
Ruang tamu keluarga Nocthadhanaksa terlihat sedang menerima tamu seorang pria dan wanita dewasa yang masih sama-sama muda. Mereka duduk disertai bu Wan dihadapan mereka, mereka berdua terlihat santai dan nyaman berada dirumah tersebut. Beberapa kali mereka mengobrol dengan bu Wan secara formal.
Ya! Kedua orang tersebutlah yang akan menjadi pemandu Renxa dalam belajar berdansa. Dari hanya memandang sekilas postur tubuh mereka, semua orang tau bahwa ia adalah guru dansa. Dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap mereka, sungguh sejuk dipandang, terlebih lagi dengan wajah menawan cantik serta tampan mereka yang menghiasi tiap lekuknya.
Mereka adalah Ferry dan Clara, seorang atlet dansa berkebangsaan Spanyol yang saat ini tinggal di Indonesia, dan juga merupakan sepasang kekasih. Mereka adalah seorang profesional ballroom yang pernah menjuarai berbagai Ballroom dancing competition. Termasuk ajang bergengsi Tango Dancing Champion di Brazil, serta Waltz Dancing Competition di Argentina. Orang yang sangat profesional menjadi pilihan Ja'nae Nocthadhankasa Widjaya untuk putri bungsunya.
" ...I'm sorry, nona memang sangat..."
" ...it's okay, kita mengerti..."
" ...bukankah hal yang biasa bagi seorang siswi..."
" ...saya sangat lega..."
Tepat disaat itu Renxa berjalan memasuki ruang tamu untuk menemui mereka semua. Renxa merasa sangat tidak enak hati saat menanggapi mereka serta asisten pribadi ibunya tersebut dan bersiap meminta maaf. Saat melihat Renxa memasuki ruangan, mereka dengan cepat berdiri dari tempat duduk dan memberikan salam dengan sopan.
" Sweet lady.." kalimat pertama yang Ferry ucapkan sopan dengan kepalanya tertunduk 15°
" Ah.. I'm so sorry. Siento mucho haberte dejado esperarme tanto tiempo!
[Aku sangat menyesal telah membiarkan kalian berdua menunggu begitu lama] " kepalanya tertunduk 15° mengikuti mereka
" Oh.. no, No me gusta esto. Me siento mal contigo porque ha arruinado tu tiempo de estudio [Saya justru merasa tidak enak dengan anda karena sudah mengganggu waktu belajar anda]" Tanggap Clara wanita cantik yang berdiri dihadapan gadis itu
" Ah.." Renxa tertawa canggung menanggapi dengan mereka tertawa bersama dengannya
" Estoy muy frustrada! With.. all my schoolwork [Aku sangat frustasi dengan semua tugas sekolahku] " Matanya sekarang tertuju pada wanita cantik disebelahnya
" Oh.. bu Wan, aku sungguh menyesal sudah mengatakan hal yang buruk kepadamu. Aku minta maaf, tadi aku benar-benar kesal dengan pekerjaanku. " Menyampaikannya dengan tawa canggung yang membuat wanita itu justru menjadi tidak enak hati
" Ah.. nona muda jangan seperti itu kepada saya, jadinya saya yang merasa lebih tidak enak hati karena sudah mengganggu waktu anda. Tolong jangan seperti itu. " Pelayan itu sontak terkejut dengan pernyataan nona mudanya tersebut
" So.. Hay algo que deberían saber, realmente no puedo bailar. Especialmente el baile de salón, realmente no lo entiendo
[Ada sesuatu yang kalian harus tau, aku benar-benar tidak bisa menari. Terutama ballroom dance, really don't get it] " Jelas Renxa sebelum memulai kelasnya
" Esta bien. ¿No es para eso que estamos aquí? Jajaja..
[Bukankah itulah gunanya kita ada disini?] " Ferry dan Clara tertawa menanggapi perkataan Renxa
" Okay, Let's get started! Bu Wan kita akan memulai latihan dimana?
[Mari kita mulai] " tambah ferry untuk tidak membuang banyak waktu
" ... " Renxa sangat binggung sekaligus terkejut dengan apa yang barusan mereka katakan
" Saya akan mengantar kalian keruang latihan disamping rumah. Mari.." Bu wan menuntun mereka untuk pergi keruangan latihan bersamanya
" Wait! Ka-Kalian.. you guys can speak indonesia?
[Tunggu, kalian bisa berbahasa Indonesia] "
" Yes, we can. Rencananya nanti sewaktu latihan kita akan memberitahukan ini kepada anda. " Tambah Clara dengan senyum lebar dibibirnya
Mereka tertawa ringan bersama sambil bercanda. Renxa merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar, mereka berbicara dengan sangat lancar bahkan seperti orang indonesia sendiri. Ia bertanya kepada bu Wan apakah ia mengetahui hal ini yang ternyata bu Wan sudah mengetahuinya dan senggan memberitahukannya kepada Renxa karena mereka sedang mengobrol.
" Bukankah kalian dari Spanyol? Aku telah mendengarkan semuanya dari mama, kecuali bagian dimana kalian tinggal di Indonesia dan bisa berbahasa Indonesia. "
" Iya kami dari Spanyol. Kami pindah ke Indonesia.. kurang lebih 1 tahun yang lalu. " Jelas Clara
" Kami bahkan lebih terkejut mendapati bahwa anda berbicara Spanish dengan sangat lancar diumur yang sangat begitu muda, bahkan terdengar seperti orang lokal. Saya jadi tidak merasa canggung lagi kepada anda setelah mendengar perkataan anda. " Keduanya mengangguk pelan
" Ah.. Gracias. Bisa kita mulai sekarang? "
...°¢¢¢¢¢°...
Kedua atlet dansa profesional itu menunjukkan kebolehannya didepan Renxa untuk pembukaan step- one step. Musik romansa dimulai dan mereka berdansa dengan begitu elegan dan lembut mengikuti irama musik. Renxa hanya bisa tercengang melihat mereka disudut ruangan kaca, ia tidak menampis bahwa ia sangat menyukai orang yang berdansa, tetapi ia tidak suka jika harus berdansa. Memang sangat rumit, tetapi ini memang terjadi kepadanya. Ia memandang mereka dengan tangan disangga pada pipinya dan mata yang melebar serta senyum lebar yang menghiasi bibirnya hingga akhir lagunya. Ia bahkan tidak bisa melepaskan pandangan matanya yang sangat lebar serta senyumnya kepada mereka berdua bahkan hingga mereka selesai berdansa.
" Bagaimana nona? Ini merupakan gerakan dasar anda nantinya, hingga kita menuju level-level berikutnya." Tanya ferry kepada gadis itu dengan terengah-engah
" Wah.. indah. Kalian adalah orang terindah yang pernah aku lihat dihidupku. Hhm.. " Ia sangat kagum dengan visual serta penampilan mereka. Bahkan mereka tidak tau lagi mau menanggapi Renxa seperti apa, mereka hanya tertawa melihatnya.
" Baiklah. Saya akan mulai mengajari anda teknik-teknik dasar dari Tango and Waltz dancing. " Tambah Clara disela senyumnya
" Bukankan kalian sepasang kekasih? Huh? "
" Yup.. dan apa hubungannya dengan latihan kita, nona? " Tanya Ferry dengan penasaran
" I previously thought only my family and the people closest to me had handsome and beautiful faces. But.. this is my first time seeing a handsome and beautiful stranger people. Kalian benar-benar cocok bersama.
[Sebelumnya aku mengira hanya keluargaku dan orang-orang terdekatku yang memiliki wajah tampan dan cantik. Tapi .. ini pertama kalinya aku melihat orang asing yang tampan dan cantik] "
" Uh.. Gracias. Nona, jangan seperti itu saya.." Dengan malu Clara mengatakannya tetapi ia dipotong langsung oleh Renxa
" Clara stop! It's enough those idiots people to call me as young lady. Please.. not with you guys, let's take it easy just call me Renxa, right?
[Clara berhenti! Orang-orang idiot itu cukup memanggilku sebagai nona muda. Kumohon .. tidak dengan kalian, tenang saja panggil aku Renxa, kan?] "
Jelas gadis itu dengan tegas yang membuat mereka berdua saling menatap dan tertawa dengan canggung kepada Renxa
" Tapi nona.."
" Ferry, come'n. Aku bahkan jauh lebih muda dari pada kalian, jadi berbicara secara unformal tidak masalah bukan. Berhenti memanggilku seperti itu. " Jelasnya dengan senyum dibibirnya
" Baiklah Renxa. Tapi kami akan berbicara denganmu seperti ini jika hanya ada kita bertiga, tidak jika bersama orang tua kamu dan orang lain. " Tambah ferry dengan tersenyum
" Yeah.. okay. Itu terserah kalian, tapi jika denganku kalian harus seperti ini." Renxa menyetujuinya, ia mengerti mengapa mereka sangat tidak bisa untuk melakukannya tetapi ia harus terus memaksa
Mereka bertiga melanjutkan latihan hari pertamanya dengan lancar, walaupun ada kesulitan untuk Renxa dalam beberapa gerakan dan timing-nya. Tetapi, hal itu bisa diatasi jika dilakukan dengan rutin dan terus menerus.