My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
Peluncuran Produk (2)



David dan Lily berhasil mendarat dengan selamat setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam lamanya.


Kedua pasangan itu saling berbincang dengan sesekali diiringi canda tawa diantara mereka.


"Aku menyesal datang kesini dan menjadi lalat"


Elena mengerucutkan bibirnya saat melihat keduanya pasangan itu tampak sangat romantis, sungguh melukai hati seorang jomblo sejati seperti dirinya.


"Elenaaaa"


Lily setengah berlari menghampiri sahabatnya itu.


"Hmn ini Aku, Berterima kasihlah kepadaku karena sudah menyiapkan kejutan indah ini untukmu Nyonya"


Elene masih memonyongkan bibirnya dengan sebal sementara Lily malah terbahak-bahak melihat ekspresi lucu wanita itu.


"Kamu memberikannya atas keinginanmu sendiri Nona Lowe, kenapa sekarang menuntut ucapan terima kasih dariku?"


"Ya Tuhan, Kau ini benar-benar tidak tahu diuntung"


"Hahaha, baiklah terima kasih Elena ku sayang yang sangat baik hati dan juga imuuut"


"Baiklah, karena Kamu sudah memujiku, maka ku maafkan hahaha"


Lily dan Elena pun tertawa bersama, sementara David dan Leon yang ada disana hanya tersenyum melihat kedua wanita itu berbagi canda.


"Baiklah Tuan Davidson, Lily akan bersamaku karena Aku harus mendandani dirinya agar tidak tampak seperti zombie seperti sekarang ini, lagipula Aku sudah menyewa Hotel yang sama denganku"


"Baiklah, Aku akan mengantar kalian"


Tawar David dengan tatapan penuh kebahagiaan.


"Tidak perlu Tuan Davidson, sudah ada sopir yang akan menjemput kami"


"Sayangnya, Aku tidak menerima penolakan Nona Lowe"


David tersenyum miring kemudian mengisyaratkan pad Elena dan Lily agar berjalan mendahuluinya.


"Ya Tuhan, pria ini ternyata sangat otoriter Lira"


Ucap Elena dengan berbisik kepada Lily.


"Hihihi, Yah, begitulah Dia"


Lily mau tak mau terkekeh geli melihat ekspresi muram Elena. bahkan Aston pun hampir selalu kalah jika berdebat dengan Elena, tapi kali ini David membuat wanita itu benar-benar mati gaya.


Dengan terpaksa Elena menyeret kakinya mengikuti David dan benar saja pria itu telah menyiapkan jemputan dengan mobil mewahnya Rolls-Royce Dawn berwarna hitam yang sangat glowing seperti wajah Luna Maya..


"Ya harus kuakui, selera automotifnya sangat bagus Lira"


"Heuum, Aku tidak begitu faham tentang dunia permobilan, jadi ya ikut saja Ele hehe"


Ucap Lily dengan wajah polosnya membuat Elena seketika tersenyum.


Merekapun meninggalkan landasan pacu private itu dan menuju Hotel yang sudah di sewa oleh Elena.


#


#


Malam harinya....



"Wawww... Just perfect! Oh My God You're very beautiful"


Ucap Elena yang sedari tadi terus menggelengkan kepalanya melihat hasil karyanya mendandani Lily hingga wanita itu tampak sangat cantik dan berbeda.


"Ouuh, terima kasih sayangku, Kau memang MUA yang terbaik di seluruh planet ini, hehehe"


"Hahaha, Kamu sangat lucu darling, Baiklah kita sudah siap, saatnya meluncur ke pesta peluncuran yang mevvah itu"


"Kamu sangat bersemangat Ele"


"Tentu saja, Aku bersemangat karena pasti banyak mangsa empuk disana hahahah"


Lily pun ikut tertawa mendengar penuturan sahabatnya itu.


Tanpa membuang waktu lagi, Lily dan Elena segera bergegas menuju ke tempat pesta yang hanya berjarak 3 gedung dari tempat mereka saat ini berada



Cast Elena, Credit 📱 by Instagram Irina Shayk



Ballroom Hotek mewah yang sudah di reservasi seluruhnya oleh Robinson Corporation dan juga D.L Company tampak sangat mewah dan juga berkelas. bertengger di tengah-tengah ruangan sebuah mobil sport terbaru yang begitu menarik perhatian para tamu yang datang.


Tidak sedikit diantara mereka yang sangat memuji serta terkagum-kagum dengan design nya yang sangat apik dan elegan sekaligus sporty.


Warna merah yang menyala menggambarkan keberanian sebagai filosofinya.



Lily dan Elena yang baru saja sampai ikut terpana melihat hasil kerja keras tim Robinson dan D.L yang sangat memuaskan.


Elena tampak melihat-lihat sekitar, Siapa lagi yang Dia cari jika buka Aston dan Bibi Jean.


Bibi Jean sudah memberi kabar beberapa saat lalu jika mereka sudah berada di tempat pesta, Jadi Elena ingin mengajak Lily untuk bertemu dengan Ibunda Aston itu.


Saat tinggal di Inggris, Lily sangat dekat dengan Bibi Jean. Tentu saja saat mendengar Lily akan datang Biji Jean merasa sangat bahagia.


"Itu mereka, Lily Ayo kesana, kita temui Bibi Jean"


"Bibi Jean juga datang?"


Lily bertanya dengan antusias mendengar nama Jean disebut.


"Ya tentu saja, ini adalah peluncuran produk milik Robinson Corporation juga, jadi sebagai Nyonya besar Robinson tentu Bibi harus datang"


Elena menjelaskan seraya menggandeng Lily menuju ke arah Bibi Jean dan Aston berada.


"Bibi...."


"Elena? darimana saja kamu?" Jean memelototi Elena dengan sebal, namun sejurus kemudian atensinya tercuri oleh keberadaan seseorang di belakang Elena dan bertanya,


"Ini...?"


"Coba tebak, siapa dia?"


Bukannya menjawab Elena malah mengajak Bibi Jean main tebak-tebakan seraya menaik-turunkan alisnya, Bibi Jean mengernyit bingung, terlihat sedang berpikir keras. Berbeda halnya dengan Aston yang sedari tadi tak lepas memandang Lily yang tampak sangat mempesona dan ayu di mata Aston, membuat Rosie yang ada di sampingnya berwajah sendu.


"Oh My Godness, Lira???"


"Ya, Bibi Jean, Ini Aku"


"Ya Tuhan Sayang... Kau sangattt cantikkk"


"Bibi terlalu memuji, Tapi... terima kasih. Bibi juga sangat cantik malam ini"


"Ooouw .. terima kasih sayang! Oh y kenalkan Ini Rosie, Dia... calon istri.... Aston"


"Hai, Rosie..."


Lily Mengulurkan tangannya kepada Rosie, wanita cantik itupun membalasnya dan menjawab,


"Hai, Lira"


Seketika Jean pun penasaran,


"Kalian sudah saling mengenal?"


"Ya, Mom. Kami bertemu beberapa waktu yang lalu di Hongkong"


"Oh... begitu rupanya... baiklah Aku mengerti sekarang"


Kemudian Merekapun Terlibat percakapan yang tampak sangat menarik dan menyenangkan, meskipun ada Rosie dan Aston yang terlihat sangat tidak nyaman satu sama lain. Rosie yang menatap sedih ke arah Aston yang masih saja melihat Lily dengan tatapan penuh damba.


Hingga seseorang mendatangi mereka dan mencuri perhatian semua orang, terutama Lily.


'David?'


"Permisi, apa saya menganggu?"


"Oh.. Apakah ini Tuan Davidson yang terkenal itu?" Ucap Bibi Jean memuji, Davidpun meraih jemari wanita yang seusia ibunya itu kemudian mengecupnya dengan khidmat.


"Senang bisa bertemu dengan Nyonya Robinson yang masih sangat cantik"


"Ow... Kau sangat manis nak"


Beberapa saat kemudian Elena membisikkan sesuatu kepada Bibi Jean, membuat wanita paruh baya itu mengangguk paham. Bibi Jean kemudian berkata.


"Bukankah sebentar lagi ada acara dansa sebagai pembukaan? Aston Ajaklah Rosie untuk berdansa"


"Mom..."


Baru saja ingin memprotes, Jean melayangkan tatapan mematikan kearah putranya itu sehingga dengan wajah cemberut Aston meraih tangan Rosie untuk menuju lantai dansa.


"Bagaimana denganmu nak?"


David menatap mata Bibi Jean yang memberi kode pada David untuk mengajak Lily berdansa. David pun segera paham kemudian Pria itu membungkuk di hadapan Lily.l seraya mengulurkan tangannya.


"Majikan Nona berdansa denganku?"


"David?"


Lily yang terkejut seketika menoleh ke arah Jean dan Elena yang dibalas dengan anggukan kedua wanita itu. David menaikkan alisnya untuk meyakinkan, Lily pun tersenyum kemudian membalas uluran tangan David.


Mereka pun berjalan dengan penuh romantisme ke arah lantai dansa seperti pasangan Barbie dan pangeran Antonio.


Alunan musik berputar dengan lambat dan merdu, pasangan-pasangan Dansa itu mulai melangkah maju mundur mengikuti irama. Jika beberapa bulan lalu diacara dansa pula Lily dan David bertemu namun masih dengan luka masing-masing.Maka kali ini kebahagiaan dan cinta sangat terlihat dari wajah keduanya. Membuat siapa saja yang melihatnya ikut merasakan kebahagiaan pula.


Diantara orang-orang yang penuh dengan senyuman itu, Ada seringai dari seseorang yang menatap lapar kearah satu diantara pasangan Dansa itu.


"Davidson.... Kau terlihat bahagia sekali nak, tapi Aku tidak mau menderita sendirian. Aku kehilangan Charlotte, bukankah tidak adil jika kau masih bersama pasanganmu? Aku... Aku akan membantumu menyingkirkannya, supaya kita bisa menderita bersama hehehehe"


Suara culas itu berasal dari Martin. Laki-laki itu kemudian memberi kode kepada seseorang di sampingnya. Sepertinya mereka akan melakukan sesuatu. Apakah itu adalah bahaya untuk David dan juga Lily???


Bersambung