MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 87



[Kediaman Nocthadhanaksa, Indonesia]


Rabu, 25 October


4.54 PM


" Bueno, estoy tan cansada. No puedo soportarlo, ustedes continúen..


[Ah.. yah, aku sangat lelah. Aku tidak tahan, kalian teruskan saja] " Renxa langsung berlari dan duduk dilantai dansa


Hari ini memang Renxa ada pertemuan kelas menari yang ibunya inginkan. Ia sudah beberapa kali berlatih dengan Ferry dan Clara, tetapi tetap saja tubuhnya tidak bisa menuruti keinginannya.


Renxa tidak pernah melakukan latihan ini sebelum ini, ia merasa tubuhnya mengeluarkan banyak keringat. Ia berlari meninggalkan Ferry dan langsung duduk dan berbaring dilantai.


" Renxa, esta es la séptima vez que nos vemos. Tu cumpleaños es de 3 semanas, tienes que entenderlo.


[Renxa, ini ketujuh kalinya kita bertemu. Ulang tahun 3 minggu lagi, kamu harus segera memahaminya] " Ujar Ferry. Ia segera menghampiri gadis yang sedang berbaring dilantai


" Pero no puedo. Esto realmente me atormenta..


[Tapi aku tidak bisa. Ini benar-benar menyiksa] " Rengek gadis itu. Ferry dan Clara hanya tersenyum melihat gadis itu


" Sudahlah ayo.. " Ferry tanpa basa basi menarik kedua tangan gadis itu dan berusaha membuatnya bangun


" No, no.. I will tell my mom that I can't dance..


[Tidak, aku akan memberi tahu ibuku bahwa aku tidak bisa menari] "


" No, you can do it. Come'n... " Pria itu terus saja berusaha membangunkan Renxa, tetapi Renxa terus saja menolak dan merengek seperti anak kecil


" Huaa.. tidak, tidak mau.. huhu.." (mengelengkan kepala)


Ferry terus saja memaksa gadis itu dan pada akhirnya ia menyerah. Renxa akhirnya mau melanjutkan latihannya dengan terpaksa. Ferry selalu menuntunnya dengan cepat dan kuat, sedangkan Clara selalu saja memberikan gerakan yang sulit. Semua ini memang bukan keahliannya! Berdansa.. dengan musik-musik klasik..


Argh.. bukan mau gue!


...____________


...


Mereka akhirnya selesai berlatih dan Clara serta Ferry pamit pulang, tetapi bu Wan mengajak mereka untuk makan malam bersama dengan Renxa. Karena memang Renxa sendiri yang berpesan kepada asisten ibunya itu untuk mengajak mereka berdua makan bersama.


Clara dan Ferry dengan senang hati menerima tawaran itu, bukan apa-apa tapi adalah suatu kelangkaan bisa makan malam dalam satu meja dengan Nocthadhanaksa family's. Renxa terlebih dahulu naik dan membersihkan dirinya dari keringat-keringat ditubuhnya sebelum makan malam tiba.


Setibanya dikamar Renxa melepas kaus-nya yang basah karena keringat, tidak ada siapapun didalam ruangan itu jadi ia tidak perlu khawatir seseorang melihatnya. Ia berjalan menuju meja riasnya dan meraih handphone diatas meja itu.


2 missed call? Mama, tumben dia menghubungi gue..


Saat membuka ponselnya, ada notifikasi panggilan keluar dari ibunya. Seperti yang kita ketahui, ibunya sedang berada di Amsterdam untuk perjalanan bisnis selama beberapa minggu ini. Selama itu juga, Renxa dan ibunya jarang sekali berkomunikasi. Bukan karena mereka tidak dekat, mereka bahkan jauh lebih dekat dari pada Renxa dengan ayahnya. Tetapi Renxa memaklumi kesibukan ibunya, maka dari itu ia tidak ingin mengganggu pekerjaannya.


Renxa langsung menelepon kembali nomor ibunya untuk menanyakan kebutuhan wanita itu kepadanya. Beberapa kali ia menghubungi ibunya, tetapi belum juga diangkat.


" Apa yang mama lakukan? Kalau sibuk kenapa menghubungi gue? "


Renxa sangat frustasi, ia mencobanya sekali lagi dan jika tidak kunjung diangkat juga maka ia akan menyerah dan tidak menghubungi ibunya kembali. Tetapi, selang denyutan ke 5 panggilan itu akhirnya terhubung.



" Hai ma.. mama kemana saja? Aku menghubungi nomor mama beberapa kali tetapi tidak diangkat. Aku tadi habis latihan dengan Ferry dan Clara, jadi tidak membawa handphone. "


" I'm sorry honey, mama tadi sedang berbicara dengan aunty Carol. Jadi mama tidak sadar ada panggilan masuk. " (tertawa)


" Wait, kanapa mama bisa dengan aunty Carol? Bukannya mama di Amsterdam, kenapa bisa bersama mereka? " Ia sangat binggung karena satahunya ibunya tidak berada di Sydney bersama dengan orang tua Joe


" Oh, mama lupa mengatakannya. Mama menyusul papa ke Sydney, karena urusan mama sudah selesai di Belanda. "


" Papa di Sydney? Bukannya papa ada di UK? " Renxa sungguh heran dengan apa yang ibunya katakan


" Haha.. i-iya papa di UK, habis itu ke Sydney. Haha.. " (tertawa)


Sangat aneh. Tiba-tiba saja orang tua gue bersama dengan orang tua ka Joe. Ini pertama kalinya gue dengar mereka bersama lagi.


Pikir gadis itu.


" Mama kapan akan kembali? "


" Minggu depan mama pulang. Oh ya.. aunty Carol dan uncle Thomas juga akan pulang bersama mama. Jadi kamu tunggu kami ya.. "


" Huh? Kenapa aku harus tunggu? Ngga ada kerjaan lain aja.." (mengangkat alisnya)


" Hhm.. mama tau, kamu pasti mau bersama dengan ka Joe ya? Haha.. " Sekarang malah wanita itu menggoda Renxa


" ..." Renxa sangat terkejut mendengar wanita itu


" APA? Kenapa ka Joe! Tidak jangan membicarakan pria itu! Apaan sih mama. " (berteriak)


" Hahaha.. " Ada beberapa suara disana. Renxa pikir hanya ibunya saja disana dan tidak ada orang lain. Tetapi ia salah, ia mendengar ada suara beberapa wanita dan pria disana


" Ah.. mama dengan siapa? Kenapa ada banyak orang.. " (berteriak) Renxa menarik kursi didekatnya dan langsung duduk


" ...hahaha.. "


" ...Afton putrimu sangat lucu.. "


" ...haha, sayang kamu benar-benar polos..."


Damn it! Kenapa ada banyak orang disana? Apa mama menyalakan speakernya..


" Ma.. aku mendengar suara ancle Thomas disana. Apa mama menyalakan speakernya, aku mendengar mereka semua. "


" Haha.. iya sayang. Ada uncle Thomas dan yang lain disini, mungkin kamu tidak akan ingat jika mama menyebutkan nama mereka." (tertawa)


" Mama, kenapa menyalakan speakernya? Dan satu lagi.. jangan menyebutkan nama ka Joe! "


" Haha.. sayang, apa ka Joe mengganggu kamu? Apa yang dia lakukan, biar uncle yang memberi dia pelajaran. " Thomas(ayah Joe) mengambil alih panggilan itu dan berbicara soal putranya pada gadis itu


Ah.. sekarang uncle Thomas yang berbicara. Apa yang harus gue katakan, gue memang tidak memiliki alasan untuk mendebat kelakuan cowok brengsek itu!


Pikir gadis itu. Ia hanya tertawa menanggapi pertanyaan pria itu. Renxa juga mengatakan tidak ada apa-apa diantara mereka berdua dan Joe tidak pernah menyusahkannya.


Renxa tau ia hanya berbicara omong kosong. Sejak satu minggu yang lalu, ia dan Joe tidak pernah berkomunikasi lagi. Terakhir kali hanya dimobil itu dan selanjutnya, ia tidak pernah mendengar kabar Joe lagi. Ia hanya menyibukkan diri dengan sekolah dan pekerjaannya saja, ia juga merasa sangat lega karena akhirnya bisa terlepas dari pria itu. Akhirnya, gue bisa lepas dari ka Joe!


Renxa tidak melanjutkan percakapannya dengan mereka terlalu lama, karena tubuhnya sudah terasa panas dan gatal karena keringat. Renxa mengakhiri panggilannya dan segera membersihkan dirinya.