My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
Pesta Dansa



David terbangun dari tidurnya dengan rasa pusing yang hebat, Pria itu memijat pelipisnya dengan pelan, kemudian perlahan mendudukkan tubuh lelahnya.


Semalam Ia kembali mabuk, perasaannya sangat kacau dan sedih. Melihat Lily bersama dengan laki-laki lain membuatnya menggila. Sungguh dia tidak rela.


Katakanlah David yang tidak tahu malu setelah apa yang dilakukannya pada Lily, kini mengharapkan wanita itu kembali padanya. Meskipun sulit, Tapi David tidak akan menyerah sampai Lily benar-benar menolaknya dan menikah dengan laki-laki lain. Tapi tentu saja itu tidak akan mudah. Karena sampai detik ini mereka masih suami istri yang sah.


David beranjak Dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Bagaimana dengan Leon? tentu saja pagi-pagi sekali asisten David itu sudah melipir kembali ke kamarnya. Karena jika saat David mengetahui jika Leon semalaman menjaga Dirinya, maka bukan ucapan terima kasih yang Leon dapat melainkan kemarahan dan makian.


Itu sebabnya Leon selalu kabur di waktu subuh sebelum Bosnya itu terbangun. Percayalah meskipun dia ini adalah kepala Gangster Guangzhou China, tapi di depan David dia sama sekali tidak bernyali seperti ayam sayur. Entahlah, mungkin karena Leon sudah bekerja pada David sejak remaja dan diperlakukan sangat baik jadi dia segan dengan Pria itu.


David terlihat keluar dari kamarnya dalam keadaan rapi, Leon pun menyambutnya dengan tersenyum lembut.


"Silahkan Tuan, sarapan sudah saya siapkan"


"Heh, menikahlah Leon, Aku takut kau berubah orientasi dan bercita-cita menjadi istriku"


Leon "......"


Leon kehabisan kata-kata. Jika dihadapannya ini bukanlah Bosnya yang sangat Ia hormati pasti Leon sudah melemparkan sandwich yang ada di meja makan ke wajah tampannya. Benar-benar menyebalkan.


Jangan bertanya kenapa Leon bisa menyiapkan sarapan untuk David. Yah, selama di Macau ini mereka menyewa 1 Apartemen yang terbilang cukup mewah dengan dua kamar, tujuannya hanya satu. David ingin saat kapanpun mereka harus mengadakan pertemuan atau sekedar makan malam dengan relasi, tidak akan saling menunggu mengingat ini adalah tempat singgah mereka sementara waktu sampai produksi Mobil Sport sejenis Ferrari yang dikembangkan perusahaan David dan juga Robinson selesai dan siap diluncurkan.


"Tuan, baru saja Nyonya Charlotte mengirim pesan, Beliau akan datang ke Hongkong untuk menjenguk Alicia"


"Hmn, Biarkan saja. Dia adalah neneknya" sahut David tidak terlalu peduli. Dia tetap sangat menyayangi putrinya, Alice. Tapi Dia kehilangan rasa hormat dan juga empatinya terhadap Charlotte. Jadi, apapun yang wanita itu lakukan David tak lagi peduli.


"Ya, Tuan. Dan satu lagi Tuan, nanti malam salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan kita dan Robinson mengadakan pesta dansa, dan Mereka mengundang Kita"


"Kau tahu aku tidak tertarik dengan pesta seperti itu"


Jawab David acuh seraya menikmati sarapannya.


"Ehem, saya dengar Tuan Robinson dan sekretarisnya juga akan hadir Tuan"


David seketika menghentikan aktivitasnya mengunyah sandwich-nya. Pria itu menatap lekat Leon yang dibalas dengan anggukan pria itu.


"Baiklah, Kita akan datang"


Leon pun tersenyum. Diam-diam Leon memiliki ide yang cemerlang. Yaahh baiklah dia akan merangkap menjadi Bapak comblang untuk kedua pasangan ini. meski tidak terlalu yakin, Leon masih bisa merasakan Jika Nyonya Davidson masih menyimpan rasa pada Tuannya. Ganbatte Leon! bekerja keraslah!


"Jangan lupa mencari pasangan disana, jangan membiarkan pusakamu berkarat karena tak pernah dipakai"


David melenggang meninggalkan Leon dengan wajah tanpa dosa, sementara Leon hampir tersedak ludahnya sendiri. Kenapa? kenapa David sekarang bermulut sangat pedas?


Leon meletakkan sarapannya yang masih sisa separuh. Nafsu makannya kandas sudah, mengingat pusaka berkarat. Sungguh menjengkelkan.


'Sabar Leon, Kau harus sabar' batin Leon bersenandung.


Leon pun beranjak menyusul bosnya yang sudah terlebih dulu pergi meninggalkannya.


Jangan tanyakan siapa yang cuci piring, karena ada petugas kebersihan yang akan mengerjakannya.


#


Malam telah tiba...


Di sebuah ballroom hotel mewah yang ternama di Macau telah begitu ramai dengan berbagai tamu dari belahan dunia. semuanya adalah para pebisnis kalangan atas, Dari kulit hitam sampai kulit kuning, dari yang bermata belo sampai yang bermata sipit, mereka semua terlihat akrab dan sangat menikmati suasana pesta yang sangat mewah dan mengesankan. Ballroom yang telah di hias sedemikian rupa hingga menyerupai taman surgawi yang indah.


Para tamu dengan busana kebanggaannya masing-masing menjadikan pemandangan ruangan itu seperti kisah di negeri dongeng Cinderella. Para wanita dengan gaun malamnya yang berkilauan dan menjuntai indah, sementara para tamu pria tampil gagah dengan setelan tuxedo lengkap dengan dasi kupu-kupunya. Waw! penulis novel ini saja tidak pernah menghadiri pesta semacam itu, paling bagus hanya kondangan ke hajatan tetangga dan teman-teman sekolah yang demikian adanya. 🤣


Sebuah mobil Limosin hitam yang glowing seperti wajah princess Syahrini terparkir indah di halaman hotel itu. Seorang Pria tampan dengan gagah membukakan pintu untuk seseorang yang kemungkinan adalah pasangannya malam ini.


Dia, Aston Robinson mengulurkan tangannya untuk wanita pujaan hatinya Lily yang turun dari mobil dengan sangat anggun, Gaun malamnya yang berwarna hitam yang sangat pas dengan tubuhnya yang mungil dan langsing, sungguh memikat siapapun yang melihatnya, termasuk seseorang yang diam-diam memperhatikan mobil Robinson itu berhenti. Siapa lagi jika bukan Emiliano Davidson.


Semua yang ada disana memuji Kedua pasangan yang berhasil menghipnotis hampir seluruh tamu yang hadir.



Lily dengan gaun malamnya



Aston dengan Tuxedo nya


David dengan Tuxedo nya



David sampai tak berkedip melihat wanita yang dulu pernah sangat mendambakannya dan mencintainya kini sangat berbeda, sangat berkelas sekaligus mempesona. Pria itu sedikit menyesal, kemana saja dia selama ini? sehingga bisa kehilangan akal sehatnya menyia-nyiakan istri sebaik dan secantik Lily hanya karena tipu muslihat murahan? David benar-benar mengutuk kebodohannya dulu.


Aston terlihat melingkarkan tangannya di pinggang Lily, Meskipun sangat terlihat di mata David jika Lily sangat tidak nyaman dengan perlakuan itu (sok tahu karena cemburu). Tanpa sadar Pria itu mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga nyaris memecahkan gelas minuman yang ada ditangannya.


Leon yang sedari tadi hanya menonton ketiga orang tersebut seperti sebuah drama tiba-tiba memiliki ide brilian. Leon saat ini merasa bangga pada bakat terbarunya sebagai bapak comblang. Jika sukses mengembalikan kebersamaan Lily dan David mungkin Dia akan mendirikan perusahaan biro jodoh.


Leon pun segera berlalu dan masuk dalam kerumunan pesta itu. Pria imut berdarah Chinese itu kemudian membisikkan sesuatu pada laki-laki yang sepertinya adalah Master of Ceremony (MC) dalam acara pesta tersebut. MC itu kemudian tersenyum seraya mengacungkan jempolnya tanda setuju atas ide Leon.


"Ladies and gentleman, Welcome to the biggest Dance Party tonight! please give applaus for All of Us"


"Yeaahhhh... Prok prok prok" Suara meriah dari seruan dan tepuk tangan para tamu membuat suasana pesta sangat ramai dan menyenangkan.


"Baiklah, Tuan dan Nyonya, sebelum kita mulai pesta dansa ini, sebelumnya kita ucapkan selamat kepada Wong Coco Corporation atas hari jadinya yang ke 52 tahun semoga semakin sukses dan semakin berkembang pesat"


MC itu mengambil jeda, memberikan kesempatan para penonton untuk kembali bertepuk tangan dengan meriah.


"Baiklah, Sebelum kita mulai acara dansanya. Ada seseorang orang yang telah menyuntikkan ide brilian untuk acara dansa ini, yang pastinya akan membuat pesta ini semakin mengesankan"


Ucap Pria berkulit hitam itu dengan bersemangat, sementara para tamu saling menoleh satu sama lain Seolah bertanya. Apa itu?


"Penasaran? Baiklah saya tidak mau berteka-teki terus, khawatir jika kalian semua akan pulang karena bosan! idenyaaa adalaah... Aku beri nama Dance Rolling hahahaha"


Dance Rolling?


Apa itu?


Aku jadi penasaran


Begitulah suara bisik-bisik dari para tamu yang penasaran dengan ide sang MC.


"Yah baiklah-baiklah Akan aku jelaskan ritmenya. Kalian akan memulai berdansa dengan pasangan kalian masing-masing. dalam hitungan 2 menit kalian akan otomatis berganti pasangan dengan orang lain yang ada di lantai dansa begitu seterusnya sampai musik berhenti"


Waaaw, itu pasti seru!


Yayayaya itu sangat unik, ayo segera mulai!


Semua Tamu disana tampak Antusias, tak terkecuali Aston. Pria itu kemudian maju ke depan Lily dan Mengulurkan tangannya seraya membungkuk, seperti seorang pangeran yang meminta seorang putri untuk berdansa dengannya.


Lily awalnya ingin menolak karena dia tidak begitu pandai berdansa, hanya ala kadarnya saja. Tapi melihat tatapan memelas Aston, Lily pun akhirnya menurut. Aston pun menggandeng Lily menuju ke lantai dansa, menyusul pasangan lain yang sudah ada disana.


Jangan tanyakan David, selama ada Leon yang masih bernafas maka semuanya beres. Leon dengan jantannya melempar seorang wanita yang cantik dan sekseeh ke pelukan David. membuat David terkejut bukan main. Leon dengan sigap membisikkan mantra ajaibnya pada bosnya itu sebelum pria itu mengamuk dan membanting wanita yang kini ada di pelukannya.


"Anda harus mempunyai pasangan dansa Tuan agar bisa bersanding dengan Nyonya Davidson, Anda tidak mungkin kan berdansa dengan Saya?" Leon berucap dengan wajah innocent nya lengkap dengan cengiran kuda. Jangan tanyakan David, Pria itu menatap tajam asistennya itu seolah ingin mengunyahnya bulat-bulat.


Tapi mengingat kata-kata bajingan kecil yang sayangnya dia cintai seperti adiknya itu akhirnya menurut. Ini adalah kesempatan baginya untuk bisa berbicara dengan Lily.


Music pun dimulai... Lagi ya g diputar adalah lagu Ed Sheeran, Perfect.


Lagu itu mengalun dengan indah, semua pasangan dansa yang ada di lantai dansa itu mulai bergerak mengikuti irama lagunya.


I found a love for me


Oh, darling, just dive right in and follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was


I will not give you up this time


But darling, just kiss me slow


Your heart is all I own


And in your eyes, you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight


Well, I found a woman, stronger than anyone I know


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


I found a love, to carry more than just my secrets


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fighting against all odds


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When I saw you in that dress, looking so beautiful


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect


I don't deserve this, you look perfect tonight


Tap!


Di putaran pertama, Lily jatuh ke pelukan Pria yang selama ini paling tidak ingin dia temui lagi, Pria yang menorehkan luka tapi dengan bodohnya hatinya tak bisa menerima laki-laki lain, bahkan Aston sekalipun.


Tatapan mereka beradu saling mengunci dengan perasaan yang dimiliki masing-masing. Cinta itu masih ada dan menetap dihati mereka, meski berbagai kejadian buruk menimpa, tetap tidak merubahnya. Cinta memang seblo'on itu kawan!


Bersambung.