MY Lovely Story

MY Lovely Story
Eps. 19



[Kediaman Nocthadhanaksa, Indonesia]


(7.26 AM)


Keesokan harinya...


Renxa tengah sibuk dengan persiapan sekolahnya hari ini, mulai dari semua tugas-tugas yang membuatnya kehilangan akal kemarin, hingga segala keperluan lainnya. Ia sangat teliti dengan apa yang akan ia bawa nantinya.


Renxa dengan santai memakai setelan simple dress berpotongan pendek selutut berwarna pastel dengan paduan jacket kulit putih polos yang akan menjadi blazer menutupi lengan terbukanya, serta tak lupa sepatu sneakers berwarna serupa. Simple dress berwarna pastel ini memberikan kesan manis untuk setiap pemakainya. Karena ia tidak bersekolah di sekolahan formal, maka ia tidak pernah membutuhkan atau pun memakai seragam sekolah pada umumnya.


Setelah dirasa cukup baginya memperasiapkan segalanya, ia segera turun untuk sarapan paginya sebelum memulai aktivitas diakademi untuk pertama kali.


Bu Wan yang berdiri disamping Renxa, bisa melihat betapa terburu-burunya ia menyantap sarapanya dan menegurnya dengan sopan.


" Non.. tidak perlu terburu-buru makannya. Nanti anda bisa tersedak."


" No, no.. I can handle this one. Ini sudah 7.40, aku harus cepat agar tidak terlambat. " Jawabnya dengan mulut penuh dengan makanan


Ia dengan cepat menghabiskan sandwich dan meneguk habis susu hangat yang disediakan untuknya dan pergi meninggalkan mereka. Salah seorang pelayan di ambang pintu menawarkan untuk membantunya membawa tas sekolahnya sampai di mobil, tetapi ia menolaknya karena ia lebih suka membawa tas ranselnya sendiri.


Renxa berlari kecil menuju garasi mobil keluarganya, ia melihat bahwa sopir pribadinya sudah siap menunggunya didepan mobil mereka.


" Nona muda, sudah siap? " Tanyanya dengan sopan saat melihat Renxa berlari kearahnya


" Pak surya, hari ini biar saya bawa mobilnya sendiri ya. Please.. "


" Tapi non, bukankah lebih baik anda saya antar saja? Supaya tidak telat." Jelas sopirnya dengan cemas


" Ah.. tidak perlu. Kalau kamu mendebat aku sekarang, itulah yang membuatku menjadi telat nantinya. "


" Terus, memangnya nona muda tau dimana jalan mau ke sekolah? "


" Tau.. aku ada google maps! " Jawabnya dengan semangat


" Yasudah kalau begitu. Tapi hati-hati ya non, jangan ngebut. " Nasehatnya yang entah gadis itu dengarkan atau tidak.


" Okay don't worry, mana kunci Mercy." (menengadahkan tangannya)


Gadis itu memasuki mobil dengan cepat dan menyalakan mesinnya segera. Tak lama kemudian mobilnya sudah melesat menjauhi garasi tempat ia dan sopirnya berdebat.


" ... " Pak surya bisa melihat gadis itu meninggalkan garasi dengan semangat, ia bahkan tidak bisa berkata-kata kepada nona mudanya tersebut


" Yah.. nona muda, pakai Mercy itu. Ya pasti ngebut lah, nggak mungkin enggak. " gumam pak surya melihat gadis itu mengendarai mobilnya


Mercedes-Benz tipe Mercedes-AMG GT adalah mobil pilihan Renxa, yang juga merupakan hadiah ulang tahunnya ke-16 tahun lalu dari ayahnya.


Mercedes-AMG GT juga merupakan supercar berbentuk coupe yang memiliki design futuristik gold yellow yang hanya memuat 2 penumpang dan performa mesin yang buas. Supercar ini hadir sebagai generasi ketiga dari tipe Merceses-AMG, yang peluncuranya di Malaysia pada Agustus tahun lalu. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Mercedes-Benz Mercedes-AMG GT C ini dipesan secara khusus oleh beberapa keluarga ternama di Indonesia, salah satunya keluarga Nocthadhanaksa Widjaya. Mobil mewah seharga Rp. 5,48 milyar ini didatangkan secara CBU atau Completely Built Up yang membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk sampai di Indonesia.


...°¢¢¢¢¢°...


[Indonesia's Academic Homeschooling]


Renxa benar-benar sangat panik mengetahui waktu telah menunjukkan pukul 8 lewat 20. Paginya sungguh sial, karena ia terjebak macet yang panjang. Semua orang berlomba-lomba sampai tujuan mereka lebih dulu. Ia memutuskan untuk membawa mobilnya jauh lebih cepat dari kecepatannya yang sebelumnya, supaya cepat sampai.


" Ah.. Shit! Gue telat.." Gumamnya saat mobil yang ia kendarai memasuki pelataran sekolah yang begitu luas


Renxa sedikit terkejut saat ia baru saja melewati gerbang utama, ia yakin bahwa ia melihat beberapa orang yang penting sudah berdiri didepan gedung utama sekolah itu memandang mobilnya memasuki pelataran. Ia dengan segera memarkirkan mobilnya diantara kerumunan ramai, didepan pelataran bersama mobil-mobil lainnya. Saat itu dia yakin bahwa, ia akan mendapatkan hukuman karena terlambat.


Ia benar-benar turun, hal pertama yang ia lihat adalah orang-orang itu menghampirinya. Kedua, kenapa begitu banyak orang ditempat ini? Mungkin orang tua para murid yang mengantarkan anak-anaknya. Ketiga, ia bisa mendengar banyak desas-desus yang menjadikannya topik pembicaraan.


" ...jadi itu Renxa Nocthadhanaksa..."


" ...Mercedes-AMG GT, seperti rumor.."


" ...dia cantik sekali aslinya..."


" ...dia teman dekat dengan G-ra An.."


" ...dia meninggalkan Swiss untuk..."


Renxa sejenak berdiam diri dibelakang mobilnya dengan tas yang ia bawa dissebelah pundaknya. Ia melihat mereka perlahan berjalan kearahnya, dan tanpa basa basi ia memutuskan menghampiri mereka terlebih dahulu untuk meminta maaf.


Cepat, sebelum loe dihukum lebih berat!


" Ms. Nocthadhanaksa.."


Sebelum pria setengah paruh baya tersebut menyelesaikan percakapannya, Renxa dengan segera memotong pembicaraan itu


" I'm so sorry, I came late. I didn'n know that the morning traffic in Indonesia is so jammed, next time I will pay more attention to my time.


[Maafkan saya, saya datang terlambat. Saya tidak tahu bahwa lalu lintas pagi di Indonesia sangat macet, lain kali saya akan lebih memperhatikan waktu saya] " Jelas gadis itu dengan sopan dan kepala tertunduk 15°


Mereka hanya tersenyum satu sama lain menanggapi Renxa. Ia bahkan sampai binggung untuk sesaat, apakah ia salah bicara atau apa. Great Renxa!


Sebenarnya orang-orang rapi yang berdiri dihadapan Renxa saat ini adalah beberapa komite-komite sekolah serta kepala sekolah dan beberapa guru disana. Mereka menghampiri Renxa bukan untuk memberinya hukuman, tetapi hanya untuk menyambutnya datang disekolah ini.


" Ms. Nocthadhanaksa I think you misunderstood. [Saya fikir, anda salah paham] " Jelas pria setengah paruh baya itu dengan senyuman dibibirnya


" ..." Renxa masih tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan, ia diam mendengarkan


" Saya bisa mengerti alasan kenapa anda datang terlambat, bukankah ini juga kali pertama anda datang kembali ke Indonesia? " Tambah pria itu dengan sopan dan Renxa hanya mengangguk mendengarkan


" Saya tau anda telah terbiasa dengan kota-kota Swiss. Kemarin ayah anda, Mr. Afton Nocthadhanaksa menghubungi kami untuk memberitahukan segala kemungkinan yang akan terjadi dan segala keperluan anda. "


" Papa? Beliau belum menghubungi saya soal ini." Renxa sangat terkejut mendengar bahwa ayahnya telah menghubungi pihak sekolahnya dahulu


" Sepertinya beliau sangat sibuk. Saya berterimakasih karena anda masih mempercayai kami dalam urusan pendidikan anda. " Pria serta bawahannya menunduk sopan kepada Renxa, hal itu membuatnya tidak enak hati


" Ah.. kumohon jangan seperti ini. Saya jadi canggung, kalian lebih tua daripada saya jadi jangan terlalu formal. " Renxa tertawa canggung untuk mencairkan suasana formal diantara mereka


" Baiklah. Selamat datang disekolah kami, sekarang anda akan bersama dengan Mr. Harris. Beliau akan menunjukkan kelas yang akan anda tempati bersama dengan yang lain."


" ... " Mr. Harris maju sedikit memperlihatkan dirinya dan mengangguk dengan sopan kepada gadis itu


" ... " Gadis itu mendengarkan dan mengangguk pelan


" Sampai disini pertemuan kita, anda bisa pergi dengan beliau." Kepala komite itu menjabat tangan Renxa dengan sopan. Gadis itu pun welcome dengan apa yang pria tua itu lakukan.


" ... " Semua orang yang terlibat ditempat itu saling memberi salam kepada Renxa, dengan canggung ia membalas salam mereka


Renxa melihat orang-orang itu pergi meninggalkannya bersama dengan Mr. Harris. Disaat itu juga ia memandang Mr. Harris sebagai seorang murid, ia memberinya salam dengan sopan dan berharap dapat bekerja sama dengan baik.