
Lily sedang merapikan barang-barang dan pakaiannya didalam sebuah box besar. Mungkin Lily akan menunda kepulangannya, karena Elena memaksa dirinya untuk datang di acara peluncuran Mobil Sport yang dulunya Ia pernah terlibat dalam prosesnya.
Terpaksalah, Dia akan bertolak ke Macau Minggu ini, selain itu Elena mengatakan bahwa Mommy Jean akan datang, jadilah Lily yang sebenarnya sangat enggan untuk hadir dalam acara tersebut akhirnya berubah pikiran. Lily sangat merindukan Mommy Jean. Beliau sangat baik dan penyayang. Dan itu tulus, tidak seperti Mommy Charlotte dulu.
Lagipula Macau sangat indah dan menyenangkan, tidak ada salahnya menambah agenda untuk berlibur kesana, ditambah semua akomodasi ditanggung oleh Elena. Jadi, siapa yang bisa menolak tawaran gratis seperti ini? hehehehe
Lily meraih gawainya, Wanita itu ingin menghubungi sahabatnya, Fany. Didalam hotel seharian tanpa kegiatan apapun sangat membosankan, barang kali Fany sedang berada di luar dengan neneknya, Lily ingin menyusul supaya ada teman untuk bercerita.
"Heuumm... mungkin Fany lagi sibuk"
Lily mengerucutkan bibirnya saat mendengar nada sibuk dari seberang.
Fany baru saja meletakkan kembali gawainya ke atas ranjang. Tapi, tiba-tiba benda pipih itu berdering.
"Pasti Fany...." Gumam Lily sumringah, Diapun meraih gawainya dengan cepat, tapi sejurus kemudian keningnya berkerut melihat nomor asing yang muncul dilayarnya.
Lily telah mengganti nomor ponselnya sejak 6 bulan lalu saat pindah ke Indonesia, Jadi banyak nomor kontak yang hilang.
"Halo"
"Hai"
'What? David?'
Batin Lily sedikit terkejut mendengar siapa yang berbicara di seberang telepon.
"Darimana Kamu tahu nomor ponselku yang baru Tuan Davidson"
Lily bertanya dengan penasaran.
"Rahasia, Kamu tahu Aku bisa mendapatkan semua informasi dengan mudah"
"Cih, sombong sekali hihihi, Ada apa meneleponku pagi-pagi begini?"
"Ingin menawarkan sarapan gratis, Apa Anda bersedia sarapan denganku Nona manis?"
Lily pun terkekeh mendengar ajakan David, kebetulan juga Dia belum sarapan. Lagipula hubungan mereka juga sudah baik-baik saja bukan?
"Ya... baiklah, lagi pula tidak baik menolak rezeki"
"Good Girl, Kalau begitu turunlah, Aku sudah dibawah"
"What the ... Kamu sudah dibawah??"
"Yups, Cepatlah Aku sudah rindu, Ups.... maksudku lapar"
"Hmn, Kau ini.... Ya sudah Aku ganti baju dulu"
"Tidak perlu, Kamu bahkan tetap cantik tanpa baju"
"Oh My God ,David!!"
"Hahaha, oke Sorry, cepatlah tidak perlu ganti baju"
"Ya sudah. Sejak kapan Kamu jadi sangat cerewet!"
"Sejak mengenalmu"
Dasar genit. Batin Lily namun senyumnya tak memudar sejak tadi. Dia pun segera bergegas turun untuk menemui David.
Sesampainya di bawah, David sudah menunggu dengan tersenyum lebar di samping mobil, Lily sejenak terpana melihat mantan suaminya itu.
'Ganteng banget Ya Allah, nyesel tadi ngga ganti baju. Aku keliatan kaya upil huhu'
Batin Lily menggerutu.
"Guten Morgen Schönheit"
(Selamat pagi, cantik)
David menyapa Lily dengan wajah berbinar-binar.
Sungguh, Dimata David Lily selalu cantik meski memakai baju yang cukup asing baginya.
"Guten Morgen Tuan Davidson, Hmn.. Kamu curang, Kamu tampil sangat tampan sedangkan Aku seperti ini, menyebalkan"
"Oh.. Terima kasih atas pujiannya, Aku sangat tampan rupanya... hehehehe"
"Sedikit"
"Ck, baru saja Kamu mengatakannya sendiri"
"Ya, ya... jadi sekarang kita akan sarapan dimana?"
"Bagaimana dengan French toast dan hot milk tea"
"Mmmm sepertinya enak, Aku setuju..."
"Oke, Let's go!"
David membukakan pintu untuk Lily duduk di sampingnya ala pelayan-pelayan kerajaan, membuat Lily menggelengkan kepalanya melihat kelakuan pria itu"
#
#
Aston bertanya pada Elena tanpa melepaskan pandangannya dari berkas-berkas yang ada di hadapannya.
"Ya, Aku sudah mengundangnya. Dan juga memberitahunya tentang rencana pernikahanmu"
"Kau benar-benar menyebalkan, Ele"
Pria itu melemparlan tatapan tajam pada adik sepupunya itu, sementara Elena hanya bisa nyengir kuda.
"Sudahlah Aston, Kau sudah setuju untuk menikah dengan Rosie, jadi apa salahnya jika Aku memberitahu Lily?"
"Aku menikahinya karena Mommy dan juga Angel, tidak karena yang lain"
"Apa bedanya? jangan bilang Kau.... berniat untuk menikahi Lira uga"
"Kalau ya, Kau mau apa?"
"Jangan gila Aston, Kau tahu bahwa Dia tidak mencintaimu, Dia hanya mencintai Davidson"
"Keluar"
Aston berdesis dengan wajah menyeramkan, emosinya tersulut mendengar kalimat terakhir Elena.
"Aston, Kau seharusnya sudah tahu kalau..."
"I said, get Out!!!!" Sentak Aston seketika membuat Elena terkejut. Kemudian melangkahkan kakinya dengan kesal meninggalkan sepupu sekaligus Bosnya itu.
Sesampainya di luar ruangan, Elena mengumpati Bosnya itu. "Dasar si tua menyebalkan"
Elena kemudian meraih gawainya, Dia kemudian tersenyum mengingat rencananya untuk mengerjai Lily, Dialah yang memberikan nomor ponsel Lily pada David.
Awalnya, Elena sangat kaget saat mengetahui Lily dan David pernah menikah, karena sejujurnya dia sedikit menaruh hati pada pria bernetra biru itu. Namun setelah mendengar cerita sebenarnya dari Mommy Jean kenapa Lily dan David sampai berpisah hingga Lily bisa bertemu dengan Aston, Elena menjadi simpatik pada kedua pasangan itu.
Apalagi bisa dilihat bahwa David dan Lily sebenarnya masih saling menyimpan rasa, Beberapa kali dia memergoki keduanya saling mencuri pandang dan diam-diam saling memperhatikan.
Jadilah Dia saat pertemuan dengan perwakilan perusahaan David kemarin, akhirnya meminta waktu untuk bisa bertemu dengan Pria tampan itu.
Tinggal tunggu besok saat acara peluncuran produk, Akan banyak kejutan yang Elena siapkan untuk bisa menyatukan keduanya.
Ahhh Lily adalah wanita yang sangat baik. Dia pantas bahagia. Batin Elena bermonolog.
Elena kemudian kembali ke meja kerjanya setelah beberapa waktu melamun di depan pintu ruangan Aston. Pekerjaannya yang menggunung sudah melambai-lambai menyuruhnya kembali.
#
#
"Jadi, kamu akan datang ke acara itu?"
"Ya, Elena mengundangku dan tentu saja Dia juga sudah menyiapkan tiket pesawat untukku, Kamu sendiri? Bukankah perusahaan kamu dan Aston. bekerja sama dalam produksi mobil ini?"
"Hmn, tapi Aku belum tahu, karena Perusahaan Ayahku di Amerika juga tengah bermasalah, seharusnya Aku hanya satu Minggu disini, tapi Aku sedang mengusahakan untuk bisa hadir"
"Ya, seharusnya Kamu hadir bagaimanapun kamu pimpinan perusahaan sponsor juga kan"
"Apa.... itu artinya Kamu berharap Aku datang?"
"Mmm tidak...maksudku hanya .."
"Sudahlah, Aku akan datang untukmu"
"Oh My.... Kamu benar-benar menyebalkan"
Lily mengerucutkan bibirnya sebal. Kenapa sekarang David menjadi sangat pandai berbicara gombal seperti itu? kan Lily jadi senang 🤪
"Lily...."
"Hmn?"
David menatap wajah cantik mantan istrinya itu, ekspresinya serius dan dalam membuat Lily mengernyit bingung.
"Ada apa?" Lily tersenyum lembut seraya menaikkan kedua alisnya
"Maafkan Aku..."
Senyum diwajah Lily seketika memudar, wajahnya berubah sendu, Lily sudah bisa menebak arah pembicaraan mantan suaminya itu.
Sejujurnya Lily masih belum bisa melupakan kejadian menyakitkan dimasa lalu itu, terutama kehilangan bayinya. Yang sudah Lily rasakan detak jantungnya dan juga gerakannya meski masih sedikit.
"Aku tahu kesalahanku tidak termaafkan, Tapi sungguh, Aku.... sangat menyesalinya. Aku terlalu dibutakan dengan rasa cemburu yang tidak jelas"
"Bisakah kita tidak membahas masalah itu? Aku... sedang berusaha melupakannya David, Aku fikir saat itu Aku juga bersalah karena tidak terbuka padamu, perasaan takut dan khawatir jika kamu tidak mempercayaiku tentang Mommy Charlotte membuatku menutupi segalanya, Aku... juga bersalah"
"Bisakah... Kita memulainya lagi dari Awal?"
Lily terpana... Apa David sedang mengajaknya rujuk? Tapi.... sungguh Lily sama sekali belum siap untuk menjawabnya. Keraguan dan ketakutan yang besar masih menguasai hatinya.
Tapi, apa itu artinya David sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Aston yang gagal?
"Tidak perlu menjawab saat ini, Aku akan tetap menunggu sampai Kamu benar-benar siap menjawabnya. Jadi... tidak perlu terburu-buru"
Lily menjadi salah tingkah, Wanita itu berkali-kali menghela nafas dalam-dalam, Sarapan gratis ini berakhir dengan permintaan rujuk David ..
Lily yang baru saja kenyang, sekarang jadi galau...
Bersambung....