My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
[BONUS CHAPTER] KEMBAR???



David dengan setia menggenggam jemari Lily yang lembab dan basah. Keringat dingin terus meluncur dari pelipis wanitanya. Wajah Lily yang biasanya tampak merona kini nampak pucat dan pias. Laki-laki berjenggot itu hanya bisa ikut meringis setiap Lily mengeluh kesakitan, Bahkan matanya ikut berkaca-kaca.


Andai saja bisa, Dia ingin menggantikan Lily menanggung sakitnya kini.


"Biiy... sakiiit... Ssssshh!" Kembali, Lily mengerang pelan seraya mencengkeram erat kaos oblong yang di kenakan suaminya. David juga mengeratkan genggamannya, Pria itu sedari tadi hanya pasrah saat istrinya menjadikan dirinya pelampiasan, mencubit, menjambak bahkan menamparnya. David siap! bagaimanapun ini adalah karena perbuatannya mengajak Lily piket setiap malam.


"Yes, Honey... I know... sabar yaa.. baru pembukaan 7"


David mengecup puncak kepala Lily seraya mengelus lembut Surai istrinya, berharap bisa menyalurkan semangat dan meringankan rasa sakit istrinya yang terus bergerak gelisah dengan wajahnya yang memucat.


"Aduuuuh... Akuu nggak kuat biiy... Ssssshh... sakit bangetttt huuuft... huuuft"


Lily sudah menangis tergugu, ternyata benar rasanya akan melahirkan benar-benar nikmat bercampur nyeri yang dahsyat. Tapi Lily tetap berusaha agar bisa melahirkan normal, wanita itu terus mendoktrin pikirannya agar kembali semangat dengan mengingat bahwa Dia akan segera bertemu dengan bayi kecil yang selama ini hidup di perutnya, menemaninya selama 9 bulan.


"Sabar Honey, tarik nafas dan hembuskan perlahan, Kata Dokter itu bisa meringankan rasa sakitnya..."


Tak lama kemudian seorang perawat masuk ke ruangan tempat Lily menikmati setiap detik penantian akan pembukaan yang rasanya tak kunjung lengkap itu.


"Excuse me Mr. Davidson. Allow me to check Your wife" Perawat itu tersenyum ramah, dan memulai ritualnya mengecek pembukaan Lily.


"The opening of the birth canal is complete, sir, we will immediately move your wife to the delivery room"


"Sure, Go ahead. And please be care full"


"Of course"


Perawat itu kemudian mempersiapkan segala hal dan memindahkan Lily ke ruang bersalin dibantu oleh beberapa perawat lainnya..


Dalam waktu beberapa menit Lily sudah berpindah ke ruang bersalin dengan beberapa perawat dan tentu saja dokter kandungan yang selama ini menangani kehamilan Lily selama di Amerika. Dr. Alia.


"Sudah siap Nyonya? relaks saja yaa..." Dokter Alia dengan ramah berusaha membuat Lily tenang dan tidak panik.


Lily hanya meringis sambil terus menarik nafas dan menghembuskannya.


Dengan cekatan Dr. Alia mengambil posisi dan mulai mengintruksikan kepada Lily untuk mengejan.


"Okey.. Mrs. Davidson... just listen and follow me, stay relaks and focuss"


Lily mengangguk paham, sementara David sudah sangat tegang dan gugup. Rasanya ingin pingsang saja. Tapi dia sadar dia harus tetap kuat agar bisa menguatkan istrinya juga.


"Tarik nafas .. push!"


"Aaarrrrrrrgggggggghhhh.... huuuft huuuft"


"Good, push again, lebih kuat"


"Aaarrrrrrrggghh, Aaaaaaargggh... Akkkhh sakiiit Daviiidddd"


Lily meremas jari suaminya kuat-kuat saat merasakan sakit nya bertambah sangat seolah-olah Ia sedang terbelah.


"Lebih kuat lagi... puuuush!!" Dr Alia kembali menginterupsi.


"Aaarrrrrrrggghh, huuufft Aaarrrrrrrggghh"


"Good job, tahan... buang nafas, dorong lagi lebih kuat"


"Arrrrrrrgggghhh.. Aduuuuh Biiiy... Aaarrrrrrrggghh Sakiiit..."


Lily berteriak sakit, membuat David ikut meringis kesakitan, pria itu hanya mampu memejamkan matanya seraya membenampak kepalanya di samping wajah istrinya, sungguh David tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu.


"Sebentar lagi Nyonya, look at that, Kepala baby nya sudah muncul, Ayo, sekali lagi dorong yang kuat!!"


"Aaarrrrrrrggghh, Arrrrrrrgggghhh, aaaaakkkhhh.. Daviiidddd"


"Good! Yes Baby, come on!" Dr Alia menarik pelan Bayi kecil itu dari tubuh Lily...


"Ooeeee, oeeee, Oeeeee"


Suara tangis bayi kecil yang telah lama di tunggu oleh David dan Lily akhirnya pecah.


"Congratulations Mr Davidson, It's a boy!" Dokter Alia tersenyum hangat. David tidak bisa menyembunyikan keharuannya yang luar biasa. Ia menciumi seluruh wajah istrinya yang kini juga menangis harus dan bahagia seraya memandangi bayinya yang tampan. Akhirnya buah hatinya, buah cintanya lahir ke dunia.


Tapi ekspresi Lily tiba- berubah.


"Auuuuwww.... Biiy, perutku sakit lagii"


Kalimat dari Lily sontak membuat David terkejut setengah mati. Apa yang terjadi?


Begitu juga dengan dokter Alia, yang dengan sigap kembali menghampiri Lily setelah menyerahkan bayi David dan Lily kepada perawat.


"Oh God! It's a twin?? Mrs.Davidson, dorong lagi, masih ada Bayi kecil yang akan bertemu dengan kalian"


Lily sekuat tenaga mengerahkan kekuatannya yang masih tersisa untuk mengejan di tengah keterkejutannya.


"Aaarrrrrrrggghh.... Arrrrrrrrrrrrrrgghhhhhh..."


Dan Yups hanya dua kali dorongan, dan..


"Oeeee... Oeeee"


"What a pretty.... Congratulations Mr. and Mrs. Davidson, It's a girl"


David dan Lily saling berpelukan, tangis keharuan mereka pecah. Bagaimana tidak, Allah SWT menghadiahkan kejutan yang sangat indah hari ini. seolah-olah menggantikan anak mereka yang dahulu pergi. Mereka memiliki dua bayi sekarang, sepasang pula. Bagaimana perasaan bahagia ini bisa digambarkan.


"Thank you, Thank you Honey...."


David memeluk erat Istri tercintanya, Lily pun membalasnya tak kalah erat.


Dr Alia tanpa sada ikut berkaca-kaca, Sungguh baru kali ini dia mengalami hal seperti ini. Selama ini bayi perempuan kecil ini tidak pernah muncul di layar, ukuran perut Lily juga bukan yang sangat besar, tapi ada princess kecil yang tengah bersembunyi dan tiba-tiba lahir. Baby girl yang cantik, bermata biru dan berambut pirang seperti Daddy-nya.


"Adzani mereka Biy... kan sudah latihan"


Lily terkekeh saat mengatakannya. Yups David selama berbulan-bulan menghapalkan bunyi Adzan. meskipun suaminya itu sudah mulai sering sholat tapi di daerah yang mereka tinggali hampir tidak pernah terdengar kumandang adzan. jadi David awalnya sedikit asing dengan seruan sholat itu.


David yang masih mengharu biru menatap dua malaikat kecilnya dengan lembut melantunkan suara adzan pada kedua malaikat kecilnya secara bergantian.


"Welcome little angels, Kyle Emiliano Davidson and Kayce Emilia Davidson, Kyle and Kayce"


"Nama yang bagus... Aku suka Biiy"


David tersenyum lembut, matanya masih terhipnotis pada dua bayi kecil yang seperti fotocopy dirinya, sungguh tidak percaya saat ini dia telah menjadi seorang, Ayah??


Setelah suasana yang mengharu biru, Kini Lily dan kedua bayinya sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Dan tentu saja sudah ada kejutan disana.


Ibu dan Adiknya yang jauh-jauh datang dari Indonesia,Leon dan Marry bersama bayi mereka, Sean. Serta James dan Fany yang kini tengah mengandung juga, sudah mendesign ruang perawatan itu dengan meriah lengkap dengan berbagai ornamen dan tulisan "WELCOME MOM AN TWINS" dengan ukuran jumbo terpampang disana, tak lupa berbagai kado dan hadiah yang sangaaaat banyaaak.


Lily yang baru memasuki ruangan dengan menggunakan kursi roda yang di dorong oleh David tentu tak bisa menahan air matanya, Air mata bahagia.


"Welcome!!!" Seru orang-orang itu serempak. Lily sampai menutup mulutnya sendiri karena bingung untuk berkata-kata, Yang jelas rasa terima kasih sangat terpancar dari wajah ayunya.


"Terima kasih semuanya... "


Para wanita menghampiri Lily dan memberikan kecupan serta pelukan, begitu juga para lelaki memberikan pelukan tanpa kecupan pada David.


Akhirnya, hari bahagia itu tiba, setelah mereka melalui banyak ujian dan cobaan.


Semoga kebahagiaan selalu menyertai David dan Lily serta keluarga kecil mereka...


END