
Visual Cast Charlotte Crambhell
Charlotte Crambhell (credit by Instagram)
Wanita berusia 63 tahun, berubah menjadi wanita yang serakah dan jahat semenjak cintanya kepada Arthur Crambhell, suaminya, tidak terbalaskan. Apalagi semenjak kedatangan bayi hasil perselingkuhan suaminya yang terpaksa ia terima membuat kepribadiannua yang lembut dan elegan menjadi licik, jahat dan kejam. Karena tujuan utamanya adalah membalaskan dendam dan sakit hatinya kepada wanita simpanan suaminya melalui anak tirinya Emiliano Davidson.
"Leon apa menurutmu apa yang aku lakukan pada pria itu terlalu kejam?"
Tanya David di perjalanannya pulang. Dia meninggalkan Martin di tempat tadi dengan penjagaan ketat oleh anak buahnya.
"Menurut Saya itu pantas ia dapatkan, bahkan sebenarnya dia lebih pantas mati"
"Kenapa Kau sepertinya menaruh dendam tersendiri padanya, Leon?"
Pertanyaan David seketika membuat Leon salah tingkah, Bosnya sampai saat ini belum tahu jika dia adalah putra dari orang kepercayaan mendiang Ayahnya, yang juga telah dibunuh oleh Martin.
"Ehem, Saya hanya geram mendengar Cerita dari Anda tuan, selain itu saya juga menyelidiki berbagai kejahatan lain yang dilakukan oleh Martinez Guardiola Crambhell. Dia Sudak banyak melakukan kejahatan terhadap wanita, pemerkosaan, pelecehan dan juga kekerasan. dan selalu lolor dari jerat hukum karena bantuan uang"
Terang Leon yang diangguki oleh David.
"Kau benar, laki-laki dengan moral rendah sepertinya memang harus dilumpuhkan senjatanya agar tidak berulah lagi"
Leon mengangguk setuju. Kemudian pemuda berusia 28 tahun itu berfikir, apakah Tuannya sama sekali tidak mencurigai ibunya? kenapa Dave seakan buta dan menganggap Charlotte sama sekali tidak terlibat? bukankah itu aneh?
"Emm, Tuan, maaf, apa Saya boleh bertanya?"
"Ya, tentu saja Leon, katakan"
"Apa Tuan tidak mengetahui alasan, kenapa Martin dan Nyonya besar sangat dekat, maksud Saya, tidakka Tuan mencurigai... sesuatu"
Dengan sangat hati-hati Leon mengajukan pertanyaan yang bercokol di pikirannya itu.
"Aku rasa... Mommy mencintai Martin Leon. Mommy terlalu naif sehingga mempercayai bajingan itu dengan mudah"
'What the....'
Leon kehabisan kata-kata. Sepertinya mempengaruhi David walau hanya sekedar untuk mencurigai Nyonya Charlotte tidaklah mudah.
Apalagi, bukti yang Ia miliki hanyalah email dari ayahnya, yang bisa saja dianggap rekayasa, hanya rekaman dari Marry saja yang sedikit kuat, tapi tetap saja itu belum cukup.
Leon bertekad dalam hati, dia akan mengumpulkan lebih banyak bukti lagi sebelum menunjukkannya pada David.
Mereka Berdua pun melaju, membelah gelapnya malam meninggalkan bangunan tua yang baru saja mereka singgahi untuk menghukum seorang Martinez.
#
David baru saja memasuki Apartemennya, rasa lelah sekaligus bahagia nampak jelas di wajahnya.
Pria itu menjatuhkan Jasnya begitu saja di sofa kemudian melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum.
Tentu saja, sebelum pulang ke rumah pria itu sudah berganti kostum seperti saat Ia berangkat ke kantor, agar keluarga nya terutama Mommy Charlotte tidak curiga.
Namun Tiba-tiba...
"Dave, apa yang kau lakukan pada pamanmu?"
Suara itu terdengar sangat kesal, siapa lagi jika bukan Charlotte.
"Mommy belum tidur? ini sudah larut"
Jawab David enteng.
"Jangan mengalihkan pembicaraan! jawab pertanyaan Mommy"
David melangkah begitu saja Melawati Charlotte dan menjatuhkan tubuh lelahnya di sofa, kemudian dengan santai menenggak minuman bersoda yang baru saja Ia ambil dari lemari pendingin.
"Dave!!"
"Apa maksud Mommy? Aku sangat lelah setelah bekerja, Aku sama sekali tidak mengerti kenapa Mommy bertanya tentang pria itu padaku?"
"Jangan berpura-pura Dave. Hanya kau yang tahu Jika Martin akan datang ke sini. Tapi dia menghilang begitu saja dari bandara bahkan nomernya sekarang tidak aktif!"
"Lalu kenapa Mommy menuduhku?"
"Karena Mommy tahu kau membencinya Dave!"
"Apa karena aku membencinya lalu serta merta aku ya g menyebabkan dia menghilang? Come on Mom, bisa saja dia tidak jadi datang kesini"
"Tidak mungkin"
Desis Charlotte penuh emosi.
"Lagipula, Kenapa Mommy bisa sangat dekat dengannya? Dia bukan laki-laki yang baik Mom"
"Kau tidak mengenalnya dengan baik Dave, kau hanya terpengaruh oleh hasutan orang lain"
"Well, sama sekali tidak ada yang menghasutku"
"Yang jelas aku mempercayainya Dave. Jadi katakan, Dimana pamanmu sekarang!"
kemarahan Charlotte benar-benar mencapai puncak. Dia yakin David sudah melakukan sesuatu pada lelaki itu. Tapi mendengar jawaban yang setenang itu dari David membuat emosinya tersulut.
dan Aku tidak perduli"
Jawab David kemudian berlalu meninggalkan Charlotte yang mengepalkan tangannya dengan kuat.
Berdebat dengan Charlotte bukanlah pilihan tepat saat ini untuk Dave, Dia lelah dan ingin beristirahat.
Lagi Pula, Charlotte tidak akan semudah itu menuruti dan mendengarkannya, jadi Dave memutuskan untuk membiarkan ibunya sementara waktu sampai Ia merasa ibunya sudah sedikit tenang dan akan bicara pelan-pelan padanya.
Tapi Dave terlalu bodoh untuk mengetahui kebusukan Charlotte yang tersimpan rapi dibalik wajahnya yang lembut dan elegan.
Kemarahan Charlotte kali ini akan berakhir buruk, karena kalau berakhir baik berarti novelnya udah tamat 😂
#
"Mmmmh.... Daddy?"
"Yes, It's me Honey"
"Kamu baru pulang?"
Tanya Lily seraya mengucek kedua matanya.
"Ada pekerjaan yang sangat penting Honey" mengkebiri seseorang, lanjut David dalam hati.
"Kamu pasti lelah Dad. Ayo, tidurlah"
David pun menempelkan tubuhnya dengan tubuh mungil istrinya.
"Honey, mulai hari ini setiap kali keluar rumah akan ada bodyguard yang menjagamu"
"Bodyguard?"
"Yups. Kamu tidak keberatan kan?"
"Ummm tapi untuk apa Daddy, Aku rasa, Aku belum membutuhkannya"
"Kamu membutuhkannya Honey, percayalah?"
"Ya sudah kalau begitu, asal bodyguard nya ganteng aku mau?"
"Whatt??"
"Hehehe, just kidding Dad"
"trust me, tidak ada yang lebih ganteng dari suamimu ini"
"iiiih pede sekali Daddy ini"
"Tentu saja, Kamu tidak percaya?"
"Tidak. Daddy saja yang terlalu percaya diri. mmmh asisten pribadi Daddy juga ganteng dan imut"
Lily semakin senang menggoda suaminya yang kini terlihat kesal?
"Apa baru saja kamu memujinya? didepanku?"
"Hahahaha,jangan marah, Aku hanya bercanda Dad"
"Aku akan memecatnya besok"
"Hahaha, jangan Sayang, kasian Leon, tidak tahu apa-apa, tiba-tiba,dipecat"
Upss... Apa baru saja Lily memanggil suaminya 'sayang'
"Sayang? Say it again!"
"Apa sih, Kamu salah dengar"
"No! I Can hear that clearly. Say it Again"
"No"
"Please, Honey"
Pinta David dengan wajah penuh permohonan, membuat Lily semakin tersipu dan menyesal, Aduuuh kenapa pake acara keceplosan segala sih, batin Lily bermonolog.
"Iyaa... Sayang"
Lily menyembunyikan wajahnya ke dalam dada bidang suaminya. Jangan lihat wajahnya ya g sudah memerah seperti udang rebus, membuat suaminya tertawa keras melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. masih malu-malu padahal mereka hampir setiap malam berbagi peluh.
"Ouuuh, I'm So Happy, Hahaha"
"Sudah dong Daddy, jangan diterusin"
Pinta Lily yang malah semakin membuat David tertawa geli.
Malam itu menjadi malam yang membahagiakan bagi mereka berdua, saling bercanda tawa dan menggoda.Akan terekam indah, karena mungkin malam-malam berikutnya mereka tidak akan menikmati keindahan itu lagi.
Bersambung