MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 16



[Kediaman Arvadhafiose, Indonesia]


(8.45 AM)


Pagi hari kediaman Arvadhafiose jauh lebih ramai dari kemarin, semua pelayan tengah sibuk dengan pekerjaan mereka sebelum menjelang jam sarapan tiba.


G-ra terlihat tengah sibuk menerima beberapa telepon pagi ini. Sedangkan, Joe dan teman-temannya masih terlelap dikamar mereka, memang semuanya terlihat sangat lelah, kecuali Christ. Christ dan G sama-sama bangun lebih awal pagi itu, dan terlihat mereka sedang mendiskusikan sesuatu sebelum keduanya menerima telepon yang berbeda.


Selang beberapa saat, Zab dan Brian terlihat keluar dari kamarnya dan menghampiri Christ serta G-ra di taman.


" Yo.. baru bangun? " Tanya Christ dari kejauhan


" Iya, tadi siap-siap bentar dikamar. And sekalian ada beberapa kerjaan dari bokap." Jawab Brian yang mengambil tempat disebelah G-ra


" Hhm.. mana yang lain? Belum bangun? Joe, Renxa, and Richo?" (melihat kiri-kanan) Tanya Zab


" Joe sama Richo masih belum bangun. Kalau Renxa.." Ucap Christ yang tidak ia lanjutkan


" Udah balik tadi pagi. " Tambah G-ra melanjutkan kalimat Christ


" Oh.. " Tanggap Brian


" Lah.. kenapa buru-buru pulang? " Tambah Zab


" Hhm.. katanya ada urusan sekolah-nya dan tugas-tugas gitu. " Jawab G dengan handphone ditangan kanannya


" Dia mah anak rajin, nggak kaya loe. " Sindir Christ kepada G-ra sambil meliriknya


" ..." (Menatap Christ)


" Kok loe jadi bawa-bawa gue sih ka? " Tambah G-ra


Mereka semua tertawa mendengar jawaban dari mulut G.


" Kok malah ketawa? " G-ra menyindir mereka dan dia tertawa bersama mereka


" Iya, gue nggak pernah tau loe ngerjain tugas?" Tanya Brian kepada G-ra disela tawa-nya


" Eh.. gue itu tetep ada kelas tau dan kerjain tugas juga. Tapi kelas gue kan 3 kali pertemuan seminggu, lagian waktu gue sekolah loe semua kan nggak ada. Gimana mau tau, ini aja gue lagi liat materi. " Menyodorkan handphone kemereka


" Ya..ya. By the way, Brian loe bangunin Joe sama Richo gih. Udah waktunya, bentar lagi kita pergi. " Jelas Christ


" Okay."


Brian berjalan menjauh dari taman dan menuju lantai dua rumah itu. Sesampainya diujung lantai ia mengambil jalan ke-koridor kiri untuk membangunkan Richo terlebih dahulu. Ternyata Richo sudah bangun dari tadi, tetapi ia sedang menerima beberapa telepon sehingga ia mengambil waktunya dikamar untuk mengobrol. Setelah Brian memberitahukan bahwa Richo harus segera turun ia kembali menuju kamar Joe. Ia sangat yakin bahwa Joe masih tertidur pulas, karena memang sudah menjadi kebiasaan Joe tidur paling akhir dan bangun paling akhir. Dalam perjalanannya ia beberapa kali menelepon nomor Joe tapi tidak ada jawaban satu pun. Ia menelepon hanya untuk memastikan apakah Joe sudah bangun atau belum, sekaligus mempermudahnya membangunkan Joe nantinya.


" Wah.. bener kan perasaan gue. Dia pasti masih tidur." Omel Brian dengan handphone ditangan kirinya


...°¢¢¢¢¢°...


B/n Joe


Waktu sudah menunjukkan 9.15 AM, Joe masih sangat nyaman dengan tidurnya dibalik selimut. Ia benar-benar lelah, karena baru malam ini ia tidur dengan sangat nyenyak. Karena masalahnya kemarin lusa ia tidak bisa tidur, tetapi kemarin malam ia benar-benar tenang. Saat ia berada diambang kesadaran diri, ada suara yang mengganggu tidurnya.


(Dor..dor..dor) suara dari balik pintu


" JOE! Wake up! " Samar-samar suara seorang pria


" Joe! Joe Arvadhafiose! " Teriaknya semakin jelas


Joe segera menanggalkan selimutnya dan duduk di kasurnya sejenak.


" Joe! Wake up.." Teriak Brian sekali lagi dan tetap menggedor pintu kamar Joe


" Brian? " Matanya bahkan masih setengah tertutup


Joe perlahan berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya untuk melihat siapa yang baru saja mengganggu tidurnya.


Joe menekan kunci dan membukakan pintu untuk Brian yang berada diluar kamarnya


" Yo.. good morning." Jawab Brian dengan senyum lebar dibibirnya dan bersiap untuk memeluk sahabatnya


" Ah.. damn you! Brian, loe itu udah kacau-in tidur gue." Joe berjalan kembali menuju ranjangnya


" Ah.. kita kan harus pergi keluar. Gimana sih loe? Lupa atau gimana." Sekarang malah Brian bergabung dengan Joe yang berbaring kembali diranjangnya.


" Hhm.." Jawab Joe dengan samar-samar yang masih menutup kembali matanya


Joe dalam posisi membelakangi Brian yang ikut berbaring bersamanya diranjang, ia mulai menarik dan menyipat selimutnya kembali untuk menutupi tubuhnya.


" Ayo.. cepetan loe siap-siap. " Ucap Brian dari balik punggung Joe


" Hhm.. iya habis ini gue bangun." Joe sama sekali menggerakkan tubuhnya, hanya bibirnya saja yang bergerak


Saat Brian berbaring di ranjang Joe, ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tubuh Joe.


Perfume Joe..


*Pi*kir pria itu


Brian mencium sebuah aroma perfume yang menyebar di ranjang Joe dan pastinya bukan miliknya maupun Joe. Sebuah aroma yang sangat tajam sekaligus soft and kind, ia berfikir bahwa ia tidak asing dengan aroma ini tetapi ia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.


" Joe, did you change your perfume?


[Joe, kamu mengganti parfum-mu]" Brian menengok kearah Joe


" No, I did'n. Why?


[Tidak, kenapa] " Tanya Joe dengan matanya yang masih tertutup


" Oh.. but, I can smell the fragrance of your body and your bed. Aromanya kaya gue pernah tau sebelumnya, tapi gue nggak ingat.


[Tapi, aku mencium aroma wangi dari tubuhmu dan kasurmu] " Jelas Brian


" Ah.. That's the scent of Renxa's bod..


[Oh.. itu aroma tubuh Renxa..]" Joe menghentikan kalimatnya dan tersadar dengan apa yang baru saja ia katakan


" No, I'm just.." Joe segera membalikkan tubuhnya menghadap Brian


" What? Did you sleep with her last night?


[Kamu tidur dengannya semalam]" Dengan terkejut Brian melompat sedikit dari ranjang dan memandang Joe


" No, no.. are you crazy, huh? Mana mungkin gue tidur sama dia. She's just a little girl, man! " Tambah Joe kepada pria disampingnya


" Hurff.. lega gue. Gue fikir loe bener-bener akan nekat. Because I can see you really like.. her! "


" What! Nggak-nggak, nggak mungkin. Gue itu udah anggap dia sebagai adik gue sendiri. Ah.. jangan mengada-ngada deh loe. " Jelas Joe


" Cittch.. I can't believe that. " Brian menjawab Joe dengan nada suara yang rendah dan memalingkan wajahnya


" Em.. Renxa. Udah bangun belum? " Tanya Joe yang membuat Brian sangat terkejut


Katanya.. cuman anggap dia adik. Eh.. ujung-ujungnya dicari juga. Bener-bener ni anak, nggak berubah sama sekali. Joe.. Joe!


Yang ada dalam fikiran Brian saat ini, ia sangat tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Joe kepadanya.


" She came home.


[Pulang]" Dengan santai


" Huh? Kapan? " Joe terkejut dan meloncat duduk dan memandang Brian


" This morning."


Hhm.. apa dia pulang cepat gara-gara gue? Dia beneran takut sama gue? Arrk.. Joe, that's not good for you. Pikir pria itu.


" Um.. Kenapa? "


" Loe banyak tanya ya. Emangnya gue dia, pake loe tanya-tanyain. Dia SEKOLAH, BANYAK TUGAS! Jelas? " Jawab Brian dengan tekanan di akhirnya, ia sangat kesal dibuatnya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh


" Ah.. her school. Okay, I'm going to take a shower now..


[Baiklah, aku akan mandi]" (bangkit dan meninggalkan ranjangnya)