MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 66



" Huaah.. " (menguap) Renxa sangat lelah, ia melihat sekelilingnya dan matanya tertuju pada sebuah bar disisi kanan ruangan luas itu


Gadis itu telah selesai mengganti perban ditangannya, dibantu oleh beberapa staf gedung. Ia kembali naik kelantai yang sama, karena ia tidak mungkin pulang tanpa pria itu. Dari tengah malam hingga menjelang pagi hari, tempat itu menjadi sedikit pengunjung dan tidak ramai, hanya beberapa kelompok pemuda yang masih tinggal. Musik pun juga di putar sedikit lebih tenang dari pada biasanya. Ia berjalan menghampiri bar itu, bukan untuk minum.. tetapi untuk beristirahat. Ia hanya ingin duduk sejenak.


Sudah hampir jam 2 pagi, tempat ini baru tenang dijam seperti ini?


" Huuahh.. ka Joe, dimana? Gue sangat mengantuk, apa dia masih diruangan itu dengan teman-temannya? " (duduk) Dengan malas dan raut wajah lelah gadis itu mengambil tempat duduknya. Ia langsung menyandarkan kepalanya pada meja dengan tangannya


Beberapa menit ia menyandarkan dahinya, ada seorang pria yang sedang memperhatikannya. Gadis itu tidak mengetahuinya.


" Can I give you a glass of vodka?


[Bisakah saya memberimu segelas vodka]" (tersenyum) Pria itu menawarkan Renxa minuman, dia adalah seorang bartender dibar itu. Seorang pria yang tampan dan rapi


" ..." Renxa mendongak untuk melihat siapa yang berbicara kepadanya


" Oh.. no, thanks. I just need a cup of coffee.


[Tidak, terimakasih. Saya hanya butuh secangkir kopi] " (melambaikan tangan) Ia tersenyum ramah, matanya sangat berat jadi gadis itu fikir kopi akan membuatnya merasa lebih baik


" Hhm.. saya bisa membuatkannya, untuk anda. " Pria itu berbalik dan mulai mengotak atik mesin kopi yang ada didekatnya


" Wah.. Latte, please. " Ia sangat senang karena bisa mendapatkan apa yang ia inginkan


" Sure. "


Pria itu sibuk membuatkannya secangkir latte. Renxa melihatnya, orang itu sangat terlatih, seperti bukan hanya seorang bartenter biasa. Memang benar, Play House ini selalu memperkerjakan seorang yang ahli dan profesional yang bukan hanya 1 atau 2 tahun saja pada bidangnya, tetapi lebih dari itu. Semuanya hanya untuk kepuasan pelanggan mereka. Play house adalah club malam paling eksklusif dan terkenal dikalangan anak-anak muda.


Club malam Play House ini selalu menjadi tempat favorite para model, desainer dan orang-orang penting lainnya, termasuk beberapa selebriti dunia. Bahkan untuk masuk dalam club ini terbilang sangat sulit, hanya langganan club saja yang diutamakan masuk. Mereka akan memberikan card member pada mereka yang ingin dengan bebas keluar masuk tempat ini, tetapi dengan nominal yang tidak main-main pada setiap bulannya untuk memperbarui masa kartunya.


Renxa tidak pernah mengetahuinya, bahkan ia tidak mengerti dengan segala sistem yang tempat ini gunakan. Meskipun dengan harga yang tidak murah, tetapi banyak orang yang selalu tertarik untuk menghabiskan waktunya ditempat ini, bahkan hanya untuk sekedar mendengar musik atau minum-minuman eksklusif saja.


" Bukankah anda yang datang bersama dengan tuan muda kami? " Pria itu menaruh secangkir latte dihadapan gadis itu


" Tuan muda? Siapa, Joe? " (mengangkat cangkirnya)


" Iya, tuan muda Joe. " Sambil mengobrol, pria itu juga mengerjakan sesuatu yang lain


" Oh.. iya. Saya penasaran, kenapa kalian semua sangat mengenal dia? Apa dia sangat sering kesini?" (meminum) Renxa tidak terlalu heran, karena memang Joe adalah seorang pria yang selalu membuang waktunya ditempat seperti ini


" Yeah.. tentu saja. Beliau adalah atasan saya, tempat ini adalah milik beliau. Maka tidak heran, beliau sering menghabiskan waktunya bersama teman-temannya disini. " (mengelap gelas)


" ..." (mulut terbuka) Renxa terkejut, ia menaruh gelasnya kembali


Ah.. pantas saja mereka terlihat sangat takut pada ka Joe. Ternyata ini miliknya..


Pikir gadis itu, ia sama sekali tidak mengetahuinya. Club malam eksklusif ini adalah milik Joe An Arvadhafiose. Joe sama sekali tidak memberitahu dirinya bahwa ini adalah miliknya. Jadi semua kemewahan dan fasilitas kelengkapan yang pria itu dapat menjadi sangat jelas, karena memang ini miliknya.


" Kenapa anda terkejut? Bukankah anda sudah mengetahuinya? "


" Saya baru mengetahuinya, bahwa ka Joe adalah pemilik Play House. " Dengan santai gadis itu mengatakannya


" Ah.. saya kira anda telah mengetahuinya, karena saya lihat anda datang bersama beliau.."


" Hahaha.. saya bertaruh bahwa anda adalah wanita yang sangat penting bagi Tuan Joe. Sebelum ini, beliau sama sekali tidak pernah membawa wanita lain bersamanya ketempat ini. Semua wanita selalu menghampirinya, bukan beliau yang membawa mereka.. " (tertawa)


" ..."


" Anda adalah wanita pertama yang Tuan Joe bawa sendiri. Beliau tidak pernah membawa wanita lain, kecuali adiknya. "


" Hahaha.. kamu sangat suka bercanda. Saya bukan orang penting bagi dia, saya hanya seorang teman masa kecil.. " (tertawa)


" Oh.. jadi kalian berteman? Saya kira kalian sepasang kekasih, karena pertama kalinya... "


" Bukan, saya baru saja kembali dari Swiss.. mungkin karena itu saya tidak mengetahui apa-apa tentang dirinya. " (Tersenyum)


" Baiklah, kalau begitu silahkan anda nikmati latte-nya. Saya permisi sebentar, saya akan melayani pelanggan lainnya.. " Dengan sopan pria itu menundukkan kepalanya dan bergeser kepada pelanggan lain yang sudah berjejer disisi lainnya


" ..." (mengangguk)


Renxa segera menghabiskan coffee-nya dengan cepat. Saat ia akan mengambil handphone ditasnya, ia baru sadar bahwa ia tidak membawa lagi tasnya.


Yah.. gue lupa mengambil lagi, tas gue..


Setelah menghabiskan kopi-nya ia baru saja sadar bahwa dirinya tidak membawa tas. Ia tidak tau harus berbuat apa lagi, setelah beberapa saat ia diam saja. Ia merasakan dirinya kembali mengantuk.


" Huaahh.. " (menguap)


Renxa menyingkirkan cangkir kosong dihadapannya dan menyandarkan dahinya lagi. Renxa merasakan lambungnya terasa sangat hangat karena mengonsumsi kopi yang panas, hal ini yang membuatnya terasa sangat nyaman dan kembali mengantuk. Beberapa saat ia berusaha untuk tidak tertidur, ia mengusahakannya.


Tiba-tiba..


Gadis itu merasakan seseorang perlahan menyentuh kedua pundak terbukanya. Mata Renxa langsung terbuka, ia sangat terkejut. Renxa langsung memutar kursinya dan menapis tangan orang itu.


" Hey.. " (menyentuh bahu) Suara lembut seorang pria dari belakang tubuhnya


" ..." Renxa menapis tangan pria itu dan berbalik mengengoknya


" Huh? Ka Joe? " Mata Renxa langsung merekam sosok pria itu dihadapannya.


Ternyata pria itu adalah Joe An Arvadhafiose! Joe mengambil bangku kosong disebelah kanan gadis itu, ia menarik kursinya mendekati Renxa.


Ah.. kenapa dia bisa ada disini..


Renxa sangat lelah, setelah melihat pria itu. Dia merasa tidak ingin mendebatnya, ia kembali menyandarkan dahinya


" Apa yang terjadi? Loe baik-baik saja? Kenapa loe tidak kembali.. " Joe membawa tas gadis itu dan menyerahkannya kembali


" Yey.. tas gue. " (tertawa) Ia mendongak dan pria itu membawakan tasnya


" ..." Joe menatap gadis itu dan melepaskan jacketnya


" Pakai ini, loe pasti sangat kedinginan dengan pakaian seperti ini. Kemana jacket loe sebenarnya? " Joe memakaikan jacketnya pada tubuh gadis itu


" ..."