
Dibuka dengan Cast James, Fany, dan Martin dulu ya gaes biar Saya semangat ngayalnyahehe
James Crawford (credit 📱 Instagram)
Adalah teman Marry semasa kuliah yang kemudian menjadi sahabat setianya setelah Marry ditinggalkan oleh David dan Sarah serta keluarganya setelah menjebak David untuk tidur bersamanya hingga membuat hubungan David dan Sarah hancur.
Fany Dea Asmara (credit 📱 Yasmin napper)
Sahabat dan teman seperjuangan Lily sesama pejuang dolar, sahabat suka dan duka yang selalu ada saat Lily membutuhkan bantuannya.
Martinez Guardiola Crambhell (Credit 📱 by Instagram)
Laki-laki yang tidak lagi muda tapi masih berotak mesum. partner ranjang sekaligus sekutu Nyonya Charlotte yang sangat licik dan jahat.
Sarapan pagi ini terasa sangat berbeda. Nyonya Charlotte nampak tak seperti biasanya. binar wajahnya terlihat sangat bahagia.
Sangat berbeda dengan keadaannya semalam yang sangat kacau akibat tragedi kopi panas.
Lily hanya sesekali melirik ke arah Nyonya Charlotte. Lagipula, selama mertuanya tidak mencari masalah dengannya ataupun David, Lily tak akan mencampuri apapun urusan mertuanya itu.
"Dave, Hari ini Paman Martin mu akan tiba di Hongkong" Ucap Nyonya Charlotte dengan antusias.
"Hmn, Mommy sudah memberitahuku semalam kan?"
Meski tidak kentara, tapi Lily bisa melihat bahwa suaminya tidak begitu menyukai orang yang di sebutkan Nyonya Charlotte barusan.
"Dave, tolonglah, Lupakan semua tentang masa lalu, lagipula dia adalah saudara satu-satunya yang Ayahmu punya"
"Ya, Mom"
Jawab David singkat. Namun sejurus kemudian David kembali menatap Ibunya,
"Tapi, Aku tidak mengizinkan laki-laki itu tinggal Disini. Dia bisa pergi kemanapun sesuka hatinya. asal tidak ke rumah ini"
Ucap David telak. membuat Ibunya tidak mampu berkata-kata.
David bukannya tidak tahu apa-apa tentang pamannya itu. Dia tahu Martin bukanlah orang yang baik, suka bermain wanita, menghambur-hamburkan uang dan juga licik.
Itu sebabnya, mendiang ayahnya sama sekali tidak melibatkan Adik satu-satunya itu dalam urusan perusahaan, tidak sedikitpun.
Dan hanya Tuhan serta David yang mengetahui, jika sebenarnya David mencurigai keterlibatan Martin atas penyakit ayahnya yang terkesan mendadak. belum lagi kematian Uncle Robert Chan, terlalu kebetulan dua orang yang berarti dalam hidupnya itu meninggal dalam selang waktu yang singkat.
Sekarang, Orang itu tiba-tiba muncul di Hongkong?
Tehtu saja David tidak sebodoh itu untuk tidak mencurigai Martin. Pasti ada sesuatu, batin David.
Yang membuat Pria tampan itu heran, kenapa Ibunya bisa sepolos itu mempercayainya pria jahat seperti Martin? sungguh David tak habis fikir.
Sementara Lily dan Alice yang sejak tadi hanya menjadi penyimak dalam perdebatan Ibu dan anak itu hanya diam memperhatikan.
"Dave, Tapi Mommy harus menjemputnya, tak apa kan?"
"Hmn, terserah Mommy saja. Apa kalau Aku melarang Mommy akan menurutiku?"
"Dave..."
"Pergilah, tapi berhati-hatilah Mom, karena bisa saja dia tak sebaik yang Mommy kira"
"Apa yang kau katakan? kau tidak mengenalnya dengan baik Dave.. Jangan menilai pamanmu berdasarkan pendapat orang lain, kenalilah dia secara langsung nak"
Dave mengakhiri sarapannya, membicarakan tentang Martin membuat nafsu makannya menguap begitu saja. Dia pun bangkit untuk segera berangkat ke kantornya.
"Sudah mau berangkat Daddy?"
"Yes, Honey, tetaplah di rumah. Biar Alice Aku yang antar"
"Baiklah, Hati-hati di perjalanan Dad"
"Hmn, Aku pergi" Ucap David kemudian mengecup singkat pipi istrinya.
"Bye, Mommy and Baby peanuts!" Ucap Alice riang kemudian mengecup perut buncit Lily.
"Bye, lengloi. belajar dengan baik ya!
"Yes, Mommy, Bye!"
Blam
Ayah dan anak itupun menghilang meninggalkan Lily dan Nyonya Charlotte berdua.
"Bagaimana kabarmu hari ini menantu?"
"Seperti yang Anda lihat, Aku sangat baik"
"Hehehehe nikmatilah kabahagianmu sebaik mungkin, sebelum... Aku mengakhirinya"
Ucap Nyonya Charlotte dengan senyum mengembang sempurna diwajahnya. kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Lily yang termangu sendiri.
"Hatiku mengatakan, akan ada hal buruk yang terjadi" Gumam Lily dengan kekhawatiran yang tergambar jelas di wajah ayunya.
Sementara itu sepanjang perjalanannya, David terlihat begitu muram. Pria itu merebahkan kepalanya ke belakang, bersandar pada jok mobil seraya memejamkan matanya.
Moodnya benar-benar rusak hari ini. Mendengar bahwa pamannya akan tiba di Hongkong beberapa jam kedepan, membuat Pria itu frustasi.
Sungguh, David sengaja pergi jauh dari negaranya, untuk meninggalkan semua yang berhubungan dengan kenangan masa lalunya.
Tapi sekarang, justru orang-orang dari masa lalunya yang berbondong-bondong datang ke tempat dia berada.
Memang benar, kita tidak selamanya bisa lari dari masalah, cepat atau lambat pasti kita harus menghadapinya.
Sesampainya di Perusahaan, David langsung disambut oleh beberapa pengawal pribadi yang berjejer rapi dan membungkuk hormat secara bersamaan.
Disana juga sudah ada Leon yang siap dengan lembaran dokumen di tangannya.
David memasuki kantornya dengan gagah, Diikuti oleh Leon yang mulai membacakan agenda bosnya hari itu.
krietttt
David melangkah ke arah sofa kemudian menjatuhkan tubuhnya disana.
"Leon, batalkan meeting sebelum jam makan siang hari ini. Ikutlah denganku. Ada yang harus kita lakukan"
"Baik Tuan, kalau boleh tahu apa yang akan kita lakukan"
"Menjemput Martin"
Ucap David dengan seringai devilnya. Dan Leon langsung memahami apa maksud dari tuannya itu.
"Dengan senang hati, Tuan"
Leon ikut tersenyum simpul..
Kira-kira dua orang itu akan melakukan apa yah pada Martin?