
Lily menatap manik dihadapannya dengan mulut menganga, apakah Bos nya sedang ngelawak? Cisin!
Hamil?? yang benar saja. ini sama sekali tidak ada dalam agenda perwujudan mimpi-mimpinya saat dengan gagah berani memutuskan untuk bekerja di Luar Negeri. apalagi itu bukanlah kesengajaan, hanya sekali..catat! hanya sekali kenapa bisa langsung blendung??
Apa yang harus Lily katakan pada ibunya?
keluarganya?
tetangganya?
Walaupun itu bukanlah kesengajaan, tapi Lily jamin lingkungannya yang berisikan habitat makhluk-makhluk ajaib dengan segala tausiahnya yang maha benar, pasti akan menggunjingnya habis-habisan. Tidak perduli apakah Ia di perkosa atau dianiaya sekalipun, mereka pasti akan berpendapat bahwa Ia menjual diri disini.
'Ya Rabb, Tolonglah, semoga saat ini Hamba-Mu ini sedang berada di dunia kahyangan, sedang bermimpi, bangunkan Ya Rabb, bangunkan!' Bathin Lily terus merapal doa yang sebenarnya sudah tidak mungkin lagi terqabul.
"Lily, Lily Are You Okay??" David cemas melihat Lily hanya melongo tanpa mengatakan sesuatu apapun. Apa Lily terkena serangan jantung? hingga iya tanpa sadar mengguncang tubuh Lily dengan sedikit keras. membuat si empunya tubuh tersadar dari keterkejutannya.
"Apanya yang oke sir! saya hamil? saya tidak Oke sir!!" Seru Lily histeris. dengan penuh emosi Lily mendorong tubuh David hingga mundur beberapa langkah ke belakang. semua gara-gara laki-laki dihadapannya ini!
"I Know. kamu harus tenang dulu Lily, jangan histeris seperti ini, hmn?" Ucap David berusaha membujuk.
"Tenang bagaimana Sir! saya ini Hamil Sir! Anda enak tinggal jleb selesai tidak akan ada jejak. tapi saya? lihat sekarang saya Hamil!?? hiks hiks hiks di gugurkan dosa! Di pertahankan sama saja cari mati! apa yang harus saya katakan pada keluarga saya sir!! huhuhuhu" Lily kembali berteriak histeris kemudian tergugu seraya memukul-mukul bagian perutnya. Hidupnya, masa depannya. hancur sudah!
"Diam!!!, Enough!" bentak David melihat Lily yang terus histeris membuatnya ikut frustasi, seketika Lily terdiam melihat wajah tampan di hadapannya sudah berubah dimensi.
"Saya sudah mengambil keputusan. dan kamu tidak saya izinkan membantahnya."
"Keputusan?"
"Ya! Kamu akan tetap bekerja pada saya sampai anak itu lahir. setelah itu kalau kamu ingin kembali ke negara kamu, it's Okay. saya akan berikan kompensasi yang lebih dari cukup untuk kamu. bagaimanapun bayi itu adalah milik Saya" Ucap David panjang lebar.
"Apa sir sudah gila??" Jawab Lily spontan.
"Kenapa sir berpendapat bahwa keputusan Sir yang terbaik?"
"Oke kalau kamu tidak setuju. apa kamu punya solusi lain, selain Aborsi. karena saya jelas tidak akan menyetujuinya" David Balik bertanya.kepada Lily.
"Saya..." Lily sendiri bingung, memangnya apa yang akan dilakukannya kedepan? bahkan menjalankan hidupnya esok hari pun Ia yakin masih belum siap. Berita kehamilannya hari ini bmsunghuh membuat hidupnya seolah berhenti berjalan.
"See? kamu sendiri tidak tahu, right? Listen to me, Saya tahu meski berapapun kompensasi yang saya berikan tidak akan mengembalikan apa yang sudah saya renggut, tapi Bayi itu tidak bersalah. Dan itu adalah anak Saya. jadi pikirkanlah keputusan saya baik-baik. masalah dengan Agency mu saya akan mengurusnya dengan cepat" David berusaha menjelaskan dengan gamblang agar Lily bisa mencerna keputusan yang diambilnya dengan baik, tidak salah faham.
"Beri saya waktu untuk berfikir sir, saya tidak mau gegabah" Jawab Lily lirih. David menanggapinya dengan mengangguk faham.
"Saya tunggu jawaban kamu besok, kemudian saya akan buat perjanjian agar kita sama-sama tidak dirugikan"
"Sir tidak akan rugi. disini jelas saya yang rugi banyak Sir?" sungut Lily kesal. Ia sendiri bingung kenapa bisa seberani ini kepada Bosnya yang selama ini sangat Ia hormati.
"Oke , I'm sorry. maksud saya agar kamu tidak dirugikan" ucap David mengalah.
setelah melihat Lily tenang, David pamit keluar, meninggalkan Lily yang David yakini harus diberikan waktu untuk menyendiri, agar bisa berfikir jernih.
Setelah itu Ia segera menghubungi Lucy, untuk menjemput putrinya Alicia. Sudah seharian Alice bersama dengan Lucy tanpantahu kabar darinya dan Lily, gadis kecilnya itu pastilah sangat khawatir.
Bersambung..
*kamus kata
Cisin : dalam bahasa Hongkong ini agak kasar, artinya Gila.. untuk mengatasi tindakan atau seseorang yang berlaku diluar nalar atau keterlaluan.
mblendung: bahasa populer ya Bu ibu, artinya berbadan dua/hamil
Terima kasih