MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 14



Kedua mata Joe langsung mencari dimanakah gadis itu berada. Ia merasa tidak percaya gadis itu akan menerima tantangannya. Dalam hatinya sebenarnya menginginkan gadis itu, tetapi ada suatu alasan yang tidak bisa ia ungkapkan. Joe hampir saja kehilangan akal saat ia mencium aroma tubuh gadis itu saat pertama bertemu siang tadi, dan ketika ia melihat gadis itu dengan nightgown-nya yang sedikit terbuka pada bagian punggungnya saat ia akan mengambil segelas air. Hal itu benar-benar membuatnya kehilangan akal dan bertindak secara tidak sadar, ia sadar tetapi ia tidak bisa menghentikan dirinya.


" Berani!" Jawab gadis itu


" Gue berani, just kiss right? " Tambah gadis itu dengan mengangkat salah satu alisnya


" ..." (memandang)


" Ayo.. silahkan." Joe mempersiapkan dirinya


Tanpa basa basi Renxa berjalan satu dua tiga langkah, jarak mereka tidak terpaut jauh hanya satu meter saja. Renxa berjalan dan berhenti tepat dihadapan Joe, mereka memandang satu sama lain sejenak. Beberapa detik kemudian, Renxa menjinjitkan kakinya karena Joe jauh lebih tinggi darinya. Joe melihat hal itu dan memutuskan untuk mencondongkan tubuhnya agar gadis itu dapat dengan mudah mengapai bibirnya.


Finally Joe! Pikir pria itu


(Cup..)


Dengan cepat Renxa segera menjauhkan tubuhnya dari Joe agar pria itu tidak meminta lebih darinya.


" Pipi? " Tanya Joe dengan kebinggungan


" Why? Loe cuman bilang cium kan? Ya gue pikir terserah gue, toh loe juga nggak bilang dimananya. " Jawab gadis itu dengan senyum dibibirnya


" Huh.. loe salah Joe kalau loe berharap." (Memalingkan wajah)


" Ah.. udahlah terima aja sih. Sama aja, sama-sama gue cium. "


" Gue ngantuk mau tidur. " Tambah gadis itu dan berjalan meninggalkan ruangan


Joe membiarkan gadis itu pergi, sedangkan ia mencari air untuk diminum. Kebetulan ada gelas berisi air diatas meja, ia tahu pasti itu adalah gelas gadis itu, tanpa basa-basi ia meneguk habis isi gelas dan berjalan meninggalkan ruangan mengikuti gadis itu dibelakangnya.


Saat akan menaiki tangga Renxa merasa bahwa Joe ada dibelakangnya ia sangat heran kenapa Joe mengikutinya.


Dia itu sungguh cowok yang aneh!


Renxa berhenti tepat dipertengahan anak tangga, Joe tidak melihat jalannya saat menaiki anak tangga. Ia terkejut saat kepalanya terbentur oleh gadis yang berjalan didepannya.


" Hey.. loe kalau jalan yang bener dong. Lagian ngapain sih loe berhenti? " Tanya Joe dengan kesal dan membuat gadis itu berbalik


" Eh.. ka Joe, ngapain juga loe ngikutin gue keatas? Kamar loe kan ada dibawah. " Jawab Renxa


" Ngikutin? Ah.. ada-ada aja loe malam-malam." Joe menaiki tangga melewati gadis itu dengan raut wajah yang kelelahan


" Eh.. " Renxa berlari mengikuti Joe dari belakang


" Bukannya kamar ka Joe ada disana?" (Menunjuk)


" ... " (Dengan tenang dan melihat kearah jalan)


" Tapi.. bukannya tadi siang loe? Disana ya? " Tanya-nya yang penasaran dari belakang punggung Joe


Joe sepanjang jalan sama sekali tidak mengeluarkan suara. Ia bisa mendengarkan gadis dibelakangnya terus saja menanyakan sesuatu kepadanya tanpa henti. Sesampainya dimuka kamar mereka masing-masing Joe baru menjawab pertanyaan inti dari gadis itu.


" First, this is my room. Second, that's not my room, it's just a guest room[kamar tamu]. Third, stop talking and just go to a sleep.


[Pertama, ini kamar gue. Kedua, itu bukan kamar gue, hanya kamar tamu. Ketiga, berhenti bicara dan pergi tidur!]" Jelas Joe dan mulai membuka pintu kamarnya


Renxa memang tidak tahu bahwa sebenarnya ruangan Joe ada disebrang ruangan G-ra. Ia fikir Joe hanya masuk dan keluar dari kamar itu saja, ia tidak berfikir bahwa itu adalah kamarnya.


" ..." Joe menengok kebelakang dan melirik gadis yang sedang berusaha melihat isi kamarnya


" ..." Renxa maju satu langkah menuju Joe untuk melihat kamarnya


Gadis itu tidak menyadari bahwa Joe meliriknya. Joe membuka setengah pintu kamarnya dan berbalik kearah gadis itu.


" Kenapa? Mau tidur disini sama gue? Ayo.. gue tidak melarang. Dengan senang hati gue menerimanya." (Menarik lembut pergelangan tangan Renxa) Joe tersenyum ringan saat menarik gadis itu untuk masuk kekamarnya


" Eh.." (Mengeleng-gelengkan kepala) Renxa sangat terkejut dan berusaha menarik kembali tubuhnya menjauh dari Joe


" Why? You said you wanted to see my room and sleep with me as well


[kamu bilang ingin melihat kamarku]." (Melepaskan tangan gadis itu)


" What? I didn't even say that.


[Apa? Aku bahkan tidak mengatakannya]" (Menjauh) Jawab gadis itu dengan terkejut


"..." Joe bahkan tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu


" ..." Renxa kembali melirik kedalam kamar Joe sekali lagi


" Apa gue bilang. Ayo.. tidur sama gue." Goda Joe yang kembali menarik lembut tangan gadis itu masuk kekamarnya


" Ah.. nggak-nggak ka Joe. Ka Joe! " Teriak lembut Renxa kepada Joe saat ia akan memasuki kamar tersebut dan berusaha pergi secepat mungkin


Terlihat senyum lebar dibibir Joe saat melihat gadis itu meninggalkannya dan mulai memasuki kamar adiknya. Ia hanya memandangnya hingga gadis itu mengunci kembali kamarnya.


...°¢¢¢¢¢°...


B/n Joe


(01.06 AM)


Joe menanggalkan white t-shirt yang ia kenakan, memperlihatkan tubuh yang sangat dikagumi banyak wanita dengan bahunya yang lebar, dada bidang, bahkan hampir membentuk huruf 'v'.


Ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang, ia masih terbayang-bayang oleh aroma tubuh yang dimiliki gadis itu, aroma tubuh yang begitu memikat. Ia mengencangkan salah satu tangannya ke udara, ia dapat merasakan bahwa aroma tubuh gadis itu benar-benar menempel dipakaiannya bahkan tubuhnya. Ia menghirup aroma ditangannya, dan benar saja tangannya begitu lekat dengan aroma tubuh gadis itu. Ia yang tanpa sadar menyentuh tubuh gadis itu, ia berfikir mungkin itulah alasannya kenapa aroma tubuhnya menempel pada dirinya. Masih tergambar dengan jelas aura yang gadis itu berikan kepadanya. Dengan memikirkannya saja Joe sudah merasakan rasa senang.


" Huh.. dia bahkan masih sangat lugu. I know it, ini pertama kalinya untuknya bersama dengan seorang pria." (tersenyum)


" Detak jantungnya, tingkah lakunya, cara dia menghindar dan berbicara. Huh.. gue baru tau masih ada gadis yang bisa gugup saat dideketin. Hhm.. dia, beda.. terkecuali untuk loe, gue bisa membiarkan loe untuk masuk ke kamar gue." Joe benar-benar tidak menyadari apa yang ia katakan


Stop it, Joe!


Joe perlahan memejamkan matanya, ia benar-benar sangat lelah dengan semua keadaan yang ia hadapi sepanjang hari. Belum lagi masalah kedepanya yang akan ia hadapi, ia harus memikirkan itu semua, dan kapan waktu yang tepat saat ia akan dengan tenang meninggalkan Indonesia untuk menata pendidikannya kembali. Hanya gadis itu yang dapat menghiburnya hari ini -bukan- selama ini hanya dia. Sejujurnya ia sangat senang mengetahui bahwa gadis itu telah kembali, tetapi disaat itu pula ia merasa khawatir akan dirinya.


I'm very grateful to you, because kamu telah menepati janjimu itu. Kamu telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan manis juga pintar. Sayangnya.. I'm so sorry, I couldn't keep our promise. I'm really sorry, I can't..


...□■□■...