
[Indonesia's Academic Homeschooling]
Selasa, 17 october
7.56 AM
Sekolah sangat ramai pagi ini, sudah waktunya mereka masuk dan memulai pembelajaran mereka. Renxa berjalan bersama dengan kedua teman wanita barunya dikelas. Ia berjalan memasuki lorong lantai 7, dimana kelas mereka berada.
" Jessica, is your homework done?
[Apa pekerjaan rumahmu selesai] " Tanya wanita cantik berambut coklat panjang. Suaranya sangat lembut bahkan seperti setumpuk kapas dilantai
" Of course, Jorgo and I finished it. How about you, Grizelle?
[Tentu saja, Jorgo dan aku menyelesaikannya. Bagaimana denganmu, Grizelle] " (menengok) Jawab wanita itu dengan senyum mereka dibibir merahnya
" Huh.. I was really pissed off with Nathan yesterday. He was always joking and never serious. But it's okay, we're done.
[Aku benar-benar kesal dengan Ethan kemarin. Dia selalu bercanda dan tidak pernah serius. Tetapi tidak papa, kita sudah selesai] " (tersenyum) Jawab Grizelle sambil memeluk erat sebuah buku, seperti novel ditangannya. Seorang wanita cantik blasteran Norwegia, sangat terlihat jelas diwajahnya
" Renxa, how about you?
[Renxa, bagaimana dengamu] " Tambah Grizelle. Ia beralih pada Renxa yang berjalan tepat disebelah kirinya
Renxa berada diantara Jessica dan Grizelle. Selama perjalanan ia hanya mendengarkan dan selalu memperbaiki letak topi yang ia pakai. Hari ini ia lebih memilih berpakaian sedikit santai, dengan Hoodie kuning, sepatu boots serta topi berwarna senada. Hoodie lengan panjangnya sangat membantu untuk menutupi luka ditangan kirinya.
" Hah? Of course, I'm done. Aku menyelesaikannya dari awal, jadi aku tidak perlu bekerja lagi. Haha.." (tertawa) Renxa terkejut, ia berhenti menyentuh topinya dan menengok kearah Grizelle
" Ah.. kamu memang rajin. Jorgo actually can do it easily, but.. he's never been serious either.
[Jorgo sebenarnya bisa melakukannya dengan mudah, tetapi.. dia juga tidak pernah serius] " Jawab Jessica menanggapi gadis itu
Semua orang tau, Jorgo tidak akan pernah serius jika bersama dengan Jessica. Mereka memang sangat dekat satu sama lain, tidak heran mereka terkadang bersama saat dikelas.
Bercanda? Ahahaha.. dia sangat menyebalkan bersama dengan gue!
Pikir gadis itu. Renxa mengingat kembali kejadian kemarin saat ia bersama dengan Jorgo. Tanpa orang lain mengetahuinya, ia juga tidak berniat untuk menceritannya juga. Itu adalah hal yang tidak penting!
" ...hahaha..."
" ...that's not fair, haha..."
" ...gue sangat yakin..."
Ketiga wanita itu tertawa setelah mendengar pernyataan Jessica. Mereka mulai berjalan mendekati kelas mereka dan mendapati suara dari dalam kelas yang sangat ribut.
" Mereka hanya ber-empat, tetapi kenapa selalu membuat suara yang sekeras ini? " Tanya Jessica dengan kesal
" Hahaha.. bukankah mereka selalu seperti ini setiap pagi. Mereka pasti membahas hal yang aneh, kita tidak pernah mengerti dengan jalan fikiran mereka. " (tertawa) Jawab Grizelle. Ia sudah sangat hafal dengan semua kebiasaan pria-pria itu
Setiap paginya mereka selalu berkumpul dan membahas hal yang aneh. Hanya mereka yang tau apa artinya itu. Ketiga wanita itu segera memasuki ruangan kelas, Jessica masuk terlebih dahulu setelah itu diikuti Grizelle dan Renxa dibelakangnya.
" Morning, apa yang kalian bahas kali ini? " Ujar Jessica memecahkan keributan.
" Huh.. " (berdiri) Ke-empat pria itu terkejut saat Jessica masuk ruangan. Mereka sontak langsung berdiri dan berbalik menengok wanita itu. Mereka semua duduk diatas meja dan berkumpul tengah ruangan.
" Huh.. Jessica, you surprised all of us.
[Jessica, kamu mengejutkan kami]" (menghela nafas) Ujar Michael. Ia mengelus dada-nya dan berbalik menatap wanita itu. Ia tadi tengah duduk, ia terkejut mendengar suara seseorang dan langsung bangkit dari tempat duduknya
" ..." Renxa tidak sengaja melihat kearah Jorgo yang sudah menatapnya. Tanpa berfikir panjang ia langsung menurunkan topinya dan melihat kearah lainnya
" I thought you were a teacher..
[Aku pikir kamu adalah guru] " Tambah Michael
Huh.. kenapa kelas seperti ini?
Saat melihat kedalam kelas, Renxa menemukan hal baru. Semua bangku ditempat itu diganti, tidak seperti terakhir kali ia melihatnya.
Pria-pria itu memencar dan kembali ketempat duduk mereka masing-masing. Sedangkan, ketiga wanita itu terlihat binggung. Mereka saling menatap satu sama lain.
" Ada apa ini? Kenapa semua bangkunya baru?" (mengerutkan dahi) Tanya Jessica dengan binggung
Semua bangku kini terlihat berbeda dan jauh lebih aman dari sebelumnya. Tidak ada celas pinggiran sama sekali, semuanya sudah tumpul dan tidak akan menggores kulit.
" Jessica, aku mengatur semua ini. Aku tidak ingin kulit halus kalian tergores.. " Jawab Jorgo dengan lembut kepada wanita itu
" Huh? Tergores, ap- " Belum sempat Jessica menjawab pria itu. Renxa langsung memotongnya
" Ehem.. lebih baik kita duduk. Sebentar lagi kelas mulai.. " (tertawa) Renxa terkejut mendengar pernyataan Jorgo. Dengan cepat ia memotong pembicaraan Jessica dan membujuknya untuk segera duduk
Sialan, apa dia berencana menunjukkan semuanya?
Pikir gadis itu. Ia tau Jorgo akan menceritakan semuanya, ia tidak ingin semua orang tau kecerobohannya.
Mereka bertiga segera menuju ketempat duduk mereka masing-masing. Renxa menatap Jorgo untuk kedua kalinya dan ia berfikir tidak ingin mendekati pria itu lagi.
" Jessica, kita tuker tempat ya. " Bisik gadis itu dari belakang punggung Jessica
" Kenapa, tiba-tiba banget?" (menengok)
" Ehm.. tidak papa, hari ini aku ingin bertukar tempat. Kamu bisa seharian dekat dengan Mr. Chatzi." (tersenyum) Gadis itu secara tidak langsung menggoda Jessica
" Baiklah.. " (tersenyum) Dengan senang hati Jessica menuruti permintaan gadis itu
Renxa tau bahwa Jessica tidak akan menolak penawaran darinya. Jessica memang selalu suka dengan Jorgo dan selalu ingin didekatnya. Renxa memanfaatkan hal itu dan sedikit menjauh dari pria itu.
Akhirnya, saat-saat dimana gue bisa tenang. Hahaha..
Renxa duduk ditempat Jessica dan sebaliknya. Ia sangat kesal dengan kelakukan Jorgo kepadanya beberapa hari yang lalu. Sekarang saat ia melihat pria itu, rasanya ada perasaan sedikit takut untuk menghadapi pria itu. Maka dari itu, sebisa mungkin ia harus menghindar!
" ...kenapa tuker..."
" ...tidak papa..."
Jessica melakukan pekerjaan yang baik saat memilih menutupi alasannya dari Jorgo. Karena hal itu juga yang di inginkan Renxa.
Tidak lama kemudian seseorang memasuki ruangan kelas mereka.
Mr. Harris masuk dan memulai pembelajarannya dengan tenang. Mereka menyiapkan buku dan tugas-tugas mereka pertemuan yang lalu. Mr. Harris menjelaskan materi awal dan mulai memeriksa pekerjaan mereka. Mr. Harris memanggil Grizelle dan Nathan untuk maju dan menjelaskan pekerjaan mereka. Semua orang diam dan mendengarkan kedua orang itu.
Renxa sudah tau bahwa mereka semua sangat pintar. Kebanyakan dari mereka saling mengkomentari hasil pekerjaan mereka. Semuanya sangat terbuka dan terasa sangat menyenangkan. Teman-teman yang bisa diandalkan dan bisa saling bertukar pikiran satu sama lainnya.
...___________...