MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 52



" Mr. Arvadhafiose.. " Suara seorang pria


Seorang pria setengah abad berjalan dan berusaha menghentikan mereka dari belakang. Ibadah berjalan selama 2 jam dan suasana gereja setelah ibadah pagi selesai sangat ramai, mereka hampir tidak bisa keluar. Didalam gedung gereja Joe dan Renxa menunggu semua orang keluar dan berhenti mengerumuni mereka, saat keadaan tidak terlalu ramai mereka siap meninggalkan gereja.


Joe berjalan lebih dulu dan diikuti Renxa dibelakangnya. Tiba-tiba ada seseorang yang berusaha memanggil mereka dari jauh. Dia adalah seorang gembala gereja(pendeta) itu, pria berumur tetapi tidak terlalu tua.


" Ms. Nocthadhanaksa.. Mr. Arvadhafiose.. "


" ..." Joe dan Renxa menoleh pada sumber suara


Pria itu segera berjalan cepat saat melihat kedua orang itu berhenti dan menunggunya.


" Pdt. Nico Yagsawidhana... " Ucap Joe yang binggung, tiba-tiba saja pria itu dan beberapa orang datang menghampirinya


" Iya.. maaf menganggu waktu anda. " Jawab pendeta itu dengan senyum merekah dibibirnya, ia menjabat tangan Joe dan Renxa dengan sopan. Joe menerimanya dan menjabat semua orang dengan senyum ramah kepada mereka


" Ah.. tidak, tidak. Kami baru saja akan pergi. " Jawab Joe dengan santai


" Ada apa om? Sampai anda repot-repot menghampiri kita? " Renxa juga sangat penasaran sama seperti Joe. Ia memutuskan untuk langsung bertanya


" Tidak, tidak. Saya hanya terkejut, saya baru menyadari anda dan Tuan muda Arvadhafiose hari ini akan datang. Kapan kembali dari Switzerland? "


" Oh.. minggu yang lalu dan baru bisa datang hari ini." (Tertawa) Ia menjawab pria itu dengan canggung


" Oh.. iya, iya. Setelah sekian lama, kalian berdua menjadi sangat berbeda. Sehingga saya harus lebih formal kepada kalian. Haha.. "


" Hahaha.. " Semua orang disekitar mereka tertawa bahagia, sudah lama mereka tidak berbincang seperti ini


" Saya ingat dulu kalian juga pernah datang berdua kemari, dengan keluarga kalian. Kira-kira kalian masih sangat kecil.. "


" Iya.. " Jawab Joe dengan senyum dibibirnya


" Oh ya, saya lupa memperkenalkan istri saya pada anda Mr. Arvadhafiose. Ini adalah istri saya Sintha Yagsawidhana serta putri saya, Kinara Yagsawidhana.. " Pdt. Nico memperkenalkan istri serta anaknya yang berada disampingnya kepada Joe dan Renxa


" Ny. Yagsawidhana.. anda terlihat sangat cantik. Nona Yagsawidhana begitu juga dengan anda.. " Joe mencium punggung tangan kedua wanita cantik itu dengan anggun


" Ah.. anda bisa saja. " (Sintha) Jawab wanita cantik yang berada disebelah Pdt. Nico


" Thank you.. " (tersenyum) Seorang wanita muda yang sangat cantik, seorang putri dari Nico Yagsawidhana. Wajah nona Yagsawidhana lebih mirip dengan ayahnya dari pada ibunya yang keturunan Iran(persia)


" ..." Renxa memutar bola matanya melihat tingkah laku pria itu


Dasar genit, tidak bisa melihat wanita cantik? Mana tidak tau tempat lagi..


Parah..


Batin gadis itu, ia berasa sangat malu berada disitu. Ia hanya bisa tersenyum lebar kepada mereka. Nico dan keluarganya terlihat tidak canggung kepada mereka, mereka memperlakukannya dengan sangat baik.


" Ms. Nocthadhanaksa, anda sudah dewasa sekarang. Terlihat jauh lebih cantik.. " Ujar wanita cantik itu


" Ah.. haha, terimakasih tante. " Renxa sedikit menundukkan kepalanya pada wanita itu


" Oh ya, saya ingat bukankah anda berdua dan anak-anak saya seumuran? Ah.. lebih tepatnya dengan anda Mr. Arvadhafiose. Kalian pernah bersama sewaktu masih kecil disini? Apa saya salah? " Tambah wanita itu dengan penasaran


" ... " Renxa sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan wanita cantik itu, ia memang sedikit ingat mengenai putra-putra dari Nico Yagsawidhana. Tetapi, tidak keseluruhan, ia benar-benar lupa.


" Hhm.. benarkah? " Jawab Joe sambil menatap kearah gadis muda dihadapannya


" Of course, I can't forget you. Naturally if you forget it, me and my twin brother.. we were together in sunday school.


[Tentu saja, aku tidak bisa melupakanmu. Wajar jika kamu melupakannya, aku dan saudara kembarku, kita bersama disekolah minggu] " Jawab gadis itu dengan malu


" Oh.. haha. Baguslah kalau seperti itu, haha.. " Joe hanya menanggapi gadis itu dengan tertawa, ia tidak tau apakah hal itu benar. Ia sama sekali tidak bisa mengingatnya dengan jelas, tetapi ia menghargai gadis itu.


Hhm.. gue yakin dia tidak ingat. Kelihatan jelas..


Oh.. gue ingat! Kita memang pernah bersama, tetapi.. dia bilang kembar?


" Hhm.. sepertinya saya mengingat anda Ms. Yagsawidhana. Tetapi, saya tidak yakin dengan saudara kembar anda. " Renxa masih berusaha untuk mengingatnya


" Oh.. putra saya sedang menemui temannya, mungkin setelah ini dia akan bergabung dengan kita. " Jawab pria itu dengan sopan


Putra? Jadi benar tidak identik.. hhm, menarik..


" By the way, setelah melihat kalian tubuh dewasa. Saya berfikir, karena anda berdua sudah bersama sejak kecil. Apakah saat dewasa ini kalian menjadi.. pasangan? Haha.. " Tambah pria itu yang membuat semua orang tertawa kecuali 2 orang, Joe dan Renxa sendiri


" ..." Renxa mendongak dan menatap pria disampingnya, Joe tidak memandangnya atau pun tertawa kepada mereka


" Tidak, kit- " Tambah Renxa, tetapi Joe memotongnya dengan jelas


" Maka dari itu, karena terbiasa bersama sejak kecil. Membuat kita tidak bisa menjadi pasangan.." (tersenyum) Joe terdengar serius dengan perkataannya


" ..."


Karena.. memang loe yang memilihnya!


" Wah.. sayang sekali, saya fikir kalian bersama. Karena, kalian terlihat baik jika bersama. Haha.. " Ujar salah seorang asing yang bersama dengan pdt. Nico


" Hahaha... " Ia dan Joe hanya bisa tertawa


Dari kejauhan, seorang pria tampan blasteran berjalan menghampiri mereka. Seorang pria yang seumuran dengan Joe, benar-benar tampan dengan balutan kemeja putih dan jas hitam yang disampingkan pada lengan terbukannya, wajah tampannya terlihat sangat tidak asing dimata gadis itu.


" Pa.. siapa? " Ujar pria tampan itu yang tersenyum kepadanya dan pria disebelahnya


Dia.. kaya pernah lihat. Arrk.. wajahnya sopan banget masuk mata. Hahaha.. tapi dia benar-benar pria yang tampan.


Pikir gadis itu, ia memandang pria itu dari atas sampai bawah, sepertinya ia pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya.


" Jackson? " Tiba-tiba satu nama yang terpikirkan olehnya keluar dari mulutnya. Tetapi, ia sangat yakin dengan apa yang dikatakannnya.


Saat ia menyebutkannya, semua orang terkejut termasuk pria tampan itu. Mereka memperhatikannya dan baru sadar kalau ia berfikir dirinya hanya mengigau.


" Ah.. maaf, saya salah.. " (menutup mulut) Tambah gadis itu dengan tertawa canggung


" Tidak, tidak. Apa.. apa kamu Renxa Nocthadhanaksa Widjaya? " Pria tampan itu terlihat tidak yakin kepadanya


" Iya.. apa itu benar kamu Jackson? " Renxa memastikannya sekali lagi


" Iya.. wow. Pantas saja dari jauh aku melihat kamu, seperti pernah bertemu. " (tersenyum)


" Jadi kalian sudah saling mengenal? Saya kira anda belum terlalu mengenal putra saya karena waktu itu anda masih kecil. " Tambah pendeta itu


" Iya.. haha. " Jawab Renxa dengan canggung


" Loe kenal cowok itu " Joe membisikkan pertanyaannya ditelinga kanannya agar semua tidak mendengarnya


" Iya ka Joe. " Bisiknya lagi pada pria itu


" Dimana? " Pria itu terus saja bertanya kepadanya dengan aneh


" Dimana-mana. Hihi.. gue kira loe juga mengenalnya, karena kalian pernah bersama sewaktu kecil. "


" Tidak, gue tidak mengenal mereka berdua. Gue sama sekali tidak mengingat cewek itu.. " Dengan datarnya Joe mengaku kepadanya, ia terkejut tetapi ia sudah menduganya. Kinara mulai menyadari pembicaraan mereka, ia mulai mengalihkannya


" ..." Renxa mengerutkan dahinya dan mendongak menatap pria itu. Ia semakin kesal saat melihat Joe malah tersenyum lebar kepadanya


Hah.. gue sudah menduganya. Dia selalu melupakan hal-hal penting yang terjadi dimasa lalu.


Seperti.. janji kita!


...°¢¢¢¢¢°...