
" Baik terimakasih, tuan Louis.." (membuka pintu) Renxa meraih tas disampingnya dan keluar dari mobil, Louis hanya tersenyum dan mengangguk
Renxa tidak ingin mobil itu masuk ke-kediamannya, ia menyuruh Louis untuk berhenti tepat didepan gerbang utama rumahnya.
Loe kenapa, Renxa?
Gadis itu keluar dan tidak menatap kearahnya. Joe berusaha mencari mata gadis itu dan menatapnya, ia berharap bisa menemukan jawaban dari semua tingkah laku gadis itu kepadanya.
" Ren... "
(Braak..)
Pintu seketika dibanting oleh gadis itu, sesaat sebelum Joe berbicara kepadanya.
" Great! Sialan.. " (berteriak) Joe terlihat sangat marah. Ia memang sudah marah, tetapi tidak dihadapan gadis itu
Louis hanya tersenyum melihat Joe dari kaca spionnya dan mulai menjalankan mobilnya menjauh dari tempat itu
" Tuan muda, anda terlihat sangat marah. Tidak biasa anda seperti ini.. " Ia tahu bahwa Joe bukanlah tipikal orang yang akan memperdulikan keadaan sekitarnya, jika suatu hal merugikannya.. maka itulah disaat pria itu marah. Tidak dengan suasana hati orang lain
" Huh.. " (melirik) Joe menghela nafas dan mengendalikan amarahnya. Ia bahkan baru saja menyadarinya, bahwa ia marah karena hal sepele. Kenapa hanya dengan dia mengabaikan gue, gue bisa semarah ini? Joe, that's not you..
" Saya pertama kali melihat nona Renxa, sejauh 7 tahun ini saya bersama dengan anda. Saya tidak tau banyak tentang beliau, selain putri dari Mr. Afton Nocthadhanaksa Widjaya. "
" ... " Joe masih memikirkan apa yang harus ia katakan. Louis adalah kaki tangannya, sekaligus menjadi seorang teman. Pria itu dipilih sendiri oleh Joe
" Renxa Nocthadhanaksa Widjaya..
Kamu mungkin tidak tau, tetapi dia adalah teman masa kecil saya dan kami tumbuh bersama.. " Joe mulai mengingat masa-masa kecilnya bersama dengan gadis itu. Disaat semua hal begitu indah menghampiri mereka
" Haha.. dulu dia selalu mengikuti saya kemanapun saya pergi. Dia sangat cantik dan lucu, saya tidak bisa melupakan itu. " (tertawa) Perlahan Joe mulai menyingkirkan kemarahannya dan menggantikannya dengan kegembiraan
" Waktu itu dia masih berusia 5-6 tahun, saat pertama kali kami dipertemukan. Saya sudah mengenal baik semua adik-adik dari Christ, Richo, Zab dan Brian, kecuali adik Billan! Kami semua tau Billan memiliki seorang adik perempuan, tetapi kami tidak pernah bertemu. "
" Saat pertemuan seluruh keluarga terjadipun, Renxa tidak pernah ikut. Saat itu kami tidak tau alasan kenapa uncle and aunty tidak penah membawanya, tetapi tidak dengan 10 tahun belakangan ini saat kami mengetahui segalanya."
" ... " Louis mendengarkan pria itu dengan baik
" Saat waktunya tiba, seluruh keluarga kami berkumpul di kediaman Nocthadhanaksa. Saya tidak tau, tapi saya benar-benar tidak peduli saat itu.." (mengerutkan dahi)
" Bukankah itu memang sudah menjadi sifat anda. Tidak peduli.." (tersenyum) Louis menyela pria itu sebelum Joe selesai bicara. Tidak ada yang salah dengan apa yang Louis katakan
" Hhm.. kamu mengenal saya dengan baik.. " Joe tersenyum lebar kepada pria yang sudah setia kepadanya 7 tahun ini
" Aunty Ja'nae(Renxa's mother) mengatakan bahwa kita bisa masuk kedalam play ground, bertemu dan bermain dengan adik Billan untuk pertama kalinya. Kami masuk dan saya adalah orang terakhir yang masuk kedalam ruangan. Dari jauh penglihatan kita langsung tertuju pada seorang anak kecil bergaun merah yang bermain dengan puzzle-nya." (tersenyum)
" Pelayan-pelayan yang menemaninya seketika berdiri saat mengetahui kami masuk ruangan. Saya masih mengingatnya dengan jelas, anak itu mendongak menatap kami dan.. berlari. Seorang anak kecil, datang berlari menghampiri saya. Kami semua terkejut, termasuk saya. Dia bahkan tidak mengenal saya, tetapi ia langsung memeluk saya dan tertawa. "
" Wah.. that's crazy! Senyuman anak itu tidak pernah saya lupakan. That's Renxa, I looked at the girl and she was very beautiful and adorable. She laughed and said, 'Hello, who are you? Do I know you?'
And I replied, 'No, it's our first time'
But she said, ' But.. I like you! Carry me..'
[Itulah Renxa, saya melihat gadis itu dan dia sangat cantik dan menggemaskan. Dia tertawa dan berkata, 'Halo, siapa kamu? Apakah aku mengenalmu?'
Tetapi dia berkata, 'Tapi.. aku menyukaimu! Gendong aku'] "
" Semua orang tertawa dan saya tidak tau harus bereaksi bagaimana. Dia terus saja meminta gendong dan merengek. Mama melarang saya menggendongnya, karena memang waktu itu usia saya masih 9-10 tahun, mama takut dia akan jatuh. "
" Dia anak yang ceria sedangkan saya tidak terlalu banyak bicara, kami mungkin memiliki kepribadian yang bertolak belakang." (tersenyum) Joe menyandarkan kepadanya
" Bukankah itu hal yang baik, kalian bisa saling melengkapi.. " Jawab Louis
Mereka sudah sampai di rumah pria itu, seseorang membuka lebar gerbang utama kediaman Arvadhafiose. Louis membawa mobilnya masuk dan berhenti, ia masih membiarkan tuan muda-nya bercerita kepadanya.
Joe mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah sampai. Ia terlalu senang dengan mengingat masa-masa kecilnya bersama dengan gadis itu. Sudah lama ingatan itu tidak memasukinya, perlahan semua gambaran itu kembali begitu jelas dan tertanam didalam fikirannya. 7 tahun yang lalu, ia sudah mengubur dalam semua kehadiran gadis itu dari fikirannya dan tidak pernah mengingatnya lagi. Tetapi, hari ini.. semuanya telah kembali pada tempatnya dan Joe tidak akan melupakannya lagi.
" Haha.. yeah. Mungkin karena itulah, dulu saya membutuhkannya untuk memutar situasi. Saya sangat senang sekarang, sejak saat itu saya sudah menganggapnya seperti adik ke-dua saya.." (tersenyum)
" Anda sangat menyayanginya bukan? Nona Renxa pasti menyayangi anda. " Louis melihat Joe dari kaca spion
" Tentu saja.. " (tersenyum) Joe mengatakannya dengan santai, ia tidak menatap asistennya. Joe tersenyum dan memejamkan matanya
" Kalau begitu.. apakah anda yakin, kalau itu hanya sekedar rasa sayang? Tidakkah rasa itu bertambah dan menggubahnya menjadi rasa cinta? " Louis berbalik dan menatap majikan sekaligus temannya itu
Mereka terkadang tidak pernah sungkan satu sama lain. Karena Louis lebih tua dari Joe, terkadang ia selalu memberikan masukan dan nasihat padanya. Ada kalanya ia menjadi kaki tangan Joe dan ada kalanya juga saat ia menjadi teman bicara Joe.
" ... " Joe sebenarnya terkejut mendengar kalimat Louis. Tetapi ia tidak membiarkan matanya terbuka dan menatap pria itu
" Maafkan saya, tetapi saya tidak pernah melihat anda memperlakukan wanita lain seperti nona Renxa.. "
" Saya terkejut saat pertama kali menerima perintah anda untuk membawakan baju wanita ke ruangan anda. Saya kira anda tidak pernah membiarkan wanita lain masuk keruangan pribadi anda. Maaf, tetapi termasuk nona Neisya. "
" ... " Joe membuka matanya dan menatap Louis
Gue.. kenapa gue baru menyadarinya?
Tetapi, hanya Renxa yang memiliki hak khusus itu..
Tapi.. kenapa Joe?
Ia baru menyadari semuanya, semua perhatiannya pada gadis itu. Tanpa sadar ia melakukannya..
" Nona Renxa terlihat sangat mencintai anda. Apa anda tidak mencintai beliau? "
" ... " Joe terdiam sejenak, sebelum ia menjawab pertanyaan pria itu
" Louis, tidak ada cinta diantara kami. Saya tidak mencintainya!
Dia hanya seorang adik bagi saya dan.. saya tidak ingin membicarakan hal ini lagi. " Joe membuka pintu dan keluar dari mobil. Louis hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Joe
Gue tidak mungkin mencintai Renxa!
Sangat tidak mungkin..
Gue hanya mencintai satu wanita saja, yaitu Neisya!!
...□■□■...