MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 79



Entah apa yang dipikirkan pria itu. Joe tiba-tiba mengenggam tangan gadis itu dengan erat. Renxa sangat gugup, ia tidak bisa mengatakan apapun dan bahkan ia tidak sanggup menatap pria itu.


" ..." Joe sekilas menengok gadis itu dan beralih pada pria disebrangnya


" Mr. Smithson, can we order some food first? Ms. Nocthadhanaksa hasn't eaten anything since morning, I'm afraid will get sick. After lunch, we can start our meeting..


[Tn. Smithson, bisa kita memesan makanan dulu? Nn. Nocthadhanaksa belum makan apa-apa sejak pagi, saya khawatir dia akan sakit. Setelah makan siang, kita bisa memulai rapat kita] "


Renxa mendengar pria itu dan terkejut. Ia mendongak dan menarik tangan kiri pria itu, sehingga pria itu berbalik menatapnya.


" Ka Joe, tidak papa. Gue akan menunggu kalian, sangat tidak sopan membuat beliau menunggu.. " Renxa memelankan suaranya


" Huh? It's okay.. " Jawab Joe dengan singkat. Ia tersenyum dan mengedipkan mata pada gadis itu


" Oh.. of couse. I don't mind that..


[Tentu saja. Saya tidak keberatan] "


Mr. Smithson terdengar tidak masalah dengan permintaan pria itu. Joe tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya, itu caranya berterimakasih. Renxa merasa sangat canggung kepada Mr. Smithson karena dirinya, rapat penting ini jadi tertunda.


Joe melepaskan genggamannya dari gadis itu. Ia memanggil pelayan dan mulai memesan makanan mereka. Dengan sangat mudah Joe dan Mr. Smithson selesai memilih makanan mereka, tetapi Renxa dan Carrissa masih binggung dengan menu yang akan mereka pilih. Beberapa waktu berlalu dan akhirnya mereka sudah selesai memilih menunya.


" Mr. Arvadhafiose, you look very much in love with Ms. Nocthadhanaksa. I'm sure you two love each other.


[Tn. Arvadhafiose, anda terlihat sangat mencintai Nn. Nocthadhanaksa. Saya sangat yakin kalian berdua saling mencintai]" (tersenyum) Mr. Smithson melihat mereka berdua secara bersamaan


" ..." Untuk sekian detik Joe dan Renxa saling melihat satu sama lain


" Haha.. " (tertawa) Renxa memecahkan suasana serius yang diciptakan pria itu(Joe)


" Of couse, I love her.. so much!


[Tentu saja, saya benar-benar.. mencintainya] " Joe tersenyum tipis pada Mr. Smithson


" ..." Mata Renxa membulat mendengar pria itu. Ia sedikit menundukkan kepalanya dan tersenyum dengan terpaksa


Iya.. seandainya itu memang benar-benar terjadi, ka Joe?


" Ms. Nocthadhanaksa, you are very lucky to have Mr. Arvadhafiose. He is very great and smart..


[Nn. Nocthadhanaksa, anda sangat beruntung memiliki Tn. Arvadhafiose. Dia sangat hebat dan pintar] "


" Haha.. " (awkward laugh) Renxa tidak tau lagi harus menjawab apa lagi


" I'm also lucky to have a beautiful and great girl like Ms. Nocthadhanaksa. Right honey?


[Saya juga beruntung memiliki gadis cantik dan hebat seperti Nn. Nocthadhanaksa. Benarkan sayang] " (mencium tangan) Joe menarik dan mencium punggung tangan kanan gadis itu dengan lembut


" Huh? " Renxa segera menarik kembali tangannya dari pria itu. Joe hanya tersenyum disudut bibirnya


" Haha.. of course. " (awkward laugh) Renxa langsung memukul perut pria itu dengan sikunya dan tersenyum ramah kepada Mr. Smithson


" Ouch.. " (mengerutkan dahi) Gumam pria itu ketika Renxa menyikut perutnya. Joe langsung menatap gadis itu


" ..." (tersenyum) Renxa menengok kearah Joe dan mengangkat kedua alisnya bersamaan


Mereka saling berbincang ringan hingga makanan mereka datang. Carrissa dari awal sudah tidak ingin bergabung dalam percakapan mereka. Lagi pula Joe juga tidak memperdulikannya. Renxa merasa canggung, karena wanita itu terlihat kesal kepadanya. Beberapa kali ia mengajak wanita itu mengobrol, tetapi tanggapannya selalu datar dan berakhir pada Joe ditengah perbincangan mereka. Renxa sempat frustasi, karena wanita itu selalu saja memanggil nama Joe. Tetapi ia berusaha menahan dirinya untuk tidak marah. Karena ia sudah muak dengan semua nama Joe An Arvadhafiose!


...°¢¢¢¢¢°...


" Mr. Joe, how long have you been together? I never saw you together with Ms. Nocthadhanaksa?


" Aum.. " Joe kembali menatap gadis disampingnya. Ia terkejut Carrissa akan menanyainya sedetail itu


" 2 years.. " Tambah Joe dengan yakin


Okay Joe, jika ini kemauan loe. Maka gue akan bergabung..


Pikir gadis itu.


" But.. " Carrissa hampir menyelesaikan kalimatnya, tetapi Renxa memotong kalimatnya


" Cuz.. at that time I was in Zurich. Because of that, Mr. Arvadhafiose and I never attended formal events together. Maybe, that's why you never saw me with Mr. Aevadhafiose. Haha..


[Karena.. pada waktu itu saya berada di Zurich. Karena itu, saya dan Tn. Arvadhafiose tidak pernah menghadiri acara formal bersama. Mungkin itu sebabnya, anda tidak pernah melihat saya dengan Tn. Arvadhafiose]" (tertawa)


" ..." (tersenyum) tangan kanan Joe menumpu kepalanya diatas meja dan menatap gadis itu. Ia tidak pernah menyangka kalau gadis itu akan masuk dalam permainannya. Ini benar-benar hal yang baru baginya, ia tidak bisa berhenti tersenyum


" I really love Mr. Arvadhafiose and I'm happy.. cuz he's always waiting for me to come back.


[Saya sangat mencintai Tn. Arvadhafiose dan saya senang.. karena dia selalu menunggu saya kembali]" Tambah gadis itu


Dua kalimat yang menyatakan kebenaran dan kebohongan dalam waktu bersamaan.


" Hhm.. so honey, I've never heard you say this to me before..


[Sayang, aku belum pernah mendengarmu mengatakan ini kepadaku sebelumnya] " Ujar Joe


" I love you too.. " (menatap mata) Joe membawa tangan kanan gadis itu mendekati bibirnya dan mengecupnya lagi


" ..." Renxa tersenyum paksa menatap pria itu. Joe dan dirinya bahkan belum menyentuh makanan mereka


" Do you have plans to get married early? In the near future? Mr. Joe..


[Apakah anda punya rencana untuk menikah lebih awal? Dalam waktu dekat ini?] " (mengunyah) Tanya tiba-tiba Mr. Smithson yang membuat suasana canggung mereka menjadi pecah


" Haha.. how is that possible? Of couse.. not!


[Bagaimana mungkin? Tentu saja.. tidak]" (awkward laugh) Renxa reflek langsung memukul Joe dan berharap pria itu bisa menjawabnya dengan benar


Argh.. kenapa selalu berujung pada pernikahan? Ada apa dengan hari ini..


Kenapa jika bersama dengan ka Joe, selalu saja keadaan tidak berpihak kepada gue.


Pikir gadis itu, ia cukup kesal dengan itu. Ia masih sangat muda dan masih ada banyak hal yang menunggunya. Ia akan menikah.. tetapi tidak dalam 6-7 tahun kedepannya.


" Hhm.. we are very young. I still have to continue my education to university and I will take over my father's company. Ms. Nocthadhanaksa must also complete her education. There's still enough time for us to think about our marriage. We haven't even thought it yet..


[Kami masih sangat muda. Saya masih harus melanjutkan pendidikan ke universitas dan saya akan mengambil alih perusahaan ayah saya. Nn. Nocthadhanaksa juga harus menyelesaikan pendidikannya. Masih ada cukup waktu bagi kami untuk memikirkan pernikahan kami. Kami bahkan belum memikirkannya] " Jelas Joe dengan serius


Menikah bukanlah hal yang pria itu inginkan.. dalam waktu beberapa tahun kedepan.


" Haha.. okay I understand. " (tertawa) Mr. Smithson mengangguk mengerti


Mereka melanjutkan makan siang mereka dengan tenang. Beberapa waktu berlalu dan pria itu memulai rapat mereka dengan sangat serius. Bagi Renxa ini pertama kalinya untuk melihat Joe seserius itu. Joe bahkan tidak melewatkan detail kecil apapun, ia baru menyadarinya.. bahwa Joe adalah pria yang benar-benar jenius.


Walaupun pembahasan ini tidak terlalu bisa ia mengerti, all about drink.. adalah bukan keahliannya. Tetapi, ia tau betul bahwa pria itu tidak pernah main-main dengan pekerjaannya. Seketika seorang Joe, pria yang brengsek sekaligus playboy, kini berubah drastis menjadi Tuan Muda Joe An Arvafadhafiose yang tenang dan dewasa.


...°¢¢¢¢¢°...