MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 58



10.35 PM


-Play House-


Joe seakan berjalan lebih cepat saat ia telah turun dari kendaraannya. Joe terlihat sangat santai dengan kaus putih polos disertai jacket bomber coklat sebagai outer dan skinny jeans putih-nya.


Tanpa mendebat gadis itu ia segera berjalan menjauhinya. Renxa baru saja turun dari mobil pria itu dan ia sudah ditinggalkan begitu saja. Mobil Joe ia parkirkan tepat didepan pelataran sebuah club malam eksklusif. Renxa tidak perduli dengan pria itu meninggalkannya atau tidak, tetapi ia melihat sekelilingnya. Pertama kalinya ia melihat tempat itu, tempat yang sangat ramai pengunjung, tetapi didepannya tidak terlalu banyak orang yang melintas.


" Play house? Party house.. club? Seriously, dia bawa gue ke klub malam? " Renxa terkejut melihat tempat itu, pada awalnya ia tidak menyangka bahwa tempat itu adalah sebuah club malam dan Joe membawanya.


Beberapa detik saat ia selesai melihat sekelilingnya, matanya langsung mencari keberadaan pria itu. Joe sudah memasuki gedung dan ia segera berlari mengejarnya.


" Gila.. gue ditinggal. " (berlari) Renxa segera memasuki gedung dengan tergesa-gesa. Sesaat setelah ia masuk, ia menemukan sosok pria itu yang berjalan santai mendahuluinya.


Saat melangkah memasuki tempat itu, pada bagian lobby penerima tamu terlihat sangat tenang dan tidak ramai. Tidak ada suara-suara musik keras yang terdengar. Memang seperti itu, karena semua lantai dan ruangan dilapisi dinding kedap suara.


Renxa berjalan dibelakang pria itu dan mengikutinya.


Hurrff... untung saja, pakaian gue tidak terlalu terbuka. Hahaha.. gue harus berjaga-jaga.


Dari awal gadis itu sudah merasakan perasaan tidak enak dari Joe. Maka dari itu ia sangat hati-hati dalam memilih outfit-nya. Ia memilih black shirt crop off shoulder pendek dengan jacket kulit merah sebagai outer-nya dan skinny jeans hitam, serta dengan sepatu Ankle boots high heels-nya ini adalah best club outfits untuk wanita berjaga-jaga.


Mereka masuk lift dan pria itu menekan lantai 8. Saat mereka benar-benar berdua dan suasana terasa enak untuk mengobrol, Renxa menyempatkan untuk bertanya pada pria itu.


" Ka Joe.. ngapain kita ke sini? " Ia dengan ragu bertanya, tangannya ia lipat ke belakang seperti anak kecil. Ia tersenyum menatap pria disamping kanannya


" Tidur! " (menatap layar handphone) Joe menjawab gadis itu dengan datar dan tanpa ekspresi


" ..." Renxa menyipitkan matanya menatap pria itu


Dia sama sekali tidak memiliki selera humor yang bagus. Uh.. payah!


Walaupun ia tau pria itu sangat menyebalkan, tetapi ia tidak bisa berhenti untuk tersenyum menatap pria itu. Mata Joe sangat indah, walaupun tertutup kaca mata hitamnya. Tetapi, Renxa dapat melihatnya dengan jelas dari samping, bulu mata yang sangat lentik dan indah. Setiap kedipannya, gadis itu seakan bisa merasakannya.


" Udah.. " Tanya Joe dengan tiba-tiba


" Huh? " Pria itu membangunkan lamunan gadis itu


" Udah liatin gue-nya? " (tersenyum) Joe mematikan handphone-nya dan menengok kearah gadis yang selalu memperhatikannya dari awal


" Um? " Renxa seketika langsung memalingkan wajahnya dari pria itu


" Hati-hati ntar bisa jatuh cinta.. " Tambah pria itu sambil tersenyum menatap gadis itu


" ..."


Udah Joe, semuanya terlambat..


" Uweekk.. bisa-bisa mati gue! " Tanggap gadis itu yang berpura-pura muntah dihadapan pria itu. Joe malah tersenyum tipis kepadanya


Pintu lift terbuka dan Renxa keluar lebih dahulu. Ia berhenti tepat didepan pintu lift karena saat ia keluar hal yang pertama kali mereka lihat adalah sebuah pintu kaca lebar yang dijaga oleh dua orang pria besar(bodyguard).


Lantai itu tidak memiliki cabang jalan kiri dan kanan, tetapi langsung pada tempat dimana semua orang berpesta. Saat Renxa ingin berbalik bertanya pada pria dibelakangnya, tetapi dahinya terbentur pada sesuatu.


Joe berdiri tepat dibelakangnya, sangat dekat hingga dahinya bisa menyentuh dada pria itu.


" Ow.. kenapa berdiri disini." (mengerutkan dahinya) Renxa mengusap dahinya dan langsung mundur menjauhi pria itu


" Loe yang berdiri terlalu dekat.. " Joe meraih pergelangan tangan kanan gadis itu dan menggandengnya


" Tuan muda.. selamat datang. " Sapa kedua pria yang menundukkan kepalanya


" Iya, teman-teman saya sudah datang? "


Wah.. ada mereka. Gue jadi tidak khawatir.. haha..


" Sudah, mereka sudah menunggu anda didalam." (membukakan pintu)


" ..." Joe masuk dan menarik gadis itu bersamanya


Renxa berjalan masuk, tetapi ia sedikit menarik kembali tubuhnya kembali pada kedua penjaga itu dan bertanya.


" Anu.. apa kalian akan datang saat saya tiba-tiba memanggil.. Eh.. ka Joe.. " (tersenyum) Saat ia berbicara kepada mereka, pria itu tidak membiarkannya menyelesaikannya. Joe menariknya kembali masuk ketempat itu. Ia hanya ingin memastikan bahwa ia benar-benar aman


" Iya nona.. " Jawab sopan salah satu penjaga dan segera menutup pintu itu kembali setelah mereka benar-benar masuk


Ruangan tempat itu sangat luas, tetapi penuh dengan orang. Semua orang menari ditengah lantai, dentunan musik yang dimainkan seorang DJ menggema diseluruh ruangan. Baru beberapa detik gadis itu disana membuatnya sangat pusing, semua aroma alkohol bercampur perfume yang sangat kuat. Diskotek sebenarnya adalah tempat yang menyenangkan untuk melepaskan penat/lelah setelah bekerja seharian.


Joe melepaskan genggaman tangannya dari gadis itu dan mereka berdua berjalan melewati kerumunan orang ditengah lantai dansa.


" Huh.. tempat ini. " Guman gadis itu, musik sangat kencang hingga ia tidak bisa mendengar suaranya sendiri


" Joe.. disini. " Seorang pria disudut kiri ruangan berteriak memanggil Joe. Joe menyadarinya dan segera berjalan menuju mereka


Dari jauh Renxa melihat mereka, teman-teman pria itu. Mereka cukup banyak, ada 3 pria asing yang tidak ia kenal, tetapi ada beberapa yang tidak asing baginya. Ya.. Christ, Richo, Zab dan Brian ada disana dan benar mereka berlima tidak pernah tidak bersama. Tidak hanya teman laki-lakinya saja, tetapi ada wanitanya juga, wanita-wanita cantik disamping mereka.


Oh.. jadi seperti ini.. kehidupan mereka?


Pikir gadis itu yang tidak terlalu terkejut dengan itu. Ia dari awal sudah menebaknya, bagi mereka itu adalah hal yang biasa dikalangan keluarga-keluarga mereka.


Mereka perlahan mulai mendekati mereka. Joe menyapa dan memeluk semua temannya, Renxa hanya tersenyum ramah kepada mereka semua. Mereka semua mempersilahkan gadia itu duduk, karena banyak orang jadi ia tidak ingin untuk duduk disebelah Joe. Tetapi, pria itu menyadarinya, dia menarik jacketnya sehingga membuatnya jatuh dan duduk tepat disebelah pria itu.


" Aigo.. " Gumam Renxa menatap pria itu dengan kesal dengan kesal


" Mau kemana? Disini aja.." (tersenyum) Joe berbisik pada gadis disebelah kanannya itu


Tempat mereka duduk sangatlah besar dan lebar, bahkan sangat cukup untuk menampung mereka semua. Renxa duduk di sudut kanan sofa yang melingkar itu, tempatnya cukup luas dan nyaman bahkan kalau hanya dirinya sendiri. Mereka semua terlihat santai dan sibuk mengobrol bersama dengan Joe. Renxa sangat senang karena semua perhatian tidak menuju kepadanya, ia hanya melihat sekelilingnya dan berusaha menikmati musik-musik yang dimainkan.