
Beberapa waktu Joe berdiam diri, ia tidak bisa melepaskan pikirannya dari gadis itu. Ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada gadis itu.
" Lateshia, anterin gue ke toilet." (berdiri) Cassie tidak ingin pergi sendirian, ia mengajak Lateshia bersamanya. Ia menggandeng tangan Lateshia
" Sayang.. tunggu aku disini ya. " Wanita itu berbisik pada Joe
" ..." Joe bahkan tidak mendengarkan wanita itu. Ia terlalu sibuk dengan fikirannya, saat menyadarinya. Kedua wanita itu mulai membuka pintu dan pergi
Bukankah itu tas dia?
Saat melihat kedua wanita itu pergi, mata Joe langsung menangkap tas kecil yang gadis itu pakai. Tas itu tergeletak dilantai, mungkin gadis itu tidak sengaja menjatuhkannya saat masuk.
Joe sangat lega saat Lateshia tidak disampingnya, selama ini wanita itu selalu menempel padanya. Ia sangat terganggu dengan itu, ia sudah menolaknya berkali-kali tetapi wanita itu tidak pernah menyerah.
Lebih baik gue membawanya pulang..
Ini sudah pagi..
Joe melihat jam tangannya. Ia segera meraih handphone dan kunci mobil yang ia taruh diatas meja.
" Guys.. I have to go now! Gue membawa seorang gadis yang harus gue antar pulang. Have fun ya.." (berdiri)
" Okay, kita juga akan segera cabut. Hati-hati. " Luke tersenyum menanggapi pria itu
" Yeah.. " (menunduk) Joe berjalan menjauh, ia menundukkan tubuhnya dan meraih tas gadis itu dilantai
...°¢¢¢¢¢°
...
Gue harus mencari mereka dan menanyakan apa yang telah terjadi..
Joe berlari menuju pintu keluar tempat itu dan menemui pejaga pintu. Mereka berdua melihat Joe dan segera membuka pintunya dengan sopan.
" Tuan muda.. " (membuka pintu) mereka menundukkan kepalanya
" So, won't you guys tell me? Haha.. don't play dumb, you know what I'm here for..
[Jadi tidakkah kalian akan memberitahu saya? Jangan berpura-pura bodoh, kalian tau untuk apa saya disini] " (tertawa)
" I'm sorry, we didn't mean to hide it from you. Miss Nocthadhanaksa warned us not to tell you.
[Maafkan saya, kami tidak bermaksud menyembunyikan hal ini dari anda. Ms. Nocthadhanaksa memperingatkan kami untuk tidak memberitahu anda] " Jawab salah seorang pria itu dengan menundukkan kepalanya
" Sebenarnya kami tidak terlalu mengetahui apa yang telah terjadi pada beliau. Tetapi saat beliau datang kepada kami untuk pertama kalinya, beliau sudah bersama dengan seorang wanita.. " Perlahan pria itu menceritakan semuanya pada Joe
" ..." Joe membiarkan pria itu mengatakannya dan ia hanya diam mendengarkan
Kedua pria itu mulai menjelaskan semua yang mereka ketahui kepada Joe. Sehingga Joe pun mulai mengetahui semua mengenai gadis dan wanita itu, jacket gadis itu, bahkan luka gadis itu, serta ketiga pria yang mengejar Renxa. Mendengar semua itu Joe terlihat sangat marah, ia tidak tau sesuatu terjadi pada gadisnya..
" Saya tidak mau tau, kalian harus memblokir dan membatalkan akses card member mereka. Saya tidak ingin, mereka bisa masuk lagi ketempat ini!" Joe meninggikan nada bicaranya dan membuat mereka terdiam
" ..." Mereka mengangguk dan tetap menundukkan kepalanya
" Move all the CCTV monitor networks, tonight to my private room. I want to see everything that happens to my little girl..
[Pindahkan semua jaringan monitor CCTV, malam ini ke kamar pribadiku. Saya ingin melihat semua yang terjadi pada gadis kecilku] " Ia benar-benar marah, ia melampiaskan emosinya pada mereka berdua
" Baik tuan muda.. " (menunduk)
" Sekarang ada dimana dia? " Joe mendongak dan melihat kedalam melalui pintu kaca dihadapannya
" Ms. Nocthadhanaksa sudah masuk dari tadi, setelah staff mengganti perbannya." (menunjuk)
Joe segera masuk, kedua orang itu membukakan pintu untuknya
.
[Mungkin saya tidak akan bisa mengontrol diri saya, terutama kepada kalian semua. Kalian mengerti maksud saya] " Joe berbalik dan menatap kedua pria itu dengan serius, ia tidak main-main dalam hal ini
Mereka hanya bisa mengangguk. Mereka tau apa yang pria itu katakan, Joe tidak pernah main-main dengan apa yang ia katakan. Mereka juga tau, seberapa mengerikannya Joe ketika ia marah dan tidak bisa mengontrol emosinya. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Joe bisa menjadi sosok yang berbahaya jika dia benar-benar marah, bahkan gadis itu tidak pernah mmengetahuinya.
Sekarang ada dimana dia? Sebelum dia diganggu cowok brengsek lainnya, gue harus segera menemukannya..
Mata Joe mencari keberadaan gadis itu, ia juga berjalan hampir keseluruh sela ruang untuk menemukannya. Ia hampir kesal dengan itu, tetapi saat ia berbalik dan berjalan kesudut kanan ruangan. Tidak sengaja ia melihat seorang gadis yang tidak asing, ya.. akhirnya ia menemukan gadis itu.
Gadis itu memunggunginya, dia duduk dibar sisi kanan ruangan utama tempat itu. Renxa terlihat menundukkan tubuhnya, Joe melihat ada beberapa pria asing didekat gadis itu yang telah memperhatikannya.
Apa? Gue bertaruh dia tertidur..
Dia akan menarik perhatian semua cowok jika dia masih pakai baju hitam sialan itu!
Gue tidak suka saat orang lain memperhatikan cewek gue..
Joe segera berlari menuju gadis yang sudah mengganggu dipikirannya dari tadi. Dari jauh Joe bisa melihatnya, semua pria memperhatikan gadis itu. Karena baju yang dikenakan gadis itu terlalu pendek, bahkan punggung bawah gadis itu terlihat jelas. Terlebih lagi dengan bajunya yang memperlihatkan garis pundak dan punggung atasnya lebih jelas, membuat semua orang dengan mudah melihatnya.
Saat Joe menyentuh tubuh gadis itu hanya untuk memastikan, ia terkejut karena gadis itu tidak sedang tidur. Ia langsung mengambil bangku kosong dikanan gadis itu dan mendekatkannya. Joe melakukannya untuk menutupi tubuh gadis itu dari pandangan semua pria didekat Renxa.
" Apa yang terjadi? Loe baik-baik saja? Kenapa loe tidak kembali.." (menyerahkan tas) walaupun Joe sudah mengetahuinya, tetapi ia hanya ingin tau dari mulut gadis itu sendiri. Joe juga melihat ada secangkir coffee yang sudah kosong didekat gadis itu
" Yey.. tas gue. " (tertawa) Gadis itu sangat senang hanya karena Joe membawakan tasnya kembali
Dia benar-benar bodoh! Apa dia tidak mengerti bahwa dirinya.. sudah cukup untuk menarik perhatian pria lain..
Joe menatap gadis itu yang kembali menyandarkan dahinya. Joe segera melepaskan jacketnya untuk menutupi tubuh gadis itu.
" Pakai ini, loe pasti sangat kedinginan dengan pakaian seperti ini. Kemana jacket loe sebenarnya? " Joe memakaikan jacket pada tubuh Renxa
" Ada orang lain yang membutuhkannya. Lagipula, mereka semua memakai pakaian jauh lebih terbuka dari pada gue. Bagaimana loe bisa mengatakan gue akan kedinginan?" Gumam gadis itu
Joe tau apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya, tetapi ia tidak bisa menerima bahwa semua orang memperhatikan Renxa dengan pakaian seperti itu.
" Lalu, kenapa loe tidak memberikan jacket ini pada wanita loe, siapa.. Lateshia sayang.." (menyipitkan mata) Renxa memakai jacket Joe dengan benar, dia juga terlihat kesal saat menyebutkan wanita itu
" Lateshia sayang kan pakai dress yang pendek dan banyak menunjukkan bagian tubuhnya. Jika loe memberikan ini, dia pasti akan sangat senang. Sedangkan gue.. gue masih dalam baju yang utuh dan tertutup, hanya jacket gue yang menutupinya tidak ada.. " Gadis itu berbicara tanpa menatapnya
Ada apa ini, kenapa tiba-tiba dia jadi marah? Apa dia benar-benar tidak suka saat gue bersama dengan Lateshia?
Pikir pria itu, Joe menatap gadis yang mengomelinya dan tersenyum tipis. Sebelumnya, ia tidak pernah melihat gadis itu berbicara dengannya seperti itu.
" Bukankah kalian akan bersama malam ini? Kenapa loe masih membuang waktu loe disini.. " Renxa mengancingkan resleting jacket Joe yang sudah ia kenakan
" Jadi... " (tersenyum disudut bibirnya) Seorang bartender menghampiri Joe yang hendak menyapa dan menawarkan minuman. Tetapi Joe berada dipembicaraan yang sedang dipuncaknya, ia menolak dengan memberikan isyarat tangan pada staff-nya itu dan menyuruhnya untuk pergi. Pria itu tersenyum dan mengangguk mengerti, dia meninggalkan Joe dan Renxa sendiri
" Jadi? Jadi kenapa loe masih ada disini.. " Dengan polosnya gadis itu menjawabnya
" Jadi? " Joe masih memancing gadis itu
" Jadi apa? " Gadis itu mengerutkan dahinya dan menatapnya
" Jadi loe tidak suka gue bersama wanita lain? Dengan arti lain.. loe cem-bu-ru? Huh, gue sudah menduga itu.. " Joe tersenyum dan memalingkan wajahnya dari hadapan gadis itu
" Apa? Haha.. loe bercanda. Bagaimana bisa gue cemburu? Tidak mungkin! Loe salah paham jika loe mangatakan hal itu. " Jawab gadis itu
" Hhm.. gadis kecil tidak mau mengakuinya. Hahaha.. " (tertawa) disaat seperti ini ia masih bisa menggoda gadis itu
" Ihh.. ka Joe, kapan loe tidak akan memperlakukan gue seperti anak kecil? Gue sudah dewasa, gue bukan anak kecil yang dulu lagi.. " Gadis itu memukul tangan kiri Joe dengan lemah
" Sampai.. loe menjadi milik gue seutuhnya!" (menatap mata)
" ..."