My Little Girl (SEASON 1-2)

My Little Girl (SEASON 1-2)
MLG.KOMA



Hanya mengulum tawa renyah Adelio melihat wajah Ruby yang tertekan saat tengah menceritakan penyebab dirinya kabur dari tanah kelahirannya. Entah mengapa di amati dari segi mana pun terlihat imut dan gemesin, seperti mempunyai daya tarik tersendiri di mata Adelio pribadi. "Apa salahnya mencoba? kali aja kalian cocok."


Tangan Ruby mengacung membantah tegas, "Cocok? mustahil banget! sementara laki-laki yang di jodohin dengan gue seorang CEO tua yang bahkan umurnya melebihi Daddy." Bergidik ngeri, alangkah merindingnya Ruby saat membayangkan dirinya menghabiskan hidup bukan hanya seatap tetapi satu kamar yang sama bersama Pria tua.


"Lo udah liat orangnya?"


Jemari Ruby menari-nari menggaruk-garuk pipinya. "Belum sih."


Geleng-geleng kepala Adelio antara tidak habis pikir atau bersyukur karena Ruby memutuskan kabur dari pada menerima perjodohan yang tidak jelas, "Setidaknya lo temuin dulu biar tahu gimana orangnya."


Ruby di buat mendelik tidak suka, "Idih, gak sudi gue. Belum ketemu aja udah ngeri duluan, apa lagi pas ketemu."


"Terus, sampe sekarang, keluarga lo belum ada yang bisa ngelacak keberadaan lo lagi di mana?"


"Kalo soal itu mah aman!"


Hanya mengangguk-angguk memahami, namun Adelio agak heran, keluarga Ruby adalah salah satu keluarga yang memiliki kekuasaan yang besar dan berpengaruh bukan hanya di negara Australia, bahkan ada kemungkinan besar banyak koneksi yang tersebar di negara ini. Lantas, apakah keberadaan Ruby benar-benar belum di ketahui? tidak masuk akal, pikir Adelio.


"Li? Lio?!" Ruby menepuk lengan Adelio yang berhasil menarik diri Adelio dari dunia fantasinya, Adelio sedikit terkesiap, "Eumm?"


"Ngelamunin apa lo?"


"E-enggak, udah kelar makannya? kalo udah, gue anter pulang." Adelio berdiri dari duduknya, masuk ulang ke minimarket untuk sementara waktu membeli minuman buat mereka berdua.


***


"Bye Lio!" Ruby melambaikan tangan ke arah Adelio yang sudah mulai melajukan motornya semakin menjauhi kawasan kostnya.


Berbalik badan, Ruby mulai melangkahkan kaki menuju kostnya. Saat di depan pintu, ia mendapati setangkai bunga mawar terletak tepat di tangga. Celingukan kanan-kiri, Ruby tidak yakin jika ini di berikan untuknya, namun bunga ini terletak di depan pintu kostnya. Lalu kalau bukan untuknya, buat siapa lagi?


Tangannya teruntai meraih tangkai bunga berwarna merah tersebut, seulas kertas tercantum di sana, 'I miss you my little girl'


Tulisan yang terkombinasi di kertas itu, menghadirkan rasa terheran-heran bagi Ruby. Bagaimana tidak? seseorang yang masih misterius itu menyebutnya gadis kecil, lalu katanya merindukannya? apakah pemberi bunga ini salah alamat? pikir Ruby.


Pundak Ruby terangkat kilas lalu melangkah ke arah tong sampah dan pada akhirnya bunga mawar berwarna merah segar itu berujung terbuang.


Ruby merebahkan tubuhnya di permukaan kasur tanpa ranjang tersebut, "Arghh, capek banget.." Lega rasanya akhirnya bisa rebahan juga. Beraktivitas seharian memang menguras stamina. Jika tidak mengingat pendidikan serta masa depan, Ruby lebih baik tiduran saja seharian.


Mungkin karena efek terlalu penat, hingga baru saja punggungnya menyentuh kasur, kelopak matanya mulai memberat dan perlahan-lahan---


TING!


Dentingan ponsel dari dalam sakunya asli merusak dunia gelap yang sudah mulai menyapa hingga kembali menyadarkan Ruby yang hendak memasuki delusi, "Siapa sih? ganggu banget." Meski mengumpat dalam hati Ruby tetap mengambil ponselnya dan memeriksa siapa yang mengiriminya pesan.


Ruy! ada berita buruk!!


^^^Apa?!! cepetan! gue mau otw turu ini!^^^


Beneran lo belum tahu?


^^^Apaan sih? seriusly gue lagi gak pengen di ganggu.^^^


Coba lo liat di komunitas sekolah kita.


^^^Males, TTP!!^^^


TTP apaan?


^^^To the poin!! gue ngantuk banget anjirrr!!^^^


Benar-benar deh, Ruby ingin membanting ponsel saking kesalnya.


TING!


Bunyi dentingan lagi, Ruby malas tingkat dewa ketik kembali membuka ponselnya.


Alan Ruy!! Alan kecelakaan!!


Rasanya ada yang menarik arwah Ruby dari tempatnya membaca pesan Flora yang Ruby harap itu hanya lah candaan semata.


^^^Hahaha lo bercandanya keterlaluan!^^^


Apa yang gue bilang bener Ruy! kalo lo gak percaya boleh lo liat deh postingan di komunitas sekolah kita.


Beberapa menit yang lalu, Alan masih mengiriminya pesan yang berarti Alan masih baik-baik saja bagaimana Ruby bisa percaya coba?


Karena masih belum percaya Ruby membuka komunitas daring sekolah mereka, jantung Ruby seakan berhenti berfungsi membaca satu persatu di kolom komentar seputar kabar yang buruk melebihi apa pun, agaknya oksigen di sini sangat sedikit hingga Ruby hanya terdiam membisu nampak kesulitan bernapas. Kantuknya yang telah menyerangnya tadi hilang entah kemana.


Baru hitungan jam mereka bertemu dan kembali meresmikan hubungan, lalu sekarang? Alan kecelakaan kemudian di nyatakan---


Koma?


"L-lan.." Bibirnya bergetar menahan tangis, ia membendung air matanya di sudut mata hingga pandangannya berkabut.


***