
Joe tersenyum ramah kepada semua orang yang melihatnya. Gadis itu masih jatuh dalam pelukannya, ia tidak akan melepaskan gadis itu begitu saja. Ia berjalan menjauhi keramaian dan menuju tempat dimana mobilnya terparkir. Saat mereka sudah sampai tempat yang aman, Joe melepaskan tangannya sehingga gadis itu bisa lepas darinya.
" ..." (perlahan melepaskan tangannya)
" Ah.. apa-apaan sih. Ah.. rasanya gue baru bisa bernafas.. " Omel gadis itu yang mundur menjauh dari Joe dan membenarkan topi serta rambutnya yang sebelumnya diacak-acak Joe
" ..." Joe melihat gadis itu dengan datar dan ia memalingkan wajahnya dari gadis itu
Huh.. sialan dia baru saja membawa gue dalam masalah. Beruntung gue bisa mengatasinya..
Hhm.. sepertinya lain kali gue harus berhati-hati dalam bertindak dengan.. gadis ini..
Pikir Joe yang kini menatap Renxa dengan kesal. Gadis itu melihatnya menatap dengan kesal, wajah gadis itu terlihat cemberut dan dengan cepat memalingkan wajahnya dari hadapan Joe.
" Kenapa? Seharusnya gue yang harus marah sama loe.. " Dengan santai Joe menyilangkan tangannya dan bersandar pada mobil dibelakang tubuhnya
" Apa? Gue yang seharusnya marah, kenapa loe memperlakukan gue seakan.. gue masih anak-anak. " Renxa dengan kesal sedikit berteriak kepada Joe
" Cittch.. " Joe tertawa dan memalingkan wajahnya
" Karena.. loe memang masih anak-anak, apa loe tidak sadar itu. Pengalaman loe tidak bisa dibandingkan dengan gue.. " Tambah Joe dengan senyum disudut bibirnya
" Huh.. cittch! Ya, baiklah.. Mr. Perfect. Kalau begitu, Ms. Imperfect ini tidak bisa terus berdampingan dengan Mr. Perfect! Saya PER-MI-SI... " Jawab gadis itu dengan kesal, ia segera berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Joe
" ..." Joe memajukan tubuhnya dan dengan cepat menangkap lengan gadis itu
" Arrkk.. apa lagi, ka Joe.. " Renxa dengan malas membalik tubuhnya kearah Joe. Matanya langsung terbuka lebar, ia sangat terkejut..
" ..." Joe perlahan menundukkan tubuhnya lebih dekat pada tubuh gadis itu
Gue tidak bisa menahannya. Renxa.. gue.. sangat merindukan loe. Please, kali ini..
" Tidak.. loe adalah seorang gadis yang paling.." (berbicara kalem) Mata Joe mencari tau bibir gadis itu
Ia tidak bisa menyangkal dirinya sendiri, bahwa ia sangat menginginkan gadis itu sejak awal. Berulang kali ia dapat mengendalikannya, tetapi berulang kali ia juga gagal mengendalikannya.
Kedua tangan Joe beralih ke leher dan kepala gadis itu, memastikan dia tidak akan kemana-mana. Joe menundukkan wajahnya mendekati bibir Renxa, tidak seperti biasanya gadis itu selalu menolaknya, tetapi kali ini dia sama sekali tidak memberontak saat Joe akan menciumnya.
" ... " (menatap mata Joe)
" Gue.. " Bisik Joe perlahan memandang bibir gadis itu dan akan mendekatinya
Tiba-tiba..
" Uhuk.. uhuk.. uhuk.. " (pura-pura batuk)
Sesaat sebelum Joe benar-benar akan mengecup bibir gadis itu. Renxa tiba-tiba saja batuk didepannya, bahkan bibir mereka hanya akan tinggal menyentuh.
" ..." Joe dengan kesal melepaskan tangannya dari gadis itu dan menatapnya dengan marah
" Uhuk.. uhuk.. maaf, batuk.. uhuk.. " Renxa mundur perlahan dan sesekali melirik Joe dengan batuk yang masih ia pertahankan
Renxa terus saja berpura-pura batuk dihadapan Joe. Ia bahkan tidak berhenti, untuk membuatnya nyata sebagai sebuah kebetulan saja.
" Uhuk.. uhuk.. " Renxa menunduk dan melirik Joe yang menatapnya dengan kesal
Huh.. gadis sialan ini. Merusak segalanya, dia pikir gue tidak tau bahwa dia hanya berpura-pura batuk disaat gue akan menciumnya.
Ah.. sialan!
Pikir pria itu dengan kesal. Ia membuang tatapannya dari gadis itu dan menyandarkan kembali tubuhnya pada mobil yang terparkir dibelakangnya.
" Uhuk.. uhuk.. huh.. " Renxa melirik Joe yang tidak menatapnya lagi, mengembuskan nafas leganya dan mengelus dada.
" Selamat.. selamat! " Gumam kecil gadis itu dengan lega
" ..." Joe kembali menatap gadis itu dari jauh
Apa gue bilang, dia terus menghindari gue..
" Ah? Huh? Uh? Hhm.. " Renxa dengan cepat menghindari tatapan Joe, ia sangat canggung dan mengedipkan bulu matanya berulang kali
" Hhm.. sebenarnya, apa yang loe lakukan kepada gue? Bukan berarti disini tidak ada orang, loe mempunyai hak mencium gue semau loe! Kita bahkan tidak memiliki hubungan apa pun.. " Gadis itu berteriak dengan kesal
" ... " Joe tersenyum disudut bibirnya menanggapi gadis itu
" Loe lupa? Kita ini sepasang kekasih.. loe milik gue! Semua orang tau itu.. " Tambahnya dengan senyum lebar dibibirnya
" Apa? Sejak kapan hal itu bisa terjadi. Tadi hanya loe yang memberi pernyataan itu kepada semua orang. Loe hanya berusaha melarikan diri dari semua orang yang akan membantu gue.. "
" Hahaha.. " Joe tidak bisa berhenti tertawa mendengar gadis itu berbicara
" Ih.. terserah, gue mengantuk mau pergi. " Berbalik dan berjalan meninggalkan pria itu
" ... " Joe perlahan berjalan menghampiri gadis itu dari belakang dan menarik baju gadis itu kembali menuju mobilnya
" Aahh.. kenapa lagi? Ihh.. " (Menapis tangan Joe)
" Pulang sama gue! Kali ini loe berteriak sekeras apa pun tidak akan ada orang yang mendengarkan loe. Jadi gue tidak perlu berpura-pura lagi." Jelas Joe dengan tenang
" Ah.. gue bisa pulang sendiri. Tidak perlu mengantar gue.. "
" Terserah.. masuk! " Perintah Joe kepada gadis itu dan membukakan pintu kanan mobilnya
" Tidak mau.. " Renxa menolak masuk mobil Joe dan berusahan mundur tetapi tubuh Joe menghalanginya dari belakang
" Ah.. masuk! " Joe mulai kehabisan kesabaran untuk gadis itu. Ia menggendong paksa gadis itu untuk duduk di bangku mobilnya dan menutup cepat pintu mobil.
" Aarrkkhh.. ka.. " Renxa berteriak dan sebelum sempat, Joe sudah menggendong dan menutup pintu mobil
" ... " Joe tersenyum dan segera berlari masuk mobil mewahnya
Aston Martin One-77 merupakan sebuah supercar spesial asal Inggris. Sesuai tipenya, mobil sport dua pintu ini hanya diproduksi sebanyak 77 unit saja di seluruh dunia. Mobil seharga Rp 16,8 milyar ini semuanya adalah pesanan secara khusus dari beberapa pengolektor sportcar dunia dan oleh orang-orang berpengaruh saja. Mobil Joe ini masih menggunakan sistem kendali setir kiri sama seperti aslinya. Jadi tidak heran, Joe membukakan pintu kanan untuk gadis itu, karena memang bangku penumpang berada disebelah kanan (berkebalikan dengan sistem setir kanan Indonesia).
" Diam! Loe mau apa lagi? " Joe bahkan baru saja masuk dan menutup pintu mobilnya. Ia sangat kesal melihat gadis itu tidak mau diam ditempat ia duduk, berulang kali gadis itu ingin kabur darinya.
" Um.. " Renxa terkejut dan diam seketika mendengar Joe meneriakinya, ia tidak berani menatap pria yang ada disebelah kirinya tersebut
" Loe mau apa? Gue akan mengantarkan loe sampai dirumah, memangnya apa yang loe pikirkan? " Bentak Joe
" Wah.. bener, dia pasti mabuk! Huhu.. ka Joe tidak pernah memerahi gue sebelumnya.. huhuhu. Gue mau keluar.. " Rengek gadis itu, ia berbalik kearah kanan dan mengetuk-ngetuk kaca mobil tersebut dengan panik
" Cittch.. " Joe membuang wajahnya dari gadis itu dan mengembuskan nafasnya, ia menyentuh pangkal dahinya sekejap dan sesekali melirik gadis itu dengan kesal
Hah.. cewek ini, apa dia tidak bisa membedakan orang yang sadar dengan yang tidak? Kenapa dia begitu bodoh..
Joe mengelengkan kepalanya melihat tingkah laku gadis itu. Ia memilih untuk diam sejenak dan membiarkan gadis itu bertingkah semaunya. Joe dengan santai menyandarkan dirinya pada bangku kemudinya dan berdiam diri tidak melakukan apa-apa atau pun mengatakan sepatah kata apapun. Beberapa menit kemudian, suasana menjadi tenang kembali. Gadis itu sudah lelah dengan apa yang ia lakukan, Joe kemudian melirik gadis itu dan tersenyum tipis.
" ..." Joe melirik gadis disebelah kanannya dan tersenyum
" ..." Renxa berdiam diri dan menatap lurus kedepan
" Huh.. udah capek? Nggak mau dilanjutkan lagi? " Ucap Joe dengan mengangkat tangan yang menumpu kepala sisi kirinya tanpa memandang gadis itu
" Tidak! " Jawab singkat Renxa dengan kesal
" Huh.. gue tidak sedang mabuk. Apa loe tidak bisa membedakan seseorang itu sadar atau tidak? "
" Tidak! "
" Kalau begitu.. apa perlu gue ajarkan?" Goda Joe kepada gadis itu dan mendekatinya
" Tidak, tidak, tidak! Jangan berani dekati gue.." Renxa langsung mendorong tubuh Joe menjauhinya
" Gue hanya penasaran, kalian minum cukup banyak.. apa kalian masih sadar atau tidak. " Tambah gadis itu dengan cepat
" Hahaha.. apa loe bergurau? Haha.. " Ia tidak bisa menahan tawanya mendengar gadis itu
" Loe seharusnya tau, kita sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Gue sangat jago dalam minuman beralkohol.. " Jawab Joe dengan santai
...°¢¢¢¢¢°...