My Little Girl (SEASON 1-2)

My Little Girl (SEASON 1-2)
MLG.SINGA BETINA



"Akhirnya lo bangun juga, gadis kecil." celetuk Athala dari sofa bagian sebelah kiri, ia tengah sibuk dengan tablet sebelum melihat Ruby yang bangun. Pukul sepuluh malam Ruby baru terjaga dari tidurnya.


Ruby melirik kearah jam yang terpajang di dinding kamar Athala, karena panik dengan malam yang sudah larut Ruby buru-buru langsung bangkit mengubah posisinya menjadi duduk lalu seketika meringis kecil merasakan pinggulnya yang kebas.


"Ssshh.." Ruby menahan selimutnya yang melorot.


"Oh, jangan terlalu bergerak. Tadi, lo terlalu aktif jadi gue gak bisa nahan diri melihat ekspresi lo yang penuh gair--"


BUGHHH


Bantal menimpuk pas di wajah Athala, "Gak perlu detail bilangnya!" Seketika wajah Ruby di rambati oleh gurat panas, sudah dapat ia yakini pipinya tengah merah merona.


"Seumur-umur hidup gue, hanya lo yang bisa berbuat seenaknya kepada gue. Dan itu yang buat gue jadi tertarik." Athala meletakkan bantal yang di lempar oleh Ruby ke sampingnya. "Jadi wanita gue sampe lahirkan anak untuk gue."


"Hehh enteng banget tuh mulut! lo kira buat anak itu segampang buat adonan?!" Cercanya, nih cowok memang aneh.


"Mudah untuk lo. Tinggal ngakang pasif nerima genj*otan dari gue seperti tadi, apa susahnya?"


Langsung saja Ruby mendelik aneh, 'Nih cowok memang gak beres.' batinnya tidak habis pikir.


"Lagian kenapa harus gue? kan lo bisa sewa tuh rahim bayaran, lo punya rumah segede ini masa sewa rahim aja gak bisa?"


'Karena aku mau anak aku terlahir dari kamu bukan orang lain.' Tidak mungkin kata-kata itu akan keluar begitu saja bahkan dunia kiamat sekalipun, harga diri men harga diri!


Athala akan sok jual mahal sedikit. Ia berdehem pelan, "Kalo ada yang gratis kenapa harus milih yang berbayar. Lagi pula sepertinya kita cocok di ranjang."


"Gak-gak! gila banget lo! gue aja masih duduk di bangku SMA masa mau ngelahirin? lo kira ngelahirin segampang itu? harus berjuang antara maut."


"Lo bisa ngejalanin operasi."


"Kalo gue bilang gak mau ya gak mau! maksa banget sih, gue juga punya cowok! kalo pun gue mau punya anak yah harus dari orang yang gue cintai. Dan sudah pasti nanti sudah menikah."


"GILA!" Apakah Pria ini menganggap pernikahan adalah hal yang main-main untuk di jalani? Pernikahan itu sakral dan harus berdasarkan cinta tanpa alasan yang hanya di landasi oleh ke inginkan memiliki anak.


Jika sudah mendapatkan keturunan lantas, apakah dirinya akan di buang? itu sudah jelas mendengar dari susunan kalimat-kalimatnya barusan!


Athala hanya bisa menghembuskan napas berat, ucapan Reygan waktu di mobil memang benar. Akan sulit untuk menaklukan Ruby. "Oke gadis kecil, nanti saja kita lanjutkan obrolan ini, sekarang lo mending ke kamar mandi bersih-bersih. Gue udah siapin baju ganti untuk lo."


***


Betapa tercengangnya Ruby melihat adanya banyak baju-baju yang terkesan mewah di depannya, "Lo pilih aja yang pas. Gue gak tahu ukuran baju lo jadi pas merintah asisten gue, jadi dia beli dengan ukuran yang menurutnya pas aja."


"Kenapa pake di beliin baju segala sih? gue juga punya di kost." Ruby mengitari stand hanger, pakaian-pakaian ini terlihat wah, di luar negeri bahkan ada yang lebih dari ini, tapi semenjak hidup di negara ini sudah lama ia tidak memakai pakaian mewah.


"Udah pilih aja. Lo gak mungkin pulang dengan baju seragam lo tadi."


Benar juga apa kata Athala, Ruby saat ini masih mengenakan handuk yang membalut tubuh atasannya. Dan tidak ada baju lain untuk di tukarkan. "Oke deh. Lo keluar sana." usirnya tidak tahu diri.


"Ngapain? inikan kamar gue?"


"Gue kan mau ganti baju masa lo mau nonton privasi gue?"


"Privasi? gue kan udah liat semuanya." balasnya blak-blak kan, Ruby mengambil langkah lalu detik berikutnya rambut Athala terasa akan copot dari kepala karena di jambak oleh Ruby dengan dua tangannya.


"Lepas gadis kecil.. ini menyakitkan." Wanita ini sudah persis dengan singa betina.


"Makanya keluar!!" Cetus Ruby menghempas kepala Athala yang lalu memegangi kepalanya terasa nyut-nyut perih akibat jambakan maut tadi.


"Iya, gue bakal keluar, puas?!!" dampratnya segera beranjak sesuai perintah Ruby, cewek itu kayaknya di ciptakan memang untuk menaikkan darah seorang Athala, jika itu orang lain mungkin sudah Athala buang ke pada yang lebih membutuhkan.


***