
"Mommy apa benar ini Daddyku?"
Angel mengerjap-ngerjap lucu dengan matanya yang bulat dan jernih.
Rosie tersenyum seraya mengangguk, perasaannya sangat terharu, tiba-tiba pagi ini Aston mendatangi hotel tempatnya menginap bersama Elena dan Angel. pria itu mengatakan ingin bertemu dengan Angel dan berbicara secara langsung dengan gadis kecil yang imut itu.
Tentu saja kini Rosie sangat bahagia, begitu juga dengan Aston. Ia yang tadinya menolak untuk mengakui anak itu kini menyesalinya. Bagaimana bisa dia menolak gadis kecil semanis ini? Angel terus menerus bergelayut manja di gendongan Daddy nya, sesekali anak itu memainkan bulu-bulu halus yang ada di wajah Aston. membuat Atskn tersenyum geli.
"Daddy sangat tampan"
"Oh ya? tentu saja itu sebabnya Aku memiliki putri secantik Kamu sayang"
"Ehemmm... Apa kali ini Daddy benar-benar akan bersamaku dan tidak pergi lagi?"
"Ya, Daddy akan selalu bersamamu, Mo banphrionsa beag (putri kecilku)"
"Terima kasih Aston, Kamu bersedia menerima kami"
Senyum Aston seketika menghilang mendengar ucapan Rosie, dengan dingin Dia menjawab,
"Ich akzeptiere meine Tochter, nicht Sie"
(Aku menerima putriku, bukan dirimu)
Rosie seketika terdiam, Wanita menahan sesak di dadanya mendengar kembali penolakan Aston terhadap dirinya.
"Aber leider kann man sich nicht für einen Aston entscheiden"
(Tapi sayangnya Kamu tidak bisa memilih salah satu, Aston)
Kali ini Elena menyeruak ke tengah-tengah sepasang mantanku kasih yang sedang saling bermusuhan itu, lebih tepatnya Aston yang memusuhi Rosie.
Elena tidak tahan melihat Aston selalu mengucapkan kata-kata yang kejam pada Rosie yang juga adalah teman baiknya.
"Wenn Sie sich entscheiden, Ihre Tochter zu akzeptieren, müssen Sie auch die Mutter des Kindes akzeptieren"
(Jika Kamu memutuskan untuk menerima putrimu, maka Kamu juga harus menerima ibu dari anak itu)
Aston menatap nyalang adik sepupunya itu. Elena terlalu banyak ikut campur urusan pribadinya. Aston ingin sekali meluap emosinya pada dua wanita dihadapannya itu, namun melihat ekspresi kebingungan di wajah Angel, Pria itu pun mengurungkan niatnya.
"Sudahlah Aston, bisakah Kamu bersikap dewasa? harus berapa kali Rosie menjelaskan padamu tentang alasannya pergi?"
Aston lagi-lagi tak ingin menjawab, Pria itu hanya memalingkan wajahnya menghindari tatapan mengintimidasi dari Elena.
Yah di dunia ini hanya Elena dan Lily yang berani memarahinya. Bahkan ibunya sekalipun selalu menuruti setiap keputusannya.
"Apa Kamu pikir dengan menolak Rosie Kamu bisa mendapatkan Lira?Träume nicht, Er liebt dich überhaupt nicht"
(Jangan bermimpi, Dia sama sekali tidak mencintaimu)
"Apapun itu, Kau sama sekali tidak berhak mengatur tentang hidupku Ele, Ingat siapa dirimu"
"Tentu Aku ingat siapa diriku Tuan Robinson, Aku hanya memberimu nasihat Sebelum terlambat, Berusahalah melupakannya, karena sampai kapanpun Lira hanya mencintai Davidson, Kau pikir aku tidak mengetahui tentang mereka yang adalah mantan suami-istri?"
Aston benar-benar muak mendengar ceramah yang menyebalkan dari mulut Elena. Dia kemudian menyerahkan Angel pada Rosie dan berkata.
"Ma chérie, Daddy pergi dulu, Kita akan bertemu lagi nanti, Okay?"
"Oke, Daddy"
"Good Girl!"
Aston beranjak pergi setelah menatap tajam ke arah Elena. Pria itu pun menghilang dari ketiga wanita di pintu kamar hotel itu.
#
#
Aston Mengemudikan mobilnya sendiri menuji Hotel tempat Lily menginap, Pria itu tengah dalam keadaan emosi. Apa yang dikatakan oleh Elena terlalu benar untuk bisa Ia sangkal. Tapi untuk menerima Rosie kembali jelas saat ini tidak ada dalam planning hidupnya.
5 tahun yang lalu Setelah Dia terpuruk selama 2 tahun karena ditinggal pergi oleh Rosie, Dia berhasil menemukan tambatan hatinya yang baru, Lily.
5 tahun mereka bersama, berbagi suka dan duka. meskipun Aston tahu Lily hanya menganggap dirinya sebagai sahabat tapi Aston sungguh menikmati kebersamaan mereka yang sangat menyenangkan selama 5 tahun.
Lily yang selalu ada saat Dia dilanda masalah dan kepenatan dalam pekerjaannya. Lily yang selalu mendengar segala keluh kesah bahkan umpatannya setiap berseteru dengan rival bisnisnya.
Lily yang selalu memberi masukan paling masuk akal data Dia bingung untuk mengambil keputusan.
Lily yang dengan tulus menyiapkan segala keperluannya saat akan berangkat kerja. Lily yang selalu menyiapkan makanan enak bersama dengan ibunya setiap hari untuknya.
"Aaaaarrggggggh!!!"
Aston memukul kemudinya dengan kuat. kemudian menginjak rem dengan kuat hingga mobil itu nyaris terjungkal. Untung saja Pria itu melewati jalanan yang sepi, jika tidak sudah pasti ada tabrakan beruntun terjadi disana.
"Lira, Apa Aku benar-benar harus melupakanmu?"
Meskipun saat bersama Lily, Aston berusaha menerima jika wanita itu tetap menolak dirinya, tapi saat ini Dia benar-benar merasa ragu, apakah dia akan sanggup melupakan wanita itu atau tidak.
Ya Tuhan, seorang Aston Elnathan Robinson yang gagah perkasa, seorang Presdir Robinson Corporation yang mendunia terlihat sangat menyedihkan karena menangisi seorang wanita. cinta... cinta... memang seblo'on itu.
#
#
"Jadi sebenarnya Kamu cintanya sama David?"
Fany bertanya pada sahabatnya itu. Mereka bertemu kembali hari ini, tapi kali ini ada tambahan anggota baru yaitu Bhobho (Nenek) yang dijaga oleh Fany. Neneknya memang tinggal hanya berdua dengannya, semua anak-anaknya sibuk, jadi Fany bebas membawanya pergi berjalan-jalan atau makan diluar seperti saat ini.
"Kenapa jadi nyambungnya ke David sih"
"Dih.... memangnya kamu pikir Aku ngga tahu. biarpun bumi terbelah, langit runtuh, yang namanya cinta pertama itu susah buat dilupain. Buktinya Ada cowok seganteng dan setajir Aston kamu tolakk pulak!"
"Ya itu karena emang aku ngga punya perasaan apa-apa aja sama Dia, Aku cuma merasa nyaman dan aman selama sama Dia. Actually Aku selama ini mungkin menganggap dia seperti seorang Abang"
"Heuuum, alasan klasik. Kamu itu ngga bisa menerima Anton karena ada orang lain dihati kamu, Ya jelas itu David, siapa lagi coba, masa Aku?"
Ucap Fany seraya tertawa keras, membuat Lily juga ikut tertawa.
Gadis mungil berlesung pipit itu kemudian berkata,
"Mau aku kasih saran ngga?"
"Saran apa?"
"Sebaiknya Kamu putuskan pilihan kamu , sebelum ilang dua-duanya, udah nolak Aston eh David juga ilang kan sayang. Iiiih kalo aku jadi kamu, Aku lebi milih jadi Nyonya Robinson biar bisa keliling dunia setiap hari hehehehe"
"Itu sih dasar Kamunya aja yang matre"
"Bukan matre, tapi realistis, Ya nggak nek?"
Fany kemudian menoleh ke arah neneknya, Dan ajaibnya nenek itu mengangguk saja.
"Yah Dia ngangguk kaya paham aja nek hahaha"
"Lagian Kamu nanya"
"Iya juga yak"
"Hahaha.... Emmm Jujur aja Aku saat ini udah ngga mikirin antara mereka berdua. Dari awal hubungan Aku sama Aston memang ngga ada perkembangan. Sedangkan sama David... Aku pikir Dia juga sudah move on dari aku, begitu juga dengan Aku... ya mungkin Aku ditakdirkan buat jadi wanita Karis aja di Indonesia"
"Menjanda selamanya gitu?
"Ya kan lelaki banyak di muka bumi ini, ya kali karena mereka berdua aku menjanda seumur hidup. Jodoh rezeki maut udah Allah yang atur, Aku mah ngikut aja. Sekarang mau fokus nyari duit aja yang banyak"
"Betul. Aku setuju. James juga mau aku buang ke laut. Biarin lah, lama-lama capek juga aku cuma jadi pelampiasan"
"Nah gitu dong. Jadilah wanita yang kuat! harus berdikari kita biar ngga diinjak-injak sama kamu adam"
"Setuju"
"Cheers!!! Tos buat awal kehidupan baru kita sebagai wanita single yang sukses!!"
"Aamiin, Cheers!!!"
"Ayo nek, ikutan nenek jomblo juga kan?"
"Emang soak kamu Fan"
"Hahaha kan ketularan Kamu, sayang"
"Hahaha gelo!!!"
Mereka pun tertawa bersama, merayakan status baru mereka sebagai wanita single yang bahagia!
Bersambung....