MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 41



[Kediaman Nocthadhanaksa, Indonesia]


5.46 PM (sore hari)


(Kring...kring)


" ..."


(Kring...kring)


Suara handphone yang sudah berdering 2 kali. Renxa terlihat sangat lelah, ia baru saja selesai mempelajari dokumen dari kakaknya sesaat setelah ia sarapan. Ia berada cukup lama dimeja belajarnya, hingga membuatnya tertidur. Ia berniat hanya menyandarkan dahinya kemeja belajarnya, tetapi tak disangka ia malah begitu cepat tertidur pulas dalam waktu lama.


(Kring..kring)


" ..." Ia berusaha meraba seluruh mejanya dengan tangan kananya tanpa mengangkat kepalanya beranjak dari situ


Pencahayaan kamar serasa tidak kembali. Lampu-lampu dikamarnya belumlah menyala, sehingga terasa redup karena hari mulai malam. Ruangan hanya mengandalkan pencahayaan dari jendela kamarnya.


(Kring..kring)


......


" Hhm? " Gumam gadis itu tidak jelas, ia benar-benar masih memejamkan matanya


" Halo.. gila loe ya, gue dari tadi telepon nggak di jawab-jawab juga? " Suara seorang gadis yang tidak asing ditelinganya


" Siap-pa ini.. huahh.." Tanya dengan santai gadis itu, ia masih sempat menguap dan akhirnya ia menegakkan tubuhnya kembali, lalu melihat ID nomor di handphonenya


" Apa, siapa? Renxa.. aa, loe tidak menyimpan nomor gue? " Rengek gadis dalam telepon itu


" Ah.. iya, ya. Sorry.. G. Gue tadi ketiduran, nggak denger ada orang telfon. Ada apa? "


" Loe lupa? Bukannya kita ada janji dinner bareng? Kemana aja loe, baru kemarin lusa kita ngomong. "


" Ah.. iya. Gue baru ingat, jam berapa nanti? Loe memang nggak sibuk, nggak ada meeting sama client? "


" Engga, gue baru selesai 1 jam yang lalu. Kita kan baru ketemu, mana bisa gue sibuk. Loe sendiri nggak sibuk, kan? "


" Engga, gue baru saja selesai belajar dokumen dari kakak gue. Btw, nanti jam berapa?" (melihat kearah jam kamarnya)


" Hhm.. waktu makan malam, jam 7 gimana? Kita ngobrol dulu sebelum makan, gue booking tempat. "


" Ya.. dimana? "


" SKYE's.. MH Thamrin.. "


" Hah? SKYE's.. itu nama restoran?" (dengan polosnya bertanya)


" Menurut loe.." (suara datar)


" Haha.. gue cuman tanya. Eh.. itu bukan restoran formal yang mengharuskan pakai gaun dan teman-temannya, kan? Gue tidak mau.. "


" ENGGAK! " (Menekankan)


" Haha.. sorry, gue baru tau soalnya. Maklum.. udah lama nggak di Indonesia. Haha.. " (dengan canggung)


" Loe.. mau gue jemput kalau nggak tau tempatnya? "


" Eh.. hhm. Maksud gue, nanti biar gue suruh orang jemput loe.. haha." G-ra sebelumnya yakin mengatakanya, tetapi dia tiba-tiba diam sejenak dan memperbaiki kalimatnya dengan canggung, seperti ada seseorang didekatnya


" ..." Renxa menyipitkan matanya, ia yakin sepertinya baru saja ada yang berbisik kepada G-ra di telfon, tapi ia tidak bisa mendengarnya dengan jelas


" Ada orang didekat loe, G? Rasanya gue sedikit mendengar ada yg berbisik, tapi nggak jelas." Tambah gadis itu


" Huh? Ah... hhm.. nggak ada, gue sendiri. Haha.. loe pasti mengarang, gue dikamar sendirian. Gimana, gue kirim orang buat jemput ya? "


" Oh.. nggak, nggak. Gue minta pak surya(supir pribadi) nganterin gue aja, makasih. Haha.. "


" Huh.. tidak mau, haha! Oke deh.." Ia terlihat menekankan suaranya diawal dengan canggung dan melanjutkan dengan santai


" Iya.. "


" Yakin? Nggak mau dijemput?" (dengan serius)


" IYA! " (dengan tegas)


" Oh.. haha, dia tidak mau. Haha.. okay, bye.." (terdengar canggung)


" Bye.."


......


G-ra segera menutup panggilannya. Renxa merasa aneh, karena G memaksanya untuk dijemput. Bukanlah sifat gadis itu untuk memaksa, malah dipaksa adalah keinginan gadis itu.


Hhm.. rasanya, gue kaya denger tadi ada suara tapi kecil banget, gue jadi tidak bisa mendengarnya. Hhmm.. terserah deh..


Ia beranjak dari bangkunya dan berjalan untuk meraih tombol lampu kamarnya, karena memang keadaan menjadi lebih gelap dari pada saat ia menjawab telepon G-ra tadi. Lalu, ia menutup semua korden yang terbuka dikamarnya kembali seperti semua. Ia berjalan kembali menuju mejanya dan membereskan semuanya kembali pada tempatnya dan tidak meninggalkan kertas satupun dimeja. Setelah selesai ia kembali melihat kearah jam dan sudah menunjukkan pukul 6 lewat 20 malam.


" Bentar lagi mau setengah tujuh. Cepat.. cepat." Gumamnya berlari kecil menuju kamar mandi


...°¢¢¢¢¢°...


35 menit kemudian..


" Siap.. hehe. " Gadis itu tertawa bahagia melihat dirinya dicermin


Gadis itu sangat santai dengan gaya boyish yang casual. Mengenakan celana jeans hitam serta oversized hoodie hitam bergaris zig zag horizontal/mendatar kuning dan putih hanya ditengah-tengahnya saja. Dilengkapi dengan beanie had hijau lumut dan sepatu boots putih bertali, menambahkan kesan manis dan lucu pada si pemakai.


Renxa berjalan menuju lemari kacanya dan memilih tas slempang hitam kecilnya untuk ia bawa. Lalu, ia segera meraih handphone yang ada diatas meja belajarnya dan melihat waktu ditangannya. Ia menarik sedikit lengan hoodie-nya cukup panjang hingga melewati telapak tangannya untuk melihat jam.


" Aa.. udah jam 7.16, harus buruan jalan. "


Ia baru saja ingat kalau ia belum memakai parfume kesayangannya. Sebelum pergi, ia mengoleskan parfume ke beberapa titik ditubuhnya. Harumnya semerbak wangi, membuat Renxa sangat senang dan bersemangat.


" Haah.. harumnya, rasanya mau meleleh.. haha." Sekarang ia tak heran kenapa banyak yang mengincar parfumenya selama ini, karena memang aromanya sangat wangi


Sayangnya, kenapa cowok-cowok brengsek yang lebih menyukai aroma ini. Ah.. gue telat..


Pikir gadis itu dengan gelisah. Ia segera berlari meninggalkan kamarnya dan turun menemuri asisten ibunya untuk izin keluar.


Ia berlari menuruni tangga dan kebetulan ia melihat bu Wan sedang berdiskusi dengan beberapa pelayan disana. Ia berlari menghampiri bu Wan dengan cepat, terlihat bu Wan terkejut dengan kedatangannya yang sudah begitu rapi


" Nona muda.. mau kemana? Sebentar lagi waktunya makan malam, sudah rapi mau kemana? " Tanya pelayan itu dengan binggung, melihatnya dari atas hingga bawah


" Bu Wan.. kalian makan saja apa semua yang Chef Lydia masak buat aku. Aku mau dinner sama G-ra diluar. Aku pergi dulu, tidak perlu menungguku.. " Ia berjalan cepat meninggalkan semua pelayan yang menundukkan kepalanya kepada dirinya


" Baik, nona Renxa. " Bu Wan menundukkan tubuhnya


Renxa berjalan cepat menuju teras rumah dan mencari Surya, supir pribadinya. Beberapa detik menoleh, ia menemukan Surya sedang berada di post satpam bersama beberapa penjaga lainnya. Tanpa sepengetahuan, ia berjalan menghampiri mereka yang sedang santai menonton televisi didalamnya, karena memang post satpamnya cukup luas bahkan untuk 5 orang sekaligus.


" ...ayo, lambat..."


" ...haha. Baru ini..." Samar-samar semakin jelas suara mereka ditelinga Renxa, ia masuk dan mengejutkannya. Mereka sangat kaget dan sontak bangkit dari tempat duduk mereka dengan sopan


" Baaa... kalian nonton apa sih? Rame banget? Haha.. " Ia berteriak mengejutkan mereka dan berbicara dengan pelan selanjutnya


" ... " Mereka terkejut, dengan ricuh berdiri dari kursi mereka dan bebalik kearah Renxa dan memberinya salam


" Ah.. nona muda. Mengagetkan kita saja.. " Dengan canggung salah satu penjaga mengatakannya


" Haha.. maaf-maaf. Habisnya kalian asik sendiri, sampai nggak tau aku masuk. " Tanpa emosi sedikit pun ia mengatakannya dan tertawa lebar


" Ada apa, non? Repot-repot datang kesini, kalau sebelumnya nona Renxa panggil, kita yang akan mendatangi anda. "


" Non Renxa, sudah rapi dan cantik.. mau pergi?"


" Ah.. tidak papa. Sekalian, aku keluar juga. Iya.. aku mau pergi dinner sama teman, pak surya.. "


" Iya, non.. " (memajukan diri)


" Aku mau diantar ke.. " Ia yakin pada awalnya, tapi ia tiba-tiba lupa dengan nama restoran yang disebutkan G-ra


" Ke.. mana ya. " Tambah gadis itu yang berfikir keras dan membuat semuanya binggung kepadanya


" Ke-ke mana, non? Ke sekolah? Eh.. sabtu kan tidak kesekolah. " Canda pak surya yang mencairkan suasana tegang Renxa


" Haha.. bentar pak, kok tiba-tiba lupa. Ah.. mana namanya aneh lagi, Sky-y.. apa gitu.. "


" SKYE's restaurant? " Dengan cepat surya menangkap apa yang ingin dikatakan gadis itu


" Nah.. itu. " Ia dengan semangat menunjuk jarinya kepada surya


" Yang.. di, di mana? " Tambah gadis itu, kali ini ia menggubah pernyataannya menjadi pertanyaan


" MH Thamrin.. " Jawab cepat surya dengan tawa lebar bersama semua orang disana


" Aha.. betul, betul. Tau aja pak.. haha. " Ia menganggukkan kepala


" Ya.. iyalah, non. Itu restoran terkenal, semua juga tau. Kecuali.. nona Renxa. Haha.. " Canda kecil surya yang membuat semua orang tertawa


" Haha.. iya, aku aja baru tau kalau restoran namanya itu. Makanya aku minta antar pak surya, karena aku nggak tau jalannya. " Dengan jujur ia mengatakannya


" Baiklah.. mari kita berangkat. " Surya mempersilahkan gadis itu mendahuluinya dan semua penjaga menundukkan kepalanya dengan sopan kepada gadis itu