
Joe melihat kedua sahabatnya berbelok dan menghilang. Ia menghela nafasnya sekali lagi. Joe mulai menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan menghampiri gadis itu. Joe melihat rambut panjang gadis itu masih terikat, ia menundukkan tubuhnya dan melepaskan ikatan rambut gadis itu. Kemudian ia menarik selimut hingga sampai pundak Renxa.
" Sorry.. sepertinya gue tidak bisa mengantar loe sekarang. Loe tidak keberatan bukan disini sebentar bersama gue.. " (tertawa) Joe menatap gadis yang tertidur memunggunginya
Joe berjalan menjauh, ia melepaskan kaus yang ia kenakan. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum ia tidur.
...°¢¢¢¢¢°
...
(Ding.. dong..)
Beberapa kali bell kamar Joe berbunyi. Pria itu tidak mengetahuinya, karena ia sedang mandi. Tidak lama kemudian Joe baru saja keluar dengan bertelanjang dada, dan ia langsung mendengar bell kamarnya berbunyi.
Siapa yang datang dijam 3 pagi? Bukannya mereka berdua sudah pergi..
Joe mengusapkan handuk ke rambutnya yang sedikit basah dan meletakkan handuknya kembali pada tempatnya. Ia berjalan menuju pintu dan mencari tau siap yang mengganggu mereka.
(Click..)
Joe perlahan membuka pintunya.
" Hey, sayang.. " suara seorang wanita. Saat Joe membukanya, wanita itu langsung memeluknya
Huh.. wanita sialan ini! Kenapa dia bisa ada disini..
" Lateshia? Apa yang kamu lakukan disini? Bagaimana kamu bisa tau aku disini? " Joe terkejut, ia sontak mendorong tubuh wanita itu menjauhinya
" Kenapa kamu tidak menunggu aku? Aku memaksa staff kamu untuk memberi tahu dimana kamu berada." (tersenyum) Jelas wanita itu, dia kembali memeluk Joe dengan erat
" Lateshia.. " Joe melepaskan kembali pelukan wanita itu
" Joe, kamu.. " Lateshia melepaskan pelukannya dan menatap Joe. Saat ia menatap pria itu, tidak sengaja ia melihat seseorang berada diranjang pria itu
" Dia? Kenapa dia bisa ada disini? Apa k-kamu.. baru saja 'bersama' dengannya?" (berteriak) Lateshia menunjuk kearah gadis itu
" ..." Joe berbalik dan menengok gadis itu
Lateshia menggira gue tidur dengan Renxa?
Joe berusaha menahan tawanya didepan wanita itu. Lateshia mengira dirinya telah bersama dengan gadis itu. Mungkin karena Joe tadi menyelimuti tubuh gadis itu tidak sepenuhnya, jadi wanita itu bisa melihat punggung dan bahu terbuka gadis itu.
Renxa tidur dengan keadaan memunggungi mereka dan dia sama sekali tidak bergerak. Lateshia tidak tau bahwa gadis itu masih berpakaian lengkap dibalik selimutnya. Joe baru saja memikirkannya dan memanfaatkan keadaan itu.
" Lateshia, bisa kamu pergi? Kami sangat lelah.. " Joe memijat lembut pelipisnya dan mendorong wanita itu keluar dari kamarnya. Wajah Joe terlihat sangat lelah
Haha.. Renxa, ternyata ada gunanya juga loe bersama gue malam ini..
Sorry, gue akan memanfaatkan loe..
Joe berpura-pura bahwa dirinya terlihat sangat lelah. Ia tidak ingin diganggu siapa pun.
" Joe.. pantas saja kamu sangat lama membukakan aku pintu.. " (berteriak) Wanita itu terlihat sangat kesal pada Joe, tetapi Joe tidak memperdulikannya
" Lateshia.. jangan keras-keras.. " Joe menarik tangan wanita itu keluar bersamanya. Ia segera menutup kembali pintu dibelakangnya, ia tidak ingin gadis itu terbangun hanya karena keributan kecil ini
Joe menarik Lateshia dan mengantarkannya pergi menuju lift. Wanita itu berusaha menolaknya dengan kesal dan selalu bertanya disetiap langkahnya. Joe tidak akan membiarkan wanita itu berada tempat yang seharusnya tidak dimasuki oleh orang lain.
" ..." Joe tidak mendengarkannya, ia tetap menarik wanita itu untuk pergi
" Joe jawab aku, kamu 'tidur' dengannya? "
" ..."
" Joe.. " Wanita itu membuat Joe marah. Sesaat setelah mereka ada didepan lift, Joe melepaskan tangan wanita itu
" Iya! Gue tidur dengannya, loe mau apa?" (melepaskan) Biasanya Joe selalu berbicara lembut pada wanita-wanitanya, tetapi kesabarannya sudah hilang. Ia tidak bisa menunggu lagi
" Joe, seharusnya aku yang bersama kamu malam ini, bukan dia! Kenapa kamu membiarkan dia disamping kamu.. " Lateshia menyadari Joe mulai marah kepadanya, ia berusaha merayu Joe kembali agar tidak membencinya. Dia meraih kembali kedua tangan Joe dengan manja
" Karena gue menginginkan dia! Apa yang akan loe lakukan? Cepat pergi dari sini, gue ingin istirahat.."
Joe membawa masuk paksa gadis itu masuk lift. Ia menekankan tombol lantai 1 supaya wanita itu bisa pergi, ia benar-benar sudah selesai dengan wanita itu.
" Don't ever argue with me and.. I don't like your behave like this. If you dare to return in my private place like this without my consent, at any time. I still want to see your face? Haha.. in your dreams!
[Jangan pernah membantah gue dan gue tidak suka sikap loe yang seperti ini. Jika loe berani kembali ke tempat pribadi gue seperti ini tanpa persetujuan gue, kapan pun itu. Gue masih mau melihat wajah loe? Haha.. jangan mimpi] " Joe berbalik dan berjalan meninggalkan wanita itu
" Sayang, I'm sorry. Joe.. " Sebelum sempat membela dirinya, pintu lift sudah tertutup dan Joe meninggalkan dirinya
Joe berjalan menjauh, ia menghela nafas. Ia sangat lelah, ditambah lagi wanita gila itu selalu mengerjar-ngejarnya. Membuat jam istirahatnya terganggu.
Joe segera kembali kekamarnya, saat ia membuka pintu itu dan melihat gadis itu. Joe terkejut, Renxa sudah duduk dan menyandarkan punggungnya pada sisi atas ranjang.
Damn! Apa dia terbangun? Lateshia sialan, dia berteriak sangat kencang tadi.
Joe segera menutup pintu kamarnya dan berjalan mendapati gadis itu. Tetapi saat Joe mendekat, ia mengerutkan dahinya melihat Renxa. Gadis itu memang sedang duduk, tetapi matanya masih tertutup.
" Renxa.. " (berjalan) Joe memanggil nama gadis itu dengan pelan, tetapi tidak ada respon darinya
Joe menyadarinya, ternyata gadis itu masih tertidur. Entah bagaimana gadis itu bisa duduk dan bangun, jika matanya masih tertutup. Joe tersenyum melihat gadis itu, ia mengangkat tubuh gadis itu kembali pada posisi tidurnya. Ditengah Joe membenarkan posisi tidur gadis itu, dia terbangun dan bergumam pada Joe.
" Ka Joe, apa yang terjadi? " Renxa sesekali membuka dan menutup matanya
" ..." Joe tidak menjawab. Ia masih sibuk membenarkan posisi tidur gadis itu
" Ka Joe.. aku mendengar seseorang berteriak. Ada apa? " (memejamkan mata)
" Tidak, tidak terjadi apa-apa dan tidak ada seseorang yang berteriak. Kamu kembali tidur saja, tidak perlu memikirkannya... " Joe menarik kembali selimutnya dan membawanya pada gadis itu. Joe tau bahwa ia sedang menjawab seseorang yang sedang tertidur dan tidak sadar, tetapi ia berusaha menenangkan gadis itu
" Hhm.. " Gumam gadis itu. Renxa memeluk guling yang ada dikanannya dan kembali tidak mengeluarkan suaranya. Karena dari awal dia memang sudah tertidur dan sedang tidak dalam keadaan sadar
Lateshia sialan! Berani-beraninya dia..
Joe melihat jam dikamarnya dan waktu sudah menunjukkan pukul 3 lewat. Ia segera melupakannya, sesaat setelah melihat gadis itu tertidur kembali dengan nyenyak.
Haha.. loe sangat lucu, sejak kecil loe selalu menghibur gue. Bahkan sampai sekarang..
Joe tidak bisa berhenti tertawa melihat gadis itu. Kemudian tidak sengaja ia melihat ikatan rambut gadis itu, ia tau bahwa tidur dengan masih mengikat rambut pasti tidaklah nyaman. Ia membungkukkan badannya dan perlahan menarik ikatan rambut itu. Joe tidak menariknya dengan keras, karena rambut gadis itu sangat lembut sehingga akan dengan mudah melepaskannya walau tidak menariknya kuat.
...□■□■
...