MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 6



Gadis itu berjalan begitu cepat meninggalkan dapur dan tepat di pangkal pintu ia segera lari sekencang-kencangnya hingga pria itu tidak bisa lagi untuk menjangkaunya.


Huh.. I'm so tired, he's crazy! Gila.. I'm still a minor, baru mau 17.


...°¢¢¢¢¢°...


Gadis itu mulai berjalan perlahan untuk menghampiri G-ra yang ada diruang depan. Karena dapur rumah itu berada cukup jauh masuk dalam rumah besar tersebut, sehingga ia membutuhkan waktu untuk berjalan. Sebelum ia benar-benar sampai, ia melihat ada beberapa pria yang mengobrol bersama dengan G di ruang tamu. Lelaki-lelaki tampan yang terlihat seumuran dengan 'pria itu' tetapi ia merasa seperti tidak asing dengan wajah-wajah mereka dan sayangnya gadis itu tidak bisa menginggat dengan jelas dimana ia melihat mereka semua. Ia memustuskan untuk dengan segera mencari tahu siapa mereka sebenarnya.


" Hey.." sapa G-ra melihat sahabatnya telah datang


Semua terlihahat tidak begitu terkejut dengan kedatangan gadis tersebut. Dan malah sebaliknya mereka terlihat sangat senang dan akrap dengan kehadiran gadis itu. Bahkan gadis itu sangat binggung, karena ini pertama kalinya mereka bertemu dan benar saja itu memang pertama kalinya mereka bertemu.


" Hum.. permisi aku mau ambil tas dibelakang kakak." Jelas gadis itu dengan sopan kepada salah satu pria yang tidak sengaja menutupi tas yang dibawa gadis itu


" Oh.. I'm sorry. "Jawab pria itu dengan sopan disertai senyum yang ramah


" Hhm.. jadi ini kamu yang tadi ya? " Tanya salah seorang dari ke-3 pria tampan tersebut dengan disertai tertawa yang lebar bersama teman-temannya


" Tadi? Emang loe udah pernah ketemu sama mereka ya? " Bisik G-ra kepada sahabatnya yang duduk disebelahnya


" Ah.. enggak ah. Gue aja baru berhadapan langsung dengan mereka. Kalau yang di pojok kiri itu, gue tadi sempet lihat ditaman belakang.. With his girl, tapi dia nggak liat gue deh. Yakin gue mah. " Jelas Renxa sambil berbisik dengan sahabatnya


" Jadi udah kenal nih ka? "Tanya G penasaran kepada ke-tiga pria dihadapannya


" Oh.. kenal? Kenal sih belum, but.. we've seen her before. So, who's she?"


" Wait.. rasanya gue pernah lihat kalian semua, tapi dimana ya? Dan kalau kamu yang disebelah kiri gue sudah lihat loe di taman belakang with the girl.. " menggangkat salah satu alisnya dengan heran


" Ehem.. Brian, you must be careful." Canda salah seorang pria tersebut yang mengundang gelak tawa mereka semua


" Yeah.. okay, thanks for giving me a suggest. Haha.." Jawabnya diiringi tawa yang merekah dibibirnya.


Pria tersebut merupakan Brian Acharzia Brigitte, seorang putra sulung dari salah satu miliarder dunia Niguel Acharzia Brigitte sekaligus calon pewaris dari Brigitte AirLines yang merupakan maskapai penerbangan terbesar didunia yang berpusat di Belanda.


" Renxa, kenalin mereka teman-teman kakak gue. Christ Van.M Afferther, Zab Agler Zerroun, and Brian Acharzia Brigitte. Loe pasti nggak mungkin, nggak tau nama-nama belakang besar mereka dong, secara ayahnya.." Jelas G melirik kearah ketiga pria dihadapannya dengan tawa lebar dibibirnya


"Oh.. Bentar, Agler Zerroun? Anaknya Elenio Agler Zerroun, yang punya Agler's Industrial and Commercial Bank? Pantesan gue rasa nggak asing sama wajah mereka, mana gue pernah ngeliat artikel-artikel mereka lagi. "


" Iya, tepat sekali." Jawab pria tampan tersebut yang adalah Zab Agler Zerroun


Zab Zerroun merupakan putra sulung dari salah satu miliarder dunia juga, Elenio Agler Zerroun. Agler Family's bergerak dibidang keuangan, tidak heran keluarga mereka memiliki sejumlah bank yang tersebar disetiap benuanya. Agler's Industrial and Commercial Bank (AIC Bank) merupakan bank terbesar dan terkaya didunia yang pusat pengembangannya di Swiss


" Ah? Ahaha.." Jawab Zab dengan canggung dan tidak tau lagi bagaimana menanggapi tingkah laku gadis dihadapannya


Mereka semua tertawa dengan sangat keras sampai Renxa tersadar apa yang ia lakukan adalah berlebihan


" Ah.. maaf-maaf. Gue tadi terlalu berlebihan ya? Terlalu senang saja bertemu dengan kalian ber-tiga." Candanya dengan malu dan mundur perlahan


" Huh... It's okay, santai aja. " Jelas Brian


" Yeah.. okay. Gue kenalin dia ke loe semua ya ka, jangan kaget. Dia adalah adik dari ka Billan Nocthadhanaksa Widjaya, Renxa Nocthadhanaksa Widjaya. Inget nggak sih? " Jelas G dengan semangat


" ... " mereka ber-tiga terdiam sejenak untuk bisa menginggat kembali


" Ah.. Billan? WHAT.. SERIOUSLY? Wow.. ini pertama kalinya gue liat adiknya Billan, kalau nggak salah kita berempat lihat dia waktu masih 4 atau 5 tahunan ya, kalau nggak salah. " Jelas Christ dengan terkejut


" Ah.. iya-iya. Loe apa kabar? Nggak nyangka kita ketemu secara nggak sengaja disini. Hhm.. udah gede ternyata anaknya." Tambah Brian dengan tawa lebar dibibirnya


" Iya, baik-baik aja ka. Btw, kenal kakak gue dimana? Ko gue nggak pernah tau kalian sama kakak gue? " Tanyanya dengan penasaran


" Eh.. um.. sebenarnya kita udah kenal dari lama sih, bisa dibilang kita udah sahabatan dari kecil sampai sekarang. But, loe kayanya cuman tau G-ra sama Joe doang kan ya? " Dengan nada suara ragu Zab menjelaskannya


" Ah.. iya. Karena kata nyokap sahabat dari kecil dan kebetulan rekan bisnis bareng. Makanya gue bisa kenal sama mereka. "


" Oh.. berarti mereka bener, kalau adik Billan nggak tau apa-apa. Bahkan dia juga pertama kali tau.." Bisik Brian dengan hati-hati kepada Zab yang ada disebelahnya dengan memastikan bahwa tidak seorang pun yang dapat mendengarkannya


" Eh... um, Jadi kita sama Billan juga kenal karena orang tua kita juga. Orang tua loe sama kita dan juga G-ra itu sama-sama sahabat dari kecil dan sekaligus rekan bisnis juga." Jelas Christ untuk mengalihkan perhatian gadis itu


" Ah.. jadi gitu. Sorry, baru tau gue. Kalian masih contact an sama kakak gue? "


" Masih-masih, kita masih sering kasih kabar. Cuman pisah negara aja, dia di Mexico kan? Waktu itu karena Zab keadaan pindah ke Canada, Brian dan Richo ke Moscow, Rusia. And.. gue dan Joe kebetulan sama-sama di German jadi ya kita pisah sama Billan. Dan karena gue, Zab, Richo and Brian pergi lebih dulu, jadi mungkin karena itu loe dan kita nggak terlalu saling kenal. " Jelas Christ yang diselingi dengan tawa


" Richo? Yang mana orangnya? " Tanya gadis itu sambil menengok ke belakang


" Um.. ka Richo lagi tidur diatas kayanya." Jelas G-ra untuk meyakinkan Renxa


" Oh.."


" Ah.. Christ. Pantesan aja Joe dulu yang mojok-in, yang dia hadapi seorang Renxa Nocthadhanaksa.." Canda sindirnya seorang Brian dengan mengangkat salah satu alisnya dan melirik kearah dua gadis muda dihadapannya


Huh.. Damn it! Mati gue..