MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 46



B/n Joe


Suara musik yang begitu keras menyambut keindahan malam direstoran itu. Joe sangat menikmati suasana dan mereka yang tengah menari ditengah ruangan. Kali ini ia tidak akan bergabung dengan mereka, karena ia tidak ingin kedua gadis kecil itu mengikutinya disana dan ia juga tau bahwa Christ akan sepemikiran dengannya. Ia sangatlah menjaga adiknya G-ra dari hal yang berbau dunia malam yang kelam, adiknya bahkan belum memenuhi standart usia yang pas untuk hal-hal semacam ini.


Dari tempatnya duduk ia bisa melihat dua sisi dunia yang berbeda dari kedua gadis itu. Saat ia melihat adiknya, ia bahkan berfikir dengan usia yang sangat muda apakah dia sudah mencobanya.


G-ra.. huh, bener-bener tu anak. Ternyata dia benar-benar adik gue, kenapa sifatnya meniru gue? Haha..


Joe hanya tersenyum tipis melihat adiknya menikmati suasana malam ini. Joe dari kecil tidak bisa dibandingkan dengan usianya waktu itu, ia dan teman-temannya sangat menyukai suasana clubbing bahkan jika dibilang masih dibawah umur. Ia tidak tau jika adiknya juga melakukan hal yang sama dengannya sewaktu ia masih kecil.


Joe beralih dari adiknya menuju gadis itu, ia memiringkan kepalanya dan tersenyum lebar melihat gadis itu.


Dia.. sepertinya, tidaklah cocok dengan suasana clubbing. Sama sekali tidak tertarik atau pun menikmatinya. Rasanya seperti.. malah terganggu? Really.. masih ada?


" Haha.." Joe tidak sengaja tertawa melihat gadis itu, dengan cepat ia menundukkan kepalanya dan menutupi mulut dengan punggung tangannya.


Ia beruntung musiknya sangat kencang jadi tidak ada seorang pun yang menyadari suaranya, ia terus saja tertawa dan menahannya. Tidak lama kemudian ia melihat Renxa bangkit dari kursinya membawa tasnya.


" ...Udah buru-buru banget..."


" ...gue harus balik... "


" ...gue jam 8... "


" ...lebih pagi soalnya..."


" ...naik apa..."


" ...dijemput, yaudah.. "


Joe mengerutkan dahinya melihat gadis itu pergi. Ia bisa melihat gadis itu telah hilang diantara kerumunan orang.


Beberapa menit setelah melihat gadis itu pergi, Joe dengan cepat meraih handphone dan kunci mobil yang ia letakkan dimeja. Ia mulai bangkit dari tempat duduknya dan hendak meninggalkan mereka. Christ dan G-ra yang masih ada disitu binggung kenapa dia mau pergi secepat itu.


" Eh.. ka, mau kemana? " Tanya G-ra menghentikan langkah Joe yang hendak berbalik meninggalkannya


" Baru aja Renxa balik, masa loe juga ikut balik?" Tanya Christ dengan binggung


" Huh? Gue mau anterin Renxa pulang.. " Jawab Joe dengan santai


" Hah? " Christ dan G-ra sama-sama tidak mengerti dengan apa yang Joe katakan. Mereka melihat satu sama lain dan tersenyum kepada Joe


" Kenapa? Kalau udah selesai gue cabut.. "


" Yow.. Joe. Apa yang gue dengar tadi? Dan sekarang loe.. " Christ menggoda Joe, tetapi Joe sama sekali tidak menanggapinya. Mereka berdua tertawa kepada Joe


" Gue pergi dulu. Oh ya.. Christ, loe.. " Joe berjalan meninggalkan mereka dan berbalik kembali. Ia menunjuk kearah adiknya dan mengisyaratkan pada Christ


" Iya.. gue tau. " Christ mengangguk mengerti dan mengisyaratkan kepada Joe dengan tangan bahwa ia bisa pergi dari sini


" Okay, gue pergi.. " Joe dengan cepat meninggalkan mereka, ia berlari melewati kerumunan dan menghilang


...°¢¢¢¢¢°...


Christ dan G-ra melihat Joe berlari dan dengan cepat menghilang dari tempat ini. Sekali lagi mereka melihat satu sama lain dan tertawa bersama.


" Gue rasa kakak gue.. benar-benar tidak mengerti. " Kata G-ra yang menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar


" Yeah.. I know it. Dia terlalu bodoh untuk mengerti perasaannya. Huh.. " Christ menghembuskan nafasnya


" ..."


" ..."


" Gue tau.. walaupun dia seperti itu, tapi.. didalam hatinya ada satu cewek. Dan yang pasti itu.. bukanlah Neisya! " Christ mengangkat gelas whiskey dihadapannya dan meneguknya, G-ra mendengarnya dan hanya mengangguk menanggapi


...□■□■...


Bel lift sudah berbunyi dan menunjukkan telah dilantai dasar. Joe keluar dari lift dan berjalan melewati koridor ruangan menuju lobby/ruang utama. Saat langkahnya mulai memasuki lobby, ia melihat gadis itu tengah berdebat dengan pelayan.


" ...get the bill..."


" ...the bill is covered..."


" Apa.. s-sa- " (terkejut)


Joe melihat gadis itu akan mulai mendebat pelayan itu dan ia berlari kecil menuju gadis itu. Tanpa basa-basi ia langsung meraih tubuh gadis itu bersamanya meninggalkan pelayan itu. Joe membalikkan tubuh Renxa serta menarik pergelangan tangannya dan berjalan bersamanya meninggalkan tempat itu.


" ..." Joe tersenyum tipis tanpa melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan gadis itu


" Huh? Ka.. Joe! " Renxa berjalan dibelakang Joe dengan binggung. Joe masih memegang erat tangannya, ia berusaha menapis tangan pria itu tapi tidak pernah bisa. Mereka akhirnya keluar dari gedung dan Renxa berhenti ditempat ia berdiri, agar Joe juga berhenti menarik tangannya.


" Kenapa berhenti? " Ia membalikkan diri pada gadis itu, tiba-tiba saja dia berhenti melangkah. Ia menarik kembali tetapi gadis itu tetap tidak mau ikut dengannya


" Ah.. ka Joe, gue belum selesai tadi bicara sama pelayan kasirnya. Lepasin gue.. tiba-tiba aja ada seseorang yang bayar tagihan kita, gue mau tau.. " Renxa sekali lagi menepis tangannya dan berhasil. Ia berbalik meninggalkannya dan berjalan menuju pintu gedung itu


" Hurrff... " Ia berjalan mendapatkan gadis itu kembali dan menarik baju yang dikenakan gadis itu dari belakang


" Gue orang yang mengurus semua itu.. jadi loe tidak perlu bertanya lagi. Ayo pulang! " Ia berusaha untuk tidak tersenyum saat mengatakannya


" Ah.. Lepasin gue! Aa.. tolong, saya diculik.. tolong saya... lepaskan saya.. aaa.. " (berjalan mundur) Renxa terpaksa merengek kepada semua orang yang ada disana.


Gadis itu berteriak seperti anak kecil didepan semua orang, kebetulan diluar gedung banyak orang yang berlalu-lalang. Semua orang berhenti dan melihat kearah mereka berdua. Joe menyadarinya, ia terkejut saat semua orang mulai menatapnya karena gadis itu.


Ah.. sialan. Gadis ini..


Joe menghantikan langkahnya dan berhenti menarik baju gadis itu. Ia terpaksa tersenyum lebar kepada semua orang dan menarik seluruh tubuh gadis itu mendekati tubuhnya. Ia menempatkan gadis itu pada pelukannya dan tersenyum.


" Hahaha..." (memeluk) Tanggap Joe dengan pura-pura tertawa dihadapan semua orang


" Arrmh... " Renxa berusaha berbicara tetapi Joe terlebih dahulu menutup mulutnya dengan memeluk tubuhnya


" Hahaha.. maaf, saya sedikit bertengkar dengan.. kekasih saya. Haha.. iya, dia salah paham dengan saya. Haha.. " Joe beberapa kali mengusap lembut rambut gadis itu


" Arrnggmm.. " gumam gadis itu yang memukul-mukul dada Joe


" Haha.. sayang, aku minta maaf atas kejadian tadi. Tidak baik jika kita bertengkar di sini, aku sangat mencintai kamu.. jangan salah paham dengan aku lagi ya. " Jelas Joe kepada Renxa, ia tertawa dan perlahan kembali mengusap rambut gadis itu


" Aarrngg... " Gadis itu bergumam semakin keras dalam pelukan Joe. Dia bahkan mendorong Joe dengan keras agar ia bisa terlepas pelukkannya, tetapi Joe jauh lebih luat dari padanya. Joe tidak membiarkan gadis itu terlepas dari pelukannya


" Hahaha.. masalah antar pasangan. Haha.." (tawa Joe dan masih mengelus rambut)


" ...anak jaman sekarang..."


" ...bertengkar didepan..."


" ...padahal udah ganteng..."


" ...sayang cowok gue tidak seperti dia..."


" ...mana muda, ganteng..."


Terdengar gumaman semua orang menanggapi Joe dan gadis itu. Ia bisa mendengar semua orang sedang membicarakannya.


" Sayang.. sebaiknya kita pergi, masalah kita sudah selesai. Haha.. kami permisi dulu, selamat malam semuanya.. haha.. " (berjalan menjauh)


" Aarrnggh... aarrngg.. "


" Hahaha... "


Joe bergegas pergi meninggalkan kerumunan orang yang mendekatinya, ia membawa serta gadis itu tanpa melepaskan dari pelukannya.