak tau kalau pria itu akan memesan varian itu juga


" Um.. 2 banana split. " (tersenyum) Joe beralih dari Renxa dan memberikan isyarat tangan pada pelayan


" I'm sorry sir, but the banana split has been sold out. Only one portion left.


[Maafkan saya tuan, tetapi banan split sudah habis terjual. Hanya tersisa satu porsi] " Jelas pelayan wanita itu


" Oh.. it's okay. One serving just for me..


[Tidak papa. Satu porsi hanya untukku] " Jawab Renxa dengan santai. Ia tidak memperdulikan pria itu


" What do you mean? I want it too.. " Joe mengerutkan dahinya dan menatap gadis itu


" Aah.. Joe. But that's my favorite ice cream!" (melirik) Renxa merengek kepada pria itu. Ia sudah lupa bahwa mereka sedang bertengkar


" Renxa, that's my favorite ice cream too.. " Joe tidak menaikkan nada bicaranya. Ia malah terdengar lembut kepada gadis itu


" Sir, you can share with your girlfriend. We'll give you all the remaining scoops of ice cream.


[Tuan, anda dapat berbagi dengan kekasih anda. Kami akan memberikan semua sendok es krim yang tersisa] "


" ..." Renxa menyipitkan matanya dan menatap pria itu


" Okay, you can have it.. " Joe menatap gadis dihadapannya dan tersenyum


" Please, give us that... " Jawab Joe kepada pelayan yang menunggu mereka


...°¢¢¢¢¢°...