MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 80



1 jam kemudian...


" Mr. Joe, I'm very confident of working with you for the fourth time. The UK will prepare it soon, so that your company can easily access in and out.


[Tuan Joe, saya sangat yakin bisa bekerja sama dengan anda untuk keempat kalinya. Inggris akan segera mempersiapkannya, sehingga perusahaan anda dapat dengan mudah mengakses masuk dan keluar]" Jelas Mr. Smithson. Ia bangkit dari tempat duduknya dan menjabat tangan Joe dengan senyum sumringah. Sangat terlihat, pria berumur itu bangga kepada Joe


Kedua wanita yang dari awal duduk dan menyaksikan, kini beranjak bangkit dari tempat duduknya. Kedua pria itu terlihat akan menyelesikan pertemuan mereka.


" Thank you sir. We are also happy to work with you again.


[Terimakasih. Kita juga senang bisa bekerja sama dengan anda lagi]" (tersenyum) Joe berjalan mendekat kepada pria itu


Renxa berjalan menghampiri Joe dan berdiri disampingnya. Ia tersenyum ramah kepada mereka berdua.


" All right, then we have to go..


[Baiklah, kita harus pergi] " Mr. Smithson membereskan file dan laptopnya dan bersiap untuk pergi. Mereka perlahan berjalan menuju pintu keluar diikuti Joe dan Renxa


" Okay, my assistant will escort you. Louis..


[Baiklah, asisten saya akan mengantarkan anda] " Joe membukakan pintu dan mengantar mereka keluar. Diluar pintu sudah ada beberapa orang dan asisten Joe yang telah menunggu mereka


" ..." (mendongak) Louis mengangguk mengerti dan mempersilahkan kedua orang asing itu untuk pergi


" Joe, I hope you're always with Ms. Nocthadhanaksa. Happy to be with you, goodbye..


[Joe, aku harap kamu selalu bersama dengan Nn. Nocthadhanaksa. Senang bisa bersamamu, selamat tinggal]" (tersenyum) Ujar wanita cantik itu sebelum mengikuti ayahnya dari belakang


" ..." Renxa tau itu tidak akan pernah terjadi. Ia hanya bisa tersenyum lemah kepada wanita itu


" Of course, Carrissa. Nice to be with you too.. " Ucap Joe. Ia melihat mereka perlahan meninggalkan lantai itu dan menghilang


...°¢¢¢¢¢°...


Joe menghela nafas melihat mereka pergi. Pria itu segera masuk dan membereskan semua kertas-kertas yang berserakan dimeja mereka tadi. Renxa masuk setelah pria itu, ia mengambil tempat duduk didekat pintu dan melihat pria itu membereskan barang-barangnya. Mereka tidak saling berbicara, bahkan saat berdiri pun Joe sudah terlalu sibuk dengan kertas dan laptopnya.


Renxa menunggu sampai akhirnya pria itu selesai dan mengeluarkan handphone dari saku jas-nya. Joe berjalan menuju pintu keluar dan menelepon seseorang.


" ...dad, we got the..."


" ...yup. Aku tau..."


" ...Mr. Smithson sudah jelas..."


Uncle Thomas? Udah lama gue tidak melihat mereka..


Renxa tau siapa yang pria itu panggil. Ayah Joe, Thomas An Arvadhafiose adalah orang yang paling berpengaruh dalam industri minuman beralkohol didunia. Mereka mendapatkan izin resmi dari beberbagai negara untuk memasarkan produknya. Bahkan di Indonesia sendiri Dafiose D'oeuvres Company atau perusahaan Thomas, menjadi salah satu perusahaan resmi dan terbesar di Indonesia.


Produk yang mereka keluarkan selalu habis terjual bahkan dalam 10 kali produksi dalam sehari, mereka mengeluarkan produk yang sangat berkualitas, sehingga dapat memanjakan lidah dan hidung penikmatnya. Semua produk DDC (Dafiose D'oeuvres Company) sudah menjadi favorite dari berbagai kalangan kelas atas, selebriti bahkan pejabat negara sekalipun.


Renxa mengikuti pria itu dari belakang. Ia fikir mereka akan segera pergi dari tempat itu, tetapi ternyata tidak. Joe keluar dari dalam ruangan dan menuju area outdoor di lantai yang sama pada restoran itu. Renxa mengerutkan dahinya melihat Joe malah duduk bersantai ditempat itu dan masih mengenggam handphone ditangannya.


" Hurrff.. kenapa tidak langsung pergi?" Gumam pelan Renxa. Ia duduk dihadapan pria itu. Joe masih menerima telepon, gadis itu tidak ingin mengganggu-nya


" ...aku bersama Renxa..."


" ...iya 1 minggu yang lalu..."


Tiba-tiba...


" Argh.. maa.. " (berteriak) Joe seketika langsung menjauhkan handphone dari telinganya


" ..." Renxa terkejut, ia sampai sedikit terpelonjak. Joe yang tadinya tenang, tiba-tiba berteriak dan menutup telinganya


" Ada apa? " Renxa tanpa suara menanyakan keadaan pria itu. Tidak biasanya pria itu seperti ini


" Euh.. " (memutar bola matanya) Joe menatap gadis itu dan memberikan handphone-nya


" Huh? Kenapa? " Renxa menerima handphone itu dan menatap Joe dengan binggung


" Nyokap gue ingin berbicara dengan loe.. " Dengan datar Joe mengatakannya


" ...Renxa, sayang..." (berteriak) Suara seorang wanita


" Huh? " Renxa sangat binggung. Ia mendengar suara dari dalam handphone sangat keras, bahkan pria itu tidak menyalakan speaker panggilannya


Jelas saja ka Joe terkejut. Aunt Carol benar-benar bersemangat, hingga dia berteriak terlalu keras. Haha..


" Ugh.. " Renxa menahan tawa dan menutup mulutnya


" Nyalain speakernya.. " (bisik) Joe memberi isyarat pada gadis itu agar speaker handphone-nya menyala. Joe ingin mendengar orang tuanya berbicara dengan gadis itu


" ..." (mendongak) Renxa mengangguk mengerti dan menyalakan speaker panggilan itu



" Sayaangg.. Renxa, apa kabar? Kapan kamu kembali? Aunty sangat kangen, sayang sekali aunty tidak di Indonesia.. " (berteriak)


" Ahaha.. " Renxa hanya bisa tertawa canggung


" Ma, tidak perlu berteriak. Kita sudah bisa dengan jelas mendengar mama. " Ujar Joe dengan santai. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi


" Uh.. haha, maaf mama terlalu bersemangat mendengar nama Renxa. Jadi sayang, bagaimana kabar kamu? " Suara itu terlihat sangat ramah dan lembut


" Ba- " Renxa baru saja ingin menjawab wanita itu, tetapi Joe memotongnya


" Dia baik-baik saja.. "


" Joe, diam! Mama ingin berbicara dengan Nona Renxa, bukan dengan kamu. Huh.. mama sudah bosan dengan kamu, kamu tidak pernah bersikap hangat.. " Jelas wanita itu


" Ahahaha.. " (Renxa)


" Apa? Aku ini putra mama, kenapa mama jadi marah dengan aku? Dan te- " Joe sangat kesal, ia mendekat pada handphone-nya dan berteriak. Ibunya bahkan memotong pembicaraannya dan berkata,


" Renxa, tidak perlu memperdulikan bongkahan es itu... "


" ..." (bersandar pada kursi) Joe menyerah dan membiarkan kedua wanita itu saling berbicara


" Ahaha.. aunty bisa saja. Aku baik-baik saja, satu minggu yang lalu aku baru saja kembali ke Indonesia. Aku berencana untuk menyelesaikan SMA ku disini saja, soalnya.. mungkin nanti aku juga akan pergi lagi ke luar negeri, untuk kuliah setelah lulus. "


" Aku benar-benar merindukan Indonesia. Terlebih lagi dengan adanya G-ra disini.. " Tambah gadis itu


" Woah.. sayang, kamu dengar. Suara lucu dan kecil yang dulu memanggil kita Aunty-aunty.. Uncle. Sekarang sudah dewasa.. aku jadi ingin segera bertemu dengannya deh.." (tersenyum) suara Carol terdengar sedikit jauh, ia sedang berbicara dengan suaminya


" Iya.. " (tertawa) Jawab suara berat seorang pria


" Renxa, apakah anak aunty menyusahkan kamu? " Tiba-tiba saja wanita itu mengatakannya. Seakan dia bisa membaca perasaan gadis itu


" Huh? " Renxa dan Joe saling menatap


" Aunty tidak tau, tetapi bongkahan es itu menjadi sangat nakal setelah dia pergi ke Jerman. "


" Ehem.. mah. Ada aku disini, jangan membicarakan aku didepan dia.." (Joe)


" Hihihi.. " Renxa menahan tawanya didepan pria itu


" Kenapa? Memang kenyataannya seperti itu.. "


" Aunty, tidak. Ka Joe sangat baik kepadaku, aunty tidak perlu khawatir. Tapi.. kalau boleh mengadu, sebenarnya dia sedikit menyusahkan aku... " Dengan polosnya ia berkata sejujurnya


" Dia mengajakku pergi hingga malam dan tidak membawaku pulang. Aku tidak ingin bersamanya, tetapi dia memaksaku. Huhu.. aunty, ka Joe sangat jahat. "


" ..." Joe mengerutkan dahi dan menatap gadis itu. Renxa tidak ingin menatapnya kembali


" Apa? Joe, bagaimana bisa kamu melakukan itu kepada gadis polos seperti Renxa. Dia sangat lembut, tidak seperti semua wanita asing yang kamu bawa.. "


" ..." (menyipitkan mata) Lembut? Berteriak, marah-marah dan memukul.. itu lembut?


Pikir pria itu.


" Hihihi.. " (tertawa) Renxa menatap pria itu dan tertawa puas


" Joe, mama akan mengurangi 2**5% saham milik kamu.. " Ancam wanita itu dengan tegas


" Eh-eh, mah.. kenapa jadi aset aku? 25% itu banyak, bisa beli 3 pulau. Mama jangan percaya dengan gadis ini, dia hanya mengerjai mama. "


" Tidak Joe, ini adalah hukuman untuk kamu. Mama selama ini hanya diam saja.. "


" Mah.. " (Joe)


" Joe.. " (Carol)


" Haha.. tante, tidak perlu menanggapi ucapan aku serius. Aku hanya bercanda. Ka Joe memang sedikit menyebalkan, but so far.. it's okay. I can handle it.."


" Fuih.. aunty sangat khawatir. "


" huh.. " Joe menghela nafas leganya


" Hahaha.. " (tertawa)


" Honey, we have to go! Renxa sayang, uncle dan aunty ada pertemuan penting. Nanti kita sambung lagi ya.." (Thomas)


" Okay.. " (Renxa)


" Sayang, kita pergi dulu ya. Aunty dan uncle Thomas akan kembali ke Indonesia, 2 minggu lagi. Saat itu aunty ingin bertemu kamu, good bye.."


" Yup aunty, aku menunggu.. "