My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
Nikmati hari-hari terakhirmu



Lily masih berdiri kaku seperti anak Sekolah Dasar yang tengah mengikuti upacara. sedari tadi Ia bingung mau melakukan apa, bagaimanapun semuanya masih terasa canggung. walaupun Nyonya Charlotte sama sekali tidak menunjukkan sikap yang diskriminatif ataupun sinis terhadapnya, Lily tetap saja masih canggung dan sedikit takut, kalian mengerti kan rasanya?


"Lily sayang, duduklah kenapa Kamu berdiri terus sejak tadi?"


"Mmm.. iya Mom, maaf"


"Tidak perlu meminta maaf, kemarilah" Ucap Charlotte seraya menepuk tempat kosong di samping tempatnya duduk.


Lily pun menurutinya dan kemudi samping Charlotte.


"Berapa bulan?" Tanya Charlotte seraya mengelus perut Lily yang sudah mulai sedikit membuncit.


"Masuk 15 Minggu Mom"


"Ouh.. apa kalian sudah tahu jenis kelaminnya?"


"Belum Mom, Minggu depan jadwal pemeriksaannya"


"Bagus sekali... apa Mommy boleh ikut saat pemeriksaan nanti?"


"Tentu, Mom"


"Terima kasih, sweetie. ngomong-ngomong kapan Cucuku Alice pulang sekolah?"


"Oh.. sebentar lagi Mom, ada supir yang menjemputnya"


"Baiklah, kalau begitu Kau beristirahatlah sweetie, biar Mommy yang menunggu Alice. Jangan terlalu lelah, Okay?"


"Tidak apa-apa Mom, sungguh, Aku.."


"Jangan membantah sayang" sela Charlotte cepat sebelum Lily menyelesaikan kalimatnya.


"mmm baiklah" Lily pun menurut. Lagipula memang sebenarnya ia sangat lelah. Jadilah Ia masuk ke kamarnya dan beristirahat.


Tak lama kemudian Terdengar suara dering dari Ponsel pintar milik Charlotte.


"Ya, bicaralah"


"....."


"Hmm aku mengerti, Jadi Putri Johnson yang tidak berguna itu sedang berusaha melawanku?"


"......"


"Tidak perlu, kita tidak perlu membuang waktu untuk serangga kecil seperti mereka. cukup jalankan semuanya sesuai rencana"


"....."


"Jangan sampai melakukan kesalahan, atau kau tahu sendiri akibatnya"


Charlotte kemudian mematikan teleponnya.


"perempuan itu, ingin mencoba bermain denganku? kita lihat saja Nona Johnson apa yang bisa Kau lakukan"


Ting tong


Suara bel mengalihkan atensi Nyonya Charlotte kemudian tersenyum bahagia kala melihat cucunya Alicia yang ada di depan pintu.


"Waww Granny!!!" seru Alice saat melihat siapa yang membuka pintu.


"Oouuw My Lil princess! Granny sangat merindukanmu sayang!" Balas Nyonya Charlotte seraya meraih Alice kedalam pelukannya.


"Kapan Granny datang? Tanya Alice penasaran melihat kedatangan neneknya secara tiba-tiba.


"Baru saja. Ayo kita masuk. Granny punya hadiah special untuk Alice"


"Really? I'm so excited. Ayo Granny! Aku ingin melihat hadiahku!" Alice semakin bersemangat mendengar kata 'hadiah' dari neneknya itu.


"Hahahah baiklah, ayo kita masuk Sweetie"


Merekapun Masuk kedalam Apartemen.


Sementara itu di tempat Lain...


Marry mengetuk-ngetukkan jarinya diatas meja. Dahinya yang mulus sedikit berkerut, terlihat jelas bahwa Wanita itu tengah berfikir keras.


"Jadi, David menikah dengan pengasuh Alicia?"


"Yups. Itu informasi yang aku dapatkan dari orang-orang kepercayaanku. Namanya Lily, dia berada dari Indonesia. Tapi, sepertinya pernikahan mereka di gelar tertutup, itu sebabnya identitas Lily sedikit sulit untuk di cari tahu"


"Bagaimana mereka bisa menikah? Maksudku, David bukanlah orang yang dengan mudahnya memutuskan untuk menikahi seseorang" Tanya Maret penasaran.


"Aku belum mendapatkan informasi tentang masalah itu Mer, tapi aku rasa dia adalah wanita yang baik" Jawab James.


"Aku harus bisa menemuinya James"


"Siapa?"


"Istri Dave"


"Untuk?"


"Untuk memberitahunya bahwa Dia dan Dave dalam bahaya"


"Apa yang harus Aku lakukan sekarang James, Aku sudah tidak bisa mundur. Karena akhirnya tetap sama. Bibi Charlotte tidak akan melepaskanku sampai kapanpun karena hanya aku yang tahu rahasianya tentang kematian Dominic"


"Kita pikirkan lagi dengan matang, Nyonya Charlotte adalah orang yang berpengaruh. Kita bukan lawan yang sebanding Mer, jadi kita harus pikirkan cara yang cerdas"


"Hmm.. Kau benar James. Tapi kita juga harus bergerak cepat"


"Hmn, tapi Marry, sebenarnya ada yang bisa kita bujuk untuk membantu kita"


"Siapa?"


"Asisten David yang menjengkelkan itu"


"Leon? Itu.. tidak mungkin" ucap Marry ragu. mengingat Leon adalah orang yang sangat setia pada David.


"Serahkan saja semuanya pada James yang tampan ini hahahaha"


"Cih.. menjijikkan. Berhentilah memuji diri sendiri James" Sungut Marry kemudian ikut tertawa.


'Semoga semuanya akan baik-baik saja' Marry berdoa dalam hati.


Sementara itu...


Malam sudah larut, David baru kembali ke Apartemen setelah menyelesaikan pekerjaannya yang tidak ada habisnya.


Mungkin dia tidak akan bisa pulang jika terus menuruti tuntutan pekerjaan itu.


Setelah masuk ke dalam Apartemennya , David langsung menuju dapur, Ia sangat haus dan sedikit lapar.


Saat sedang melihat-lihat isi lemari pendingin, tiba-tiba...


"Bukk"


"Auuh" pekik David terkejut saat seseorang memukul kepalanya dari belakang.


"Anak nakal!" Ucap si pelaku pemukulan yang ternyata adalah Nyonya Charlotte.


"Mom???" Seru David lebih bertambah kaget saat melihat siapa yang ada di hadapannya ini.


" Ya, Aku. Dasar anak nakal. Apa setiap hari kau pulang selarut ini dan meninggalkan anak istrimu?" Sungut Charlotte seraya berkacak pinggang.


Mendengar Ibunya marah, David malah tertawa dan kemudian memeluknya erat.


" I Miss you, Mom. Kapan Mommy datang? Kenapa tidak memberitahuku?" Tanya David setelah melerai pelukannya.


"Hari ini. Aku sengaja ingin memberimu kejutan. Tapi aku lupa kalau putraku ini sangatlah sibuk sampai tidak ada waktu untuk keluarganya" Sindir Charlotte pedas yang kemudian membuat David menghela nafas panjang.


"Perusahaanku memang sedang sangat berkembang Mom, sebagai pimpinan yang baik, bukankah Aku harus profesional? Agar para relasi yang bekerja sama denganku puas dengan kinerja tim ku? Sanggah David, berusaha membela diri.


"Ya, ya.. baiklah. Tapi jangan lupa kau punya istri cantik yang sedang hamil muda. Dia butuh perhatian. Dan juga princess kecilku Alice yang membutuhkan kita setelah kedua..."


"Cukup Mom, maafkan Aku. Aku janji setelah proyek kali ini selesai Aku akan meluangkan lebih banyak waktu untuk mereka, promise!"


"Baiklah. Sekarang Kembalilah ke kamarmu. Dan beristirahatlah, Aku juga masih lelah karena perjalanan"


"Okey Mom, good night" ucap David kemudian mengecup singkat pipi ibunya dan berlalu ke kamarnya.


'Nikmatilah hari-hari terakhirmu Davidson!' Charlotte menatap nyalang bayangan David sebelum menghilang dibalik pintu kamarnya.


Sementara David Mukai melepaskan kemejanya yang sudah lusuh, menyisakan celana dan dirinya yang kini bertelanjang dada.


"Honey" bisik David di telinga Istrinya kemudian memberi sedikit gigitan disana. Namun Lily hanya melenguh kecil dan kembali tidur yang seketika membuat pria itu semakin gemas dan semakin gencar mengganggu tidur istrinya itu.


"Mmmmh" Gumam Lily dengan dahi berkerut, kemudian pelan-pelan membuka matanya yang masih sangat mengantuk.


"Bi?"


"Bi? Siapa itu?" Tanya David dengan wajah kesal.


"Kamu" Lily tersenyum melihat ekspresi suaminya yang langsung berubah muram.


"Aku?"


"Iya, kamu my Hot Hubby hihihi" Jawab Lily yang kemudian mencubit gemas suaminya.


"Waw Aku suka panggilan itu, My sexiest" ucap David kemudian secara tiba-tiba memagut bibir istrinya.


"Mmmmh Dad, mandilah dulu"


"Aku akan mandi setelah memberi vitamin pada baby peanuts Honey" ucap David sambil mengerling nakal.


"Tidak mau, aku sangat lelah hari ini Biy"


"Please Honey, Kamu tidak kasihan pada juniorku ini?" Bujuk David seraya membimbing tangan Lily ke arah anaconda nya yang sudah dalam mode ON.


"Hmmm... Tapi janji dulu untuk melakukannya pelan-pelan dan.. jangan nambah" pinta Lily dengan sedikit cemberut. Suaminya ini benar-benar, maniak!


"Yes!! Promise!" Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, David segera memulai olahraga favoritnya, mengajak istrinya mengarungi malam yang indah dan bergelora sampai... Pagi.


Bersambung