MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 63



Berkali-kali gadis itu mendengar seorang wanita meminta tolong. Tidak hanya wanita, tetapi juga pria, yang gadis itu fikirkan adalah pasti mereka lebih dari 1..


Renxa sangat terkejut, ia segera berdiri. Ia merapihkan barang-barangnya terlebih dahulu, seperti handphone dan earphone-nya kembali kedalam tas. Ia bahkan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara apapun. Perlahan ia melepaskan kunci pintunya dan membukanya sedikit demi sedikit.


Mata Renxa langsung terbuka lebar, ada beberapa orang berada disudut kanan ruangan toilet yang sangat luas tersebut. Seorang wanita dewasa dan 3 orang pria dewasa, pria-pria itu sedang berusaha memojokkan wanitanya. Sedangkan wanita itu terlihat sangat takut dan dia menangis, ketiga pria itu selalu menyentuhnya.


" ...hahaha..."


(Brakk..)


Renxa sangat marah melihat itu, tanpa fikir panjang ia membanting pintunya dan berlari kearah ke-empat orang itu.


Mereka bertiga terkejut dan berbalik arah melihat gadis itu. Belum sempat mereka melihatnya, Renxa mendorong sekuat-kuatnya ketiga pria yang mengelilingi wanita itu. Dua ke kanan dan satu ke kiri, saat jalan terbuka Renxa langsung meraih tangan wanita itu dan berlari bersamanya.


" Ayo.. " (berlari) Bisik Renxa yang menarik kuat tangan wanita itu


" Eh.. oi.. " Ketiga pria itu segera bangkit dan mengejar mereka


Tidak lama ia meninggalkan pria itu, ia benar-benar memiliki masalah yang besar. Pintu dimana mereka masuk dan keluar sudah terkunci rapat, sehingga ia tidak bisa keluar.


" Shit! " Gumam Renxa, ia sangat panik. Renxa sekilas melihat wanita disamping kanannya terlihat sangat takut dan terus saja menangis. Ia tidak tega, saat ia membalikkan tubuhnya pria-pria itu sudah akan mendekatinya


Renxa membiarkan wanita itu berada dibelakangnya dan memeluk tangan kanannya dengan erat. Mereka benar-benar sampai, ini adalah situasi dimana ia benar-benar tidak bisa berfikir.


" Haha.. Where are you going? Are you looking for this key?


[Kemana kamu pergi? Apakah kamu mencari kunci ini] " (tetawa) Salah satu dari mereka meraih saku dan menunjukkan sebuah kunci yang merupakan kunci pintu toilet mereka


Damn.. apa yang harus gue lakukan?


Renxa sangat binggung, matanya memutari seluruh ruangan. Berharap ada sesuatu hal yang bisa ia gunakan untuk membela diri.


Dewa sepertinya berpihak padanya malam itu, ia melihat sebuah tongkat baseball disudut tangan kanannya. Tidak terlalu jauh hanya 6-7 meter darinya. Entah siapa yang menaruh sebuah tongkat baseball ditempat seperti ini, Renxa tidak memperdulikannya. Perlahan ia bergeser, tangan kirinya menjaga wanita dibelakangnya untuk mengikuti langkahnya. Awalnya mereka tidak menyadarinya, Renxa semakin dekat. Saat salah satu dari mereka menyadarinya, bersamaan dengan itu Renxa secepat mungkin berlari dan meraih tongkat itu.


Tetapi, ia gagal. Saat tangannya hampir menyentuh tongkat itu, salah satu dari mereka berhasil menangkapnya. Satu pria menangkapnya dan dua pria lainnya menangkap wanita itu.


" Ah.. " Renxa berteriak kesakitan, pria itu menahan tangan kirinya kebelakang tubuhnya dengan erat. Bahkan sangking terlalu kerasnya, luka ditangannya sekarang menjadi tidak terasa lagi.


" You think, that you can get the stick? Haha.. in your dream!


[Kamu fikir, kamu bisa mendapatkan tongkat itu? Haha.. mimpi!]" (berbisik) Pria itu semakin keras menggenggam pergelangan tangan kiri gadis itu


" Ah.. " (tersenyum sinis) Rintih gadis itu


" Loe sangat cantik, sangat sayang jika disia-siakan.. " (berbisik) Pria itu mulai menyentuh leher gadis itu


" Cittch.. You think you are very smart? Haha.. It's useless you guys have handsome faces, tetapi kelakuan kalian seperti binatang!


" You damn *****.. " Pria itu semakin memindas Renxa dengan kencang


" ..." Tanpa ragu Renxa langsung menginjak kaki kiri pria itu dengan keras, beruntung sepatu boots-nya memiliki hak yang cukup tebal dan keras


" Ah.. " Pria itu melepaskan cengkramannya pada gadis itu


Renxa segera membalikkan tubuhnya dan menendang titik atau area vital pria itu dengan keras. Pria itu langsung terjatuh dan merasa kesakitan, Renxa segera meraih tongkat baseball-nya, tidak lupa juga ia merebut kunci pintu yang sebelumnya dipegang pria itu. Kedua pria sisanya mulai mendekatinya, Renxa perlahan mundur ia ingin wanita itu segera menjauh.


" Loe tidak akan bisa kemana-mana.. " Ucap salah seorang pria


" ... " Renxa menatap kedua pria itu, saat mereka bersiap untuk menyerahnya. Renxa segera memukul leher salah satu pria itu dengan keras dan menendang bagian belakang lutut pria yang lain, sehingga membuat mereka terjatuh. Renxa juga memukul punggung pria itu hingga mereka tidak bisa berdiri.


Melihat ketiga pria itu terbaring kesakitan dilantai, Renxa segera membuka kunci pintu ruangan itu dan menarik wanita itu keluar. Renxa melemparkan tongkat besi itu pada ketiga pria itu sesaat setelah pintu terbuka.


" Kalian seharusnya lebih menghargai seorang wanita.. " (berbalik)


Renxa dan wanita itu segera berlari meninggalkan tempat itu. Mereka berlari cukup jauh, mengambil jalur kanan dan dengan asal memasuki salah satu ruangan yang ia lihat. Saat melihat dan membuka pintu itu, ia fikir karena pintunya tidak dikunci maka ia bisa sementara bersembunyi disana. Ternyata, ruangan yang mereka masuki adalah sebuah drinks storage/penyimpanan minuman-minuman.


Wanita itu jongkok dan menangis kembali. Renxa berusaha mencari air untuk diminum wanita itu dan ia menemukan sekotak botol air mineral. Gadis itu mengambil dan menyerahkan pada wanita itu.


" Nona, minum ini. Biarkan dirimu tenang dulu.." (membuka tutup botol) Ia berusaha menenangkan wanita itu


" ..." (mengangguk) Wanita itu segera meminum 1/4 dari isi botol


" Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa bersamanya? " Ia tidak tau apakah wanita itu lebih tua darinya atau seumurannya. Tetapi, jika dilihat lebih jelas, wanita cantik itu jauh lebih tua darinya


" Aku mengenal mereka disini saat aku baru saja datang. Mereka mengajakku mengobrol dan aku fikir mereka adalah pria yang baik. Lalu, saat aku hendak pergi ke toilet, mereka tiba-tiba saja mengikutiku dan langsung masuk kedalam..." Wanita itu berkaca-kaca


" ..." Renxa membiarkan wanita itu untuk berbicara


" Aku tau waktu itu ada yang membuntutiku, tetapi aku tidak tau mereka siapa. Saat masuk aku langsung menutup pintu toiletnya karena aku melihat tidak ada seorang pun yang berada disana. Sialnya, mereka mendorong pintu dibelakangku dan... mereka memojokkanku..." (menangis) Wanita itu memeluk tubuhnya sendiri dengan erat


" Tidak papa, sekarang kamu sudah aman. " Renxa segera memeluk wanita itu agar merasa tenang


Saat Renxa memeluk wanita itu, ia baru tersadar. Dress yang dikenakan wanita itu robek, tepat pada kedua bahu dan punggungnya, sehingga hampir membuka semua baju wanita itu. Wanita itu berusaha untuk menutupi tubuhnya, ia merasa sangat takut.


Pasti ini perbuatan cowok sialan itu!


Renxa melepaskan pelukannya dari wanita itu. Ia segera melepaskan jacket merahnya dan memasangkan pada bahu wanita itu, ia ingin wanita itu memakainya untuk menutupi tubuhnya.


" Tapi.. " Wanita itu berusaha menapis jacket Renxa


" Tidak papa, pakai saja. Kamu lebih membutuhkannya dari padaku.." (tersenyum) Ia membantu wanita itu memakai jacketnya


Saat tadi ia melepaskan jacketnya, ia tidak sengaja melihat tangan kirinya. Mungkin karena genggaman pria itu terlalu kuat, membuat luka Renxa kembali mengeluarkan darah. Perbannya kini sangat basah dan berwarna merah, bahkan hingga mengalir sampai lengannya. Renxa tidak memperdulikan itu, dengan keadaan seperti ini ia tidak bisa untuk merasakan rasa sakitnya sendiri.