
B/n Jorgo
Apa yang baru saja gue lakukan? Gue.. benar-benar kehilangan akal. Jorgo.. loe bertindak bodoh!
Ia sangat panik saat mengetahui luka tangan gadis itu kembali terbuka, ia segera melepaskan tangannya dari tubuh gadis itu. Langsung menempatkan gadis itu kembali ke posisi duduknya dengan benar, ia mengendongnya kembali ke kursinya.
Lukanya.. kembali terbuka!
" Hey.. hey, tenanglah. Aku ada disini untuk mengurusnya.. " Memegang tangan gadis itu untuk membuatnya merasa lebih tenang
Jorgo sangat tergesa-gesa, dan ia membalikkan dirinya menuju bangku kursi belakang. Ia segera meraih sesuatu, seperti tas kecil bertuliskan RS. Laskar Pelita.
" Aku sudah diberitahu Isyana. Dan dia menitipkan semua barang ini. " Ia menbuka dan mengeluarkan semua isi dalam tas kecil tersebut
" Biarkan aku melihat tanganmu. " Ia menarik kembali pergelangan tangan kiri gadis itu. Ia melirik kearah gadis itu, ia sedikit berkeringat karena menangis. Ia akhirnya membuka kembali pendidingin mobilnya yang tadi sempat ia matikan.
" Aku akan menggantinya dengan yang baru dan membersihkannya.. " Ia menatap gadis itu dan membuka perlahan ikatan perban dan kasanya
" ..." Gadis itu hanya mengangguk dan menangis
" Ah.. ini sangat sak-kit.. " Ia langsung menarik kembali tangannya
" Tenang saja. Hanya sebentar, aku akan cepat mengatasinya.." Ia terkejut saat gadis itu menarik kembali tangannya dan akhirnya gadis itu memberikan kembali tangannya untuk ia atasi
" ..." Jorgo menatap gadis itu sebentar dan mulai membersihkan lukanya
Isyana.. sialan! Dia benar bahwa lukanya akan terbuka gara-gara gue..
...°¢¢¢¢¢°...
3 jam yang lalu...
(Dr. Isyana Wychana's room)
" ...tidak bisa..."
" ...harus datang..."
Sudah hampir dari 30 menit mereka berbicara satu sama lain. Dr. Isyana mau pun Jorgo terlihat sangat akrap, Jorgo kerap kali melontarkan candaan. Selain itu, mereka juga terlibat dalam percakapan yang serius. Tetapi, Dr. Isyana mengisyaratkan sesuatu kepada Jorgo mengenai gadis itu.
" Dia adalah gadis yang cantik, baik, dan cerdas.. " Dr. Isyana meletakkan telapak tangan kirinya dipipi untuk dijadikannya sandaran sambil tersenyum melihat Jorgo
" Huh? Apa yang baru saja kamu katakan? " Ia mengerutkan dahinya
" Kamu tau siapa yang sedang kita bicarakan.."
" Kearah mana sebenarnya pembicaraan kita Isyana? "
" Huh.. " Isyana menghembuskan nafasnya dan memutar kedua bola matanya
" Nona Renxa.. walaupun dia tidak bisa mengenali aku dengan baik. Tetapi, aku bisa mengenalnya dari dulu dengan baik. Beberapa kali saat study di Mexico, ia diperintahkan untuk belajar bekerja tim denganku.. I think.. waktu itu dia masih benar-benar muda.. " Tambah Isyana dengan senyum lebar dibibirnya
" Karena waktu itu aku masih seniornya, dia belajar banyak dariku. Tetapi bukan tentang dunia medis, hal lainnya. Aku bisa melihat, dia memiliki kecerdasan otak yang luar biasa dan yang paling penting.. dia memiliki kepribadian yang sangat baik. Aku bahkan tidak menyangka, putri seorang elite Afton Nocthadhanakasa akan memiliki kelakuan yang ramah. " Jorgo menyilangkan tangannya dan mendengarkan Isyana berbicara dengan malas
" Terus.. memangnya aku peduli dengan dia dan semua cerita kamu? " Jorgo menjawab Isyana dengan sangat santai
" Hhm.. bukankah, kamu terlalu baik dan perhatian kepada gadis itu? Tidak seperti dirimu saja.. " Dr. Isyana langsung pada poinnya dan ia tertawa dengan bahagia
" Ah.. tidak, tidak. Aku memang baik kepada semua gadis.. " Ia memejamkan matanya dan mengangguk
" Mr. Chatzi.. apakah kamu lupa dengan semua yang kamu lakukan kepada wanita-wanita yang pernah menghabiskan malamnya denganmu.." Pernyataan yang dilontarkannya membuat Jorgo sangat terkejut
" Ada apa.. Mr. Chatzi? Kenapa anda begitu terkejut.. " Isyana menyodorkan sebotol air kepada Jorgo dengan tawa dibibirnya
" Ah.. aku tidak tau, tiba-tiba aku tersedak mendengar apa yang kamu katakan.. " Ia meneguk airnya
" Hhm.. oh ya? " Jawab tidak yakin dari Isyana
Hhm.. benar juga. Apa gue terlalu baik sama gadis itu ya..
Ia memikirkannya selama beberapa detik. Akhirnya ia ingin melupakannya dan Isyana pun membangunkannya dari lamunan
" Jorgo, ini hampis sudah 30 menit. Bukankah kamu kemari bersama Nona Renxa? Mungkin dia telah menunggumu.. dia masih sakit, dia membutuhkan istirahat yang lebih. " Dr. Isyana melihat jam ditangannya dengan cemas
" Tidak mungkin, dia pasti sudah pergi dari tadi. Dia tidak akan mungkin mau menunggu aku.. karena dia adalah gadis yang sombong dan tidak sabaran. " Jawabnya dengan santai
" Hhm.. mau bertaruh? " Tanya Isyana dengan tantangan
" Aku tidak tertarik. Apa-apaan sih maumu? Sudah, aku akan pergi.. " Ia bangkit dari tempat duduknya
" Baiklah.. apa yang kukatakan sebelumnya, dia memiliki kepribadian yang baik. Aku yakin dia akan menunggumu.. tenang saja.. " Isyana merapihkan kembali mejanya
" Kak.. kenapa sekarang kamu jadi membelanya? " Ia berbalik saat mendengar Isyana mengatakannya
" Kakak, tidak membelanya. Aku hanya mengatakannya.. " Ia tertawa dan merapihkan mejanya kembali
Dr. Isyana Wychana Oetama, merupakan putri dari Martin Wychana Oetama. Seorang dokter senior berbakat didunia, Matin juga merupakan kakak kandung laki-laki dari Irish Wychana Oetama yang sekarang berubah menjadi Irish Constantinos Chatzi setelah menikah dengan Demian Constantinos Chatzi. Yang artinya, ayah dan ibu dari Jorgo Constantinos Chatzi. Isyana adalah keponakan dari ibunya yang sekaligus menjadi kakak perempuannya. Mereka sangat akrap dari kecil, karena Isyana terbiasa dengan menyelesaikan masalah Jorgo dari mereka masih muda waktu di German.
" Ah.. ya sudahlah. Lebih baik aku pulang.. " Ia berbalik dan perlahan berjalan menuju pintu keluar
Tidak mungkin dia masih menunggu gue diluar..
Cittch.. semua cewek itu tidak sabar.
" Hhm.. baiklah, terserah kamu.. " Ia tetap saja tidak berhenti tersenyum melihat adik laki-lakinya
" Oh ya.. lukanya. " Perkataan Isyana membuat pria itu berhenti dan berbalik dengan cemas
" Ada apa lagi? " Ia berbalik kearah Isyana
" Soal lukanya, aku tidak begitu yakin dengan itu. Sewaktu-waktu bisa saja terbuka kembali sebelum kering. Dan.. karena aku tidak yakin dengan kelakuan bodoh adikku ini, maka bawalah ini.. " Ia melemparkan sebuah tas kecil, tas berisikan semua keperluan yang akan dibutuhkan mendadak. Seperti kasa, perban, antibiotik dan lain-lain
" Kenapa? " Ia berhasil menangkap dengan baik dari jauh
" Karena.. kalau luka itu terbuka, pasti itu karena kamu. Kelakuan bodohmu akan menguasaimu, kamu tidak akan menyadarinya.. " Isyana tertawa tanpa menatap pria itu
" ..." Ia berbalik dan berjalan meninggalkan kakaknya
" Hati-hati dijalan.. " Samar-samar Isyana mengucapkannya
(Click..click..)
Ia mulai membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang telah menunggunya dari tadi. Ia memandang sejenak dan berusaha tidak memperdulikannya lagi.
Sialan.. dia bener-bener..
" Udah selesai? Huaah.. aku sangat lelah. " Tanya gadis itu dengan malas
" Ak- gue, gue pikir loe udah pergi dari tadi.." (menutup pintu dibelakangnya)
...°¢¢¢¢¢°...