MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 37



Keesokan harinya..


[Kediaman Nocthadhanaksa, Indonesia]


(Renxa's room)


(7.36 AM)


Pagi yang sangat dingin dan lembab di Kediaman Nocthadhanakasa, sepanjang malam awan terus saja menuangkan airnya. Hingga pagi hari, masih ada sisa-sisa air dari tadi malam. Matahari masih belum sepenuhnya menyinari pagi hari, tertutup awan-awan dilangit.


Meja belajar gadis itu penuh dengan kertas-kertas dokumen, laptop yang masih menyala dan lain-lain. Semalaman ia terjaga dan memperlajari prosedur file dokumen kerja sama perusahaan keluarganya dengan client. Ia tidur terlambat kemarin malam karena itu dan ia baru bisa tidur setelah lewat tengah malam.


(Kring..kring..kring..)


Dering handphone yang telah membangunkan tidur gadis itu.


Ia berusaha untuk tidak menghiraukan dering telfon tersebut. Tetapi, sudah beberapa kali orang tersebut terus menelfonnya, ia menyerah dan mengangkatnya.


Tidak beranjak dari kasurnya, ia mencari dimana handphone-nya berada. Handphonenya berada pada side table dikasurnya, ia meraihnya dengan malas dan melihat siapa yang mengganggu tidurnya.


Papa!


Ia segera membuka matanya dan mengangkat telepon dari ayahnya dengan cepat.


" ...iya, kemarin disini..."


" ...baik-baik saja..."


" ...tidak perlu, aku..."


" ...sudah minum obat..."


" ...kalian tidak perlu khawatir..."


" ...dari berita? Memang..."


" ...iya, bye.."


Ia menutup telepon-nya dan melemparkan handphonenya kekasurnya.


" Huh.. " Renxa menghembuskan nafas dan menarik selimutnya kembali


Ia memiringkan tubuhnya dan kembali memejamkan matanya. Tidak lama kemudian, seseorang mengganggunya kembali. Seorang pelayan mengetuk pelan pintu kamarnya dengan sopan.


(Tok..tok..tok..)


Sialan! Gue masih mau tidur.. kenapa ada aja yang mengganggu gue sih..


" Nona muda.. maaf saya mengganggu tidur anda. Nona Renxa mau sarapannya mau disajikan sekarang atau nanti? " Suara seorang pelayan wanita dibalik pintu kamar Renxa dengan sopan


" Ohh.. nanti saja, 2 jam lagi. Aku masih mau tidur.. kamu pergilah sekarang, jangan mengganggu tidurku. " Teriaknya dengan malas dan mata yang masih terpejam


" Baiklah, nona. Saya permisi.. " Jawabnya dengan sopan dan meninggalkan bilik tersebut


" Hhmm.. " Sebentar saja ia menutup mata sudah membuatnya tertidur kembali


...°¢¢¢¢¢°...


1 jam kemudian..


" Huaah.." Gadis itu bangun dan meregangkan seluruh tulang dan sendi-sendinya


Waktu sudah menunjukkan pukul 8.45 pagi, ia segera bangkit dari tempat tidurnya. Kamarnya terasa begitu gelap, karena korden-korden dikamarnya masih tertutup seperti semula. Ia perlahan berjalan menuju jendela dan menarik semua korden yang menghalangi sinar alami matahari memasuki kamarnya. Disaat pagi hari ia selalu tidak terbiasa dengan sinar matahari yang langsung ke matanya. Ia menghalau matanya dengan tangannya sesaat setelah semua korden telah terbuka. Ruangan yang semula gelap sekarang sudah terasa terang dan hangat karena cahaya matahari.


Billan menanyakan perihal keadaannya, dan apa yang sedang terjadi kepada adiknya. Renxa hanya membacanya, ia telah berniat untuk menghubungi kakaknya. Tetapi, setelah ia mandi dan merapihkan diri. Jika tidak ada yang mendadak, ia tidak ingin mempersulitnya. Ia tahu bahwa ayah, ibu dan kakaknya adalah orang paling sibuk yang ia miliki. Tidak banyak waktu yang mereka habiskan dengan liburan keluarga, liburan keluarga hanyalah terjadi jika ada pekerjaan yang sangat penting dilakukan disuatu tempat dan saat itulah yang keluarga ini sebut sebagai liburan keluarga. Sesungguhnya tidak ada yang namanya liburan keluarga.. dikeluarga kami..


Ia meletakkan kembali handphone-nya dimeja. Ia berdiam diri sejenak, sebesit terlintas semua dokumen-dokumen yang ada dimejanya serta apa yang harus ia lakukan. Renxa menghampiri lembaran-lembaran kertas dimejanya dan menghabiskan waktu dengan beberapa kali ia membaca serta membolak-balikkan lembaran itu.


Saat ia selesai dengan itu, ia melihat kearah jam dikamarnya. Waktu sangatlah berharga, masih banyak yang harus ia lakukan hari ini. Ia mengambil handuk bersih dilemari pakaiannya dan membawanya masuk ke kamar mandi. Ia berfikir untuk merendam dirinya sebentar kedalam air bunga yang biasa ia lakukan sewaktu di Swiss. Aroma segar dan harum bunga-bunga bisa membuatnya tenang dan tidak frustasi lagi. Ia memejamkan matanya dan tanpa ia sadari, wajah pria itu memenuhi kepalanya. Wajah seorang pria yang sangat ia kagumi dengan setulus hati.


Damn.. kenapa dia? Merusak suasana saja..


Pikir gadis itu, dia sedikit meninju air dalam bathtub-nya dengan kesal.


Hampir ia melupakannya, kalau tangan kirinya sedang terluka. Ia menempatkan tangan kirinya diluar bathtup agar tidak terkena cipratan air.


Gadis itu cukup lama menghabiskan waktunya untuk mandi. Segera setelah ia puas, ia menyelesaikan mandinya dan keluar kamar mandi. Ia mengusap lembut rambutnya dan berjalan menuju meja kacanya.


(Kring..kring..kring)


Ia menengok handphone-nya, sekali lagi ada seseorang yang meneleponnya. Ia mengambil dan melihat siapa kali ini yang menelepon-nya.


Unknown number? Perasaan gue tidak pernah memberikan nomer pribadi gue sama orang asing. Nomer-nya juga dari Indonesia, apalagi sejak gue dateng belum ada yang gue kasih nomor pribadi.


Ia memutuskan untuk mencari tau nomor siapa itu dengan mengangkat telepon-nya.


" Hhmm.. halo." Dengan ragu ia menjawabnya


" ..."


" Halo.. ini siapa? "


" ..." Orang tersebut seketika memutuskan panggilannya


Tidak lebih dari 5 detik orang tersebut menelepon gadis itu dan ia langsung mematikannya. Renxa sangat binggung dan kesal ketika tiba-tiba panggilan itu diputuskan.


Dasar.. pasti orang iseng!


(Kring..kring..kring..)


Gadis itu terkejut, belum lama ia meletakkan handphone-nya dan dering panggilan berbunyi lagi. Kali ini dia tidak mengangkatnya. Sampai 5 menit kemudian, orang tersebut terus saja menelepon-nya 5 kali berturut-turut. Ia menyerah dan mengangkatnya..


Orang ini benar-benar gila. Dia terus saja menelepon nomor gue.



" Ha- " Belum sempat ia menjawabnya, tetapi orang dalam panggilan tersebut menyelanya


" Kenapa loe tidak mengangkat telfon gue? Berkali-kali gue telfon.. " Terdengar suara seorang pria yang sangat marah


" Huh.. " Gadis itu terkejut dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan pria itu


" ..."


" Maaf ini siapa? "


" Joe! "


" ... " Ia terkejut hingga mulutnya terbuka dan kedua matanya melebar. Ia menjauhkan dan memandang handphone-nya sejenak, karena ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar


" Loe dengar gue.. " Pria itu benar-benar kesal dengan gadis itu


" ..." Renxa secara spontan memutuskan panggilan telepon-nya dengan pria itu