MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 24



B/n Jorgo


Jessica yang berada dihadapan pria itu, terlihat sangat nyaman satu kelompok dengannya. Begitu pun Jorgo, ia juga terlihat tidak segan-segan kepada Jessica. Ia bahkan tidak terlihat kaku kepada gadis itu, atau mungkin memang karena mereka sudah berteman lama?


Beberapa kali mereka bertukar pikiran dan bercanda bersama. Mereka sangat tenang menghadapi situasinya, walaupun terkadang Jessica selalu berbicara kearah yang lain. Ia tidak terlalu terganggu dengan apa yang Jessica katakan, karena memang mereka sudah kenal lama.


" Jorgo.. " Panggil gadis itu dengan kepalan tangan yang menumpu pada dagunya sambil tersenyum


" Hhm.. ya Jessica? " Dengan santai pria itu menjawab tanpa memandang kearah gadis dihadapannya


" Did you really think I'm a beautiful girl or not?


[Menurutmu, aku seorang gadis cantik atau tidak] "


" ... " Jorgo mendongak dan memandang gadis cantik dihadapannya untuk sekejap dan menjawab pertanyaan yang terlontar kepada dirinya


" Yes, you are. " Pria itu menjawabnya dengan singkat dan kembali memfokuskan pandangannya kepada buku yang ia pegang


" If so, why didn't you choose me as your girlfriend?


[Kalau begitu, mengapa kamu tidak memilihku sebagai kekasihmu] "


" ... " Jorgo diam beberapa detik karena ia benar-benar fokus kepada apa yang ia baca dengan sandaran kursi dipunggungnya


" Jorgo.. are you listening to me?


[Apakah kamu mendengarku berbicara] " Gadis itu menunggu beberapa detik untuk membangunkan pria dihadapannya dari konsentrasinya


" Huh.. Jessica, aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan, kita sudah membicarakan hal ini sejak lama. Dan kenapa kamu masih membahas hal ini? Aku dan Mellysa.. lupakan. " Ia menutup buku yang ia baca, dan menumpukan tubuhnya diatas meja. Ia berbicara dengan tenang dan serius, disaat bersamaan ia menatap gadis dihadapannya


" ... " Jessica memutar kedua bola matanya dan mendengarkan


" Never mind, forget it. Let's finish this first, I don't wanna hear that from you anymore.


[Sudahlah, lupakan saja. Ayo selesaikan pekerjaan kita, aku tidak ingin mendengar itu darimu lagi] " Jorgo mengangkat dan merapikan pekerjaan yang ada didepannya dan Jessica dengan kesal


" Huh.. you're not fun. I don't want to be with you, I better be with.. with Ms. Nocthadhanaksa. Bye..


[Kamu tidak seru. Aku tidak mau bersama denganmu, lebih baik bagiku untuk bersama.. bersama dengan Ms. Nocthadhanaksa] " Jessica melihat sekelilingnya dan berhenti pada Renxa yang tidak jauh dari bangku mereka. Ia bangkit dari tempat duduknya dan membawa serta semua buku dan tugas-tugasnya menuju Renxa, ia menyapanya dengan sopan.


" ... " Jorgo melihat Jessica benar-benar marah kepadanya dan mulai bangkit meninggalkannya sampai Jessica kepada gadis sombong yang tidak jauh dari bangkunya


" ...hey..."


" ...yeah..."


" ...bisa? Aku..."


" ...tentu saja, silahkan..."


" Yah.. come'n, why are you like this? Jess?


[Kenapa kamu jadi seperti ini] " Jorgo sangat kesal dengan apa yang Jessica lakukan kepadanya dan memanggil gadis itu dengan sangat keras


" Jessica! Come back here.. " Sekali lagi pria itu meneriaki nama Jessica


Renxa sangat terkejut dengan kedatangan Jessica. Tiba-tiba saja Jessica datang dan ingin bergabung bersama dengan Renxa, terlebih lagi dengan apa yang telah ia lakukan. Ia memanggil Jessica berulang kali, tetapi Jessica terlihat tidak begitu peduli dengannya. Jessica sama sekali tidak berpaling kearahnya dan membiarkanya begitu saja. Renxa sekilas menatapnya dengan heran, ia benar-benar marah dan memutuskan untuk tidak menyentuh buku-buku serta tugasnya sama sekali dan duduk bersandar pada punggung kursi. Ia melempar buku serta kertas yang ada ditangannya kemeja kembali. Karena suasana kelas sedang ramai, tidak banyak yang dapat mendengarnya berdebat dengan Jessica.


" Terserah... " Ucap pria itu yang kini menyilangkan tangannya


Kedua gadis itu akhirnya menatapnya dan berbisik-bisik. Samar-samar ia mendengar percakapan mereka dengan jelas.


" ...he's alright... "


" ...kalian kenapa... "


" ...entahlah, aku hanya..."


" ...bercanda, kenapa..."


Jorgo yang mendengar itu tersenyum sinis dan memalingkan wajahnya. Ia tidak percaya perdebatannya dengan Jessica akan dengan mudah dikendalikan oleh gadis itu, Renxa Nocthadhanaksa. Gadis itu beberapa kali berusaha mengerti dan memberikan Jessica masukan, yang pria itu pun tidak mengerti maksudnya.


Cittch.. hal sepele seperti ini saja, Jessica marah. Gue nggak ngerti, kenapa dia jadi begini? And.. gadis sombong itu. Huh.. gampang banget dia dapet perhatian Jessica. Memangnya dia lebih baik dari pada gue? Nambah-nambahin daftar ketidak-sukaan gue aja.


Jorgo sangat membenci 3 hal utama yang terjadi didunia ini. Pertama, dia tidak suka kepada orang yang merendahkan dan menindas orang lain dihadapannya. Kedua, ia sangat membenci wanita yang sedang menangis, ia benar-benar tidak bisa saat melihat wanita menangis dihadapannya. Ketiga, dia sangatlah membenci seseorang yang terlihat berantakan yang tidak memperdulikan penampilan ketika berhadapan dengannya.


Dengan kejadian pagi ini, ada seseorang lagi yang mendaftarkan dirinya menjadi hal/sesuatu yang tidak ia sukai dan membuatnya menjadi yang ke-empat. Ke-empat, Jorgo sangat-sangatlah membenci gadis sombong, dan yang suka mencampuri urusannya seperti seorang Renxa Nocthadhanaksa Widjaya.


Cittch.. gadis sombong!


...°¢¢¢¢¢°...


Jorgo menyibukkan dirinya dengan handphone yang ada ditangan kanannya. Tidak lama setelah itu, terdengar bel sekolah yang menandakan bahwa semua kelas berakhir dan mempersilahkan murid-muridnya untuk kembali kerumah.


Mr. Harris merapihkan kembali laptop dan buku-buku dimejanya, begitupun dengan murid-muridnya. Setelah mereka semua selesai membereskan barang-barang mereka, Mr. Harris dan para murid berdiri dan memberikan salam terakhir mereka.


" Merci pour la rencontre, M. Harris.


[Terimakasih atas pertemuannya, Mr. Harris]" (semua murid menundukkan kepala dengan sopan)


* M. untuk Monsieur (Sir/pak)


" ... " Begitu pula Mr. Harris


" Nous nous rencontrerons la semaine prochaine, c'est peut-être tout votre mission de groupe.


[Kita akan bertemu minggu depan, mungkin itu tugas seluruh kelompok anda] " Tambah Mr. Harris sebelum meninggalkan ruangan


" Oui.. [Iya] "


Mr. Harris meninggalkan ruangan diikuti beberapa murid dibelakangnya. Hampir semua murid telah pergi meninggalkan kelas kecuali 3 murid lainnya. Jorgo, Jessica dan gadis sombong itu.


" Jess, ayo pulang sama aku. Aku antar kamu. Kamu nggak bawa mobil sendiri, kan? " Ucap Jorgo sambil mengemas kembali laptop serta buku-bukunya kembali ke tasnya


" Ah.. nggak perlu, aku bisa sendiri. " Jawab gadis itu yang membelakangi Jorgo


" ... " Renxa sangat sibuk dengan dirinya sendiri, sampai tidak terlalu menghiraukan mereka berdua


" Terus kamu pulang sama siapa? " Ia telah selesai dengan urusannya dan menghampiri bangku Jessica


" Aku dijemput! Yaudah.. minggir. " Jorgo berusaha menghalangi langkahnya


" Renxa, ayo kita turun.. " Berjalan kearah Renxa


" ... " Jorgo menatap kesal kearah Jessica dan Renxa


" Eh.. ya. Kamu turun aja dulu, aku masih.. pokoknya duluan aja deh. Bye.." Gadis itu melambaikan tangannya


" Oh.. yaudah duluan ya. Bye.. " (pergi meninggalkan ruangan)


" Jess.. " Teriak Jorgo sambil berjalan cepat menghampiri Jessica yang telah meninggalkan ruangan


...°¢¢¢¢¢°...