
"Selamat malam Mami!!"
Ruby yang baru saja memasuki mansion disambut hangat oleh Calix dan juga Athala. Senyum manis mereka menular pada Ruby. Setiap pasangan tidak diharuskan untuk sempurna, menjalin hubungan tidak juga akan selalu mulus, sudah pasti sewaktu-waktu akan diterpa badai dan kokohnya sebuah benteng pertahanan, tergantung dari dua bela pihak.
Ruby memutuskan memberikan Athala kesempatan terlepas dari perbuatan jahatnya terdahulu, kata-kata kasarnya bagaikan duri yang dilontarkan oleh lidahnya sendiri, Ruby telah memutuskan untuk mentolerir. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan jika kita berkehendak, bukan?
Terlebih lagi, Ruby masih dengan perasaan yang sama. Jangan lupakan ada satu hal yang sangat berharga diantara mereka berdua. Satu-satunya malaikat kecil mereka yang menjadikan alasan mereka bersatu. Yakni Calix.
Saat ini rasa penat pada diri Ruby akan beraktivitas seharian dirumah sakit bisa sembuh dalam sekejap digantikan perasaan hangat yang tak dapat dijabarkan melalui kata-kata.
Bibirnya tidak tahan berkedut melihat adanya mereka berdua, keluarga kecilnya. "Good night juga Putra kecilnya Mami.." Ruby membawa Calix kedalam gendongannya lalu mengecup pipinya gemas.
"Papinya gak dicium nih?"
"Papinya udah gede, gak pake cium-cium segala." Athala memanyunkan bibir sembari menyusul langkah dua orang yang berperan utama dalam hidupnya, ia bersorak kecewa. "Yah!! gak adil, masa Calix doang, Papinya enggak?!!"
"Atha.. jangan rewel deh, aku lagi cape ini."
"Yaudah." Bahunya merosot karena tak mendapat ciuman sayang dari Sang Istri. Ia ikut bergabung bersama Ruby dan Putranya yang duduk disofa empuk.
Athala memperhatikan kearah Ruby yang sedang menumbuk-numbuk bahunya. Wajah kelelahannya terlukis jelas. "Capek? sini aku pijitin." Berhubung saraf-saraf tubuhnya menegang semua faktor bekerja keras seharian, Ruby mengangguk dengan tawaran Athala. Kini Calix berada dipangkuan Ruby yang sedang memunggungi Athala.
Pria itu memijat pundak Ruby dengan posisi bersimpu dibelakang Ruby, tangannya yang terkepal ia gunakan melantak punggung Ruby tidak terlalu menggunakan tenaga, berharap dengan begitu, dapat meringankan rasa letih Istrinya.
"Berhenti aja dari pekerjaan kamu By.. emang kamu rela cape-cape kaya gini buat apa? Aku bukan orang yang gak mampu buat menafkahi Istri dan anak aku.. tujuh turunan aja harta warisan dari keluarga aku gak akan punah. Apalagi hanya menafkahi kalian berdua.."
"Bukan gitu Atha.. aku bosan dirumah terus.. Calix juga udah gede. Malah kamu yang ngambil sebagian besar ngurusin Calix, terus tugas aku dirumah ngapain coba? Masalah urusan rumah, sudah ada pelayan." Benar. Semenjak mereka resmi menikah dan menjadi pasangan Suami-Istri yang sah, Athala yang menggantikan peran Ruby mengambil alih urusan Calix.
Bukannya apa, Athala hanya ingin menggantikan waktu yang telah terlalui tanpa dirinya dan menghabiskan waktunya bersama Putranya. "Calix setuju sama Papi, sehalusnya Mami diam dilumah aja, bial gak capek. Lagian kan sekalang sudah ada Papi. Papi punya halta yang tajil melintil milip Glandpa sama Glandma.." Ujar Calix memihak Papinya.
"Kalian yah.. Anak dan Papa sama aja.." Ruby hanya bisa geleng-geleng kepala. Mau heran tapi buah jatuh tidak jauh dari pohonnya seperti kata pepatah. Mereka bersatu dalam satu komplotan untuk memonopoli Ruby. "Oh iya, kalian udah makan malam, belum?" Ruby sengaja mengubah topik obrolan, biar Athala tidak menyuruhnya berhenti dari pekerjaannya.
"Belum. Niatnya nunggu kamu biar kita bisa makan bareng." Para pelayan sudah menyajikan seluruh hidangan diatas meja, mereka tinggal menunggu kehadiran Ruby agar bisa makan malam bersama.
"Kenapa pake nunggu aku segala sih? Kelamaan tahu. Aku juga belum mandi." Kepala Ruby terdongak saat Athala menarik wajahnya lantas memberikan kecupan di bagian pelipis yang hanya dijangkau oleh bibirnya.
"Yaudah keatas gih, mandi dulu lalu kita makan bareng."
*****
Yang penasaran apakah Ruby memberikan kesempatan atau tidak dengan Athala sudah ada jawabannya yaa..
Nanti aku tambahin beberapa bonus chapter keuwuwan pasangan Athala dan Ruby after marriage🤗
Oh iya, cerita Calix sudah aku publish loh, dengan judul sebagai berikut:
Yang penasaran, ayok kepo-in profil aku untuk baca ceritanya..
Kalau berkenan, mampir juga ke karya aku yang lainnya😍
Ayok mampir dan baca beberapa part, mungkin saja sesuai selera kalian🙃