My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
Merayu Hot Daddy!



Kini, Ibu mertua dengan menantunya saling menatap. Masing-masing bergelut dengan pemikirannya sendiri.


Charlotte semakin curiga dengan tingkah laku menantunya. Sikapnya sejak pertemuan mereka siang tadi sangat berbeda. Lily seperti tengah menyembunyikan sesuatu. Tapi, sesuatu apapun itu Charlotte sendiri tidak tahu.


'Menantuku ini, Aku harus menyelidikinya' batin Nyonya Charlotte bermonolog.


"Granny, Mommy? ada apa dengan kalian?" Tanya Alice penasaran melihat kedua orang dewasa di hadapannya saling menatap seperti di film-film yang pernah Ia lihat.


Kedua orang yang di sebutkan Alice sontak kembali sadar. Nyonya Charlotte berusaha mempertahankan senyuumnya yang anggun itu. Sementara Lily berdehem ria untuk menetralkan perasaannya.


"Ayo Sweetie, kita keluar, sepertinya Daddy-mu sudah kembali" Ajak Charlotte yang kemudian diangguki oleh cucunya.


"Ayo Mommy" Alice meraih tangan Lily, kemudian menggandengnya keluar dari kamar bersama.


"Iya, Sayang" Lily pun mengikuti putri kecilnya itu.


Saat akan melewati pintu, tatapan Lily kembali berserobok dengan Nyonya Charlotte yang masih setia berdiri disana, Namun mertuanya itu dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Benar saja, sesampainya di ruang tamu, David terlihat sedang berbicara dengan seseorang di depan pintu, sepertinya pengantar makanan.


"Daddy... mana pizza ku?" Tanya Alice begitu David selesai menutup pintu dan hendak berbalik.


"Ouh... sabar sweetie, pizza nya ada di meja makan, tunggu, Daddy mandi dulu setelah itu kita makan, Okay?"


"Okay, Dad" Seru Alice bersemangat.


"Ya sudah, Aku akan bantu menyiapkan makan malam kita dulu" ucap Lily namun segera di cegah oleh Nyonya Charlotte.


"Biar Mommy saja sweetie, Kamu siapkan keperluan David saja" Ucap Charlotte, Lily hanya tersenyum singkat kemudian meraih jas dan tas laptop yang tergeletak di sofa.


"Baiklah, Ayo Dad"


"Yes, Honey"


Lily pun mengekor di belakang suaminya meninggalkan ruang tamu.


______________________________


Mereka makan malam dengan tenang, hanya sesekali celoteh dari gadis kecil bernama Alicia yang meramaikan suasana. Untungnya, keadaan canggung antara Lily dan Nyonya Charlotte tidak terjadi. walaupun sikap aneh diantara kedua wanita nitu tidak luput dari perhatian David.


Selesai makan malam, Alice merengek pada Mommy-nya agar dibolehkan tidur bersama dengan Mommy dan Daddy-nya. tentu saja Lily tidak keberatan. sementara David sedikit merengut karena berarti malam ini dia harus berlibur dari kegiatan panasnya dengan sang istri.


waktu kini menunjukkan pukul 10.00 malam, Alice sudah terlelap dalam pelukan hangat Lily. sementara David masih sibuk dengan laptopnya.


Begitulah jika punya suami seorang pengusaha, kapanpun, dimanapun pekerjaan selalu menyita waktu mereka.


"Daddy..." panggil Lily lembut. Malam ini dia harus bisa mendapatkan izin dari suaminya agar besok bisa pergi menemui pengirim surat misterius itu.


"Hmn" David hanya bergumam kemudian sekilas menatap istrinya, namun pria itu kembali fokus pada laptopnya. Lily pun cemberut dibuatnya.


Tapi Lily tidak menyerah. Dengan sangat pelan Lily melepaskan rengkuhan tangan Alice dari pinggangnya, kemudian bangkit dari ranjang, menghampiri Suaminya yang sok sibuk itu.


"Dadd ..." panggil Lily lagi, kini dengan suara yang dibuat semanja mungkin. Membuat David yang sedari tadi fokus terkejut dengan tingkah istrinya.


"Ada apa, hmm?"


"Kamu sibuk terus, ngga perduli sama aku" sumpah Lily rasanya ingin menampar dirinya sendiri mendengar suara menjijikan dari bibirnya itu. tapi demi sebuah izin. Apapun akan ia lakukan.


"Aku...." Nah loh bingung deh.. Lily pun menyerah dan menjatuhkan bokongnya di samping suaminya.


"Sekarang katakan, ada apa?"


"Mmm.... sebenarnya, besok Fany memintaku bertemu, dia minta tolong untuk mengantarkannya melaporkan Kartu Identitas nya yang hilang , Fany dan aku disini masih baru. dan... dia hanya dekat denganku Dad, jadi... bolehkah Aku..." Jelas Lily panjang lebar, kemudian mengeluarkan jurus pamungkasnya memasang wajah penuh permohonan lengkap dengan puppy eyes nya.


"Hhhmmm.... apa imbalanku jika Aku mengizinkanmu, Honey?" Tanya David yang kini menutup layar laptopnya.


"Apapun" Jawab Lily dengan tatapan sayunya.


"Really? tidak akan menyesal?" Tanya David bermaksud menggoda.


"Tidak akan" Jawab Lily mantap.


David pun meraih Tengkuk istrinya mendaratkan ciuman menggebu disana. Hingga tanpa aba-aba David menggendong Lily, membawanya ke...kamar mandi?


"Kenapa kita disini Dad?" Tanya Lily yang bingung saat suamiya mendaratkannya tepat di bawah shower.


"Menagih imbalanku" Jawab David dengan tatapannya yang sudah berkobar penuh n*fsu.


"Disini?"


"Ya, di ranjang ada Alice. kita akan mengganggu tidurnya, Honey"


Tiba-tiba David menyalakan Shower, hingga membuat Lily terpekik kaget, Namun David segera membungkam istrinya dengan ciumannya. Hingga tubuh keduanya kini sama-sama basah.


Lily yang mengenakan piyama berbahan satin tipis kini terlihat sangat luar biasa Sexy Dimata david, Pria itu dengan garang menyerbu aset kembar Lily yang memang tidak tertutup bra itu. Lily mendongakkan kepalanya, menikmati setiap gerakan yang dilakukan suaminya, yang membuatnya semakin melayang.


David melepaskan sisa kain yang melekat di tubuh istrinya dan tubuhnya sendiri, kemudian membungkuk, mencium perut istrinya yang sudah nampak membuncit.


"Bersiaplah Boy, Daddy akan menjengukmu" Ucap David kemudian sekali lagi mengecup calon bayinya singkat kemudian kembali berdiri.


mengangkat tubuh istrinya, dengan kaki Lily dibuat mengapit pinggang t*lanjangnya. kemudian melesakkan pusakanya kedalam milik istrinya yang selalu sempit, memijat indah miliknya.


Perlahan David menggerakkan pinggulnya. menciptakan ritme yang indah seindah alunan mendayu dari bibir istrinya. wajah Lily nampak semakin cantik dan menggoda dibawah guyuran shower yang setia mengiringi tarian indah dua insan yang yang sedang mereguk indahnya berhubungan i*t*m.


Tak ingin kehilangan rasa nikmat yang membuat otaknya kehilangan akal, David mempertahankan petting nya, mengangkat tubuh istrinya kemudian meletakkannya kedalam bathtub yang terisi penuh dengan air, membiarkan tubuh istrinya melayang indah disana. Menciptakan gairah yang semakin liar, David terus memacu miliknya membuat wanita tercintanya terus melantunkan lagu-lagu indah dari bibirnya yang seksi.


Lily benar-benar menikmati percintaannya kini, rasanya sangat berbeda dari yang biasa ia rasakan. Entah karena air atau memang suaminya yang pandai membawanya melayang menuju surga dunia yang selalu digaungkan oleh banyak orang.


Lily membalas gerakan suaminya, hingga kini keduanya sama-sama berpacu, mengejar, meraup kenikmatan sebanyak-banyaknya, sampai akhirnya keduanya tidak mampu lagi menahan gejolak yang akan meledak dari inti keduanya.


Merekapun merasakan pelepasan yang luar biasa indah


"Ouuuhh!! You Drive me Crazy, Lily!!" seru David kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh istrinya.


Mereka kemudian saling menatap penuh cinta.


David merengkuh tubuh mungil istrinya mengecup sayang seluruh wajah yang begitu mempesona dimatanya.


"Terima kasih, Honey. Aku sangat mencintaimu" Ucap David dengan ketulusan yang terpancar jelas dari netra birunya.


"Aku lebih mencintaimu Biy" Balas Lily


Merekapun mengakhiri malam ini dengan sangat indah. kemudian bersama-sama menyambut mimpi yang indah sebagai semangat menjemput hari esok.