MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 73



Joe dengan cepat bangkit dari ranjangnya, ia segera mendapatkan gadis itu. Joe menarik Renxa dan membaringkannya di kasur. Renxa tidak sempat untuk menghindar, karena Joe bergerak dengan cepat. Joe menindih tubuh gadis itu, pria itu membuat Renxa tidak bisa berbuat apa-apa.


Renxa, Renxa.. loe dalam masalah!


God.. please help me..


Huaa....


Renxa tidak bisa melakukan apapun, ia berusaha mendorong pria itu menjauhinya, tetapi ia tidak cukup kuat untuk melakukannya. Ia benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia hanya bisa memejamkan matanya dan memohon pada pria itu.


" Nona Nocthadhanaksa, apa loe saat ini mencoba menawarkan diri pada pria brengsek ini.. " (tersenyum)


" Aa.. tidak-tidak, Mr. Arvadhafiose! Lepasin gue.. ini tidak benar.." (berteriak)


" Gue takut dengan bokap loe? Cittch.. tidak, jika gue mengatakan sebenarnya.. bahkan mereka akan langsung menjodohkan kita. Loe tidak akan bisa berbuat apa-apa.. " Joe tersenyum disudut bibirnya menatap gadis itu


" Apa loe sudah gila? Jadi ini yang loe lakukan dengan semua wanita-wanita itu? " Renxa menatap pria itu dengan kesal, ia mendorong tubuh pria itu menjauhinya


" ..." Joe terdiam sejenak sebelum mengeluarkan kalimatnya


" Tidak! Loe adalah yang pertama. Gue tidak pernah mendekati mereka, mereka yang memulai terlebih dahulu.. " Jelas Joe dengan serius


" ... "


Apa yang ka Joe maksud? Kenapa seperti ini..


Apa gue salah?


" ..." Detik kemudian tidak ada dari mereka yang berbicara. Mata mereka akhirnya bertemu lebih dalam


" Renxa.. katakan satu hal. Apa.. apa gue telah menyia-nyiakan malam kita? Atau.. seharusnya gue melakukannya dengan benar, kali ini? " Joe terlihat tidak ragu mengatakannya


" ..."


" Loe tau apa yang sedang gue fikirkan, gue sangat.. sangat menginginkan loe. Gue berusaha menahannya, karena.. gue tidak ingin menyakiti loe.. "


" ..."


" ..."


" Ka Joe, tolong pakai baju loe. Jika loe mengenal gue, loe.. pasti tau apa jawaban gue. Gue tidak bisa melakukannya... " Renxa memalingkan wajahnya dari pria itu. Kedua tangannya yang menjadi pembatas dada bidang pria itu dengan tubuhnya, kini perlahan mulai terasa longgar


" ..."


Ka Joe.. gue, kita tidak bisa melakukannya. Kita pasti mendapat dosa besar jika melakukannya..


Dengan melakukannya, hanya akan membuat gue sulit terlepas dari loe. Loe tidak menyadarinya.. hati loe terlalu dingin kepada gue!


Joe melepaskan gadis itu, entah apa yang pria itu pikirkan. Pria itu bangkit dan duduk dipinggir ranjang, dia membelakangi gadis itu. Renxa segera duduk ditempatnya, ia memeluk erat kedua kakinya dan menatap punggung pria itu, mereka tidak saling berbicara lagi.


(Ding..dong..)


Tepat disaat itu suara bell kamar pria itu berbunyi. Mereka berdua sama-sama menoleh, Joe segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Ia membuka dan berbalik meninggalkan orang itu masuk kembali. Diluar pintu terlihat seorang pria muda tampan yang sangat sopan dan rapi dalam balutan kemeja biru dengan jas hitam. Ditangan pria itu terlihat membawa beberapa bingkisan dari sebuah merk baju ternama dan sebungkus plastik kecil yang bertuliskan Afferther Healthcare Hospital


Dia? Bukankah dia orang yang sama kemarin lusa waktu gue makan bareng G-ra, ka Joe dan ka Christ. Kenapa dia bisa ada disini..


Renxa terlihat binggung, ia tidak tau sama sekali, tentang siapa pria itu sebenarnya. Kenapa dia selalu ada bersama dengan Joe.


" Good morning, Ms. Nocthadhanaksa." (tersenyum) Pria itu dengan sopan menundukkan kepalanya dan menyapa gadis itu


" ..." (mengangguk) Renxa hanya tersenyum menanggapinya


" Louis, bagaimana? " Joe duduk ditempat tidurnya dan menengok kearah pria itu


Apa dia tidak malu? Dia tetap tidak memakai kausnya, bahkan saat ada orang yang rapi datang menghampirinya.


Aarrk.. gue yang malu, karena terjebak ditempat yang sama dengan pria brengsek itu.


Huuaa... gue harap pria itu tidak berfikir aneh-aneh saat melihat gue dikamar ka Joe. Huuaa..


" Tuan Christ semalam memberi tahu saya, dan ini yang beliau titipkan untuk nona Renxa. " Louis mendekati Joe dan menyerahkan bingkisan plastik


" ..." Joe menerimanya dan membukanya


" Untuk gue? Memangnya ada apa dengan gue, itu apa? " (menunjuk)


" Obat. " Jawab Joe dengan singkat tanpa menatap gadis itu


Obat? Obat apa? Gue sudah punya cukup banyak obat dirumah..


Pikir gadis itu.


" Oh ya tuan muda. Saya sudah membawakan baju ganti.." (mengangkat) Pria itu berjalan menuju sofa didekat meja dan meletakkannya disana


" Dan.. saya hanya mengingatkan jadwal meeting anda, hari ini. Anda harus menggantikan tuan besar bertemu dengan direksi dari inggris. "


" Huh.. yeah, gue tau. Kamu bisa pergi, terimakasih.. " Joe menghela nafas dan membiarkan pria itu pergi meninggalkan mereka


" Baiklah.. " Pria itu dengan sopan memberi Joe salam dan berjalan menuju pintu keluar


Eh.. dia pergi? Gue harus ikut, kalau tidak sekarang.. gue tidak akan bisa lagi.


Renxa terkejut saat pria itu hendak pergi dari ruangan. Sebelum pria itu membuka pintu, Renxa segera turun dari ranjang dan berlari mendapati pria itu.


" Eh.. tuan Louis.. " Renxa menghentikan langkah pria itu


Louis berbalik dan mendapati gadis itu, Joe mendongak kearah mereka berdua.


" Ada apa nona? " (berbalik)


" Apa anda akan pergi? " Renxa berbisik pada pria itu agar Joe tidak dapat mendengarkannya


" Iya.. " Jawab pria itu dengan sopan. Ia menundukkan tubuhnya agar gadis itu dapat berbisik kepadanya


" Kalau begitu saya ikut, ya? Saya tidak mau bersama dengan pria itu.. dia selalu menyulitkan saya, please.." (berbisik) Renxa memohon pada pria itu untuk membawanya pergi


" Ah.. haha.. tuan Joe.." (tertawa) Louis tertawa canggung mendengar permintaan gadis itu. Dia menegakkan tubuhnya kembali serta menatap kearah Joe sebentar


" Kenapa? Ada apa, apa saya boleh pergi? " Tanya gadis itu sekali lagi


" Ahaha.. " (tertawa canggung) Louis perlahan mundur satu dua langkah dari gadis itu


" Ken- " Renxa menghentikan perkataannya, ia merasa ada seseorang dibelakangnya


" Sayang.. apa aku menyulitkan kamu? Bukankah kita bersenang-senang kemarin malam? " Joe perlahan memeluk gadis itu dari belakang. Pria itu meletakkan hidungnya pada bahu kanan gadis itu


" Baiklah, kalau begitu saya permisi. Maaf telah mengganggu waktu anda berdua.. " Louis perlahan mundur dan mulai membuka pintu ruangan itu


" Kemarin malam? Eh.. tuan louis, ini bukan seperti yang anda pikirkan..." (berteriak) Renxa mengatakannya, tetapi Louis sudah menutup pintu rapat-rapat


" Aa.. tolong kembali.. " (berteriak)


(Deg..deg..)