
Pagi yang cerah di musim panas di Hongkong.
Lily menjalankan Aktivitas paginya seperti biasa. Menyiapkan sarapan, membangunkan Peri kecilnya dan kemudian menyiapkan seragam sekolahnya. Begitu juga untuk suaminya Lily kini tengah sibuk menyiapkan setelan Jas dengan dasi yang senada.
Sementara David baru saja keluar dari kamar mandi, ikut tersenyum melihat wajah Lily yang nampak lebih berseri hari ini.
"Kamu kelihatan sangat bahagia hari ini Honey, ada yang spesial hmn?" Tanya David seraya memeluk Lily dari belakang.
"Emmm... hari ini Aku akan melakukan pemeriksaan kandungan Biy, dan.. kita sudah bisa tahu Jenis kelaminnya, Aku sudah tidak sabar hehe" Lily menjelaskan dengan antusias.
"Really? jam berapa pemeriksaannya hari ini Honey? aku akan menemanimu"
"Jm 1 siang Biy, memangnya Kamu nggak sibuk hari ini?" Tanya Lily, yang sekarang menghadap ke arah suaminya, menikmati netra sebiru lautan yang selalu menjadi favoritnya.
"Sesibuk apapun aku akan meninggalkannya Honey, Kamu dan bayi kita adalah hal terpenting dalam hidupku. Aku rela kehilangan semuanya asal tidak kehilangan keluarga kecil kita"
"Biy..." Lily menatap haru Suaminya. beruntung sekali dia menikahi Pria sebaik David. Untuk pertama kalinya Nyonya Davidson ini mendahului mencium bibir Suaminya dan tentu saja David membalasnya dengan senang hati.
"Aku mencintaimu" Ucap Lily melepaskan tautan bibir mereka.
"I Love you more and more" Balas David kemudian memeluk erat istri tercintanya itu. Sungguh apapun itu, akan Ia relakan asal bisa terus merasakan kebahagiaan sederhana ini.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan suami istri itu.
"Sepertinya itu Alice, Kalau begitu bersiaplah Biy, Aku akan menunggu di meja makan" Ucap Lily yang kemudian disambut dengan anggukan suaminya.
30 menit kemudian
"Dave, Mommy ingin berkunjung ke Perusahaanmu, boleh?" Nyonya Charlotte bertanya setelah masing-masing menyelesaikan sarapannya. sementara Lily dengan sigap membereskan meja makan.
"Tentu, Mom. Oh ya hari ini Aku akan mengantarkan istriku melakukan pemeriksaan kandungan Mom, Mommy juga boleh ikut kalau mau, dan Kamu juga Sweetie!" Ucap David yang kemudian mencubit gemas pipi tembam Alice.
"Ouww.. apakah hari ini aku bisa melihat foto adik bayi peanut?" Tanya Alice dengan wajah berbinar-binar.
" Tentu saja sayang, bagaimana Mom? mau ikut?"
"Tentu saja" Jawab Nyonya Charlotte dengan anggun.
" Bagus! kalau begitu kita kan pergi bersama-sama setelah jam makan siang"
"Horee!!" seru Alice bahagia.
"Honey..." David menghampiri istrinya yang tengah sibuk di dapur.
"Ya, Biy..."
"Aku akan mengantar Alice ke sekolah, setelah itu ke kantor bersama Mommy. Aku akan menjemputmu saat jam makan siang Okay?"
"Hmn, baiklah Biy, aku ikut saja" Jawab Lily patuh.
"Kalau begitu aku berangkat, sayang. Hati-hati di rumah" Ucap David kemudian mengecup singkat bibir Lily dan berlalu..
"Come on, Princess!"
David pun tangan kecil Alice dan menggandengnya, disusul Nyonya Charlotte yang mengekor di belakangnya.
-------------
"Apa kau gila James?" Marry ternganga mendengar ide konyol yang baru saja terlontar dari sahabatnya itu.
"Ayolah Marry, kamu pikir si idiot Leon akan setuju untuk berbincang-bincang denganku hanya dengan memberinya semangkuk bakso ikan?" Ucap James serampangan membuat Marry dengan sabar menghela nafas berat. Kenapa Tuhan sangat adil dengan memberi partner yang terlampau cerdas seperti James ini. begitulah kira-kira suara hatinya menjerit.
"Tapi menculiknya juga bukan ide bagus James. apalagi kemanapun dia selalu bersama David" balas Marry yang bermaksud memberi pengertian pada James bahwa ide penculikan itu adalah hal yang sangat konyol dan bodoh.
"Apa?"
"Apakah pasangan si bodoh David dan Leon itu tidur bersama?"
"Pertanyaan macam apa itu? tentu saja tidak"
"See? berarti ada saat si bodoh Leon itu tidak bersama David"
"Lalu apa yang akan Kamu Lakukan?" Marry yang sudah menyerah dengan James pun bertanya.
Mendengar pertanyaan itu, James hanya tersenyum misterius dan kemudian menjawab.
"Aku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuknya"
"Apapun itu James, jangan sampai kita terlibat masalah yang lebih serius"
Sela Marry dengan kekhawatiran yang kentara di wajahnya.
"Tenang saja Marry, semuanya akan aman terkendali. Percayalah padaku" Ucap James yang kali ini terlihat sungguh-sungguh. Sementara Marry lagi-lagi hanya bisa menghela nafas panjang.
Sementara itu..
David dan Lily menatap haru pada layar monitor yang menampilkan gerakan bayi mereka, sesekali David mengecup singkat tangan istrinya dengan mata yang berkaca-kaca, tergambar jelas kebahagiaan dari raut wajah keduanya.
"Congratulation Tuan Dave, Bayi Anda berjenis kelamin laki-laki, kita bisa melihatnya dari kantung testis yang sudah mulai terbentuk. dan untuk usia kandungan Nyonya Davidson sudah memasuki Minggu ke 17, keadaannya baik dan normal"
"Terima kasih Dokter, It's A Boy! Honey.. " Jawab David dengan tulus dan penuh rasa syukur. Ia mengecup singkat kening Lily. Sementara Lily sendiri tak mampu berkata-kata, Ia masih tak percaya bahwa sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu. Dia akan memiliki bayi, dari pria yang sangat Ia cintai.
Dalam hati Lily terus merapalkan doa dan syukur, semoga keluarga kecilnya selalu diberikan kebahagiaan seperti ini.
"Alice pasti senang Biy"
"Yes Honey, pasti. Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan ini" David menatap netra istrinya dengan penuh cinta. mereka saling berpandangan satu sama lain Seolah hanya ada mereka di ruangan ini, melupakan Dokter Catherine yang mulai salah tingkah karena malu melihat pasangan didepannya.
"Ehem" Dokter Catherine berdehem agar kedua pasangan itu setidaknya kasihan padanya yang sudah lama menjomblo.
Lily dan David pun sedikit salah tingkah.
"Setelah ini, saya akan resepkan Vitamin dan penambah darah. Diusahakan untuk Nyonya agar istirahat yang cukup, perbanyak makanan bergizi dan tidak boleh terlalu banyak fikiran"
"Baik Dokter, saya akan jalankan semua saran dari Anda" Ucap David yang kemudian dibalas dengan senyuman oleh Dokter OBGYN itu.
Selesai melakukan pemeriksaan, Lily dan David keluar dari ruangan dokter Catherine. Dan mereka langsung di sambut oleh Alice yang sedari tadi meminta masuk namun tidak di izinkan oleh David. takut membuat keributan di dalam mengingat Alice yang sangat aktif dan tidak mau diam jika berceloteh tentang calon adik bayinya.
Untungnya ada ibunya, Nyonya Charlotte yang menemani mereka, jadi Alice ada yang menemani selama pemeriksaan berlangsung.
"Daddy! kenapa Alice tidak di izinkan masuk? Alice kan ingin tahu tentang kabar adik bayi" sungut Alice seraya mengerucutkan bibirnya lucu. membuat David dan Lily serta Charlotte tak kuasa menahan tawa.
"Sorry Sweetie, Kamu sangat ribut, jadi Dokter melarang kamu masuk. lain kali bersikap tenanglah, okay?"
"Hhmm Ya baiklah" Alice menjawab dengan wajah lesu.
"Anak pintar... sekarang Daddy akan memberimu kejutan tentang adik bayi" Ucap David yang seketika merubah binar wajah Alice yang tadinya redup menjadi cerah kembali.
"Really? apa itu Dad?"
"Alice akan memiliki adik bayi... Laki-laki yeayyy!! seru David membuat Alice menutup mulutnya sendiri saking senangnya.
"It's A boy?? Yeeaaaayy! I'll get a lil Brother!"
Seru Alice berjingkrak-jingkrak membuat ketiga orang dewasa di samping nya tertawa bahagia.
Namun satu orang diantara mereka menyimpan tawa dengan makna yang lain. Si ular betina, Nyonya Charlotte. Entah apa yang kini ada di benaknya. Yang jelas wanita itu merencanakan hal buruk untuk David dan juga Lily dan bayinya.