
Joe perlahan melingkarkan tangannya ketubuh gadis itu, ia tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak tersilaukan mata oleh pesona yang diberikan gadis itu sejak mereka pertama bertemu. Setiap kali matanya memandang gadis itu, ia merasakan ada sesuatu hal yang membuatnya tidak bisa melepaskannya. Joe mendekati telinga gadis itu dan membisikkannya.
Tidak untuk kali ini!
" Damn! Are you planning to tease me, huh? If so, then you are successful. Sangat berhasil padaku!
[Apa kamu berencana untuk menggodaku? Jika demikian, maka kamu berhasil] " Bisiknya perlahan
Damn you, Joe An Arvadhafiose!
Renxa tak kuasa menahannya, ia berusaha menarik kembali robe-nya agar pria itu berhenti menyentuhnya. Tetapi, tubuh Joe menghalanginya untuk berbuat apa-apa. Joe memeluk tubuh gadis itu semakin erat setiap kali gadis itu berusaha lari darinya. Renxa benar-benar panik, ini kedua kalinya ia terjebak dalam posisi dan tempat yang sama dalam satu hari. Dengan posisi itu Joe jauh lebih diuntungkan dari pada dirinya, terlebih lagi dengan semua rambutnya terkuncir diatas membuat Joe tidak terhalangi lagi, ia dapat dengan leluasa memandang gadis yang ia dekap.
Nafas hangat Joe di lehernya hampir membuat Renxa kehilangan akal, ia berusaha menyadarkan diri bahwa semua ini salah.
Gila loe Renxa, wake up! Jangan kebawa perasaan, come'n wake up!
Pikir gadis itu
" Sejak kita bertemu tadi siang, I'm really like scent of your body. Like the scent of spring day in the Mediterania. I'm really really love it. [Seperti aroma musim semi di Mediterania] " Ujar Joe
Renxa's perfume merupakan sebuah hal yang diperdebatkan wanita pecinta perfume dibeberapa benua didunia. Perfume yang dihadiahkan oleh seorang ahli perfume muda ternama Perancis sekaligus kesayangan dari Mrs. Nocthadhanaksa, René Le Firenze. René menghadiahkan perfume eksklusif yang ia buat untuk putri berusia 12 tahun dari keluarga Nocthadhanaksa sewaktu mereka singgah di Perancis. Perfume ini hanya dimiliki oleh Renxa Nocthadhanaksa seorang, hingga dirinya remaja ia masih menjadikan Réne sebagai orang kepercayaannya dalam hal pewangian tubuhnya. Beberapa orang berpendapat bahwa Renxa's perfume merupakan wujud nyata dari 'Aroma Surgawi' , namun bahasa aroma seperti praktik pembuatan perfume-nya dijaga rapat oleh René demi menjaga existence bahan dan aromanya untuk keluarga Nocthadhanaksa sendiri.
Sebuah perfume yang tidak dapat ditiru yang berbahan dasar dari Sweet Pea Flower dan Orris. Sweet pea flower merupakan sebuah tanaman berbunga tahunan yang memiliki aroma semerbak harum, yang hanya dapat ditemukan di wilayah Mediterania saja. Bunga ini memiliki keharuman yang sangat tajam, tetapi menghasilkan aroma yang sangat manis dan segar. Bunga ini identik dengan musim semi dan musim dingin, jika musim semi datang bunga ini juga akan bermekaran dan menebarkan aroma yang sangat menyenangkan di udara.
Sedangkan orris merupakan akar dari bunga iris, bunga iris yang dimaksud bukanlah bunga iris 'Siberia', melainkan bunga Iris 'berjanggut' yang terlukis dalam lukisan karya Vicent Van Gogh. Bunga ini tumbuh subur dikawasan Tuscany, Italia. Orris sendiri memiliki keharuman seperti gabungan aroma raspberry, bunga violet, dan lada. Semua orang tau bahwa orris merupakan selera yang sangat tinggi, dengan harganya yang sangat tinggi pula menjadi penguat daya pikat orris yang merupakan bahan parfum paling langka didunia. Bangsa Romawi dan Yunani kuno beberapa abad lalu menjadikan orris sebagai minyak dan menaruhnya dibotol kaca, biasanya mereka akan menebarkan aromanya ke alas tidur ranjang mereka sebelum pergi tidur.
Renxa merupakan salah satu orang yang menyukai aroma semerbak musim semi di Eropa, aroma yang menyenangkan pikirnya. Sialnya, ia baru saja mengingat bahwa bukan hanya dirinya saja yang menyukai aroma itu. Joe merupakan satu-satunya orang yang memiliki selera yang sama dengan dirinya, Joe sangat menyukai aroma musim semi saat keluarganya dan keluarga Nocthadhankasa berlibur bersama di Italia. Mereka adalah satu-satunya orang yang sangat mencintai musim semi Eropa, dibandingkan dengan keluarga mereka.
" Damn! And why do you wear this nightgown?
[gaun malam/baju tidur] Gue tidak bisa menyangkalnya, I'm really love it." Bisiknya dengan senyum tipis dibibirnya
Joe terkejut karena ini pertama kalinya ia menyukai aroma tubuh dari seorang. Bahkan ia berfikir semua wanita yang bersamanya selama ini memiliki aroma perfume yang sama, seperti aroma rosè flower, wisteria, gardenia, or chocolate cosmos yang menghasilkan aroma seksi, ia terbiasa dengan aroma-aroma itu kecuali dengan gadis itu. Gadis itu memiliki aroma tubuh yang sangat memikatnya, sebuah aroma yang sangat-sangat ia suka. Menurut-nya dengan aroma tubuh itu, membuat gadis itu jauh lebih seksi secara natural dari pada semua wanita yang ia temui terlebih lagi dengan apa yang gadis itu pilih untuk dikenakan.
Keadaan semakin tidak terkendali bagi Renxa, detak jantungnya semakin berdebar begitu cepat saat mendapati Joe mengecup lembut leher serta pundaknya. Ia tidak bisa menyangkalnya, tangan dan tubuhnya tidak bisa menolak dekapan pria itu. Ia tanpa sadar memejamkan matanya dan bersandar pada tubuh Joe.
" K-ka Joe... berhenti. " Rintihnya, ia tidak bisa untuk tidak menerima setiap sentuhan pria itu. Entah apa yang terjadi, ia berusaha menolaknya tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak menjauhi tubuh pria itu.
" Look at you, sepertinya kau menikmatinya." Ujar Joe menatap Renxa dengan senyum lebar dibibirnya
"..." (membuka mata dan menatap Joe)
Joe tertawa melihat tingkah konyol Renxa, tanpa sadar ia melonggarkan tangannya dari tubuh gadis itu yang menjadikan kesempatan gadis itu untuk menjauh dari pria itu.
" Eh.." Tanggap Joe saat mengetahui gadis itu lepas dari dekapannya
" Cittch.." (menatap) Joe mengalihkan pandangannya
" Ka Joe! " Kata pertama yang ia ucapkan selama mereka hanya berdua
" Why? " Memandang gadis dihadapannya
" Ah.. tolong jangan lakukan itu lagi ke gue. Please.." (dengan raut wajah yang lucu)
"... " Joe tertawa ringan dan memalingkan wajahnya
" Kenapa? Lagian, bukannya loe juga menikmatinya tadi? " Tambahnya
" Um.. enggak. Gue biasa aja. " Menyangkalnya
" Cittch.. memangnya kamu nggak kangen sama ka Joe? "
Joe perlahan maju satu dua langkah kearah gadis itu, tetapi gadis itupun juga mundur satu dua langkah mengikuti pergerakan pria dihadapannya.
" Stop it! Please.. jangan mulai lagi deh." Jelas Renxa
" Huh? " Joe menghentikan langkahnya
" Hhm.. I know it. Gue tau karna loe gugup saat tau gue mulai mencium loe. " Tebak pria itu dengan senyum lebar dibibirnya
" Huh? Nervous? Ah.. ya nggak mungkinlah gue." (awkward laugh)
" Really? Kalau begitu buktikan, cium gue sekarang! " (tersenyum)
" Huh? Sorry? " Renxa memastikan apakah yang ia dengan benar-benar mendengarnya
" Yeah.. you kissed me. Cium gue sekarang! " Dengan serius
" ..."
" ..."
(Awkward silence)
" Mana berani." Tambah Joe yang membalikkan tubuhnya
" Berani! " Jawab Renxa dengan yakin yang membuat Joe terkejut sehingga membuat kedua matanya mencari keberadaan gadis itu.
...°¢¢¢¢¢°...