MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 5



Sudah cukup bagi gadis itu melihat semua hal untuk pertama kalinya dengan mata kepalanya sendiri. Ia memilih menyinkirkan fikiran-nya mengenai 'pria itu' darinya, tetapi bukan berarti ia akan melupakan-nya begitu saja.


" ... " berusaha tenang dengan mengalihkan perhatiannya ke handphone-nya


" Hhm.. by the way, loe tadi saat keliling rumah ada nemu sama cowok nggak? "Tanyanya penasaran tetapi pandangannya mengarah layar handphone


" Hhm.. ada 2 orang in the back garden, with the girls.." Jawabnya dengan suara datar


Ia berniat untuk tidak membahas mengenai Joe.. dan teman-temannya


" Oh.. engga ketemu ka Joe? " kali ini dia menatap penasaran kepada gadis didepannya tersebut


" Um..." Mencari dimana gelasnya berada


Ia sangat ingin mengalihkan pembicaraan mereka, dan keberulan gelas yang ia bawa dari dapur tadi sudah kosong. Sehingga ia dapat beralasan untuk mengambil minum lagi didapur.


" Um.. gue ambil minum dulu ya didapur, air gue habis." Sambil menunjuk kearah gelas yang ada ditangannya dan pergi meninggalkan G-ra


" Enggak, gue hanya mau bilang kalo loe liat dia to do something with.. don't know. Supaya nggak kaget, gue saranin aja. " Jelasnya dengan sedikit cemas


" ..." pergi menuju dapur begitu saja tanpa menghiraukan apa yang dikatakan sahabatnya


...°¢¢¢¢¢°...


Sesampainya didapur ia mengambil air dingin yang ada didalam kulkas dan menuangkan separuh gelasnya. Ia menempatkan dirinya dalam keadaan diluar perkiraannya, ia harus melupakannya. Gadis itu menyandarkan tubuhnya pada pangkal/ujung meja kramik ditengah ruangan dapur itu, menjadikannya dapat melihat sisi lain dari taman belakang yang sangat luas dan indah. Didapur tersebut terdapat sebuah cendela besar yang trasparan dan memberikannya pemandangan taman samping, dari situ ia bisa melihat taman yang dipenuhi bunga berwarna-warni tumbuh.


Tiba-tiba..


" Uhuk.. uhuk.. uhuk.." suara serak gadis itu tersedak oleh air yang ia minum sendiri


Tanpa disadari oleh Renxa yang sedang menikmati airnya, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak Renxa dengan lembut dan memutar tubuh Renxa dengan cepat menghadap kearah'nya' , sontak hal itu membuat Renxa terkejut, terlebih lagi pada saat ia meneguk air ditangannya.


" Uhuk.. uhuk.." batuknya yang tak kunjung selesai dengan kepalanya menghadap bawah lantai


" Are you okay? I'm so sorry. Cepetan minum air lagi." Suara yang tidak asing ditelinganya, suara seorang pria yang mencemaskan keadaan gadis dihadapkannya


" Um.." Meminum kembali air yang ada ditangan-nya


" ... " (memandang satu sama lain)


Satu untuk pertama kalinya Renxa berhadapan dan memandang mata, serta wajah pria tampan dihadapannya. Dan untuk pertama kalinya bagi Renxa menyadari bahwa pria itu memiliki mata yang begitu indah, dengan warna hitam kecoklatan yang bulat dan bersinar disetiap titiknya, pria itu juga dianugrahi bulu mata yang sangat panjang dan lebat, dengan semua itu ia terlihat begitu memukau hanya dengan menatap mata indahnya, dengan menatapnya semua orang akan jatuh dalam perangkap yang sangat dalam dari dirinya.


Orang itu adalah orang yang selama ini selalu ada dipikirannya, Joe An Arvadhafiose. Mata mereka berdua akhirnya bertemu sangat dalam, mereka memandang satu sama lain selama beberapa detik. Tanpa Joe sadari, ia memeluk erat tubuh gadis dihadapannya itu karena hal itu membuatnya nyaman dan tenang.


Finally.. I can see you again! Pikir pria itu.


" Tolong.. Lepaskan saya." Memalingkan wajahnya dengan cepat dari pandangan pria itu


" Please.. let me go." Pinta gadis itu dengan tangannya yang berusaha mendorong pria dihadapannya yang jauh lebih tinggi dari tubuhnya untuk menjauh, tetapi bukannya menjauh tangan pria itu malah semakin jauh lebih erat lagi, tubuh mereka benar-benar dekat bahkan tidak ada ruang udara untuk bergerak.


Mengejutkan, ternyata hal itu berhasil entah itu memang karena usaha Renxa atau Joe sendiri yang melonggarkan tangannya.


Oh.. shit! Gue hanya perlu mundur perlahan and walla.. gue bisa terlepas. Good job girl!


Renxa mundur perlahan satu dua langkah tanpa sekalipun menatap pria itu. Satu dua tiga.. dan terlepas, gadis itu dengan cepat segera melarikan diri dengan gelas yang masih ditangannya.


Yey.. gue satu langkah lebih cepat dari 'dia'


Namun... ternyata pria dihadapannya itu dua langkah lebih cepat, menarik tangan gadis itu dan mendorong lembut tubuh gadis itu sampai menyentuh dinding belakang tubuhnya dan membuat pria itu dapat memandangnya dengan lebih jelas. Posisi ini membuat gadis itu kurang nyaman, hal ini juga membuatnya merasa gugup dimana jantungnya terdengar mendetak begitu kencang. Hal yang membuatnya gugup adalah dimana untuk kedua kalinya mereka terjebak dalam tatapan mata sangat dalam, mata mereka kembali dipertemukan dan tangan pria itu kembali memeluk tubuh gadis dihadapannya diantara jacket yang dikenakan gadis itu dan tubuh-nya. Posisi ini membuat Joe dapat merasakan dengan jelas tubuh gadis yang didekapnya itu. Tidak dari keduanya yang mengeluarkan suaranya untuk beberapa saat, sampai pada akhirnya Joe sendiri mencondongkan tubuhnya mendekati telinga Renxa, ia menyingkirkan sebagian rambut panjang yang menutupi telinga gadis itu.


" Udah balik dari Swiss? Kenapa nggak kasih kabar? " Bisik pelan pria itu sampai menyentuh telinga gadis itu


This smell, Alcohol! Is he under the influence of alcohol?


Renxa merupakan seorang gadis yang tidak terbiasa dengan hal-hal sensitif seperti itu yang mungkin bagi orang lain itu adalah hal yang biasa. Dengan merasakan nafas dan bibir Joe ditelinganya tersebut, membuat Renxa menjadi sangat sensitif dan geli sampai semua bulu ditubuhnya berdiri. Menanggapi hal itu refleks Renxa memalingkan wajahnya kearah lain, dan meminta sekali lagi kepada Joe untuk membiarkannya pergi.


" Hey, stop it. Please, let me go first! " pintanya dengan nada tinggi sambil sesekali mendorong tubuh pria itu


Justru sebaliknya, Joe menyukai kemungkinan yang tidak Renxa sukai darinya. Ia akhirnya mendekatkan wajahnya ke arah wajah gadis itu, tetapi sekali lagi Renxa memalingkan wajahnya lagi ke arah berlawanan.


" Why are you turning your face away from me? Jangan jauh-jauh, please.." Bisiknya perlahan


Kali ini Joe benar-benar mengunci wajah gadis dengan tangannya dan membuatnya bisa jauh lebih dekat untuk menjangkau bibir gadis itu, dari awal mata pria itu selalu tertuju pada bibir gadis itu, matanya hatinya dan bahkan fikirannya seakan mengginginkan gadis itu. Renxa benar-benar tidak bisa bergerak, ia memilih untuk tidak menatap pria dihadapannya itu, ia bisa merasakan wajah dan hafas hangat mulai mendekati wajahnya. Hanya 5 senti jarak bibir Joe akan menyentuh gadis itu, Joe mulai membuka sedikit bibirnya untuk menyambut bibir gadis dihadapannya. Joe bisa merasakan nafas hangat gadis itu di hidung dan pipinya. Joe sangat menyukai kemungkinan itu, tetapi sebaliknya dengan gadis itu.


Renxa.. please, come to me! Pikiran pria itu yang hanya tertuju kepada wanita dihadapannya


Pria itu semakin mendekat dan mendekat hingga tersisa jarak 2 senti bibirnya dan bibir pria itu akan bersentuhan, tetapi tiba-tiba dengan cepat tepat sebelum bibirnya disentuh oleh pria itu, ia segera mendorong jauh tubuh pria itu darinya. Walaupun itu tidak berhasil, tetapi hal itu berhasil mencegah pria itu untuk mendaratkan bibirnya.


" Excuse me, you have bad breath! " Jelasnya tanpa memandang kearah pria tersebut


" ... " Perlahan pria itu melepaskan tangan-nya dari pinggang gadis dan mundur perlahan dengan sedikit kesal


" ..." dengan cepat ia segera meninggalkan pria itu sebelum hal yang sama terjadi kepadanya


" Wait.. berikan gelas yang ada ditanganmu. Gue haus! " pintanya tanpa memandang Renxa dan dengan salah satu tangan yang terbuka kearah gadis tersebut yang merupakan tanda mengginginkan apa yang ada pada gadis itu


Huh.. kan bisa ambil sendiri dirak piring! Atau panggil saja pelayanmu itu. Pikir gadis itu


" ... " menyerahkan gelasnya dengan heran dan berusaha secepat mungkin untuk lari dari ruangan itu


Joe dapat melihat betapa cepatnya gadis itu berlari meninggalkannya. Ia segera meneguk habis isi sisa dari gelas yang gadis itu minum.


I know it's you, darling. Cara loe ngehindar dari gue. Mana ada cewek yang menolak gue? It's only you.. the one person I knows from the past until now!


Cittchh... Unfortunately I missed you. Huh.. kenapa gue jadi begini? Tapi, tingkah dia membuat gue jadi lebih ingin untuk mendapatkannya.